CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 117 AKU KANGEN


__ADS_3

Begitulah buah dari kesombongan seorang meta. Bonyok sama bodyguard Daniel dia masih berani lapor polisi tapi ini sama nyonya R yang menurut suaminya tuan R bisa berbuat apa saja. Begitu sampai rumah mamanya heran kenapa dia sampai tambah bonyok, ini harus dilaporkan ke polisi.


"jangan dulu ma, ini orangnya sangat berpengaruh" ucapnya lemah, dia ngga mau nambah runyam lagi masalahnya.


"ulah Daniel lagi"


"bukan ma"


"terus"


ibunya mengompres luka-luka lebamnya.


Keesokan harinya semua badan meta sakit, walaupun luka wajahnya sedikit berkurang lebamnya.


"kamu berangkat kerja dengan wajah begitu" tanya mamanya


"saya sudah di pecat Bu"


"apah" ibunya jadi bingung dengan masalah putrinya. Akhirnya pelan -pelan meta menceritakan semuanya sampai kejadian kemarin. Awalnya ibunya sangat marah sama meta, tapi lama kelamaan dia sadar itu sebagian salahnya.


"hahhhh mau bagaimana lagi, sudah ngga usah dipikirkan lagi, fokus aja dulu keluka lebam mu" ucap sang ibu.


"sebaiknya kita pindah aja, kamu mulai hidup baru. aku takutnya mereka datang lagi, ngga usah diperpanjang lagi ke polisi segala" lanjut ibunya


"terserah mama aja" ucap meta.


Akhirnya seminggu kemudian mereka pindah ke desa tempat Bu de nya meta tinggal. Mereka memulai hidup baru jadi petani.


*


Beda meta, beda lagi keluarga Daniel. kalau trimester pertama kehamilan Yasinta tidak ada keluhan, trimester kedua barulah semua keluhan nongol. Setiap pagi Sinta mual bisa sampai setengah jam, sampai dia lemas.


Seperti pagi ini, Yasinta sudah mual dan muntah-muntah dikamar mandi. Daniel yang mendengar suaranya pun langsung bangkit dari tidurnya. Seperti biasa dia akan mijitin tengkuk Yasinta pelan-pelan.


Daniel melap mulut Yasinta dengan tissu.


"sudah"? tanyanya lembut


Yasinta sudah lemas, Daniel dengan sabar membimbingnya keluar dari kamar mandi.


"aku ingin duduk diteras kak"


"ya sudah ayo"


Saat membuka pintu kamar ternyata sudah ada BI Ida membawa jeruk hangat.


"ini jeruk hangatnya nyonya" BI Ida sudah berdiri di pintu kamar yasinta


"tolong bawa keteras samping bi" ucap Sinta yang sedang dituntun oleh Daniel.


"baik nyonya"


Daniel mendudukkan Yasinta dikursi rotan itu, lalu mengambil minuman yang tadi dikasih BI Ida.


"ini sayang, apa masih mual"? tanya Daniel penuh perhatian

__ADS_1


"lumayan kak"


"ya sudah minum dulu jeruk hangatnya" ucap Daniel menyodorkan gelasnya. Yasinta langsung meneguk habis.


"hmmmm, ini kak sudah" Yasinta kembali menyerahkan gelas jeruk hangat itu. Daniel menerimanya dan meletakkanya di meja yang ada disana.


Yasinta menyandarkan kepalanya di lengan kekar Daniel. Karena terlalu cape muntah atau karena mulai ada matahari pagi Yasinta malah langsung tidur dilengan Daniel.


"sayang, makan dulu ya, aku ambil makanannya kesini aja. mau makan apa"? tanya Daniel


Yasinta tak bergeming, Daniel mulai panik takut Sinta pingsan lagi, tapi ternyata Sinta ketiduran.


Daniel tidak tega untuk membangunkannya, sehingga dia membiarkan Yasinta pada posisi itu. bahkan Daniel membenarkan duduknya menghadap Yasinta supaya Yasinta bisa membenamkan kepalanya di dada Daniel.


Ajaibnya posisi itu membuat Sinta semakin tertidur dengan nyaman sampai pak Riadi pulang dari mengantar kembar sekolah.


"Dan, Sinta masih pusing"


"iya om, tadi habis muntah-muntah parah, ini habis minum air jeruk tidur lagi"


"ohhhhh, apa kamu ngga ke kantor"


"nah itu dia om, aku ingin ke kantor tapi Sinta begini jadi ngga tega" ucapnya bingung


"iya, betul itu. kantor di handle Dodo dulu, kasian Sinta. dulu kamu sudah melewatkan kehamilan kembar, jadi sekarang kamu harus ada untuknya"


"iya om" ucap Daniel setuju


Daniel akhirnya mengangkat Yasinta masuk kamar lagi lalu pelan-pelan meletakkanya dikasur mereka.


