
Daniel benar-benar tidak meninggalkan Yasinta selama dirumah sakit, semua pekerjaan kantor di handle oleh Dodo dan Nana.
Dia tidak mau Yasinta kewalahan dan dibantu oleh orang lain, termasuk perawat, semua ingin dia lakukan sendiri.
Hari pertama setelah kelahiran putri kembarnya Daniel sampai lupa untuk makan.
Pagi hari saat perawat ingin membersihkan Yasinta, Daniel tidak mengizinkannya, dia ingin melap istrinya itu sendiri dengan tangannya.
Dia melakukannya sangat telaten, dia sampai terharu saat membersihkan tubuh istrinya, saat melihat bekas operasi Caesar di perut istrinya Daniel sangat terharu kembali. Perjuangan seorang istri sangat berat saat melahirkan.
Setelah selesai membersihkan tubuh istrinya, Daniel harus juga membantu Yasinta untuk belajar miring kiri dan kanan lalu belajar duduk. Semua dia lakoni sangat baik.
"ibu minum teh manis ya" seorang perawat membawa segelas teh manis dan telor rebus bulat dan bubur.
"makannya begini doank sus"
"untuk hari ini begini dulu ya pak, nanti bisa ditambah dari luar asalkan jangan yang pedas dulu"
"ya sudah" ucap Daniel pasrah, tapi dalam hati dia akan minta koki rumahnya untuk masak bubur yang paling enak untuk istrinya. Masa istrinya sedang menyusui hanya makan semangkok bubur dan sebutir telur.
Saat kedua bayinya selesai dibersihkan perawat dan akan minum asi, Daniel dengan telaten membantu Sinta untuk membuat posisinya nyaman, karena Sinta pasti masih berasa sakit jahitannya.
Setelah kenyang minum asi ternyata kedua bayinya langsung tidur lagi.
dddrrrt dddrrrt
"hallo dan"
"om, disini Sinta hanya dikasih makan semangkok bubur, mana kenyang dia? buburnya asal-asalan lagi. Bilangin orang rumah om masak bubur ayam untuk ibu baru melahirkan, supaya banyak gizinya. Nanti diambil Dodo"
"ohh iya dan, nanti om atur disini ya. makanan rumah sakit memang begitu dan sekalipun kita diruangan VVIP. ntar ya kalau sudah aku kabarin, untuk sementara Sinta makan itu dulu"
"iya om, sudah ya om"
"hmmm jaga istri dan anakmu"
"pasti om, kembar udah jalan om"
"udah, udah sekolah"
"ya sudah, makasih om"
"hmmm" sambungan telepon itu terputus.
__ADS_1
Daniel kembali ke dekat bed Yasinta.
"Nanti dibawain makanan sayang ya, itu makanannya sedikit banget, dan ga tahu kandungan gizinya, pasti kamu masih kurang ya"? tanya Daniel tidak lupa mengelus pipi Yasinta.
"iya kak" ucapnya malu-malu
"kamu mau makan sesuatu lagi sekarang, biar aku Carikan"
"belum, bentar lagi aja"
"hmmmmm" ucap Daniel membetulkan selimut Yasinta dan memberikan ponselnya sama istrinya.
"apa mau buka medsos dulu, mumpung mereka lagi tidur" ucap Daniel melirik box bayi-bayinya.
"hmmmm" sambil menerima handphone dari Daniel
"sayang, aku senang banget deh melihat kamu dan kembar sehat-sehat" ucapnya sudah duduk disebelah Yasinta.
"kamu tahu ngga, waktu kamu kesakitan di mobil kemarin, ingin rasanya kupukul diriku sendiri, kenapa aku melihat kamu menangis tapi ngga bisa berbuat apa-apa" lanjutnya. Yasinta mendongakkan wajahnya menatap wajah Daniel serius.
"semua orang yang mau melahirkan memang begitu kak, pasti kesakitan" ucapnya
"terus dulu waktu melahirkan kembar kamu gimana, pasti kamu sangat kesakitan dan nggada yang membantu"
"ada papi dan bi Imah, mereka setia menemaniku" tutur Sinta menerawang
"waktu itu aku ngga sempat mikirin apa-apa sih kak, aku cuma mikir dan fokus anakku lahir dan sehat" ucap Sinta.
"aku sering mengingatmu saat aku lapar malam-malam. aku berharap ada keajaiban seperti dinegri dongeng dan Kakak datang membawaku makanan yang aku suka saat itu, tapi ternyata hanya khayalan" ucapnya senyum kecil ngga jadi buka hanphone.
