CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 38 AMARAH DANIEL


__ADS_3

Dodo kembali kemeja Daniel dengan sejuta pertanyaan begitu juga Rio. Tapi mereka tidak ada yang berani bertanya karena Daniel sudah benar-benar dalam mode marah.


"Cyntia kamu pulang aja, nanti diantar supir"


"tapi dan" bantah Cyntia


"tidak ada tapi-tapian, atau kau mau balik sendiri" tanya Daniel lembut tapi tajam setajam tatapannya.


Cyntia mengalah, dia sudah seram melihat wajah Daniel sesuram ini.


"baiklah aku pulang"


"do telepon supir antar Cyntia sampai apartemennya"


"baik pak"


Lalu Dodo langsung menghubungi supir diparkiran seperti perintah Daniel.


"Rio tolong kamu handle teman-teman saya, saya ingin keruanganmu dulu" ucapnya pelan tapi sangat berat.


"ok dan, saya akan menemani mereka"


"do, bawa meta keruangan Rio" ucap Daniel sambil bangkit dan berjalan kearah tangga.


Dodo dan Rio tidak berani membantah, mereka benar-benar melihat Daniel sangat emosi tapi tertahan.


"baik pak"


Daniel berjalan sangat berat kelihatannya menaiki tangga menuju ruangan Rio.


Dia tidak pernah membayangkan akan melihat Yasinta sehancur itu, bahkan kalau boleh memilih dia memilih diam daripada mengumbar aib Yasinta. Walaupun Yasinta tidak melawan atau pun memberikan pembelaan tapi dia yakin Yasinta tidak sebejadnyang mereka katakan. Kalaupun benar dia tidur dengan laki-laki itu pasti ada alasannya yang jelas, batin Daniel.


Dengan lunglai dia memasuki ruangan sahabatnya Rio dan duduk disofa yang ada disana, membelakangi pintu masuk.


tok tok tok


"iya masuk"


"ini ibu metanya pak" ucap Dodo.


"hmmm, duduk"

__ADS_1


"kalau begitu saya keluar dulu pak" pamit Dodo


"tidak, kamu duduk juga. kamu harus tetap disini"


"baik pak" Dodo memilih duduk lebih dekat ke Daniel daripada dekat meta. Meta sudah sangat takut melihat wajah Daniel yang terlihat dingin.


"Dodo jelaskan bagaimana kamu menyusun acara ini" tanya Daniel to the point. Sebenarnya Daniel ingin langsung marah sama meta, tapi untuk sementara dia tumbalkan Dodo dulu.


"Saya sudah menyiapkannya sangat baik pak, hanya saja saya tidak tahu kalau meta dan bapak...." Dodo sengaja menggantung ucapannya didepan meta dan Daniel.


"saya dan meta kenapa"?


"punya agenda sendiri pak untuk hal yang tadi"


"apa? agenda tersendiri? memangnya sejak kapan kamu tidak tahu agenda saya Dodo" tanya Daniel marah banget.


"Maaf pak, saya pikir ini...." ucapan Dodo langsung dipotong oleh Daniel


"kamu pikir apa Dodo? kamu pikir saya berencana nenghina orang dalam acara saya, apa kamu tidak mikir bagaimana perasaan tamu-tamu itu terhadap saya"? ucapanya sudah menggelegar


"maafkan saya pak"


"iya pak" sambil melirik meta dengan tatapan benci.


"Dan kamu meta, apa tujuanmu dengan pertunjukan tadi" suaranya masih agak pelan


"maafkan saya dan, tadinya saya hanya ingin mengerjai Yasinta sedikit"


"haaa mengerjai Yasinta sedikit kamu bilang, kamu sampai menyiapkan laki-laki itu, siapa tadi namanya, ngga penting bagiku, yang jelas kamu sudah merusak acaraku" tegas Daniel


"tapi Yasinta memang pernah menjebak Diandro dan, mereka hampir menikah" meta masih ngotot menjelaskan


"terus apa hubungannya dengan acara saya meta" teriak Daniel makin kesal


"saya sudah bilang sama kamu Yasinta itu sudah masa lalu saya" lanjutnya


"maaf dan tadinya saya pikir kamu senang kalau saya mengerjai Yasinta"


"haaa mengerjai Yasinta sampai sehancur itu, dan kamu lakukan saat acara saya meta. kamu mikir ngga apa pendapat orang? Lagi pula sekalipun Yasinta pernah mengkhianati saya tidak seharusnya kamu permalukan dia serendah itu. Apalagi seperti kata Bram tadi kamu sendiri bukan orang yang bersih. Akhirnya kamu sendiri juga sangat malu kan? apa yang kamu dapatkan, apa yang kamu harapkan meta? tanya Daniel emosi. Lalu Daniel diam beberapa saat untuk menarik nafas, sementara meta sudah menitikkan airmata karena takut sama Daniel.


