CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 131 KELAHIRAN


__ADS_3

Daniel merasa dunianya sudah di atas ombak besar, tidak tenang dan diombang ambing, dia ngga bisa membuat Yasinta tidak kesakitan dan dia ngga bisa berbuat banyak. Dia juga tidak pengalaman menghadapi perempuan yang mau melahirkan. Kalau bisa aja memilih mendingan dia yang merasakan kesakitannya.


Semua dia lakoni atas perintah om Riadi doank. Di mobil Daniel menidurkan Yasinta yang terus mengeluh sakit dengan memangku bagian kepalannya. Daniel ambyar, bingung, sedih, takut dan menangis. Daniel menangis karena melihat Yasinta kesakitan dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"apa begini lumayan sayang" ucap Daniel memiringkan sedikit badan Yasinta dan mengusap punggung Yasinta.


"ngga tahu kak semuannya sakit" ucap Sinta terputus-putus karena merasakan sakit.


"Ya Tuhan, tolong jaga istriku, angkat rasa sakit yang dia rasakannya Tuhan" doa Daniel tulus berurai airmata.


"kakak jangan menangis donk" ucap Sinta tinggi karena menahan rasa sakit dan mules. Dan ucapan Sinta itu berhasil bikin Daniel sadar, bahwa dia memang tidak boleh cengeng. Dia harus tegar demi anak dan istrinya, walaupun rasa sakit yang dialami Sinta membuatnya lebih sakit.


"iya, maaf ya sayang, aku jadi lemah, kamu harus kuat ya, harus" ucap Daniel mengusap kepala Yasinta


"Kalian jadi anak baik ya nak, kasihan mama" ucap Daniel kepada anak kembarnya sambil mengusap perut Yasinta.


Entah karena mengerti ocehan Daniel atau sudah sesuai posisi kedua bayinya sedikit lebih tenang sehingga rasa sakit Yasinta berkurang.


Tidak berapa lama mereka sudah sampai dirumah sakit. Dokter Cyntia dan dokter citra beserta team ternyata sudah menunggu dan sudah siap setelah mendapat telepon dari Dodo.


"ayo pak, tolong naikkan kesini" ucap dokter Cyntia begitu mobil Daniel berhenti.


Daniel langsung mengangkat tubuh Sinta keatas bed pasien itu. Beberapa perawat langsung mendorongnya ke ruangan dokter Cyntia.


"jangan keruangan saya, langsung aja ke ruang VVIP" perintah dokter Cyntia


"baik dok"


Setelah di periksa oleh dokter Cyntia, ternyata dia memutuskan untuk melakukan operasi Caesar sekarang. Dokter Cyntia langsung memerintahkan teamnya untuk menyiapkan ruang operasi.


Daniel masih setia dengan kebingungan dan kekalutannya. Dia belum pernah sama sekali berhadapan langsung dengan wanita yang ingin melahirkan. Walaupun setiap periksa dokter Cyntia selalu mengajak Daniel menjadi laki-laki atau suami siaga tapi tetap aja Daniel gugup dan bingung saat benar-benar menghadapi persalinan Yasinta.


Yasinta sudah di dorong keruang operasi, sebenarnya team dokter tidak mengizinkan Daniel ikut ke dalam, takut mengganggu kinerja team dokter, tapi karena pengaruh dokter citra dan Daniel juga berjanji hanya diam dan melihat, tidak akan bicara dan mengganggu, dia boleh masuk ke dalam.


Daniel sangat kasihan dan ngga tega melihat Yasinta sudah lemas dan ngga berdaya. Apalagi saat dia sudah disuntik anestesi. Daniel tidak melewatkan sedikitpun proses yang di jalani oleh istrinya. Dia mengikuti semuanya dengan sangat telaten dan penuh rasa haru. Ternyata begini perjuangan Yasinta untuk anak mereka, benar-benar bertarung nyawa.

__ADS_1


"kak jangan sedih, doakan aku dan anak kita ya" pinta Yasinta saat kesadarannya sudah tinggal sekian persen akibat pengaruh obat anestesi itu.


"pasti sayang, pasti. Tuhan akan menjaga menyelamatkan kalian, amin" ucap Daniel ditelinga istrinya membuat Yasinta tersenyum.


"terimakasih"


Daniel tetap menggenggam tangan istrinya.


"Sayang, semangat ya, kamu pasti bisa, kamu hebat dan anak kita juga anak baik" bisik Daniel memberi semangat.


Dalam hati Daniel tetap berdoa agar Tuhan menjaga anak dan istrinya. Sepanjang operasi itu tiada hentinya Daniel mengucapkan doanya.


