
Sepanjang hari akhirnya Daniel bersama Yasinta di kamar kostnya. Dan malam harinya mereka bertemu dengan Bram dan Nana di salah satu cafe dekat rumah Yasinta.
Sebelum berangkat ke cafe Daniel duluan keluar menuju mobilnya karena Yasinta ingin berkemas, Daniel langsung telepon Dodo untuk mencari kamar buat Yasinta yang besar dan didepan, dibayar kantor.
"apa ibu Yasinta sudah setuju bos"
"itu nanti urusanku"
"baik bos"
"yang kasurnya lebar dan kamar mandinya di dalam, takutnya kalau kembar menginap"
"baik pak"
"kalau masih ada dirumah kost ini juga ngga apa-apa, tapi kalau nggada cari disekitarnya"
"baik pak"
Lalu Daniel masuk mobilnya sambil menunggu Yasinta keluar.
Tidak berapa lama Yasinta keluar dengan pakaian santainya, kaos street putih dan celana Levis birunya. Terlihat Yasinta seperti anak kuliahan lagi. Daniel sangat terpesona dengan tampilan Yasinta yang sangat jauh dari kata glamour tapi sangat cantik dan enak dilihat.
"maaf kak, lama ya"
"ngga, ngga apa-apa, kau terlihat seperti anak kuliahan aja, cantik"
"kak Daniel bisa aja" berusaha menahan degupan jantungnya mendengar pujian Daniel.
' ayo hati jangan norak, jangan ketahuan bergetar' batin Yasinta.
"iya sin, kamu sangat cantik, walaupun dandananmu sederhana tapi aura kecantikanmu sangat dapat"
"terimakasih, sebaiknya kita langsung jalan aja, Nana sudah menunggu disana" Yasinta akhirnya mengalihkan pembicaraan mereka.
"oh okelah" jawab Daniel langsung menyalakan mobilnya. Hanya sepuluh menit mereka sudah sampai didepan cafe dan melihat Nana menunggu disana dan segera bergabung dengan mereka
"Hai kak Bram" saat Yasinta melihat kedatangan Bram.
"Hai sin, bro, apa kabar" sapa Bram sama keduanya.
Terlihat Nana mengekor dibelakang Daniel juga. Sengaja Daniel paksa ikut makan malam demi tujuan mereka menjodohkan Bram.
Daniel juga punya misi sendiri supaya dia tenang kalau Bram ngga akan mendekati Yasinta.
"kenalin kak, temanku Nana"
__ADS_1
"na, kenalin , sudah seperti kakakku, Bram"
Daniel yang mendengar Yasinta mengatakan seperti kakakku lega, karena Yasinta benar-benar gada perasaan sama Bram.
"oh iya kak Bram, katanya kak Bram hubungi papi ya, makasih ya kak, sudah kasih papi bonus, papi jadi ingin kerja lagi tuh" saat mereka berempat sudah duduk disatu meja.
"sama-sama sin, itu memang hak om Yusuf, kalau bukan karena om Yusuf saya tidak akan dapat klien sebuah rumah sakit besar. Kamu tahu ngga kebutuhan mereka akan bahan plastik ternyata sangat banyak, jadi setiap Minggu aku harus suplay sin"
'Jadi papi Yasinta memberikan order ke Bram dan tembus sehingga Bram beruntung banyak, kok Yasinta ngga cerita ya'' batin daniel
"oh iya, Syukurlah, omzetnya kan jadi bertambah"
"iya sin, aku senang banget"
"hehehe semoga kedepannya lancar ya kak"
"aminn, makanya sin tadi aku bujuk om Yusuf, kenapa ngga tinggal di kota J aja, nanti kerja sama deh, om yusuf jadi telemarketing aja" ucap Bram sambil senyum
"saya terserah papi aja kak, yang penting papi enjoy. saya ngga mau suruh papi kerja",
"iya sih, tapi ngga salah juga donk kalau kamu kasih masukan. karena saya yakin om Yusuf itu sebenarnya masih punya potensi"
"iya sih" jawab Yasinta asal
"Makanya kamu dukung dong, kalian disini bisa ngontrak rumah yang lebih besar dari kostanmu, biar bisa buat kembar dan bi Imah.
Yasinta belum menanggapi ucapan Bram, terlalu tiba-tiba semua yang terjadi ini.
