CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 108 PULANG


__ADS_3

"siang pak" ucap Dodo menyadarkan kedua majikannya dan dokter yang sedang memeriksa ibu Yasinta.


"hmmmmmmm mana pesanannya"


"ini pak"


Daniel menerima dan langsung membuka pesanan Yasinta itu.


porsi jumbo


"ini makan dulu sayang, katanya tadi mau makan capcay, kasihan anak kita nanti, kekurangan makanan di dalam sana" ucap daniel


"iya, sepertinya ibu tidak apa-apa, nanti selesai makan tolong kasih obat ini ya pak, sebenarnya ini hanya vitamin supaya ibu dan kandungannya makin kuat" ucap dokter Cyntia sambil menyodorkan plastik kecil obat sama Daniel.


"baik dokter, terimakasih"


"Sekarang ibu makan dulu ya Bu, setelah itu baru minum obat. nanti dua jam lagi saya observasi lagi, kalau ibu sudah baikan nanti bisa pulang"


"baik dok" ucap Yasinta lemas sementara dokter Cyntia akan memeriksa pasien lain dulu.


Daniel mulai membuka makanan yang porsi jumbo itu.


"makan ya sayang" ucap Daniel sama Yasinta


"ternyata ibu Yasinta lagi hamil, bos sangat top juga ya bos" goda Dodo


"hehehe iya do, bentar lagi rumah kami akan makin ramai"


"selamat ya Bu, pak" ucap Dodo


"makasih pak Dodo, doain biar semuannya lancar ya pak" ucap Yasinta.


"mama, mama, " terdengar riuh suara kembar yang baru masuk, setelah dokter Cyntia tadi keluar.


"ehhhh anak-anak mama"


"mama sudah sehat, kemarin Loan pikir mama mati karena mama ngga bergerak" ucapnya memeluk Yasinta, akhirnya Daniel yang tadinya ingin menyuapi Yasinta mundur dulu sebentar. Sedangkan Leon memeluk mamanya dari sebelah lagi.


"bagaimana nak Sinta, sudah baikan" tanya pak Riadi


"sudah om, saya sudah baikan"


"syukurlah, jaga calon cucuku ya, kalau anak ini buat kamu kesal, cerita sama om, ya nak" ucap pak Riadi sambil menunjuk Daniel


"iya om, terimakasih"


"sepertinya kamu mau makan dulu, saya juga mau bawa kembar dan pak Yusuf makan seafood, tapi mereka bilang lihat wajahmu dulu" cerita pak Riadi.


"oke sayang terimakasih ya, sekarang mama makan dulu, keburu dingin mama ngga suka. tadi Bu dokter bilang mama harus makan banyak" sekarang Daniel yang memberi pengertian sama anak-anaknya.


"biar mama cepat sembuh ya pa"


"iya sayang"


"iya deh, ayo Leon, mama makan banyak ya, biar kuat dan sehat" ucap Loan sambil menggandeng kembarannya.


"kami keluar dulu ya nak, kalau ada apa-apa segera hubungi kami" ucap pak Riadi sama Daniel


"iya om, titip kembar ya om"

__ADS_1


"iya, kamu tenang aja, ada aku sama pak Yusuf, kamu fokus Yasinta aja"


"iya om, terimakasih"


"pak, saya ada dibawah kalau bapak butuh saya" ujar Dodo setelah kepergian kembar dan pak Riadi serta pak Yusuf.


"iya do, jangan jauh-jauh, kalau tidak ada apa-apa mungkin Sinta langsung pulang, rawat dirumah aja" tegas Daniel


"baik pak" lalu Dodo melangkah keluar dari ruangan itu.


Sepeninggal Dodo Yasinta langsung makan dengan lahap. sesuap, dua suap bahkan suapan berikutnya tidak ada penolakan sama sekali. sampai capcay porsi jumbo itu benar-benar bersih.


"kamu hebat sayang, habis makanannya" ucap Daniel memuji Yasinta dengan senang hati.


"sekarang minum vitamin dulu ya"


"hmmmmm"


Daniel dengan telaten memberikan obat dan vitamin yang akan diminum Yasinta. Setelah itu dia membetulkan letak selimut rumah sakit yang dikaki Yasinta.


"ya sudah, istirahat dulu, tidur aja kalau ngantuk, nanti dua jam lagi dokter Cyntia periksa lagi katanya"


"hmmmm, ya sudah kakak juga makan dulu sana"


"iya sayang, tenang aja, yang penting kamu dulu istirahat"


"hmmmmm" Yasinta ingin pura-pura tidur dulu supaya suaminya pergi makan dulu, tapi tidak berapa lama Yasinta benar-benar tertidur.


