
Setelah kunjungan keluarga Fariza ke kediaman Daniel arganta, hubungan yang dulu ruwet antara Yasinta dan Diandro, papi Yusuf dengan ibu Mirna sudah mencair. Bahkan mereka sekarang jadi seperti keluarga dekat.
Seperti saat ini, keluarga Fariza sudah ada dikediaman arganta lebih awal saat acara syukuran kedua putrinya.
"Hai cantik, kalian benar-benar menggemaskan seperti mama kalian" ucap Diandro sama salah satu bayi kembar Daniel yang sedang berada di stroler dan di sebelahnya ada Daniel menunggu Yasinta yang sedang berdandan. Daniel hanya senyum-senyum menggoda putrinya itu.
"hei hati-hati sama pengawalnya ndro, ntar kamu berhadapan dengan herdernya Yasinta mau"? goda Bram yang melotot kearah Daniel.
"hehehe kan hanya becanda bro, sudah ngga berani juga kali mendekat, boro-boro mendekat yang didekati juga ngga bakal mau bro", ucap Diandro tenang
"hahaha baguslah kalau lho nyerah, hidupmu akan tenang" goda Bram lagi. Daniel hanya tersenyum dengan perbincangan kedua temannya.
"sayang," ucap Sinta menyapa putrinya yang sedang bersama Daniel. Daniel terpana melihat tampilan Yasinta dengan dress dibawah lutut yang berbentuk circle dibawahnya dan kancing dibagian atas untuk memudahkannya menyusui. Setelah melahirkan ini pertama kali Yasinta menggunakan dress lagi, biasanya hanya daster rumahan.
"Napa kak, kayak ikan buntal ya, bengkak semua" ucap Sinta agak pelan karena malu didekat kuping Daniel.
"kamu makin sexy sayang" balas Daniel berbisik juga.
"sayangnya aku masih harus puasa, tapi nanti begitu buka puasa sepertinya aku akan berebut Ama kembar" bisik Daniel lagi.
"ihhh kakak mesum atau menghibur nih, perasaanku semua bengkak, membuat aku ngga pede kak." ucap Sinta lagi pelan
"hai kalian berdua ya, sengaja banget apa lope-lopean didepan kita" tegur Bram
"tau, ntar Bram langsung mupeng lagi, padahal Nana belum datang" ucap Diandro juga
"kok jadi gua" kelit Bram
"ya iyalah bro, kan disini yang belum pengalaman tinggal Lo, nanti kalau Lo mupeng, sementara Nana belum sah, kan bahaya, menyebabkan terjadinya MBA alias merid by accident," goda Diandro sambil ngakak
"sialan lho, emank gua apaan" ucap Bram sewot
"hahaha senjata makan tuan" ucap Daniel dan Yasinta juga ikut ngetawain Bram.
"tapi iya bro, kan cuma Bram yang belum menikah disini, saya sudah pernah walau kandas, tapi sudah merasakan, nah dia belum pernah sah kan", lanjut Diandro terus
"mungkin kak bramnya selama ini milih yang tepat" Yasinta ikut nimbrung
"bukan yang tepat sayang, tapi Bram mencari Nana, itu doank jawabnya" ucap Daniel sok bijak.
__ADS_1
"seratus buat papa, sudah jodoh" ucap Sinta setuju sambil mengacungkan jempolnya.
"mentang-mentang suami istri sok saling mendukung tuh" ucap Bram lagi
"makanya buruan kak Bram, halalin Nana ntar keburu jodoh orang lho" goda Yasinta juga
"kok sekarang kamu ketularan cara berpikir suamimu sih sin, suka nakut-nakutin" ucap Bram
"bukan nakut-nakutin kak, tapi kalau hal baik harus segerakan, jangan suka menunda-nunda" ucap Sinta.
"tau ah, gara-gara Diandro nih, jadi ngelantur kemana-mana. Bye the way gimana kabar ayang beib mu yang sexy bohai sedunia, simeta"? sekarang malah Bram yang menggoda Diandro sampai mati kutu.
"hahaha masa meta sih bro, milik bersama, ya ngga mungkinlah", ucap Diandro membela diri.
"hahaha ngga mungkin kamu bilang, tapi kamu pernah nikmatin goyangannya kan"? dia terus memojokkan Diandro yang sudah terpojok.
"ya namanya juga kucing dikasih ikan asin bro, ya sikatlah, ngga perduli bau atau asin rasanya karena kita ngga pakai alat perasa" jawab Diandro asal.