"Tapi ketika kembar lahir, aku sudah menekan setiap kerinduanku sama kakak. aku akan tegaskan dalam hatiku bahwa kamu bukan jodohku, dan bahagiaku bukan bersamamu" ucapnya senyum
"setiap aku menangis aku akan bilang pada diriku sendiri, fokus ke anak dan papi, biarkan yang lain. kamu harus mulai dari titik terendah bahkan mungkin yang paling rendah" ucapnya masih senyum sedangkan Daniel sudah tidak dapat lagi membendung perasaan bersalahnya, dia memeluk istrinya erat.
"maafkan aku" airmatanya kembali jatuh. padahal sebenarnya Daniel bukanlah cowok yang gampang menangis, tapi kalau urusan Yasinta dan anak-anaknya, itulah yang jadi kelemahannya.
"hmmm iya, aku sudah maafin, tadi kita cerita karena kakak yang bertanya" ucapnya senyum.
" Oh iya kakak ingat ga saat aku pertama kerja dikantor pusat dulu, hari pertama aku kerja, gila itu yang paling berkesan juga" ucap Sinta ketawa.
"oh iya kesan baik apa buruk" tanya Daniel penasaran isi hati Yasinta waktu itu.
"hehehe baik apa buruk ya"? Yasinta bingung
__ADS_1
"lho malah nanya"
"soalnya aku ngga tahu kalau ternyata bos aku itu adalah kak Daniel, orang yang paling aku cinta sekaligus aku benci dan ingin aku hindari" ucapnya.
"terus"
"yah begitu, saat pertama bertatapan aku hampir ngga bisa mengendalikan diriku, aku ingin sekali memeluk kak Daniel waktu itu, aku kangennn banget sampai lupa kalau aku ingin menghindari mu, aku ngga bisa ajak hatiku untuk kerjasama" ucap Sinta
"tapi kenapa kamu tidak memelukku waktu itu"
"hehehe karena kak Daniel langsung ngomong ketus banget waktu itu, ingat ga?. Dunia sangat sempit ya, sekarang kamu yang jadi bawahanku, apa kamu ingin merayuku karena kamu nyesal meninggalkan aku, apa papimu tahu kamu jadi karyawanku" ucap Yasinta menirukan gaya bicara Daniel waktu itu.
"maafkan aku" ucap Daniel tulus mengusap kepala istrinya.
"itu aku sengaja lakukan untuk memancingmu bicara, setidaknya membela diri dihadapan ku atau menjelaskan apa yang terjadi dulu sama kamu sampai meninggalkan aku" lanjut Daniel
"tapi kamu malah menelan semua ucapan saya, tanpa ada perlawanan sedikit pun bahkan hanya untuk membela diri, dan itu membuat hatiku makin marah, ngga tahu sama siapa", jelas daniel
"gimana mau bela diri, waktu itu aja aku jadi takut" ucap Sinta santai.
"terus waktu meta mempermalukan kamu di ulang tahunku itu, kenapa kamu ngga bela diri juga, kan kamu ngga menggoda aku" ucap Daniel
"boro-boro aku berpikir untuk membela diri, saat itu niatku dan keinginanku hanya ingin menghilang dari tempat itu" Yasinta masih tetap senyum
"tapi ada hikmahnya sih kejadian itu buatku sendiri, biarpun aku sangat marah dan kecewa sama meta tapi berkat ulah dia juga aku dengar ucapan Bram bahwa aku akan menyesal, karena hewanpun melindungi anak-anaknya" ucap Daniel lagi
"Waktu itu sih aku berpikir kakak kerjasama sama meta untuk mempermalukan aku, dari rumah aku udah siap mental. Tapi begitu meta mengatai anakku anak haram aku ngga terima, karena mereka bukan anak haram" ucap Sinta.
"tapi kenapa ngga kamu jelasin malam itu juga, supaya masalahnya tidak berlarut-larut" tanya Daniel lembut
"mau jelasin gimana kak, posisiku sudah terpojok malam itu. memangnya kamu akan percaya seandainya malam itu aku bilang kalau kembar adalah anakmu, yang ada pasti aku makin di bully lah" ucap Sinta serius.
"pasti semua orang akan bilang kalau aku ingin merayumu atas nama anakku dan kamu juga pasti berpikir berpuluh kali untuk menerima kembar, itulah yang aku ngga mau kak, aku ngga mau kembar merasa tertolak" ucap Sinta lagi.
"maafkan aku dan terimakasih untuk sabar menderita" ucap Daniel lembut sambil mengecup pipi istrinya.
"kamu memang terbaik sayang" ucap daniel
Terimakasih readersku yang setia
like
coment
__ADS_1
vote ya
TERIMAKASIH🙏