
Hai hai hai redaers, jangan lupa like dan commentnya ya. terimakasih.🙏🤗
Tidak terasa mereka sudah sampai didepan cafe Rio.
"ayo" ucap Daniel dan ingin menggandeng tangan Yasinta masuk ke dalam cafenya Rio.
Disinilah perasaan Yasinta sedang diuji. Dia ragu menerima uluran tangan Daniel. Dia takut dia meraih tangan Daniel, lalu nanti ada orang yang tiba-tiba menghempaskan tangannya dan menggenggam tangan Daniel.
Tidak bisa Yasinta pungkiri kalau cara-cara Daniel seperti sekarang ini membuat hati yasinta tidak bisa diajak kerja sama. Hatinya sedang sangat bergetar berpesta pora sekarang.
"Ayo" ulang Daniel dan langsung meraih tangan Yasinta. Tidak ada penolakan dari Yasinta tapi Daniel bisa merasakan kalau Yasinta sedikit tegang.
'Maafin aku sin, mungkin harus ada sedikit pemaksaan baru kamu mau menoleh lagi sama aku, aku hanya ingin kamu buka hati kamu yang sudah kamu tutup' batin daniel
Mereka melangkah bersama masuk ke dalam cafe milik Rio. Daniel langsung memencet handphonenya dan mencari kontak Rio.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"ha.." belum sampai bilang halo sudah dipotong sama Daniel.
"aku sudah dibawah"
"oke" lalu panggilan itu putus.Rio langsung bergegas ke lantai bawah.
"Hei bro, tumben Lo santai" tanya Rio sambil melihat pegangan tangan Daniel dipergelangan tangan Yasinta.
"kalau sudah bucin emang kayak ABG ya" ucap Rio lagi melirik tangan Daniel. Yasinta sebenarnya ingin melepaskan tangannya pelan-pelan tapi Daniel malah mengeratkan pegangannya.
"susah ngomong sama Lo, kelamaan jomblo"
"hehehe kayak Lo ada yang punya aja, Sinta juga belum tentu mau" pancing Rio melihat wajah Yasinta. Tapi Sinta bukan gadis yang gampang lupa diri, bawaannya yang tenang membuat orang susah menebak isi hatinya.
"tunjukin meja gua" Daniel mendorong tubuh Rio sedikit.
"cihhhhh yang lagi titik-titik, " ledek Rio lagi
"Ayo sin ikutin saya" malah Rio sengaja memancing emosi Daniel dengan mengajak Yasinta.
Tapi gimana Yasinta bergerak sementara tangannya dipegang erat sama Daniel.
Akhirnya Rio berjalan didepan, Daniel dan Yasinta berjalan mengikutinya naik kelantai dua.
__ADS_1
"ini bos mejanya, private kan, bayar double Lo ya" canda Rio sambil senyum dan berlalu keluar.
Tinggallah Yasinta dan Daniel kembali agak kaku.
"ada menu yang kamu inginkan" tanya Daniel mencairkan suasana sedikit.
"apa kamu masih penggemar ice cream" lanjutnya yang dijawab gelengan oleh Yasinta.
"Sejak hamil kembar aku sudah usahakan benci ice cream" jawab yasinta
"kenapa" tanya Daniel heran campur ingin tahu, apa mungkin Sinta ingin melupakan kenangan-kenangan mereka yang sering beli ice-cream, atau Sinta ingin melupakan Daniel.
"karena ngga sanggup beli, kalau ingin terus kasian anakku ileran" jawab Yasinta santai dan tenang
deg
Hati Daniel kembali dicambuk mendengar itu. bahkan Yasinta harus menekan rasa sukanya sama ice-cream supaya tidak ingin.
'Bagaimana rasanya Daniel, kamu senang kan Sinta menderita, sampai dia ngga sanggup beli ice-cream' batin Daniel sambil tersenyum miris.
"sin, sekali lagi maafkan aku, aku memang laki-laki ngga berguna, harusnya saat kamu hamil kembar akulah yang harus menuruti permintaanmu, tapi aku ngga pernah melakukan itu" ucap Daniel penuh sesal
"ngga apa-apa bukan salah kak Daniel, takdir yang mempermainkan kita",
"hehehe sudahlah kak semua sudah berlalu, sekarang saya sudah cukup nyaman dengan keadaanku yang sekarang, Yasinta yang baru, saya butuh waktu berapa tahun untuk menerima keadaan ini," ucap Yasinta kembali sedih.
