
Kematian pak Indriawan sangat mengejutkan semua orang, tak terkecuali pak Riadi, Daniel dan Yasinta. Apalagi Daniel yang mendengar cerita kejadiannya didepan kantornya karena dia dan Yasinta sedang pergi.
Sejujurnya pak Indriawan adalah orang yang baik, dia tidak suka cara-cara licik dan hidupnya juga tergolong santai dan tenang. Dia bukan manusia serakah.
Pak Riadi yang dikabari oleh Dodo dan Daniel segera menuju rumah sakit bersama Daniel. Dia lebih dulu menjemput Daniel yang sedang pergi dengan Yasinta. Tapi Yasinta dilarang ikut, takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kejadian ini berhubungan sedikit walaupun tidak langsung dengan dirinya.
Saat sampai di rumah sakit, ternyata jenazah pak Indriawan sedang diurus oleh pihak rumah sakit. Pak Riadi segera mendekati Bram yang asisten pribadi pak Indriawan. Sementara Cyntia masih menangis disamping jenazah ayahnya.
Setelah bicara dengan Bram pak Riadi, Daniel dan dodo mendekati Cyntia dan mengucapkan belasungkawa. Cyntia hanya melihat mereka sekilas lalu membuang pandangannya.
"sabar nak, semua ada hikmahnya" ucap pak Riadi tulus
"huhhhh" Cyntia tidak menjawab malah buang muka.
"sabar cyn" ucap Daniel sambil menyalami Cyntia.
Cyntia menatap tajam Daniel seolah-olah meminta pertanggungjawaban.
"ini semua gara-gara kamu, kamu yang buat daddyku meninggal, kamu akan menerima balasannya daniellll, aku akan buat kamu menderita" teriak Cyntia tajam masih didengar oleh pak Riadi, Daniel, Dodo dan Bram dan orang yang ada disekitar itu.
"nona Cyntia, hormati jenazah pak Indriawan, jangan buat suasana makin kacau" gertak Bram membuat Cyntia bungkam.
Melihat perilaku Cyntia yang sepertinya sangat nekat, akhirnya pak Riadi hanya bisa geleng kepala, untung tidak jadi menikah sama daniel. Akhirnya pak Riadi berbisik kepada Daniel untuk pulang jaga Yasinta. Biarlah pak Riadi yang disini bersama supir aja.
"pulanglah, jaga Yasinta, sepertinya Cyntia tidak bisa disadarkan, aku takut dia nekat menyerang Yasinta"
"terus om sendiri disini"?
"suruh aja Amir kesini"? jawab pak riadi
"baik om" sejujurnya kalau bukan karena ajakan om Riadi Daniel juga malas disini.
Akhirnya Daniel dan Dodo pulang dari rumah sakit menuju kantor.
"tolong kamu urus semua cctv disekitar kantor atas kejadian tadi, aku takut suatu saat Cyntia akan menggunakan kekuasaannya untuk membolak-balikkan fakta" perintah Daniel saat mereka masih di mobil
"baik pak"
Dan begitu mereka sampai di kantor sebenarnya sudah hampir sore.
"tolong panggil Yasinta dan Nana keruangan saya"
"baik pak"
Daniel memberitahu Nana dan Yasinta untuk berhati-hati dengan Cyntia, karena dia orangnya sangat nekat. Dan kalau dia datang ke kantor jangan sampai dibolehin masuk tanpa perintah Daniel.
Setelah pekerjaannya dianggap selesai Daniel mengajak Yasinta pulang kerumahnya bukan ketempat kostannya.
"kok saya ikut ke rumah sih" protes Yasinta
"bentar lagi juga kita akan satu rumah Yasinta, kita ini suami istri, kamu tidak ingin selalu bersama saya"? ucap Daniel bohong karena tujuan sebenarnya bukan itu, dia hanya takut Yasinta diganggu oleh Cyntia.
"iya, iya ngerti"
__ADS_1
"nah gitu donk, sekarang duduk manis, biar saya fokus nyetir, oke" goda Daniel yang diangguki oleh Yasinta.
Sementara ditempat lain, dirumah sakit, pak Riadi masih setia menunggui jenazah temanya pak Indriawan. Menurut Bram, jenazah pak Indriawan akan langsung diterbangkan ke kota tempat tinggalnya di kota S. Istri almarhum juga yang sedang dalam perjalanan dari luar negri akan langsung menuju kota S.
"Bram, apa ada yang bisa saya bantu" tanya pak Riadi tulus
"terimakasih pak Riadi, untuk sementara masih bisa kami handle. untuk penguburannya mungkin besok karena nyonya baru akan tiba malam hari"
"baiklah, saya akan ikut ke kota S, dia ini teman baik saya, orangnya baik dan jujur"
"iya pak, sebenarnya dari kemarin sikap beliau sudah agak aneh, tapi saya ngga berpikir dia akan pergi secepat ini" ucap Bram sedih
"iya, aku juga sedikit banyak tahu kesedihan beliau tentang anak dan istrinya" ucap pak Riadi.
