
Sementara Daniel dan cyntia yang sedang sibuk dengan syukuran yang akan dilakukan dirumah Yasinta, terlihat sibuk. Hanya sederhana dan semuanya sudah dihandle sama Dodo, terutama bagian cateringnya.
Dan Yasinta sudah tidak tidur dikostan lagi, karena Daniel takut terjadi sesuatu atau ada yang berniat jahat.
Daniel juga sudah menyuruh supirnya untuk menjemput kembar dan pak Yusuf tadi sore, hanya saja pak Yusuf memilih tidak ikut kerumah Daniel, dia tetap tinggal didaerah T.
"ma, ini kamar tidur kita selamanya" tanya Loan sangat antusias
"iya sayang, ini kamar kalian selamanya" Daniel yang menjawab
"asyik asyik kamar kita bagus' ucap kembar bertoz ria
"asyik ya, bilang apa donk" goda Yasinta
"terimakasih papa, terimakasih mama" ucap mereka secara bergantian.
"sama-sama sayang" ucap Daniel
"sekarang kalian mandi dulu ya, ayo mama mandiin" ucap Yasinta menggandeng anak-anaknya ke kamar mandi diikuti juga oleh Daniel.
"kok kak Daniel ikut masuk" Yasinta heran
"kita mandikan mereka satu-satu" ucap Daniel memberi penawaran
"oh no papa, kita sudah besar, bisa mandi sendiri, mama sama papa hanya perlu kasih tahu caranya, karena kalau dirumah kita pakai gayung doank" ucap Loan ketawa.
"iya, ayo mama kasih tahu"
"no mama, papa aja, kan kamar mandi pria" ucap Leon. Daniel senyum-senyum sendiri melihat anak kembarnya.
'Mereka adalah anakku pintar dan kritis' batin Daniel
"ya sudah papa mama keluar dulu, kalian kalau ada yang tidak tahu panggil mama atau papa"
"oke papa" jawab keduannya kompak.
"kalian sangat lucu" ucap Daniel sambil senyum
"emank kita badut"
"bukan badut donk sayang, anak-anaknya mama yang menggemaskan" ucap Yasinta sambil nyiprat-yipratin air ke anak-anaknya. Sepertinya Daniel sudah memodifikasi kamar mandi ini sedemikian sehingga cocok banget untuk anak-anak.
"ayo cepat mandi biar setelah itu kita makan malam, sudah ditunggu oleh opa Riadi" ucap Daniel menarik tangan Yasinta keluar dari kamar mandi.
Begitu sampai di kamar Yasinta sudah menyiapkan pakaian anak-anaknya, lalu dia ingin menyiapkan pakaiannya sendiri, karena dia juga ingin mandi.
"kamu mandi di kamar kita aja, biar cepat, nanti aku mandi diruang tamu"
__ADS_1
"ya sudah kak, aku mandi dulu ya"
"hmmmmm"
Daniel dan Yasinta mandi ditempat terpisah, tapi dasar wanita Yasinta lebih lama mandinya dibanding Daniel, saat Daniel sudah selesai dia masuk kamarnya, Yasinta belum masuk.
Daniel masuk kamarnya dengan celana pendek dan baju kaos santainya.
'ohhh Yasinta belum kelar mandi' pikir Daniel lalu bercermin didepan cermin besar itu. Setelah itu dia duduk disofa sambil main handphone.
ceklek
Yasinta tidak tahu kalau Daniel ada dikamarnya. Dia dengan santai memakai pakaiannya dikamar itu. Daniel hanya diam, bukan maksud dia untuk menikmati pemandangan itu, tapi memang dia sudah bingung mau ngomong apa, lidahnya kelu, dia sudah terpesona dengan keindahan itu.
Yasinta sudah hampir lengkap memakai pakaiannya, tinggal mengancing piyama tidurnya dengan benar. Yasinta langsung membuka handuk yang melilit tubuhnya.
Saat itulah satu tangan kekar sudah membelit perut Yasinta, membuat dia sangat kaget dan mematung. Tapi dia sudah tahu itu Daniel dari aroma tubuhnya.
"sin..." ucapnya sudah meletakkan dagunya dibahu Yasinta dan menahan piyamanya yang belum terkancing.
"kak Daniel" ucap Yasinta
"aku sangat merindukanmu, semua yang ada padamu"ucapnya lalu membalikkan tubuh Yasinta.
