
Hallo semua, dukung terus author ya, dan semoga kalian suka dengan ceritanya. terimakasih.
I LOVE YOU ALL🙏🤗
Mendengar penuturan Yasinta tentang penolakan, Daniel jadi ingat bagaimana dendamnya selama ini.
"kenapa kamu bicara begitu"
"ayolah kak dan, aku tahu sekarang kita tidak seperti dulu lagi. aku tahu papiku pernah salah mengambil keputusan. jadi aku ingin kita jangan fokus lagi kemasa lalu, kita jalani aja yang masa sekarang, kak Daniel sudah sukses sudah seharusnya berada pada jalur kesuksesan itu. Begitu juga saya sudah seharusnya saya hidup dijalur karyawan bersama anak-anak saya"
Sejujurnya Daniel sangat sedih mendengar penuturan Yasinta, yang merasa bahwa antara dia dan Daniel sekarang ada jarak karena status ekonomi.
Daniel menarik tangan Yasinta dengan posisi mereka sama-sama duduk dikasur tipis itu.
"ayolah Iyas, segala sesuatu bisa diperbaiki kalau kita sama-sama niat memperbaikinya.
Yang aku mau sekarang tolong kamu berbagi cerita sama aku, jangan tanggung sendiri"
"terlambat kak, aku malah sudah berhasil membawa beban yang berat itu bertahun-tahun lamanya, sampai aku tidak mampu berdiri tapi tidak ada pilihan, aku harus berjalan dengan beban yang sangat tidak bisa aku tanggung dan sekarang aku sudah menganggap beban itu berkat", ucapnya tersenyum tapi airmatanya mengalir deras.
'iyas, sebegitu menderitanya kamu selama ini, sampai kamu sudah tersenyum padahal airmatamu mengalir, kamu sampai harus berdamai dengan keadaan yang menyakitkan' batin daniel
"Iyas" airmata Daniel juga sudah mulai memenuhi bola matanya hanya saja tidak sampai jatuh, karena Daniel adalah laki-laki.
"jangan kembali ke masa lalu pak Daniel, nikmatin hidupmu yang sekarang. pak Daniel sudah punya segalanya, pak Daniel pasti akan jauh lebih bahagia. Hanya satu permintaanku, itupun jika masih boleh atau layak saya memintanya, jangan benci saya maupun orang tua saya. Karena itu semua sudah takdir yang tidak bisa kami tolak" ucap Yasinta tegas menganggap Daniel atasannya bukan tempatnya untuk berbagi cerita.
"lalu dimana papimu sekarang"
Yasinta menoleh sekilas kearah Daniel.
"untuk apa bapak bertanya tentang papiku, bapak mau menunjukkan bagaimana keadaan berbalik sekarang? bapak mau menunjukkan bahwa pak Daniel sekarang sudah kaya raya? atau mau meledek papiku dengan keadaannya?" cecar Yasinta tersenyum miring
__ADS_1
"Iyas"
"kalau bapak berpikir begitu berarti bapak dengan papi saya sudah impas. dulu papi mengatakan bahwa bapak cowok ngga bisa bahagiain aku, dan sekarang anda ingin mengatakan papiku orang tua ngga berguna karena ngga bisa ngebahagiain anak, iyakan"?
"Iyas"
"cukup pak, saya sudah bilang jangan buka lembaran kusam saya, karena saya sudah menguburnya. dan sekarang saya hanya ingin bekerja untuk menghidupi anak-anak saya. Jika bapak masih bermurah hati saya hanya ingin memohon untuk meringankan finalty dari kontrak itu, lalu kembalikan saya ke pabrik. bukankah saya masih tetap bawahan bahkan kuli bapak"
"kenapa kamu sekarang jadi begini Iyas"
"keadaan mengajariku pak, kepahitan mengajariku banyak hal"
"baiklah Sinta aku akan turutin kemauan kamu untuk kembali ke pabrik asal kamu turutin juga permintaanku ini" Daniel akhirnya mengalah
Yasinta menoleh ke wajah Daniel, dia melihat kesedihan juga disana.
"apa pak, katakan"
Yasinta berpikir sejenak, apa yang harus dia ceritakan. Tapi sekejap dia berpikir apa yang harus dia sembunyikan, ceritakan aja apa adanya.
"baiklah akan saya ceritakan, tapi setelah aku ceritakan tolong kembalikan saya ke pabrik dan tiadakan finalty itu, setelah itu jangan ada komunikasi lagi selain pekerjaan"
"hmmmm" pikir Daniel karena menurutnya sekarang mendingan nurutin Yasinta dulu.
