CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 39 DIA MANTAN ISTRIKU


__ADS_3

Setelah taxi yang dinaiki meta keluar dari parkiran cafe milik Rio, Dodo langsung masuk lagi dan langsung menemui Dodo.


tok tok tok


"hmmmm masuk"


"permisi pak, apa bapak tidak akan ke acara lagi" tanya Dodo hati-hati


"apa wanita iblis itu sudah pergi do"


"sudah pak, tadi sudah saya naikin ke taxi"


"saya sudah melakukan kesalahan yang fatal telah mempercayai meta do" ucap Daniel hampa seperti untuk diri sendiri.


"Dia tidak berubah, dia selalu aja ingin menjatuhkan Yasinta. Dan bodohnya aku lagi, aku membiarkan dia melakukan itu dihadapan ku, di dalam acaraku do" lanjutnya menunduk. Terlihat wajah yang sangat sedih disana.


"Saya memang sudah tidak perduli Yasinta nantinya membenci saya atau mengira itu rencana saya, yang saya sesali hanya mengapa saya harus menyaksikan semua itu didepan mata saya tanpa bisa berbuat apa-apa. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Sinta menahan semua itu do, tanpa ada perlawanan dan pembelaan. Kenapa dia tidak melawan do, kenapa? kenapa dia tidak membela dirinya sekalipun dia berbohong" ucap Daniel dengan airmata yang sudah menetes. Terserahlah dia dibilang laki-laki cengeng, tapi Dari tadi hatinya sudah sangat sesak, dan sekarang semua dia tumpahkan dihadapan Dodo.


"Aku laki-laki pengecut kan do" ucapnya lemas.


"Hanya karena dia meninggalkan aku dulu, aku jadi tidak membelanya tadi padahal dia tidak pantas digituin. Padahal dulu Yasinta itu selalu membela orang yang teraniaya do. Dia itu sangat baik, hanya satu cacatnya dia pergi demi laki-laki itu dan menghancurkan pernikahan kami" ucap Daniel


deg


'berarti benar Yasinta itu mantan istri bosku, tapi mereka bisa terlihat biasa aja, walaupun kadang memang pak Daniel terlihat sering melirik yasinta.' batin dodo


"maaf pak, maksud bapa Yasinta mantan istri bapak"


"iya do, dialah mantan istri saya"


"tapi, tapi maaf pak, maksud saya" Dodo agak gugup juga untuk bertanya.


"maaf pak, bukan maksud saya untuk menilai, tapi saya lihat Yasinta itu wanita yang sangat baik dan punya prinsip. Dari berita yang saya dengar waktu dia dipabrik sangat banyak laki-laki yang ingin mendekatinya, tapi nggak satupun dia tanggapi. sampai kata pak agung dia dijuluki wanita tembok baja, karena susah ditembus"

__ADS_1


"iya, dia memang wanita baik do, mungkin dulu dia meninggalkan saya karena tekanan papinya yang gila harta"


"ohhh kalau itu sih bisa aja ya pak, dia jadi terjebak"


Mereka berdua diam sejenak, dengan pikiran mereka masing-masing.


"do, saya sudah tidak mood untuk gabung kedepan, tolong kamu dan Rio handle semua, saya ingin rebahan disini dulu"


"baik pak, bapak istirahatlah sebentar, saya keluar dulu"


Lalu Dodo keluar menemui para tamu Daniel dan menyampaikan permintaan maaf Daniel. Tidak lupa juga Dodo membagikan kartu nama Daniel siapa tahu ada berita tentang kampus mereka nantinya.


**


Sementara ditempat lain didalam mobil Bram Yasinta masih menangis sesenggukan walaupun matanya sudah bengkak. Kejadian hari ini membawanya kembali ke kejadian sekitar tujuh delapan tahun silam. Dia sampai tidak bisa bicara karena dadanya terlalu sesak. Dari berangkat dari cafe Rio Yasinta tidak ada bicara sama sekali. Tidak ada keluhan dan tidak ada kata marah sama sekali, dia hanya terus menangis. Dan Bram cukup tahu betapa beratnya ini buat Yasinta, tapi dia juga ngga bisa berbuat banyak karena ini urusan mantan suami istri.


Didepan salah satu taman Bram menghentikan mobilnya.


Yasinta masih terisak, tapi mendengar perkataan Bram dia jadi mengangkat kepalanya. Dia bersyukur saat paling terpuruk seperti sekarang ini Bram masih selalu menyemangatinya. Bram pasang badan untuk menyelamatkannya.


