CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 128 USG 21+


__ADS_3

21 +


Harap bijak dalam membaca, ini hanya menyesuaikan alur cerita 🙏


Yasinta benar-benar dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dikehamilan keduannya. papi, om Riadi, kembar dan juga para pembantu semua fokus ke kehamilan Yasinta. Dan yang paling utama adalah suami tercintanya Daniel arganta.


Hampir Setiap hari Daniel menyuapi Yasinta makan dan memastikan dia istirahat. Barulah Daniel mengurus urusan kantornya. Syukurnya Dodo sangat bisa diandalkan sehingga dia bisa mengurus istrinya dahulu.


"Sayang, mandi yuk, kita mau ke dokter lho, kan jadwal periksa"! ujar Daniel menc.umi wajah istrinya.


"emank iya ya"


"tuh lihat tanggalan disana" Daniel memang rajin menandai kalendernya.


Yasinta bangun dari tempat tidurnya, lalu dia membereskan tempat tidur mereka. Sementara Daniel sudah menyiapkan air di bath up seperti biasa, walaupun Yasinta menolak perlakuan Daniel, tapi dia selalu kalah.


"Sayang, ayo mandi" ucap Daniel dipintu kamar mandi saat dia melihat Yasinta yang sedang bercermin sambil mengusap perutnya.


"kak, aku jelek banget ya, perutku sampai begini" ucap Sinta masih melihat ke cermin.


"sayang, kamu itu sangat seksi tahu ngga" ucap Daniel sambil mem.luk perut Yasinta dari belakang. Melihat Yasinta hanya dengan jubah mandi sambil bercermin membuat Daniel merasakan getaran dalam tubuhnya.


"Sayang, melihatmu begini membuat sesuatu tak terkendali" bisik Daniel lembut ditelinga Yasinta. Daniel sudah mulai melakukan aksinya dengan meng.cup tengkuk Yasinta membuat siempunya juga merinding tapi suka.


"Kaka ahh" lembut suara Yasinta malah memacu Daniel untuk menyusuri sepanjang leher jenjang Yasinta serta kedua tangannya bekerja dibagian depan. Tidak hanya sampai disana Daniel sudah membuka jubah mandi Sinta dan melemparkanya entah kemana. Daniel sudah dipenuhi ha.ratnya sehingga akal sehatnya yang mengatakan kasian anaknya kalah.


Daniel masih menyusuri setiap inci tubuh Sinta saat tiba-tiba Yasinta berbalik karena merasakan sesuatu yang menegang dibagian belakangnya. Dia me.e.ang benda tersebut serta mengelus-elusnya dengan hati-hati dan penuh perasaan. Ternyata hal itu semakin membuat Daniel merasakan kenikm.tan, dia tidak kuat dan kalah oleh hati nuraninya. Dia langsung merapatkan Yasinta Kedinding dan memasukkan jarinya kedalam sana. Yasinta mend..ah nikmat, mungkin ini juga adalah bawaan bayinya, sehingga sekarang ini malah Yasinta yang selalu ingin disentuh oleh Daniel.


"sayang kalau sakit bilang ya"


"hmmmm" jawab Sinta singkat


Dengan perlahan Daniel meneruskan permainan mereka. Hampir setengah jam barulah keduannya t.ntas dan langsung masuk kamar mandi.


"sayang, kamu merasakan ada yang sakit ngga" tanya Daniel sedikit khawatir


"ngga kak, malah enak" goda Sinta senyum manis.


"aduh sayang kamu mulai nakal ya, membuat aku gampang terpancing dan menginginkanmu lagi" ucap daniel sambil menci.mi Yasinta.


"masa" godanya lagi


"iya sayang, padahal udah selalu aku tahan lho, jangan sampai mengganggu anak kita, tapi aku kalah tahu ngga" ucapnya sambil menggosok punggung istrinya.


"melihat punggungmu begini ingin rasanya aku makan kamu lagi" ucap Daniel tapi hanya disenyumi oleh Sinta.


"ntar ya papa, kalau kami sudah keluar, papa m.in aja tiga r.nde" malah ucap Sinta menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"iya benar, nanti papa pokoknya tiga r.nde setiap malam" ucapnya sok serius.


"ihhhh papa langsung serius kalau urusan itu" ucap Yasinta dengan mimik lucu.


