CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 65 MENGINAP


__ADS_3

Sepulang dari rumah Yasinta hati Daniel sedikit lebih tenang, walaupun Yasinta belum dia miliki lagi seratus persen, tapi entah kenapa Daniel sangat bahagia saat bertemu sikembar Loan dan Leon. Bahkan kebahagiaan ini sulit untuk dia gambarkan sebesar apa.


Pak Riadi juga sangat bahagia bertemu dengan Yasinta. Mendengar cerita Daniel kemarin dia hampir kehilangan harapan ketemu cucunya, penerus Grup arganta.


"oh iya dan, jangan lupa tambahin saldo rekening yang kamu berikan sama Yasinta tadi, jangan sampai mereka kekurangan"


"baik om, do tolong rutin transfer perminggu ke rekening pribadiku yang di bank bc. dan jangan sampai saldonya minim."


"baik pak"


"mulai sekarang kamu harus gencar dekatin Sinta, biarkan dia melihat keseriusanmu dulu baru ucapkan niat untuk bersama"


"iya om"


"saya lihat Yasinta itu orang yang sangat baik, dia sangat menghormati dan menjaga papinya, jadi kamu harus tahu celahnya itu"


"baik om"


"Sebenarnya tadi kalau memadai om belum ingin pulang, tapi melihat Yasinta masih kekeh mending kita pulang dulu"


"iya om"


Setelah itu om Riadi terlihat mulai mengantuk dan tertidur sepanjang perjalanan pulang. Begitu sampai rumah mewah mereka, mereka pun langsung masuk kamar masing-masing karena lelah.


Keesokan harinya Daniel bangun dengan penuh semangat. Hari ini dia harus ke kantor, karena kemarin dia seharian tidak ke kantor.


Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Daniel turun ke meja makan.


"pagi kek"


"pagi dan"


"selamat pagi pak" ucap Dodo juga yang baru nongol dari ruang depan.


"pagi" balas Daniel, itu menandakan bahwa keadaan hati bosnya sedang sangat baik.


"oh iya do, hari ini sore tolong kosongkan jadwalku, saya mau ketemu kembar dan ajak jalan"


"kira-kira niatnya jam berapa bapak berangkat"


"atur aja yang penting jangan kesorean nyampe sana dan masih sempat jalan, niatnya saya mau nginap dihotel dekat situ, biar besok mulai pagi bisa jalan sama mereka sampai Minggu"


"baik pak nanti saya aturkan sama Nana"


"bagus, sekarang kita sarapan dulu"


"Bagus Daniel, kamu harus usahakan sedekat mungkin dengan mereka, tapi pelan-pelan aja, soalnya kamu adalah orang baru dalam hidup kembar"


"iya om, makanya saya ingin nginap. besokkan weekend, saya ingin jalan seharian sama kembar"


"ya sudah, berjuanglah, karena Yasinta sangat pantas diperjuangkan"


"iya om"


Setelah selesai sarapan Daniel dan Dodo bersama supir melaju menuju kantor grup arganta.


"jam sembilan kita ada rapat internal pak, tentang perusahaan tiga bulan terakhir, terutama setelah kantor pusat pindah ke kota J"


"atur aja"

__ADS_1


"nanti siang sepertinya pak Rio ingin berkunjung ke kantor"


"jam berapa"


"katanya kemarin makan siang pak"


"pastikan lagi nanti, atur waktuku sesantai mungkin, kalau ngga bilang Senin aja, aku ingin ngobrol banyak sama Rio"


"baik pak"


Jam sembilan tepat Daniel masuk ruang meeting, semua orang diruangan itu berdiri menyambut Daniel.


Dari hasil pemaparan setiap divisi dan data yang tertulis ternyata omzet perusahaan benar-benar meningkat tajam selama satu bulan terakhir.


'ini semua pasti rezeki kembar' batin daniel


Setelah rapat selesai Daniel memanggil Dodo sang asisten.


"do ikut keruanganku dulu"


"baik pak"


"do tolong hubungi pengembang property, Carikan rumah dekat rumah Yasinta. usahakan yang fasilitasnya lengkap. terus usahakan secepatnya"


"baik pak"


'Mungkin sekarang Yasinta belum yakin samaku, tapi aku yakin dengan ketulusanku, seperti dulu Yasinta pasti akan mau bersatu lagi sama aku. kita akan bahagia Iyas, karena hidupku adalah untuk kalian' batin daniel


Daniel langsung mengerjakan pekerjaannya dengan serius. Dia ingin pekerjaannya segera kelar dan dia langsung berangkat ke daerah T.