Daniel hanya fokus ke wajah istrinya sambil berdoa dalam hati, jadi dia kurang fokus ke dokter yang sedang bekerja.


"wekwekwek" bayi pertama sudah diangkat dan sedang dibersihkan bidan yang diruangan itu. Daniel mengangkat kepalanya perlahan mendengar tangisan itu. Daniel melihat bayi mungil yang sedang dibersihkan itu menangis, Daniel tersenyum terharu sampai airmatanya menetes deras. Baru kali ini dia menyaksikan langsung tangisan anaknya.


Belum kelar keterpanaan Daniel akan anaknya yang pertama bayi kedua sudah diangkat, dan langsung dibersihkan.


"Selamat ya pak Bu, kedua putri kembarnya lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun" ucap dokter Cyntia.


"sama-sama pak"


Setelah urusan di dalam selesai Yasinta akan istirahat dan kedua bayi kembarnya sudah berada di box bayi masing-masing. Daniel sangat lega semua berjalan lancar dan dia bisa menyaksikan kelahiran putri kembarnya secara langsung.


"Pak Daniel, bapak boleh tunggu diruangan ibu Sinta, karena bentar lagi ibu akan dipindah keruangan VVIP seperti permintaan pak Riadi" ucap dokter citra sebagai dokter keluarga Daniel.


"hmmmmm" Daniel mengangguk. Ini semua merupakan keajaiban buat Daniel, semua kejadian mulai dari Sinta kesakitan sampai kedua putrinya sudah dilahirkan dengan selamat, kejadian itu merupakan hal yang sangat luar biasa buat Daniel. Ada rasa takut, ada rasa senang akan melihat kedua putrinya dan ada perasaan luar biasa melihat istrinya berjuang untuk melahirkan.


Daniel melangkah lesu keluar dari ruang operasi bukan karena ngga semangat tapi karena masih sedikit shock dengan semua yang dia lihat tadi, daniel keluar dari area ruangan itu menuju ruangan VVIP. Ternyata didepan kamar itu sudah menunggu banyak orang, pak Riadi dan pak Yusuf, BI Ida, Dodo, Bram serta Nana yang tadinya ingin ketemu Daniel, begitu juga dua orang supir keluarga dan juga sikembar.


"pa, apa adik sudah lahir" tanya Loan sangat antusias.


"Dan gimana? semua lancar dan selamatkan" tanya pak Riadi juga ngga sabaran.


"nak Daniel, gimana Yasinta dan cucuku, sehat dan selamatkan" tanya pak Yusuf penasaran juga

__ADS_1


"bro, cewek apa cowok bro" ucap Bram santai


"pak, apa bapak butuh sesuatu"? tanya Dodo


"aduh yang mana dulu aku jawab ini, satu -satu ya", ucapnya


"Loan Leon adik kalian sudah lahir dengan selamat, tapi mama masih dibawah pengaruh obat bius. anak saya cewek bro, lengkap sudah, Terimakasih Tuhan" ucap Daniel merangkum semua pertanyaan.


"terus mama mana sekarang"? tanya Leon


"sabar nak, lagi diurus dokter, bentar lagi akan dibawa keruangan ini, katanya om yang minta ke ruangan vvip" ucap Daniel menghadap om Riadi.


"iya dan, kedua putrimu adalah arganta, jadi harus spesial" ucap pak Riadi


"makasih om"


"sudah, sekarang kamu mandi dulu gih, kayaknya kamu tadi lumayan berantakan tuh" ucap pak Riadi


"iya nak Daniel, biar pas Yasinta sadar nak Daniel sudah segar dan kedua anakmu juga ikut senang" ucap pak Yusuf


"iya pak, sepertinya bapak perlu ganti pakaian" ucap Dodo


"Hari ini aku banyak memiliki pengalaman baru, kejadian yang baru dan juga banyak hal baru yang aku temui hari ini." ucap Daniel tenang dan jelas seperti untuk diri sendiri.


"Aku melihat tangis pertama putriku dan juga aku melihat perjuangan istriku untuk melahirkan" ucapnya tenang tapi lama-lama meneteskan air mata.


"Selamat bro" ucap Bram yang diangguki oleh yang lain.",Sekarang pasukanmu sudah ramai bro, sudah cukup atau mau nambah lagi dua kali lagi kembar biar delapan" ucap Bram santai membuat mereka semua jadi tertawa lepas.


Hai readers


jangan lupa


Like


coment

__ADS_1


dan votenya ya🙏🙏🙏


__ADS_2