
Hai pembaca setiaku, salam sehat ya. jangan lupa prokes. jangan lupa kasih like dan koment juga. terimakasih.
I LOVE YOU ALL🙏🤗
Setelah kepulangan bosnya Dodo langsung masuk keruangan IGD tempat Yasinta.
"gimana Sinta perasaannya"
"saya sudah baikan pak, kalau boleh saya langsung pulang aja"
"jangan sin, tadi dokter bilang kamu harus istirahat, terus tubuhmu juga kekurangan nutrisi, apa kamu ngga makan beberapa hari"
"tidak pak, saya makan kok seperti biasa"
"tapi kata dokter kamu harus istirahat, kamu tenang aja, kamu sekretaris bos di kantor, jadi semua biaya rumah sakit akan dicover ke kantor"
"terimakasih pak Dodo"
"sama-sama, sekarang mendingan kamu istirahat ya, biar cepat pulih, saya ada didepan"
"baik pak, maaf sudah merepotkan bapak"
"sama-sama Sinta, ini handphone kamu, kalau ada apa-apa kamu hubungi saya"
"sebaiknya pak Dodo balik ke kantor lagi aja, takut pak Daniel butuh bapak. Saya sudah baikan kok pak, lagian disini ada suster yang jagain."
"kamu yakin, apa aku suruh pak supir kantor yang jaga kamu disini"
"ngga usah pak, disini banyak perawat yang bisa bantu, lagian saya juga sudah tidak apa-apa hanya perlu istirahat." ucap Yasinta ngga enak kalau Dodo selalu menjaganya.
"iya, sebenarnya saya juga harus balik ke kantor, karena harus menyiapkan data untuk pak Daniel, mau meeting dengan suplier bahan kita di kota B"
"iya ngga apa-apa pak, paling habis minum obat juga sAya tidur bentar"
"ya sudah saya balik ke kantor ya. tapi kamu harus janji kalau ada apa-apa hubungi saya atau Nana"
"baik pak"
Akhirnya Dodo menyuruh supir kantor menyiapkan semua yang sekiranya dibutuhkan Yasinta, seperti air minum dan juga Snack dan buah. Sementara Dodo langsung menambah deposit kamar untuk tiga hari.
Setelah dirasa cukup, supir dan Dodo meninggalkan rumah sakit. Sementara Yasinta sudah mulai ngantuk karena pengaruh obat juga.
Sore harinya Sinta terbangun karena mendengar dering handphonenya. Dia merasa sudah sangat baikan. mungkin karena dia sudah makan dan istirahat juga.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo kak Bram"
"halo, kamu masih di kantor, aku jemput kamu ya, kebetulan tadi aku dapat order kedaerah kantormu"
"tapi aku lagi tidak dikantor kak"
"lho kamu dimana, kamu sudah jadi resign"
"belum kak, belum bisa bicara sama pak Danielnya"
"ohhhhhh" ucap Bram asal, tapi detik berikutnya Bram sadar lagi"terus sekarang kamu dimana donk"
Tadinya Sinta tidak ingin Bram tahu dia dirumah sakit, tapi melihat Bram ingin ketemu dia akhirnya dia bicara juga.
__ADS_1
"tadi pagi katanya saya pingsan kak di kantor"
"haaaa terus"
"pak Dodo bawa saya kerumah sakit"
"haaaaa sekarang kamu masih di rumah sakit"?
"iya kak, katanya aku kurang nutrisi"
"ya ampun Sinta, pasti dua hari ini kamu ngga makan ini" tekan Bram
"makan kok ka"
"kalau makan ngga mungkin kurang nutrisi Sinta"
"hehhhh kurang kali gizi makanannya kak" ucapnya mulai becanda.
"kamu tuh ya, sekarang kamu dirumah sakit mana"
"rumah sakit Cm kak"
"ya sudah, kamu diruangan mana"
"saya kurang tahu kak, ntar aku tanya perawat dulu"
"ya sudah nanti saya aja yang nyari"
"ok kak"
Bram langsung melajukan mobilnya kerumah sakit CM. Diperjalanan Bram sempat berpikir bahwa sakitnya Yasinta karena kejadian kemarin. Bahkan untuk mengantar kerumah sakit Daniel hanya menyuruh asistennya, kasihan kamu Sinta, batin Bram.
