
"Terus habis dari sini kamu mau langsung pulang"
"ngga belum, setelah dari sini saya beresin kontrakan ku dulu. saya pulangnya besok pagi, karena kalau sore takut kemaleman dijalan"
"barang-barang kamu" tanya Daniel berharap Yasinta menyuruhnya membawa barang-barangnya di mobilnya. Tapi jawaban Yasinta polos apa adanya.
"barangku cuma sedikit pak, cuma satu tas doank"
'Kenapa kamu tidak mau minta tolong sama aku sin, kenapa kamu sekarang jaga jarak. Apa tidak ada harapan buat aku sin, padahal aku berharap kamu suruh membawa barang-barangmu pulang kesana' batin daniel
"terus nanti malam kamu tidur dimana"?
"ya di kostan akulah kak, aku masih berhak disitu sampai awal bulan" jawabnya polos
Daniel tampak berpikir sejenak lalu memencet box telepon di mejannya.
"kamu keruangan aku sekarang"
"baik pak"
Tidak berapa lama tok tok tok
"masuk"
"ya pak"
"sudah kamu urus semua"
"sudah pak, saya sudah telepon pak agung, mba Sinta akan di posisinya yang dulu sampai pak agung mendapatkan posisi yang pas"
"jadi dia tinggal masuk kerja"
"iya pak"
"oke kamu bisa keluar sekarang"
"baik pak"
"Iyas,urusanmu sudah kelar di kantor, boleh ngga kita makan siang bersama hari ini"
Yasinta terlihat ragu untuk menjawab, karena sebenarnya dia tidak bisa menata hatinya kalau berdekatan dengan Daniel. Tapi mengingat Daniel sudah baik juga membebaskannya dari finalty itu akhirnya Yasinta pun setuju.
"tapi saya beresin barangku dulu biar nanti aku tidak usah ke kantor lagi"
"hmmm kalau perlu bantuan bilang aja, ntar Dodo yang atur"
"iya kak, terimakasih, kalau begitu saya keluar dulu"
"iya silahkan"
Setelah Yasinta keluar ruangannya Daniel langsung telepon Rio temannya.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo bos"
"bas bos bas bos aja Lo, dimana kamu"?
"ya di cafelah, dimana lagi"
"hmmmm kebetulan,"
"kebetulan apaan Lo"
__ADS_1
"bro aku mau ajak Sinta makan siang, aku ingin pesan dong satu private room, aku ingin bicara banyak soalnya sama dia, pokoknya aku harus clear-kan semua bro karena besok dia sudah kembali ke pabrik"
" Tumben Lo lepasin"
"ngga tahulah bro, sebenarnya aku ingin yasinta tetap disini tapi melihat kedua anakku, aku jadi berpikir untuk mendekati Yasinta pelan-pelan aja, by proses"
"kenapa ngga langsung sikat aja, kalian masih suami istri, kamu juga jomblo akut, apa kamu berat ninggalin bahenol Cyntia"
"gila Lo, kenapa ngga buat Lo aja tuh Cyntia"
"maaf bro, biarpun dulu aku suka petualang aku sudah tobat, aku ingin cari yang seperti Yasinta, masih ada stock ngga"
"cari sendiri"
"sialan Lo ngga mau bantu teman"
"ya sudah nanti saya kesitu, siapin menu yang enak",
"biarpun menunya ngga enak kalau sama doi gebetan jadi enak bro"
"Kayak ABG tua Lo"
"itulah gambaran Lo sekarang, aku jatuh cinta sama jandaku" ledek Rio
"sialan Lo, kami ngga pernah cerai tahu"
"tapi Lo puasain dia bertahun-tahun" goda Rio terus
"ah cape ngomong Ama Lo, sudah" ucap Daniel sudah memutus sambungan telepon mereka.
'Rio benar Sinta, aku jatuh cinta lagi sama kamu, bahkan mungkin sekarang cintaku lebih besar membuatku seperti ABG lagi' batin Daniel
'Aku ngga siap kehilangan kamu lagi Sinta, ini bukan semata-mata karena kembar, tapi karena aku masih sangat mencintai kamu' gumamnya
Yasinta menyalami semua satu kantor Daniel dan minta maaf kalau ada kesalahan selama kerja.
tok tok tok
"masuk"
"maaf kak, mengganggu"
"ya ampun, kamu tuh ya, siapa yang terganggu. kamu sudah selesai", tanya Daniel
"sudah kak, saya sudah pamit sama semuanya, sekarang saya ingin antar motor saya ke kostan dulu supaya besok saya tinggal go" jelas Yasinta.