"makanya lain kali jangan asal sikat lho, pakai alat perasa mu dan penciumanmu, biar tahu mana yang bau mana yang wangi bro, jangan asal sikat aja jadi Salome kan" goda Bram terus
"sialan lho"
"ya kalau ceweknya seperti Sinta ya, mana mungkin berpetualang lagi, ini kan karena belum ketemu jadi boleh lah berpetualang, takut karatan kayak kamu" serang balik Diandro
"enak aja lho karatan" timpal Bram
"emank Nana lho udah coba"
"coba-coba, beli jeruk kali lho" ucap Bram sewot.
"hahahaha bujang karatan langsung kena skak" ucap Diandro ketawa ngakak sampai sakit perut
Sementara Daniel dan Sinta yang ikut ketawa dan yang menemani putrinya langsung mengajak Sinta masuk.
"sayang bawa Dede masuk aja, dua cowok ini gada yang beres, aku takut anakku ketularan kamus mereka yang ga jelas" ucap Daniel
"iya kak" ucap Sinta ingin mengangkat putrinya.
"ngga usah diangkat sayang, takut sakit jahitannya, Dede mulai bergerak bayak, dorong stroler aja" ucap Daniel masih tetap posesif atau mungkin sekarang bahkan lebih.
__ADS_1
"ngga apa-apa kak, udah sebulan lebih" ucap Sinta
"ngga-ngga sayang, dorong stroler aja, kalau ngga disini aja" ancam Daniel tetap
"ya sudah, sini sayang, Dede udah mau minum ya,? goda Yasinta ke putrinya sambil mendorong strolernya.
"lho benar-benar bahagia ya bro memiliki Yasinta" ucap Bram tulus sepeninggal Yasinta, karena dia yang mengerti perjalanan cinta mereka.
"ya, tidak bisa dipungkiri bro, semenjak kehadiran Yasinta lagi hidupku sangat indah. Sekarang doaku semoga kami tetap bersama sampai maut yang memisahkan" ucap Daniel serius.
"Sinta memang layak diperjuangkan bro, dia sudah cantik, baik dan sangat keibuan, pokoknya paket komplit deh" ucap Bram sambil menghadap Diandro, dan Diandro juga setuju akan hal itu.
"Benar kata Bram dihari ulang tahunmu itu bro, mendapatkan janda seperti Yasinta jauh lebih baik dan terhormat daripada gadis seperti meta" ucap Diandro serius
"tumben otak Lo benar" ucap Bram menggoda
"ini serius bro, kata-katamu itu sekarang ini baru terasa. Meta itu hanya bisa memperkeruh suasana, sementara Sinta itu rela menderita untuk meredam masalah. Coba aja malam itu di ultah Daniel, Yasinta menjelaskan pernikahannya dengan Daniel, sudah pasti saya malu banget bro. Tapi dia tidak, dia memilih diam dan pergi tanpa membela diri", ucap Diandro masih serius
"Tapi apapun itu, benar kata orang bijak bro, setiap masalah kalau kita simak dan kita syukuri selalu ada hikmahnya. Karena ulang tahunmu itu, meta sampai mencariku kemana-mana, untuk membalaskan dendam sama Sinta, tapi karena masalah itu juga aku dapat masalah dari nyonya R, wanita yang suaminya jadi selingkuhan meta. Sementara karena masalah itu juga aku tahu mamiku punya dendam sama papinya Yasinta." dia terdiam sejenak dan mereka bertiga terdiam karena ini sudah ranah yang serius.
"tapi syukurlah semuanya belum terlambat, sekarang mami dan Daddy seperti sepasang pengantin baru. Dan kami berdua sebagai anaknya sangat senang dengan perubahan itu. Itulah hikmah yang aku dapat bro", jelas Diandro serius.
"Syukurlah kalau kamu sudah sadar bro, berarti kedepannya lebih hati-hatilah. karena hidup ini masih jauh kedepan, dan kita hanya bisa berusaha, penentunya adalah yang maha kuasa." ucap Daniel bijak.
"Saya untuk mendapatkan cinta Yasinta bahkan sampai jatuh bangun, nyungsep dan bahkan sampai mati, tanda kutip mati rasa bro.Makanya awal pertemuan kembali saya sengaja buat Sinta sakit hati dan sedih. Sekarang itu yang saya sesali", lanjut Daniel serius.
"tenang aja bro, aku yakin Sinta sudah cinta mati sama Lo" ucap Bram menepuk bahu Daniel.
"ini kok jadi pada curhat nih laki orang" goda Bram.
Akhirnya mereka bertiga ketawa bersama.
Hai hai
vote
like
coment ya
__ADS_1