Sebelum jam empat sore Daniel sudah kelar mengerjakan semuannya, karena dia sangat semangat.


tok tok tok


"saya ada info beberapa rumah didekat daerah ibu Yasinta pak, mungkin bisa langsung kita survey"


"boleh, ayo langsung aja. tapi kamu bawa persiapan takutnya kita nginap"


"iya pak, saya sudah siapkan, pak Amir juga sudah ambil pakaian bapak tadi ke rumah"


"bagus, kita langsung jalan"


Tapi berhubung hari ini hari Jumat, jalanan sangat macet, akhirnya mereka sampai sudah agak gelap sudah lewat Maghrib.


tok tok tok


"siapa, ma ada tamu noh" terdengar suara kembar


"biar mama yang buka, kalian lanjut belajar aja" ucap Yasinta sama anak-anaknya.


ceklek


"pak Daniel" Yasinta kaget Daniel sudah ada disana bersama Dodo.


"selamat malam Iyas" sapa Daniel


"siapa ma"? tanya kembar mendekat ke pintu


"ehhh ada om ganteng sama pak Daniel, kita mau muter-muter lagi ya om ganteng" ucap Loan antusias diangguki oleh Leon. Dodo hanya tersenyum sama keduannya.

__ADS_1


"masuk dulu pak" ucap Yasinta akhirnya. Kembar lalu Salim sama keduannya.


"kalian sedang ngapain" tanya Daniel melihat anaknya sepertinya lagi belajar tadi


"lagi belajar pak, biar pintar" ucap Loan


"anak pintar, pasti kalian nanti jadi hebat"


"amin" ucap keduannya berbarengan


"duduk dulu pak Dodo pak Daniel"


"makasih Iyas" sementara Dodo hanya mengangguk takutnya Daniel mengira terlalu akrab.


"kok tumben malam-malam kesini pak" tanya Yasinta


"tadi niatnya mau jalan-jalan Ama kembar, tapi ternyata macet akhirnya kemaleman nyampe sini, makanya besok aja deh jalan-jalannya"


"ohhh" ucap Yasinta


"oh ya sin, papi mana, ngga kelihatan"


"papi lagi dibelakang sana di rumah om Burhan, temannya sering ngobrol bareng, sama-sama lansia"


"ohhh, kalian sudah makan malam belum"


"sudah, kami biasa makan setelah magrib terus anak-anak langsung belajar"


"ohhh, kami belum makan malam sama Dodo, mau ngga kita semua keluar makan, atau cari cemilan deh" bujuk Daniel


"kenapa ngga pak Daniel sama Dodo aja yang keluar makan, baru nanti main sama kembar"


"aku ingin kita makan bareng semua"


"tapi bi Imah juga sudah tidur, papi belum pulang"


"bagaimana kalau buat mereka kita bungkus" ungkap Daniel sangat antusias.


"ya sudah, aku bangunin Bu Imah aja, aku telepon papi juga, takutnya dia kesepian dirumah"


Daniel senang Yasinta sudah berkomunikasi dengan normal, walaupun masih dengan kata pak tapi ngga apa-apa, itu lama-lama bisa diubah.


"Loan Leon ganti baju gih, pake baju yang biru panjang, kita mau makan keluar, mau ngga"


"haaaa makan diluar, boleh seafood ngga om, cumi bakar sama udang saos tiram, wenakkkk" ucap Loan sambil memutar kepalanya seperti meresapi diikuti oleh Leon. Daniel sangat gemes lihat tingkah anak-anaknya, ingin rasanya dia peluk mereka lalu menyuruh mereka memanggilnya papi atau Daddy.


"ma, bawa kartu kemarin ya, siapa tahu kita lewat toko eskrim lagi" Leon mengingatkan ATM Daniel. Mereka orang dewasa yang disana mengulum senyum melihat ulah kembar.


"iya, cepat ganti baju sama" lalu Yasinta membangunkan ni Imah, sementara papinya tidak ingin ikut, dia akan pulang tapi dia dirumah aja.


"pergi aja sin, biar kembar senang, papi dirumah aja, udara malam papi sudah kurang kuat"


"papi ngga apa-apa"


"ngga Sinta, percaya sama papi, papi senang kalau kalian senang. nikmatilah mumpung bisa menikmati udara luar, kasihan tuh kembar"


"baik Pi"


Hai pembaca setiaku, jangan bosan ya. dukung terus author. jangan lupa like dan comment.terimakasih🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2