
Cyntia masih betah dihotel itu entah untuk apa, apakah menunggu max atau memang dia lagi bingung mau kemana.
Menunggu max sama aja dia akan diterkam bule itu lagi, tapi pulang ke rumah dia lagi malas banget sama daddynya karena tidak mendukungnya untuk mendapatkan Daniel. Sekarang dia ngga punya duit dan kartunya semua di blokir, apa yang bisa dia lakukan.
'oh iya, kenapa aku tidak telepon mami, aku yakin mami bisa membantuku' batin Cyntia.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"hallo mom"
"hallo cyn, nanti mami telepon balik ya, momy lagi ada meeting"
tutt
Panggilan langsung diputus momynya.
'huhhh ngga momy ngga Daddy gada yang mikirin aku, semuanya memikirkan dirinya sendiri. mendingan aku disini bersenang-senang sama max, minimal aku mendapatkan kehangatan' gumamnya tersenyum miris
Dia langsung telepon max untuk memberitahu.
"aku masih menunggumu disini, cepatlah pulang kalau urusanmu selesai" isi chat Cyntia
"oke honey"
'Dasar bule maniak ditawarin dikit aja langsung samber. Tapi ngga apa-apa, aku juga membutuhkannya sekarang' batin Cyntia lalu kembali tidur karena begitu max datang dia pasti tidak bisa tidur lagi.
**
Ditempat lain Daniel dan Yasinta baru aja selesai makan, yang penuh drama kenangan masa lalu.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo"
"halo sin, kamu lagi dimana"
"lagi di cafe xx kak, kenapa"
"sendiri"? tanya Bram
"ngga sama kak Daniel kak"
"wahhhh yang baru baikan ya" ledek bram
"bukan begitu kak Bram"
"begitu juga ngga apa-apa" goda Bram membuat Yasinta tersipu malu,tapi Daniel malah menanggapi kalau Yasinta suka sama Bram.
'Kayaknya aku harus bicara serius sama Bram, saya ngga mau dia dekat-dekat Yasinta' batin Daniel.
Jiwa posesif Daniel mulai bangkit sama Yasinta, karena dia tahu Yasinta orang baik, jadi banyak laki-laki yang menyalah artikan kebaikannya.
"ntar malam kita ketemu ya, besok kan kamu pulang"
"iya ntar malam kami datang"
"kami" tanya Bram
"hmmmm, Nana juga ikut"
"kamu tuh iya"
__ADS_1
"sampai nanti, bye"
"bye"
"dari siapa" tanya Daniel pura-pura ngga tahu
"kak Bram, nanti malam kami mau ketemu"
"dimana"
"belum tahu, nunggu kabar dari kak Bram, tapi paling disekitar kostan biar pulangnya gampang"
"nanti aku temanin"
"kak Daniel ngga sibuk"
"biarpun sibuk untuk kamu aku pasti selalu bisa"
deg
' apa katanya tadi, demi aku, boleh ngga aku bahagia mendengarnya, boleh ngga aku berharap lebih sekarang' batin yasinta
"hoi udahan pacarannya, aku tunggu dimeja kasir ngga keluar-keluar ya" ucap Rio becanda
"kamu ngusir saya, sudah siap bangkrut kamu" tanya Daniel
"aduhhh, begini nih punya teman tajir tapi perhitungan" ucap Rio menggaruk kepala walaupun tidak gatal.
"aku masih mau disini sampai besok" ucap Daniel santai
"sin, mending Lo ajak dia pulang ya, gua bisa bangkrut benaran dia buat, apa lagi kalau kamu menolaknya, bisa hancur dunia" ucap Rio becanda.
Yasinta hanya menahan senyum melihat cara dua sahabat ini berkomunikasi.
"gua tahu Lo man, Lo itu ngga bisa move on, hanya saja Lo bungkus dengan rasa marah dan dendam" ucap Rio sok puitis.
"sudah sin, kita pulang sekarang, malas gua lihat nie anak berceloteh" Daniel bangkit dari duduknya.
"yeee ngambek" goda Rio malah
Daniel menarik tangan Yasinta berdiri. Yasinta hanya menurut saja, begitu juga saat Daniel membawanya keluar dari ruangan itu.
"Hari Rabu gua pengen ngomong sama Lo, awas kalau Lo ngga datang ke kantor gua" ucap Daniel sama Rio.
"oke bro" jawab Rio juga santai. Rio tahu pasti Daniel ingin cerita banyak sama dia tapi sekarang ada Yasinta.