' Papi minta tetap disini, kak Bram juga dan tadi Daniel juga berharap begitu, apa memang aku pindah aja ke kota J' batinnya.
Sementara Daniel yang mendengar rencana Bram sangat antusias. dia ingin yasinta dan papi Yusuf pindah ke kota J, supaya kembar juga bisa dekat dengan om Riadi.
Daniel bersedia membantu papi Yasinta kalau dia butuh bantuan. Dengan senang hati dia akan membantu.
"Bram benar sin, kenapa kamu ngga berpikir untuk memindahkan kembar kesini. Kalau kamu bersedia Dodo bisa langsung mengurus semua".
Yasinta masih diam begitu juga Nana. Nana tidak ingin ikut campur urusan pribadi Yasinta.
"apa kamu ngga suka kerja di kantor Daniel, kamu bisa kerja ditempat lain, nanti aku Carikan kerjaan buat kamu" tanya Bram serius melihat Yasinta tidak menjawab, membuat mata Daniel membulat tajam seketika kearah Bram.
"kenapa, aku benarkan, siapa tahu Yasinta ngga nyaman di kantormu, nanti gampang dia cari kerja, dia pintar kok cantik lagi, pasti banyak yang menerima dia kerja" tantang Bram sambil menatap Daniel membuat Daniel makin meradang.
Yasinta masih diam walaupun dia tahu mungkin ucapan kak Bram akan sedikit menyinggung Daniel. Dia biarkan saja.
"silahkan pak" ucap pelayan dari cafe tersebut sambil menghidangkan menu pesanan mereka.
__ADS_1
Mereka makan dalam diam dengan pikiran masing-masing.
'apa Yasinta memang ngga nyaman kerja dikantorku ya, apa dia berpikir untuk mencari kerja ditempat lain? ngga ngga ngga itu tidak boleh terjadi. Yasinta harus tetap bekerja dikantorku ataupun di pabrik' batin Daniel.
'apa iya aku keluar dari kantor kak Daniel, terus cari kerja ditempat lain. Tapi disini gajiku sudah sangat tinggi. masa iya aku kerja ditempat lain dengan gaji lebih sedikit, aku kan butuh gaji yang besar' batin yasinta
'syukurin Lo dan, takut kan Lo Yasinta cari kerjaan lain. makanya buruan ikat Yasinta lagi' batin bram
Sementara Nana hanya diam aja, karena dia merasa belum ada di lingkaran pembicaraan mereka.
Setelah selesai makan bram mengajak Nana pergi dari tempat itu, sementara Daniel dan Yasinta belum beranjak.
"kita duluan ya, kita masih muda, kita mau kencan dulu." ucap Bram sambil berlalu bersama Nana.
"kalau kamu sudah kita juga pulang atau kesuatu tempat lagi"
"kemana kak"
"ketempat pavorite kita dulu, dekat kampus kita"
"untuk apa kak"
"Iyas untuk mengulang masa-masa indah kita Iyas"
"tapi kak"
"ngga ada tapi-tapian, kali ini mau ngga mau tetap aku paksa, kamu harus patuh sama aku"
Yasinta hanya bisa pasrah saat mereka keluar dari cafe itu Daniel membawanya entah kemana, tapi dia pasrah aja ngga koment lagi.
"Iyas, kamu sudah setuju kita mulai dari awal, jadi biarkan aku mengejarmu seperti kita dulu pacaran." ucap Daniel sambil membuka pintu mobil untuk Yasinta.
"tapi"
"tapi apa lagi" tanya Daniel pelan tapi penuh tekanan.
"Kalau kamu ngga nurut aku akan cium kamu disini, itu tidak salah karena kamu masih istriku" bisik Daniel ditelinga Yasinta saat mereka sudah duduk dalam mobil.
"hahh" Yasinta kaget
Daniel tersenyum puas sudah berhasil menggoda Yasinta sedemikian.
"jadi menurut dan duduk manis adalah lebih baik nona Yasinta" ucap Daniel senyum lalu.
cup
__ADS_1
Satu kecupan mendarat dikening Yasinta, membuat Yasinta cukup kaget karena Daniel tiba-tiba cium dirinya.
Hai, terimakasih untuk likenya ya, dukung terus author. terimakasih.