CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 141 DANIEL DAN SINTA


__ADS_3

"siapa bro" tanya Diandro kepo


"yaaaa om Andro kepo" ucap Loan


"boleh donk ganteng, siapa tahu jodoh om" balasnya asal


"ohhh Cyntia maksud Lo, cewek tadi" ucap Daniel sambil melihat-lihat list menu.


"iyalah, masa cewek yang dijalan itu" ucap Diandro asal menunjuk jalanan.


"dia itu mantannya suamiku ndro, kamu tertarik? tanya Yasinta.


"ohhh mantannya laki lho"


"bukannya Lo pernah liat, waktu ulang tahun gue" ucap daniel asal


"maksud Lo" Yasinta tersenyum melihat dan mendengar ucapan suaminya yang sengaja mengingatkan Diandro.


"itu lho ndro, pas kamu sama meta diulang tahun Daniel, kan ada Cyntia bersama suamiku" Yasinta flas back ke belakang.


"ahhh masak, kok aku ngga tahu ya"?


"iyalah, kamu terlalu fokus kecewekmu yang bahenol itu" ledek Daniel


"sialan Lo"


"bahenol itu apa sih pa" tanya Siena yang dari tadi menyimak pembicaraan orang tuannya.


"makanya kalian kalau becanda lihat waktu dan tempat donk" ujar Sinta


"nah jawab tuh princes Lo" Diandro mojokin Daniel.


"aaahh itu sayang, sebenarnya itu hanya bahasa yang sering diucapkan oleh om Diandro dulu, om Diandro aja ngga ngerti artinya"? jawab Daniel gelagapan.


"om kata mama kalau kita belum mengerti artinya jangan kita ucapkan" ucap Siena sok bijak kearah Diandro, membuat tawa Daniel meledak.


"ahh iya maaf sayang, maklumlah dulu om agak Badung, jadi asal ngomong doank"


"berarti pantas aja om belum ketemu cewek, mana mau cewek sama orang yang Badung" sekarang malah Loan yang menyerangnya.


"hehhh kamu bisa aja ganteng, udah pada pesan yang enak dulu nih" ucap Diandro akhirnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal daripada pembicaraan ini diperpanjang.


"hahaha makanya ndro, punya pasukan itu enak, bukan kayak Lo sendiri terus" ucap Daniel lagi menepuk dada


"papa" sergah Sinta


"kan memang iya sayang, lihat papa dibelain ansk-anak papa"


"sudah-sudah, papa mau apa nih"


"aku ingin cumi sayang" ucap Daniel ke Yasinta


"anak-anak ingin yang mana"

__ADS_1


"aku udang ma, tapi aku nanti dipotongin ya pa" ucap Siena


"tenang aja cantik, nanti om suruh orang belakang potongin" malah Diandro yang menyela ucapan Siena.


Setelah semuanya memesan makanan sesuai selera, Diandro undur diri dari meja keluarga Daniel.


"oke bro, nikmatin ya, saya keatas dulu" ucap Diandro


"keatas apa ketemu cewek tadi Lo" ucap Daniel masih menggoda Diandro


"akan otw itu bro, step by step, tenang aja aku pasti dapatkan cewek itu" ucap Diandro yakin


"saya dukung dro, kamu cocok kok sama dia" ucap Sinta tulus


"sama-sama pernah rusak" Daniel masih menyela lagi dengan santainya


"papa" teriak Sinta melotot ke Daniel.


"kenapa sayang, emank iya kan"


"ngga usah di omong kali pa"


"tau nih, mentang-mentang sudah dapat yang baik" ucap Diandro balik."ntar kalau sinta ngambek baru tahu rasa Lo" lanjut Diandro.


Daniel hanya senyum-senyum melihat Diandro sewot.


"anak-anak, om ke dalam dulu ya, om banyak kerjaan" pamit Diandro sama anak-anak.


Keluarga kecil Daniel menikmati makan siang mereka. Setelah itu barulah mereka menuju wahana bermain.


Mungkin karena ini bukan weekend, jadi tidak terlalu ramai pengunjung. Anak-anak Daniel langsung memilih wahana yang mereka suka. Sementara Daniel dan Sinta lebih fokus ke putri kembarnya, karena Leon dan Loan sudah lebih mandiri.


"Loan Leon hati-hati ya, mama papa ngga bisa awasin kalian, karena adek kalian belum bisa mandiri" nasehat Daniel sama kedua putranya.


"rebes papa" ucap Leon dan Loan yang langsung tertarik dengan permainan yang memacu adrenalin.