"kak saya ingin ke kamar mandi bentar" ucap Yasinta
"ohhh sebelah sana belok kanan" ucap Rio
"perlu saya temanin sin" tanya Daniel
"ngga usah kak, saya sendiri aja"
"bhahahaha bucin berkelas Lo dan, ke toilet aja ingin di kawal, takut kayak di film-film ya, diculik ditoilet hahaha" goda Rio tertawa puas menggoda Daniel setelah Yasinta tidak terlihat lagi.
"Sialan Lo"
"Tapi kalian sangat cocok bro, Yasinta memang layak diperjuangkan,apa kalian sudah berdamai bro, kamu sudah bertemu anak-anakmu"? tanya Rio serius
"Yasinta masih menutup hatinya bro, butuh usaha extra saya, karena hatinya sempat membeku dan ngga tersentuh. Apalagi sekarang percaya dirinya sedikit berkurang, trauma sakit hatinya dalam." ucap Daniel
__ADS_1
"mungkin karena perjalanan hidupnya juga kali bro"
"iya bro, bahkan aku yang hanya mendengar perjalanan hidupnya tidak kuat, gimana dia yang menjalani, makanya sangat susah untuk meyakinkannya"
"susah bukan berarti ngga bisa bro, semangat, dari caramu aku lihat cintamu masih untuknya, jadi perjuangkan lah, apa lagi sekarang ada anak"
"iya bro, aku memang akan memperjuangkannya, walaupun besok dia sudah di pabrik aku akan tetap mengejarnya, aku akan terus mengejarnya sampai dia cape berlari dan menghadapku" ucap Daniel yakin
"hebat bro, hebat, semangat"
"terimakasih bro"
"sudah" tanya Daniel saat melihat Yasinta keluar dari arah toilet.
"iya sudah" ucapnya sambil mengangguk.
"kami pulang dulu, jangan lupa ke kantor" pesan Daniel berubah ke mode awal, datar.
"iya, tenang aja, asal ada yang enak disana" ucap Rio tertawa begitu juga Daniel. Dia senyum menanggapi ocehan Rio lalu langsung meraih tangan Yasinta dan menggandengnya layaknya pasangan yang mesra berlalu menuju mobilnya.
'aku tahu bro, kamu masih sangat mencintai Yasinta, terlihat dari caramu memperlakukan dia. semangat bro, aku senang kalau kamu senang, melihat kamu bahagia aku sangat bahagia' gumam Rio masih memandang kepergian Daniel dan Yasinta dari cafenya.
Sementara Daniel dan Yasinta di dalam mobil masih canggung dan kaku.
"sekarang kamu mau kemana" tanya Daniel membuka percakapan
"ke kostan, mau nyusun barang-barangku"
"ya sudah"
"sin boleh ngga aku sedikit egois" tanya Daniel sambil menyetir
"maksudnya"
"sebenarnya aku masih ingin kamu disini sin, dikantor bersamaku, aku sangat butuh kamu sin, bukan hanya karena kembar, tapi aku ngga mau kehilangan kamu lagi sin" ucapnya
"aku tahu itu egois, buat kamu dan juga kembar, tapi aku juga ingin kita bahagia bersama sin" lanjutnya sambil melirik Yasinta yang masih betah diam.
"aku ingin menebus kesalahanku, aku ingin membahagiakan kalian, kamu, papi dan juga kembar. apa aku terlalu egois sin"?
"Aku ingin kita mulai dari awal di kota J, aku ingin kita cari rumah disini, yang sesuai dengan selera kalian, kalau kalian tidak mau tinggal di rumahku yang sekarang" lanjut Daniel tapi Sinta betah dengan diamnya.
"bicara donk sin, cobalah terbuka samaku, apa yang ada dalam hatimu, apa keinginanmu, kamu marah juga tidak apa-apa sin" bujuk Daniel. Tapi bukannya menjawab Yasinta malah meneteskan air mata.
Daniel meminggirkan mobilnya sebentar lalu menghadap Yasinta. Dia buka safety belt ya dan membawa Yasinta ke dalam pelukannya.
Yasinta tetap diam membatu seperti patung tidak bicara. Daniel tidak putus asa dia tetap memeluk Yasinta.
"Kalau kamu tidak bicara kita tidak jalan" ancam Daniel.
'maaf sin, bukan maksudku mengancammu, tapi aku sudah kehabisan cara untuk membujukku' batin daniel
"Jangan marah lagi sama papi, dia sudah cukup menderita" ucap Yasinta.
Deg
'Berarti Yasinta berpikir kalau aku masih marah sama papinya' batin Daniel
"Aku sama sekali tidak marah sama papi, aku sangat sayang sama papi, biar gimana pun dia yang sudah mengurus kamu dan kembar" ucap daniel mengurai pelukan mereka dan menatap mata Yasinta yang basah. lalu memeluknya lebih erat lagi.
Terimakasih sudah like dan comentnya ya.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL🙏🤗