Lalu Yasinta mulai bercerita tentang orang suruhan papinya yang datang kerumah mereka dengan Daniel sampai begitu sadar ternyata dia sudah ada disingapura disekap dalam hotel mewah. Lalu besok Sorenya sudah direncanakan mereka makan malam dengan keluarga Fariza yang ternyata adalah Diandro Fariza, laki-laki yang selalu mengejarnya saat SMA, sampai-sampai karena merasa terganggu Yasinta melapor ke guru. Dan akhirnya Diandro di skors oleh sekolah yaitu harus pindah. Dan saat makan malam itu Yasinta pingsan dan dibawa ke dokter, kata dokter ternyata Yasinta hamil.Keluarga Fariza merasa dijebak dengan kehamilan itu, sehingga ayahnya sangat marah dan menghancurkan perusahaan papinya Yasinta yang memang sedang dalam kesulitan parah. Tidak sampai disitu rumah mereka juga jadi beralih menjadi milik keluarga Fariza beberapa bulan kemudian. Saat hamil empat bulan mereka harus keluar dari rumah itu. Karena terlalu berat mami meninggal saat kami ingin pindah, sehingga kami memohon untuk bisa tinggal sampai seminggu setelah pemakaman mami.
Daniel mendengar cerita Yasinta dengan seksama. Mimik wajahnya juga berubah-ubah mendengar cerita Yasinta.
"Berarti saat pergi dari rumah kita kamu sedang hamil anakku Iyas" ucap Daniel terharu
Yasinta hanya mengangguk tanpa berusaha memperjelas lagi, karena dia juga tidak butuh apa-apa lagi dari Daniel kalau menyangkut anaknya.
__ADS_1
"dan berarti mami meninggal saat kamu hamil lima bulan"
"iya" ucap Yasinta yang sudah menangis dari tadi. Mengingat masa lalunya memang selalu menguras airmata Yasinta.
"Jadi Diandro yang kemarin jadi partnernya meta itu adalah cowok yang mau dijodohkan papi sama kamu, dan cowok itu ternyata pernah mengejar-ngejar kamu"
"iya" jawab Yasinta singkat
'Ya ampun Sinta, laki-laki apa aku ini, aku malah sangat membenci kamu dan menyumpahi kamu waktu itu. padahal ternyata kamu juga dalam kesusahan yang lebih parah' batin Daniel
"Iyas, maafin aku ya, aku ngga ada saat kamu kesulitan begitu dan kemarin aku sempat berpikir kalau cowok itu benar-benar pernah kamu jebak"
"hehhhh tidak apa-apa pak, kan saya sudah bilang itu bukan salah bapak, takdir yang sudah membuat saya begitu"
"tetap aja, berarti saat kamu hamil cobaanmu sangat berat, dan kemarin saya tidak bisa bela kamu sama sekali karena saya belum dengar ceritamu"
"hahaha bukan hanya berat lagi pak, mami pergi, rumah habis, usaha papi habis, aku sampai berpikir dulu bagaimana nanti aku kasih makan anakku, apalagi aku hamil kembar. boro-boro susu hamil dan nutrisi ibu hamil lainya bisa makan aja saat saya lapar sudah syukur" ucapnya tersenyum miring yang membuat hati Daniel makin tercabik-cabik.
Mereka terdiam tidak ada yang bicara untuk beberapa saat. Yasinta masih terisak sekali-sekali karena harus mengingat masa-masa pahit itu lagi.
"Iyas, apa boleh aku bertemu anak-anak kita" ucap Daniel memohon sambil melihat figura foto ditangannya.
"maaf pak, tadi perjanjian kita tidak akan berkomunikasi lagi selain urusan kerjaan" tegas Yasinta
"Sinta, tolong jangan hukum aku dengan cara begini, aku tahu aku yang salah, tidak berusaha mencari penjelasanmu dulu dan latar belakang papi melakukan itu. maafkan aku, tapi biar bagaimanapun mereka adalah anakku Iyas"
"terimakasih untuk pengakuan itu kak, itu aja sudah cukup buat batin mereka, setidaknya mereka tidak ditolak", lalu mereka kembali terdiam sejenak.
"siapa nama mereka Iyas" tanya daniel
"Loan daniyas dan Leon daniyas"
__ADS_1
"nama yang bagus daniyas itu pasti nama kita berdua" ucap Daniel bangga sementara Yasinta tidak ingin menanggapi karena itu memang benar.