Daniel sangat senang melihat Yasinta tidur, wajahnya teduh banget. Daniel ngga kebayang tadi betapa paniknya dia melihat Yasinta sudah tergeletak didekat pintu kamar. dunia Daniel serasa runtuh ngga bersisa. Daniel merasa sangat gagal menjaga Yasinta, karena dia belum tahu apa penyebabnya.


'Aku ngga kebayang sayang, gimana dulu kamu saat hamil kembar. pingsan dinegara orang, jauh dari orang yang kamu sayang, masalah bertubi-tubi, tapi kamu kuat, kamu hebat, kembar bisa lahir sehat kedunia dan hidup bahagia seperti sekarang', maafkan aku yang bodoh ini ya, yang merasa korban tanpa berusaha mencari tahu", gumam Daniel sambil tetap memegang erat tangan Yasinta.


"Aku ngga berani minta banyak Tuhan, biarkan kami tetap bahagia dan bersama" doa Daniel dalam hati.


'oh iya kenapa ngga minta Dodo yang beli' batin daniel


dddrrrt dddrrrt


"hallo pak"


"do, beliin saya makanan"


"baik pak"


Daniel langsung menutup panggilan telepon itu, tapi dia tidak beranjak dari samping Yasinta. Dia masih setia menggenggam tangan Yasinta seolah enggan untuk melepasnya.


Tidak sampai tiga puluh menit Dodo sudah datang dengan seporsi makanan untuk bosnya.


Lalu dia menyiapkan ya dikursi dekat pojok ruangan itu.


"sebaiknya bapak makan dulu, sambil nunggu ibu Yasinta sadar. bapak harus kuat, kalau bapak sakit siapa yang akan merawat ibu Yasinta" ucap Dodo


"hehhh iya ya do" ucap Daniel lalu bangkit berdiri.


"iya pak, sebenarnya jaga orang sakit itu sangat cape lho pak. jadi bapak harus kuat fisik, apalagi ibu Yasinta lagi hamil. konon dari cerita yang aku dengar nanti bapak juga harus bisa meredam emosi karena mood orang hamil itu berubah-ubah pak" tutur Dodo sebanyak yang dia tahu.


"sok tahu kamu do" sambil menyuap makanannya.


"itu menurut yang saya baca pak"

__ADS_1


"cuma baca kan, bukan pengalaman"


"hehehe bapak bisa aja, kan bapak tahu saya"


"jomblo akut"


"ya begitu deh"


Perbincangan mereka sangat cair sampai Daniel selesai makan.


Setelah Daniel selesai makan dia melihat Yasinta masih tidur. Daniel langsung masuk kamar mandi untuk cuci tangan. Sementara Dodo keluar dari ruangan Yasinta da menunggu didepan.


Ngga berapa lama dokter citra memasuki ruangan Yasinta.


"Gimana pak Daniel, ibunya, ohhhhh lagi tidur ya"


"iya dokter citra, setelah makan tadi langsung tidur dia"


"ngga apa-apa pak Daniel, malah bagus, jadi banyak waktu istirahatnya"


"iya dok"


"oh ya bentar lagi dokter Cyntia datang untuk observasi, kalau hasilnya semua baik, maka boleh pulang, tapi kalau tubuhnya lemah maka harus nginap"


"baik dok" saat mereka berbincang dengan dokter citra ternyata dokter Cyntia masuk.


"gimana pak Daniel, ibunya"


"lagi tidur dok"


"ohhh ngga apa-apa biar istirahat, tadi sudah jadi makan kan, banyak ngga makanya"?


"banyak dok, satu porsi jumbo capcai tadi habis semua"


"syukurlah" ucapnya sambil mulai memeriksa Yasinta yang sedang tertidur.


"keadaannya semua baik, tidak ada yang perlu di khawatirkan. tapi ingat pak untuk


kontrol dua Minggu lagi, karena usianya sekarang masih kecil. jadi sekitar dua Minggu lagi akan lebih jelas"


"baik dokter"


"oh iya satu lagi pak, maaf untuk hubungan suami istri tolong sedikit lebih hati-hati, karena kandungannya masih lemah" ucap dokter itu membuat Daniel sedikit malu.


"iya dok"


"baik saya tinggal dulu pak, kalau ibunya sudah bangun bisa langsung pulang, urus dulu aja administrasinya"


"baik dok"


"kalau begitu saya juga pamit dulu pak Daniel"


"silahkan dokter citra"


"terimakasih"


"hmmmm"


Hai hai hai, like dan coment donk. vote juga ya.

__ADS_1


terimakasih


I love you all๐Ÿ™๐Ÿค—


__ADS_2