Tidak sampai setengah jam Daniel dikamar mandi, tapi begitu keluar dia sudah melihat Yasinta menangis.


"sayang kenapa, ada yang sakit" tanya Daniel khawatir


"huk huk huk aku pikir kakak sudah pergi", ucapnya bercucuran air mata.


'ya ampun Tuhan, apalagi ini, kenapa sekarang istrinya ini jadi cengeng dan lebay' batin Daniel tapi dia tidak berani ngomong.


"sayang, saya tadi hanya mandi" ucap Daniel mendekati Yasinta. Daniel hanya melilitkan handuk dibawah perutnya sehingga Yasinta yang duduk dipinggir tempat tidur itu langsung meminta Daniel duduk disebelahnya. Daniel hanya menurut saja, tidak membantah sama sekali.


Tanpa Daniel duga Yasinta langsung memeluknya dan membenamkan wajahnya di dada Daniel. Daniel bingung setengah mati, mau bicara takut salah, maksudnya biarin dia pakai baju dulu, karena kalau keadaan begini berdekatan dengan Yasinta bisa membuat Daniel on seketika, sementara dia masih takut anaknya kenapa-napa.


Daniel akhirnya pasrah, apalagi saat Yasinta membenarkan posisi wajahnya didada bidang Daniel, sejujurnya Daniel sangat tersiksa.


"sayang apa kamu ingin makan dulu, tunggu aku pake baju bentar ya" ucap Daniel mengusap kepalanya.


Tapi hai lihatlah, ajaibnya Yasinta sudah tertidur dengan damai.


'ya ampun sayang, ini kamu kenapa' tanya Daniel pelan sambil mengusap kepalanya Yasinta.


Dengan telaten Daniel mengangkat Yasinta kembali ketempat tidur mereka. Dia menutup tubuh Sinta dengan selimut sampai sedada, lalu setelah mengecup kening itu Daniel melangkah keruang ganti dan memilih satu baju kaos rumahan dan celana pendek.


Baru aja Daniel kelar memakai pakaiannya Yasinta sudah bangun dan menangis lagi keluar kamar.


Daniel yang tidak menemukan Yasinta ditempat tidur jadi panik, soalnya barusan masih tidur.

__ADS_1


' Apa tadi dia pura-pura tidur untuk mengerjai ku, batin Daniel.'


'tapi ngga apa-apa, yang penting dia senang dan bahagia. sekarang dia pasti sedang ketawa ngakak' batin Daniel lalu keluar dari kamar.


Dia langsung menuju meja makan. Dan alangkah kagetnya dia, disana ada Yasinta yang sedang menangis dan ditenangkan oleh om Riadi.


"sayang kok menangis lagi"? tanya Daniel bingung


"kamu kemana aja sih dan, istri sampai kecarian" tanya om riadi


"saya tadi diruang ganti doank om"


"nak Sinta sampai menangis tuh nyariin kamu" ucap pak Riadi


"sayang, kenapa sih jangan menangis terus ya. sepagi ini kamu belum makan tapi sudah tiga kali menangis' ucap Daniel tulus menarik istrinya berdiri lalu memeluknya.


"huk huk huk" tangis Yasinta makin kencang dipelukan Daniel.


"kamu bujuk dulu dan, ngga bagus lho dia sampai nangis begitu, kasihan dia kasihan anakmu juga" ucap pak Riadi.


"iya om" ucapnya tanpa melepas pelukan Yasinta.


"nak Sinta, jangan menangis dulu ya, coba duduk dulu cerita sama om, apa Daniel nyakitin kamu"? tanya om Riadi


"ngga om kak Daniel ngga nyakitin aku" ucapnya masih ada sisa Isak tangisnya. Daniel dengan telaten menghapus airmata Yasinta.


"terus,...., kenapa nak Sinta sedih" tanya pak Riadi super hati-hati.


Yasinta melihat kearah om Riadi lalu menatap mata Daniel yang ada dihadapannya.


"ngga tahu om, aku ngga tahu, aku terus kangen sama kak Daniel, tapi kak Danielnya ninggalin aku Mulu" ucap Yasinta sedih sudah berlinang airmata lagi.


"aku ngga pergi sayang" protes kecil Daniel


"tapi kakak menjauh terus, padahal aku ingin mencium parfum kakak biar jangan muntah" ucap Sinta sudah menangis lagi..


"kalau urusan parfum urusan kalian berdua aja" ucap pak Riadi.


jedarrrr, itu toh


'pantas aja kalau aku peluk kamu langsung tidur, maafkan aku sayang, maafkan aku, aku kurang peka' gumam daniel


"kenapa suka wangi tubuhku, harumkan" goda Daniel tapi pak Riadi sudah berlalu dari tempat itu.


"karena aku kangen sama kakak"


"hahhhh"


Terimakasih


Like


coment


votenya

__ADS_1


__ADS_2