"Aku sangat kecewa sama kamu meta, aku pikir kamu sudah berubah makanya aku minta tolong sama kamu menghubungi mereka semua, tidak lebih. Tapi kamu bertindak sudah sangat diluar batas, dan saya sangat kecewa. Pergilah dari hadapanku, aku tidak ingin melihatmu lagi. Terimakasih untuk usahamu mengundang mereka" ucap Daniel pelan dan dalam.

__ADS_1


"maafkan aku dan" ucap meta menunduk tapi tidak dihiraukan oleh Daniel.


"sudahlah, nasi sudah jadi bubur, Yasinta juga sudah hancur dan sudah pergi, kamu juga pergilah"


"maafkan aku dan" meta masih berusaha cari simpatik


"pergilah meta, terimakasih untuk yang kamu lakukan untukku, tapi mulai sekarang jangan temui saya lagi, saya sangat kecewa sama kamu"


"Dan kamu do, aku tidak tahu kenapa kamu jadi bodoh begini, beri aku pertanggung jawabanmu atas acara ini, harusnya kamu tahu apa yang aku tidak suka, tapi kenapa kamu tidak berusaha menghentikan meta, malah kamu bengong doank. pergilah bawa meta keluar"


"baik pak" lalu Dodo memberi kode kepada meta untuk ikut keluar dengannya.


Saat mereka keluar dari ruangan Rio, ternyata Dodo mengirim pesan kepada Rio yang ada di lokasi acara dengan para tamu.


"tolong,bantu aku selidiki siapa laki-laki itu, yang katanya korban Yasinta"


"ok" hanya itu jawaban rio


Lalu Dodo membawa meta keluar dari cafe Rio menuju parkiran.


"katakan, sebenarnya apa tujuan anda nona" tanya Dodo to the point.


"saya hanya ingin Yasinta malu'


"kenapa anda ingin mempermalukan Yasinta, dia karyawan kami"


"huhhh karena dulu dia sok, dia terlalu sombong karena banyak yang suka sama dia, apalagi dia anak orang kaya dan Daniel sangat mencintainya. hehhhh tapi sekarang dunia terbalik bukan, posisi benar-benar berubah sekarang" ucap meta masih merasa diatas angin walaupun Daniel sudah memarahinya.


"huhhh ternyata anda cemburu sama Yasinta" ucap Dodo


"apa..!!! cemburu sama Yasinta, what for Dodo"?


"untuk semuannya. anda tahu Yasinta memang wanita yang baik, makanya dia selalu banyak yang melindungi. pertama melihat Yasinta dan pertama melihat anda saya sudah bisa bedakan mana berlian asli dan berlian kawe-kawean. Anda lihat tadi nona, anda sangat berapi-api mengerjai Yasinta sampai anda membawa laki-Laki tadi sebagai saksi, tapi apa, malah lebih malu anda kan? jangan-jangan Anda suruh cowok tadi bersaksi dengan bayaran tubuh anda ya nona" serang balik Dodo yang mulai merasakan arogansinya meta.


"sementara Anda lihat Sinta, dia memang sedih dan terpukul, tapi dia dilindungi oleh laki-laki yang bertanggung jawab dan menghormatinya. bahkan laki-laki tadi menilai janda seperti Yasinta lebih mulia daripada gadis seperti anda. Jadi jangan suka berulah lagi nona, apalagi berhubungan dengan pak Daniel bos saya ataupun Yasinta karyawan kami. anda akan menyesal. Sekarang seperti kata pak Daniel anda harus pergi dari sini" ucap Dodo nenunjukkan gerbang pintu keluar sambil manggil satpam yang sekaligus tukang parkir disana.


"pak, tolong Carikan nona ini taxi"


"baik pak" ucap sang satpam


Tidak berapa lama taxi pun datang dan Dodo langsung membuka pintunya dan mempersilakan meta masuk. Setelah pintu taxinya tertutup Dodo kembali menemui Daniel.

__ADS_1


__ADS_2