"kasih kunci motormu"
"buat apa kak"
"nanti satpam yang anterin"
"tidak usah kak, jangan merepotkan yang lain"
"ngga merepotkan, ini jam kerja, dan yang mereka lakukan sesuai perintah bosnya, apa yang salah"
Sinta akhirnya mengalah, dia sama sekali tidak berani menatap Daniel, dia takut melihat mata Daniel, dia ngga bisa menahan gejolak hatinya, karena tatapan Daniel yang penuh cinta akan membuatnya lemah, padahal dia ngga yakin lagi dengan cinta itu.
"ini kuncinya kak"
"nah begitu donk"
Daniel langsung pencet interkom ruangan Dodo.
__ADS_1
"keruanganku sekarang do"
"baik pak"
Tanpa mengetuk pintu karena terbuka sedikit Dodo langsung masuk.
"iya pak, ada apa ya"?
"suruh satpam antarkan motor sinta ke kostannya, nanti kuncinya kamu pegang dulu"
"baik pak"
"saya dan Sinta mau makan siang, kamu ngga usah ikut, kalau masih bisa kamu handle disini ngga usah hubungi saya"
"baik pak"
"Ayo sin, motormu pokoknya nanti sudah ada di kostanmu"
"iya kak"
Daniel berjalan keluar dari ruangannya diikuti Yasinta. Lalu masuk lift khusus petinggi perusahaan. Begitu sampai bawah semua karyawan membungkuk hormat.
Sopir sudah menyiapkan mobil di lobby atas perintah Dodo saat bosnya menuju ke bawah.
"sini kunci mobil pak, saya nyetir sendiri aja" ucap Daniel yang tidak ingin ada orang lain di mobil itu saat berdua dengan Yasinta.
"ini pak" ucapnya membungkuk dan memberikan kuncinya.
Lalu Daniel membuka alarm mobilnya dan membuka pintu untuk Yasinta.
"masuklah" ucap Daniel santai, sementara Yasinta jadi malu sama karyawan di bawah yang melihat mereka. Lalu Daniel mengitari mobilnya dan duduk dibelakang kemudi.
Mobil Daniel keluar dari pelataran parkir gedung kantornya, bergabung dengan jutaan mobil di jalan raya.
"kita makan dicafenya Rio ya, kamu sudah lapar belum"
"belum kak" bohongnya
"Iyas, kalau boleh saya tanya gimana perasaanmu sekarang sama aku. Maksudku apa kamu sangat benci aku",
Yasinta diam mendengar penuturan dan pertanyaan Daniel.
"Atau di dalam hatimu sudah tidak ada tentang kita lagi, sudah terhapus semua karena kesalahanku" tanya Daniel lagi
"apa maksud kakak" Sinta tetap aja bertahan datar.
"apa yang harus aku lakukan untuk mengambil hatimu lagi Iyas" tanya Daniel sambil nyetir
Yasinta diam mendengar pernyataan Daniel. Sejujurnya hatinya masih sangat bergetar di dekat Daniel, tapi dia takut, dia sedikit sudah tidak percaya diri lagi semenjak ada noda kesalahan papinya.
"Iyas, apa tidak bisa kamu maafkan kesalahanku,"? tanya Daniel
"Seandainya dulu aku tahu kamu tidak menikah dengan siapa pun aku pasti terus mencarimu, tapi melihat fotomu sedang berada disingapura sementara mamimu disini baik-baik aja membuat hatiku geram sin, aku benci, aku marah dan aku dendam" tutur Daniel
"Tapi entah kenapa begitu ketemu kamu, aku ngga bisa membenci kamu, melihatmu menangis aku lebih sedih lagi, aku ngga kuat melihat kamu sedih dan mata menahan tangis, aku hancur sin, dan puncaknya adalah diulang tahunku. Aku benci meta, aku benci kamu, kenapa kamu ngga melawan, kenapa seolah mengiyakan kalau kamu menggodaku padahal kamu tidak melakukan itu, kenapa. Ditambah lagi soal kembar, kenapa kamu ngga bilang padaku"? Daniel sudah tampak sedih
"Apa menurutmu waktu itu aku bisa membela diri, apa orang percaya padaku, apa kamu percaya padaku yang bahkan aku pikir kamulah sekutunya meta untuk menyerangku"
"ya ampun Sinta, sebejad-bejadnya aku, tidak mungkin aku melakukan itu sama kamu, hatiku pasti ngga bisa Sinta"
"kumohon mulai sekarang bicaralah kalau ada yang mengganggumu"
"hmmm"
__ADS_1
Hai readersku, like dan coment ya, terimakasih.
I LOVE YOU ALL 🙏🤗