Setelah semua urusan dirumah sakit selesai sore menjelang malam jenazahnya sudah diterbang kan ke kota S. Dan disana ternyata semuannya sudah siap dan banyak para pelayat.
Cyntia terus mendampingi jenazah ayahnya sepanjang dari rumah sakit sampai kota S. Tapi dasar pikirannya sudah tidak jernih dia masih menganggap kejadian ini karena ulah Daniel. Dan dia masih dendam dan bertekad untuk membalaskan ya.
Malam harinya mama Cyntia tiba dirumah duka. Dia shock melihat suaminya sudah terbujur kaku. Hampir setengah jam dia menangisi suaminya, barulah dia sedikit mundur dan berpelukan dengan Cyntia.
"Sebenarnya apa yang terjadi Bram" tanyanya sambil mengurai pelukan Cyntia.
"ini semua ulah Daniel mam, dia harus membayar semua ini" geram Cyntia langsung menjawab maminya, sehingga Bram langsung diam. Sejujurnya dia sangat tidak suka cara Cyntia membolak balikkan fakta, karena dialah yang membuat pak Indriawan meninggal, tapi Bram sangat menghormati pak Indriawan, sehingga dia tidak ingin berdebat didepan jenazah beliau.
"apa yang telah dilakukan oleh Daniel" suara mamanya Cyntia sudah meninggi.
"Tolong nyonya, saya harap jangan ribut didepan jenazah pak Indriawan nyonya, nona Cyntia, kasihan dia, lagi pula masalah itu bisa dibahas besok lusa" ucap Bram mendengar provokator Cyntia.
Keesokan harinya dilakukan acara penguburan terhadap pak Indriawan. Bram yang dari kemarin tidak berganti pakaian ingin pulang sebentar ke apartemennya sepulang dari penguburan itu.
"nyonya, saya ingin ganti baju sebentar ke apartemen, saya pakai ini dari kemarin" pamitnya sama nyonya Indriawan.
"tapi nanti kamu langsung kesini lagi ya"
"baik nyonya"
Cyntia mengikuti maminya ke kamar mereka bersama pak Indriawan. wajah maminya kembali ditetesi airmata kala melihat kamar itu.
Melihat itu Cyntia kembali memprovokasi maminya.
"aku akan buat perhitungan dengan Daniel mi" ucapnya berapi-api.
"memangnya apa yang telah dia perbuat sama daddymu" tanya maminya pelan sambil memandang sekeliling kamar.
"Dia sudah buat Daddy meninggal mi, dengan bilang yang tidak-tidak sama Daddy mi, sampai Daddy tega nampar aku, lalu Daddy sendiri menyesal dan langsung jatuh karena jantungnya"
"apa"
"Daniel harus bertanggung jawab mi, jangan dia pikir dia bisa membunuh Daddy segampang itu. Kita jadi kehilangan Daddy mi, padahal daddy orang baik" tangis Cyntia memeluk maminya.
Maminya yang yakin suaminya orang baik pun terbawa provokasi Cyntia.
"Besok kita ke kantor Daniel, mami ingin minta pertanggung jawabannya"
__ADS_1
"saya setuju mi" ucap Cyntia senang
Keesokan harinya karena Bram harus mengurus urusan kantor tanpa sepengetahuan Bram maminya dan Cyntia langsung menuju kota J dengan pesawat pribadi keluarga maminya.
Dari bandara keduannya langsung menuju kantor grup arganta. Daniel dan Dodo yang kebetulan sedang ada di kantor pun mendapat laporan dari bawah bahwa ada nyonya dan nona kemarin datang ke kantor mereka.
tutttt
"pak Dodo, ada nona Cyntia bersama seorang nyonya ingin bertemu pak Daniel pak"
"tahan dibawah dulu, suruh satpam kalau nekat menerobos"
"baik pak"
Hari ini sedikit lebih baik, mereka di izinkan masuk ke dalam tapi tidak boleh naik.
Dodo langsung memutus hubungan interkom itu dan langsung menuju ruangan Daniel.
"dibawah ada Cyntia dan nyonya katanya pak, mungkin itu maminya"
"jangan kasih naik, kita aja yang turun"
"apa bapak ikut turun"
"iya, ayo"
"baik pak"
"ayo, oh iya kamu siapkan semuannya, takutnya kita perlu bukti"
"baik pak, akan saya bawa"
Mereka keluar dari ruangan Daniel dan Daniel berpesan kepada Nana dan Yasinta.
"Nana tolong dampingi Yasinta, jangan turun kalau saya ngga minta, dibawah ada Cyntia"
"baik pak" ucap Nana yang juga paham karakter kasar Cyntia.
Dodo langsung melezit keruangannya lalu mengejar Daniel yang sudah tiba di pintu lift.
Begitu keluar dari lift Daniel melihat maminya Cyntia sedang memarahi karyawannya.
"apa begini cara bos kalian menyambut tamu, apa kalian tahu siapa saya"? cerocos maminya dan Cyntia.
"ada apa ini"
Hai readers,
Terimakasih like dan commentnya
terimakasih sudah kasih hadiah.
I LOVE YOU ALL🙏🤗
__ADS_1