Saat mereka sedang asyik cerita masuk tiga orang waiters yang membawakan menu khusus mereka atas pesanan Rio.
"silahkan pak Bu" ucap mereka sopan
"terimakasih" ucap Yasinta
"kak Daniel banyak banget, ini buat kita berdua doank"
"iyalah, buat siapa lagi. ayo kamu nikmatin pelan-pelan" ucap Daniel
Daniel langsung mengambil menu udang dan membuang kulit luarnya. Lalu dia ingin suapkan ke mulut Yasinta.
"Dulu kamu paling malas ngupas udang kan, jadi kalau kita makan udang pasti kamu akan membujukku untuk mengupasnya, dan aku selalu merindukan hal itu, makanya aku sering mengajak kamu makan seafood ,ingat ga" tanya Daniel berusaha membuka cerita
Yasinta tersenyum kecil dan menatap kembali makananya.
__ADS_1
"aku sudah berusaha untuk tidak suka udang" jawabnya singkat tidak menerima suapan dari Daniel.
Jlebbbb
Daniel kembali terhempas, apa mungkin tidak suka udang gara-gara tidak kebeli lagi.
'Ya ampun Tuhan, dosa apa aku dulu sampai aku dihukum begini banget, anakku ngga bisa makan seafood gara-gara ngga kebeli' tangisnya dalam hati.
"tapi kembar" Daniel jadi ingat kembar yang sangat suka seafood
"ya itulah, apa yang berusaha kuhindari malah kesukaan kembar. aku hindari ice-cream malah mereka candu, aku hindari seafood malah kesukaan mereka", jelasnya.
"berarti sama seperti dulu kita menikmati kebersamaan saat makan seafood, mungkin kedepannya kita akan bersama dengan kembar menikmati makanan seafood"
Yasinta hanya diam, tidak memberi tanggapan lagi. Dia langsung mulai makan dengan olahan cumi yang tinggal sendok.
Tapi Daniel tidak putus asa, dia tetap mengupasi udang untuk Yasinta dan dia taruh dipiring Yasinta. Dia tanpa bicara lagi mengupas sampai banyak di piring Sinta, barulah dia kupas untuk dia sendiri.
Yasinta juga sudah tidak menolak, dia mulai makan udang yang telah dikupas Daniel. Pelan-pelan tapi lama-lama habis. Begitu habis Daniel kupasin lagi, bahkan dia berhenti makan dulu sebentar.
'Maaf Iyas, Maaf, hanya itu yang bisa aku katakan sekarang, aku sudah dihukum sin dengan melihat semua yang kamu alami, ternyata selama ini cintaku dibalut dendam ku sehingga aku lupa mengartikan cintaku, aku pikir itu semua dendam, padahal itu adalah cintaku yang tak pernah padam' batin daniel
"ayo Iyas, kita habiskan ini, sayang kalau tersisa." ucap Daniel masih tetap berusaha becanda supaya Yasinta sedikit rileks dan ngga kaki.
Lagi-lagi Yasinta hanya diam tapi tetap makan walau hatinya sangat bingung dengan semua perlakuan Daniel.
Disatu sisi Yasinta sangat menikmati perhatian Daniel, hatinya sangat bergetar hebat walaupun sudah dia tekan. Tapi disatu sisi dia masih belum percaya diri kalau Daniel menerima dia dengan segala masalah masa lalu mereka karena kesalahan papi Yasinta.
"ayo, jangan bengong, kita habiskan ini, pelan-pelan aja." ucap Daniel lagi.
"hmmm" jawab Sinta berdehem doank
"Iyas, boleh ngga aku minta sesuatu sama kamu"? tanya Daniel serius
Yasinta terdiam sejenak, tidak jadi menyendok nasi ke mulutnya. lalu dia memberanikan diri menatap Daniel.
"minta apa", ucapnya pelan
"tolong buka hatimu untukku Iyas, tolong jangan tutup hatimu untukku, biarkan aja seperti dulu aku mengejarmu, mengejar cintamu." Daniel terdiam sejenak dan menatap Yasinta.
"aku akan mengejarmu lagi, bukan hanya karena kembar, tapi karena aku masih mencintaimu, masih sayang sama kamu, hanya saja selama ini terbalut dendamku, sehingga menutup mata hatiku" lanjutnya
__ADS_1
Terimakasih ya untuk like dan comentnya.🙏🤗