
Tuhan memang maha membolak balikkan hati seseorang. Siapa sangka ibu Mirna yang selama ini angkuh dan sombong dengan segala kemewahannya, bisa runtuh juga hanya karena perkataan anak nakalnya Diandro.
Dia yang selama ini menikmati dunianya sendiri, bisa patuh kepada peringatan anaknya akan tujuan rumah tangganya.
Malamnya mereka bertiga ngumpul dirumah ibu Mirna. Abang Diandro sangat senang maminya sudah sedikit berubah dengan berniat kumpul keluarga.
Kesepakatan mereka hari ini semua pulang menemui daddynya mereka, apalagi maminya ingin berkumpul dengan daddynya.
"mami ingin menetap di Indonesia, nanti usaha yang disini mami serahkan sama pak David, orang kepercayaannya di kantor, tapi tolong nanti sekali-sekali kamu masuk kantor ya" bujuk maminya sama kakak Diandro
"iya mi, kalau mami mau ngumpul sama Daddy usaha mami akan saya coba handle, toh kerja saya juga sebagai IT sangat fleksibel kok"
"iya sayang, terimakasih, kalian sudah menyadarkan mami"
"sama-sama mi, kami juga akan berusaha untuk lebih baik" tutur diandro
"iya mi, kedepannya, kita harus mandiri memang, tapi kita harus saling membutuhkan biar ada ras sayang mi" ucap Diandro yang membuat Bu Mirna menangis.
Selama ini dia merasa bahwa dia sama sekali tidak membutuhkan suaminya. Dia tidak pernah mensyukuri kedua anaknya, akhirnya dia baru sadar bahwa dia tidak punya tujuan hidup. Tujuan hidupnya sangat hambar tidak tentu arah, dia hanya berada ditengah kemewahan dengan kesombongannya.
Malam harinya ibu Mirna memanggil asistennya dan pak David. Dia akan menyerahkan kantor sama pak David dan asistennya. Untuk berikutnya ada perlu apa boleh menghubungi ibu Mirna atau anak sulungnya.
Keesokan harinya mereka bertiga sudah menuju Indonesia. Dibandara mereka sudah dijemput oleh supir keluarga Fariza.
"kita ke kantor Daddy dulu aja ya"
"ya sudah, terserah kalian" ucap ibu Mirna pasrah, padahal biasanya dialah pemegang keputusan yang dominan.
"gimana menurut kakak" tanya Diandro
"boleh juga, kita kasih Daddy kejutan, tapi pastiin dulu Daddy lagi meeting ga"
"oke, gampang"
dddrrrtt ddrrrt
"hallo"
"hallo dad"
"Daddy sudah suruh supir ke bandara"
"oh iya dad, Daddy di kantor"?
"hmmmm kenapa"?
"aku ingin bicara"
"Daddy ada meeting, tapi kalau kamu mau kesini Daddy cancel aja"
"oke dad" sambil menutup sambungan teleponnya.
"gimana"? tanya maminya
"kok mami kayaknya grogi mau ketemu Daddy, kayak mau ketemu pacar aja, iya ngga kak"
"hahahah maklum, mami itu baru sadar kalau dia sayang sama Daddy, untung belum terlambat. coba kayak kata orang kehilangan dulu baru sadar, gimana coba"?
"hehehe jangan buat mami makin baper deh" mereka berdua melirik maminya sambil ketawa ngakak. Melihat kedua putranya tertawa rileks membuat ibu Mirna terharu, dia hampir tidak pernah menyaksikan hal begini dari kedua putranya. Terlalu banyak yang dia lewatkan ternyata.
__ADS_1
"lho kok mami jadi sedih" ledek Diandro lagi
"mau ketemu gebetan" sambung kakaknya.
Saking enaknya bercanda mereka ngga berasa sudah sampai kantor twins grup.
"silahkan nyonya, tuan muda" ucap security di depan.
"hmmmm" jawab mereka masuk
"siang Bu, tuan muda" sapa setiap karyawan yang mereka lewati.
"selamat siang" ucap Diandro kepada sekretaris daddynya
"ehhh selamat siang tuan dan nyonya, sudah ditunggu oleh tuan di dalam"
Mereka bertiga pun masuk keruangan daddynya. Diandro di depan, kalanya dibelakang Diandro baru disusul maminya.
"dad"
"kamu sudah sam..." ucapan pak Fariza terpotong melihat siapa yang datang, ada kedua anaknya dan juga istrinya.
"kalian" ucapnya kaget
"kenapa dad, ada yang salah" ucap kakak Diandro
"ngga, tapi..."