"oh pasien atas nama ibu Yasinta ada diruang VIP pak, lantai tujuh" jelasnya
"ok terimakasih sus" ucap Bram.
Tapi Yasinta bayar sendiri atau dibayarin kantor ya, takutnya Dodo yang lagu-laguan masukin kamar VIP supaya Yasinta makin utang banyak ke kantor mereka, batin Bram sambil naik lift.
"sus kamar ibu Yasinta, yang baru masuk tadi siang" tanya Bram
"ohhh ibu Yasinta, bapak ini siapanya ya, soalnya pak Dodo berpesan untuk menjaga ibu Yasinta karena keluarganya diluar kota"
"saya Bram, saya teman lamanya, pak Dodo juga teman saya kok"
"ohhh baik pak, sebelah sini" ucap perawat itu sambil membawa Bram ke kamar Yasinta.
"kak Bram" panggil Yasinta begitu melihat Bram dibelakang perawat.
"kamu tuh ya, pake acara sakit lagi" ucap Bram membuat suster yang tadi mengantarnya menoleh dan tersenyum.
'emang orang sakit bisa direncanakan' batinnya
"aku pengen tidur dihotel ini soalnya" canda balik Yasinta
"enak sih ya, sekretaris bos, kamar VIP bo, hehehe" Bram menggoda Yasinta lagi. Sementar si suster langsung berlalu keluar.
"kakak bawa apa itu"
"aku kirain tadi kamu lemas, matamu bengkak, terus pipimu pucat karena menangis dua malam" ucapnya asal
__ADS_1
"apa hubungannya coba kak"
"yaahhh aku akan paksa kamulah makan buah, tapi ternyata kamu sangat segar kok, kayaknya kamu memang cari perhatian Daniel doank. Tapi tidak diperhatikan Daniel lagi malah fiover ke Dodo hahaha" Bram tertawa ngakak.
"kak Brammmmm" teriak yasinta
"kenapa, benarkan, kamu sudah pingsan pun masih disuruh Dodo yang urus" ucap Bram serius.
"mungkin aku dulu memang mengharapkannya kak, apalagi saat aku hamil si kembar. Tapi semua yang terjadi, semua ucapannya sudah cukup membuat hatiku beku kak, sudah hambar pula, karena aku sangat sadar dia bukan jodohku untuk selamanya"
"ehhhh jadi murung, jangan, santai ya, tenang. kita kan sudah sepakat tidak ada air mata lagi"
Yasinta berpikir sejenak lalu tersenyum dan mengangguk.
"oh iya kak, saya sudah sehat nih, bawa saya pulang donk"
"lho mana bisa, dokternya pasti ngga mau ngizinin"
"kak, aku lebih ingin bersama anak-anakku sekarang, karena malam Minggu kemarin aku ngga pulang"
"Emaknya kamu sudah merasa sehat"
"sudah kak, apalagi kalau sudah bertemu anak-anakku" ucapnya semangat.
"ya sudah, dokter siapa yang menangani kamu"
"kalau ngga salah namanya dokter Dodi kak"
"aku coba bicara dulu ya"
"terimakasih kakak, kamu baik buangetttt"
"huhhhh kalau ada maunya"
"hehhhh" Sinta tersenyum
Bram langsung menemui dokter Dodi di ruangannya, kebetulan dia dinas siang sampai jam sepuluh malam.
"selamat sore dok"
"sore, ada yang bisa dibantu"
"begini dok, tentang adik saya ibu Yasinta, kalau kira-kira dibolehkan dia ingin pulang sekarang dok, nanti dia istirahat dirumah"
"ohhhh begitu, nanti coba saya cek lagi ya pak"
"silahkan dok"
"maaf pak, kalau boleh tahu apa alasan ibu Yasinta ingin segera pulang"
"dia ingin ketemu anak-anaknya dok"
"ohhh dia sudah punya anak"?
"sudah dokter"
"baiklah saya periksa dulu baru bisa kasih kepastian"
"terimakasih dok" ucap Bram semangat.
__ADS_1