"jangan hanya rebes"


"oke bos"


"hai princes mau main ini ngga, sini sama kakak" ucap Loan sama adik kembarnya


"boleh ya ma, naik kuda tuh" bujuk Siena


"Loan Leon bisa jaga adiknya"?


"bisa ma"


Akhirnya kedua putri kembarnya ikut naik komedi putar kuda itu, dengan formasi Loan dan Leon memeluk satu adik mereka dari belakang.


"sayang, kamu mau naik ngga"? tanya Daniel


"ngga kak, malu udah tua"

__ADS_1


"ngga apa-apalah, namanya juga wahana" ucap Daniel


"ngga ah, aku hanya ingin menyenangkan anak-anak hari ini" ucap Sinta masih memandangi keempat anaknya. Daniel yang berada disamping Yasinta menatapnya dengan penuh rasa bangga, Sinta memang the best mom, lalu dia meraih bahu Yasinta untuk bersandar di bahunya.


"terimakasih ya Yasinta regata tersayang, kamu sudah hadir dalam hidupku, kamu sudah mencintaiku, kamu sudah memilihku. Aku bukanlah pasangan terbaik, tapi aku akan berusaha memberikan yang terbaik buatmu dan juga anak-anak, itulah janjiku" ucap Daniel serius.


Yasinta menatap wajah Daniel serius.


"kamu sudah memberikan yang terbaik kak selama ini, kami sudah senang dan bahagia. meskipun dulu kita awali dengan kepahitan tapi buktinya cinta kita sangatlah kuat untuk bersatu lagi."


"iya sin, ternyata dulu aku yang selalu memaki kamu dalam hati dengan penuh dendam, ternyata itu hanya menyembunyikan rasa cintaku yang tidak bisa aku ungkapkan. Aku tidak mengerti diriku sendiri waktu itu"


"iya kak, kalau aku sih dulu justru selalu mengharapkan mukjizat datang dengan mengantarkan kakak ke rumah, biarpun marah aku tidak apa-apa, aku hanya ingin melihatmu. Apa lagi kalau Loan dan Leon sudah ngga mau diam di dalam perut, harus dibujuk dulu dan dielus-elus. Aku selalu bilang, kalau suatu saat nanti kalian pasti akan ketemu papa kalian. biasanya mereka langsung anteng"


"iya sayang, ternyata biarpun badan kita terpisah, cinta kita tidak akan terpisahkan."


"mama Dede udah nih" teriak Loan tiba-tiba membuat Daniel dan Sinta bergerak menyambut putrinya


"kalian udah apa belum mainnya"


"belum pa, bentar lagi"


"ya sudah papa tunggu disana sama mama ya"


"iya pa"


Begitulah mereka menikmati wahana sampai sore hampir malam. Barulah setelah magrib mobil mereka keluar dari areal wahana bermain.


"cape banget pa" keluh Yasinta begitu mereka sudah dalam mobil on the way pulang, keempat anaknya sudah tidur.


"hehhh padahal kita hanya mengurus yang kecil lho, gimana tadi kalau semuannya minta diperhatikan" ucap Daniel memandang keempat anaknya yang sudah tidur.


"iya pa, badanya pegal semua nih, princes ga mau diam"


"iya sudah, kalau nanti masih pegal-pegal papa pijitin sebelum bobo"


"yeeee kalau papa yang mijit takutnya modus lagi, bikin badanku tambah remuk"


"bhahaha" ketawa Daniel pecah


"kamu tahu aja sayang. Pasti memang aku ngga bisa nahan diri kalau melihat kamu. Kamu tahu ngga, kamu itu selalu bikin aku bisa gila."


"ihhh siapa yang bikin gila"


"kamu sayang, kamu pernah bikin aku senang banget dan juga takut banget. jadi bisa dibilang kamu itu kekuatan dan kelemahanku" ucap Daniel meraih lengan Sinta yang duduk disebelahnya.


Ucapan Daniel memang benar, Yasinta itu bisa bikin penyemangat Daniel dan juga penghancur Daniel. Sehari aja Yasinta marah atau ngambek semua pekerjaan Daniel akan berantakan. Dodo sang asisten sudah paham betul dengan bosnya. Bahkan kalau mereka memiliki masalah besar di kantor jika Yasinta sudah bicara dengan Daniel, maka masalah itu akan gampang Daniel tarik kesimpulannya.


"wuuuu" bibir Yasinta sudah dimonyongkan.


Terimakasih untuk like, coment dan votenya.


I love you all๐Ÿ™๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2