"apa kabar Daddy, sehat kan" langsung tanya ibu Mirna
"sehat" ucap pak Fariza sambil cipika cipiki, begitu juga Diandro dan kakaknya.
"kok tumben kalian" tanya pak Fariza
"hmmmm ayo duduk, duduk, pada minum apa"
"air putih aja dad, kita mau makan siang"
"ohhh itu aja dad" ucap abangnya Diandro bangkit menuju kulkas diruangan daddynya.
"ini kalian kok tumben barengan begini, jarang-jarang lho" ucap daddynya
"ngga pernah malahan dad" celetuk Diandro membuat mereka ketawa bersama. Sementara ibu Mirna entah kenapa dia baru sadar betapa jauhnya dia selama ini dari keluarganya dan anak-anaknya.
"kami ingin mengantar mami dad, katanya mami kangen" ucap abangnya Diandro sambil meletakkan minuman mineral didepan kami masing-masing.
"huss kamu asal nyeplos" ujar maminya
"yeeee malu, katanya kangen Daddy" dukung Diandro lagi sambil membuka minuman itu.
Pak Fariza senang tapi bingung, kedua anaknya dan istrinya bisa seakrab ini, biasanya mah seperti anjing dan kucing aja.
"kok tumben"
"ya elah Daddy, kok tumben terus, dikangenin malah tumben tumben tumben" celetuk Diandro
"istrinya tuh, ingin berubah. Aku sudah tanya mami dad, tentang kemarin, dan mami sudah mengakuinya, tapi mami sudah ingin berubah" ujar Diandro
Pak Fariza masih terlihat bingung, terlalu cepat baginya kejadian ini, biasanya boro-boro istrinya mau berubah.
__ADS_1
"maafin mami dad, mungkin terlambat baru sadar kalau kalian selalu didekatku, sehingga aku selalu terobsesi dengan bayangan tanpa perduli yang nyata" ucapnya lagi.
"ini mami benaran" tanya pak Fariza
"iya dad, aku minta maaf" ucap ibu Mirna sudah menangis dan bangkit berdiri mendekati suaminya.
"tapi aku tidak pernah selingkuh dad, aku hanya selalu terobsesi bayangan masa lalu, untunglah Diandro si anak nakal ini menyadarkan mami" ucapnya tulus.
Pak Fariza sangat terharu melihat semua ini, istrinya yang cantik tapi arogan itu mengaku salah dan minta maaf.
"kita semua salah mir, aku juga salah, aku ngga berhasil membuatmu yakin samaku, dan aku tidak berusaha mendekatkanmu dengan anak-anak"
"iya dad, dunia mami selama ini hanya dikelilingi pergaulan sosialita mami, yang penuh kepalsuan tanpa makna"
"ada maknanya mi, jangan bilang nggada juga, cuma kesenangannya hanya sementara" ucap Diandro serius
"mulai sekarang, kita mulailah lembaran baru, aku akan pegang usaha mami yang disana, karena mami sudah memutuskan mendampingi Daddy. ndro kamu juga harus berubah, ingat kamu sudah pernah gagal, jadikan pelajaran" ucap abangnya serius, semuannya akhirnya serius.
"sudah-sudah, nanti kita ngobrol lagi di rumah, sekarang kita makan siang dulu, mau makan dimana, mami mau makanan gimana"? tanya pak Fariza
"mami ngikut aja, terserah mereka aja"
"masakan Jepang aja dad, sudah lapar" jawab Abang Diandro yang memang sudah lapar.
"ya sudah kita ke restoran Jepang"
Pak Fariza berdiri dan memencet interkom ke ruangan asistennya.
"saya mau makan siang sama anak dan istri saya, booking sekarang restoran Jepang, satu lagi hari ini saya ngga ke kantor lagi, tolong handle semua"
"apa saya harus ikut makan siang"
"tidak usah, kamu handle kantor"
"baik tuan"
ceklek
"ya sudah, kita jalan takut keburu macet"
"oke dad"
"tapi Daddy bawa mobil apa"
"emangnya kenapa"? tanya pak Fariza
"kita berapa orang daddyy"; ucap Diandro
"ya sudah, Daddy sama mami, kamu dan Diandro bawa mobil kantor"
thats good idea" ucap Diandro langsung
Mereka berempat keluar dari kantor twins grup dengan sangat senang dan bahagia. Pak Fariza yang tidak pernah sebahagia ini merasa bahwa ini lebih dari mendapatkan proyek triliunan.
Tolong kasih
like
coment
__ADS_1
vote ya
Terimakasih🙏🤗