"kak da....hmmmmhhh" Yasinta sudah tidak bisa ngomong karena Daniel sudah menyatukan bibir mereka dengan penuh perasaan. Daniel ingin mengulang zaman dulu yang serba hati-hati.
Daniel menarik bibirnya sebentar lalu menciumnya kembali dengan sangat lembut.
"hmmmm" Yasinta belum bisa bicara
Daniel membimbing Yasinta ketempat tidur mewahnya. Ciuman yang tadinya berniat menggoda malah membuat Daniel tidak bisa menahan diri. Sesuatu dari bagian tubuhnya sudah menegang melihat bagian tubuh Yasinta tadi.
Tangan Daniel mulai ramah kemana-mana. Sementara Yasinta yang ingin menolak Daniel malah bertolak belakang dengan bahasa tubuhnya. Hatinya ingin mengatakan mereka harus syukuran dulu baru tidur bersama, tapi tubuh dan raga Yasinta malah menginginkan sentuhan Daniel. Tubuhnya malah sangat menyambut semua perlakuan Daniel dengan sangat senang, terbukti dia malah memejamkan matanya saat Daniel mulai meremas kedua benda lunak didadanya. Melihat Yasinta tidak berontak membuat Daniel makin memberanikan diri melepas kancing piyama yang belum rapi itu.
Daniel mulai menelusuri leher putih mulus Yasinta dengan bibirnya, semua dijelajahinya tanpa ada yang tertinggal. Setelah itu dia semakin turun ke bagian dada Yasinta.
Yasinta yang sudah sangat lama tidak tersentuh lawan jenis pun, merasa seperti melayang diudara. Dalam sekejap dia lupa diri dan kembar.
enggghhh
Yasinta malah memancing Daniel berbuat lebih jauh.
"kakkk.." niat hati Yasinta ingin menyudahi tapi lagi-lagi tubuhnya malah ingin lebih dijamah Daniel.
"kenapa sayang" ucap Daniel seperti bisikan sementara dia juga tidak tahan. Daniel malah sudah membuka atasan piyama Yasinta yang tadi dia pakai.
Yasinta malu didepan Daniel dengan tampilan seperti ini, dia langsung menutupkan wajahnya ke dada bidang Daniel.
__ADS_1
"kakk malu" ucapnya menutup wajahnya
"Tidak usah malu, kita ini masih suami istri, jadi kamu masih yasintaku" ucap Daniel mengusap punggung Yasinta. Lalu dia menjauhkan kepala Yasinta dan menciumnya sangat lembut.
Saat mereka sama-sama hanyut dengan ciuman itu terdengar kembar mengetok pintu.
tok tok tok
"mama" teriak Loan
"mama" teriak Leon
"bentar ya nak" ucap Yasinta yang baru bisa melepaskan ciuman panas Daniel.
Daniel langsung masuk ke kamar mandi sementara Yasinta langsung memakai piyama tidurnya.
ceklek
"mama" ucap keduannya.
"kalian sudah kelar mandi' nak, mama juga tadi mandi, papa belum kelar, mungkin bentar lagi, tunggu aja dibawah"
"oke mama" ucap keduanya tanpa curiga.
Mendengar bocah-bocah sudah keluar, Daniel langsung keluar dari kamar mandi.
"huhhhhj" ucapnya mengusap dada
"mereka sudah keluar kak, ayo kita turun juga" ucap Yasinta
Daniel berjalan mendekati Yasinta. Dan kedua bibir itu kembali menyatu karena dari tadi dia belum puas sebenarnya. Yasinta belum sempat menghindar karena Daniel menyerang tiba-tiba.
"kita ditunggu anak-anak" Yasinta mengingatkan Daniel
"shiiittttt,. kamu membuatku melupakan semuannya Yasinta" ucap Daniel
Lalu dia mengurai pelukan mereka dan menyuruh Yasinta turun.
"ayo kita turun, takutnya makin lama berduaan disini, aku akan langsung melahapmu" ajak Daniel, sementara Yasinta hanya bisa ikut ajakan Daniel sambil menahan senyum.
"makanan kali"
"lebih dari makanan sayang, sepertinya nanti malam aku harus cepat membobokan sikembar, supaya kita bisa punya acara sendiri" goda Daniel membuat muka Yasinta memerah dan hangat.
Lalu Daniel menarik tangan Yasinta dan langsung keluar dari kamar mewahnya.
Terimakasih masih setia ya
__ADS_1
Terimakasih like dan komentnya
I LOVE YOU ALL🙏🤗