"hehehe kamu tuh tahu" ucap Daniel malahan


"ihhh mesum tahu"


"emank tahu mesum, tapi kan sama istriku doank"


"udah ah, nanti kelamaan masuk angin aku" ucap Yasinta bangkit, jangan lupakan juga Daniel pasti langsung menuntun istrinya.


Setelah selesai drama mandi pagi ini, mereka sudah berpakaian rapi dan turun ke meja makan. Ternyata disana masih ada pak Riadi yang baru pulang antar sikembar.


"tumben Sinta ikut, mau kemana"?


"mau periksa om" ucap Daniel sambil menyuapi Yasinta.


"ohhh mau periksa, sudah tahu cewek apa cowok belum"? tanya pak Riadi serius.


"belum om, kejutan ajalah. mau cowok lagi juga ngga apa-apa, biar ramai"? ucap Daniel masih sambil nyiapin.


"iya om setuju itu, cuma kalian kan udah mau belanja perlengkapan bayi, biar sedikit ada gambaran dikit"


"ohhh itu gampang om, ambil warna-warna netral aja" ucap Daniel enteng, tapi beda lagi dengan Yasinta dalam hati sekarang dia ingin tahu jenis kelamin anaknya saat USG nanti.


Setelah selesai sarapan Daniel dan Sinta bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.


"om kami jalan dulu ya, takutnya dokter Cyntia juga nungguin"


"ya sudah, kalian hati-hati, om lihat Sinta itu udah gampang cape, jangan dipaksakan pelan-pelan" pesan pak Riadi


"iya om" kali ini Sinta yang menjawab


Tidak sampai tiga puluh menit perjalanan mereka sudah tiba di ruangan dokter Cyntia.


"pagi Bu Sinta, pak Daniel, apa kabar? apa ada yang dirasa Bu Sinta"? tanya dokter Cyntia beruntun


"pagi dok, tidak ada keluhan, cuma hari ini kan jadwal periksa" jawab Yasinta


"baik Bu, mari naik" ucap dokter Cyntia yang didampingi oleh dokter citra


Daniel membantu Yasinta naik ketempat tidur lalu dia rebahkan di ranjang pasien itu.


Seorang perawat langsung mengolesi gel diperut Yasinta. Dokter Cyntia langsung meletakkan alatnya ditempat yang dikasih gel tadi, lalu memutar dan menggeser alatnya itu sambil menatap monitor komputer.


"Kedua bayinya sehat pak Bu, detak jantungnya juga bagus kok" jelas dokter Cyntia.

__ADS_1


"masih bisa lihat jenis kelaminnya dok" tanya Yasinta tiba-tiba


"lho kemarin katanya kejutan Bu" ucap dokter Cyntia sambil senyum.


"iya sayang, kemarin kamu bilang biar tahunya pas lahir aja" ujar Daniel


"aku ingin lihat kak" ucap Sinta yakin.


"dilihat aja deh dok, toh kita akan bersyukur kok mau cewek atau cowok, tapi kita kan harus persiapan" ucap Sinta lagi dengan yakin.


"baik Bu, pak, kita lihat ya"


"iya dok"


"Anaknya cewek dua-duanya pak Bu, tapi ini tetap masih ada kemungkinan salahnya walaupun kecil, karena yang paling tahu hanya yang maha kuasa pak, Bu" jelas dokter Cyntia.


"hahhh cewekkkk, " ucapnya girang. "syukur deh, anakku dua cowok dua cewek" ucap Yasinta sangat bahagia.


"iya sayang" ucap Daniel sambil memeluk Yasinta karena terharu.


"kamu tahu ngga, kamu memberikan banyak banget kebahagiaan dalam hidupku sayang" ucap Daniel masih menciumi kepala Yasinta.


"Baik Bu, untuk pemeriksaan berikutnya dua Minggu lagi ya Bu, tanggal sekian"


"Tolong dijaga pola makan sehat dan banyakin istirahat ya Bu, kontrol juga emosinya, karena mood ibu hamil gampang berubah ya pak" jelas dokter Cyntia.


Daniel sangat antusias mendengarkan penjelasan dokter.


"Dok, sekarang istri saya gampang banget nangis, apa itu termasuk seperti bawaan hamil dok"


"bisa jadi pak, orang hamil itu kadang permintaanya ada yang diluar nalar sehat, dan malah bisa menyukai sesuatu yang biasa dia benci" jelas dokter Cyntia.


"ohhh begitu ya dok"


"iya pak, jadi tolong dipahami istrinya ya"


"baik dok"


Hai readersku,


like


coment


dan vote ya.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2