"Bram, apa kamu tidak malu punya teman seperti aku. Aku anak orang kaya yang bangkrut dan sekarang seorang janda dengan dua anak dan hidupnya pas-pasan" ucapnya serius


"Sinta, saya tidak pernah malu punya teman seperti kamu. Apa kamu orang susah atau bahkan orang yang seperti mereka bilang, aku tidak masalah Sinta, karena yang aku lihat adalah kamu Yasinta, cewek cantik dan super baik. kalau kamu melakukan sesuatu pastilah alasanmu sangat jelas dan demi menyenangkan orang lain. mungkin itu hanya salah satu alasan yang membuat saya bangga jadi temanmu Sinta, dan yang pasti aku tidak butuh alasan lain untuk menjadikanmu sahabat, karena seorang sahabat susah untuk dijelaskan pengertiannya. Hanya perlu hati yang saling memberi dan menerima" tutur Bram bijak


"Dulu aku sangat mencintai Daniel Bram, seluruh jiwa ragaku sudah aku berikan sama Daniel. Tapi takdir berkata lain, kami harus dipisahkan oleh papiku sendiri. Aku tidak menyalahkan Daniel atas semua yang terjadi, tapi aku tidak menyangka Daniel sedendam itu samaku, dia sampai menghabiskan uangnya untuk mempermalukan aku didepan teman-teman kampus kita dulu. Dia sampai bekerja sama dengan meta, cewek rese yang dari dulu selalu mengerjaiku. Saya ngga nyangka Bram, masa sih sedikitpun tidak ada lagi rasa kasih atau kasihan deh, dari Daniel" ucapnya sendu


"Sinta, maaf ya, kalau mungkin kamu kurang berkenan dengan pendapatku ini. Tapi biar bagaimana pun kamu harus kasih tahu Daniel tentang anak-anak kalian, siapa tahu dia jadi berubah pandangan sama kamu" ujar Bram


"tapi bagaimana kalau dia menolak kak. Aku tidak mau kedua anakku ditolak oleh ayah mereka kak. Mendingan aja tidak usah kasih tahu sekalian"


"iya itu juga pilihanmu sih sin, memang pasti berat juga kalau sampai kamu mendengar Daniel menolak anakmu, malah bisa jadi dia berpikir kamu ingin kembali sama dia dan mengikat dia dengan anakmu"


"iya kak Bram, saya sudah memikirkan jauh kedepan"

__ADS_1


"ya sudah,sekarang kamu fokus lagi kerja untuk anak-anak. hal tadi ga usah dipikirin lagi, toh sudah berlalu. dan aku yakin kamu pernah mengalami lebih dari yang tadi tapi kamu loloskan. sekarang pikiran kamu sudah sedikit longgar kan, biar kita pulang" bujuk Bram


"seandainya boleh, sekarang aku hanya ingin resign dari kantor itu kak dan kembali ke pabrik aja. Aku ingin tenang dengan anak-anak dan papiku, walaupun gajiku pas-pasan"


"ya sudah kamu minta lagi aja kembali ke pabrik"


"tapi saya sudah tanda tangan kontrak kak Bram, dan kalau melanggar saya dikenakan finalty yang sangat besar kak"


"memang berapa biaya finaltynya"


"lima ratus juga"


"gilaaa, biaya finalty karyawan sebesar itu"


"iya kak"


"sepertinya Daniel sengaja deh mengerjai kamu, dan ingin buat kamu tersiksa didekatnya"


"aku juga berpikir begitu kak"


"maaf sin, kalau uang sebesar itu aku belum bisa membantumu"


"aku tahu kak, seandainya kak Bram bisa juga belum tentu aku terima, karena aku ngga tahu gimana bayarnya. Biarlah aku jalani satu tahun ke depan kak, anggap aja saya lagi dipenjara, tidak peduli harga diri, tidak usah dengar suara-suara yang menjatuhkan dan juga mengabaikan yang dilihat mata, itu untuk memagari hatiku, tapi yang pasti aku masih butuh support kak Bram",


"kamu memang wanita hebat sin, wanita tegar, kalau support aku berikan setiap waktu, dua puluh empat jam sehari saya siap" ucap Bram yakin


"terimakasih kak, saya tegar karena diajari keadaan kak Bram"


"kalau begitu berdiri tegap, jangan menangis lagi, lawan mereka yang mentertawakan mu dengan karya, abaikan semua kata-kata yang membuatmu lemah. Kalaupun rumah tangga kamu gagal, setidaknya kamu sudah punya dua anak yang ganteng-ganteng. jangan gagal jadi anak papimu dan mama kedua anakmu. semangat" dukung bram


"iya, kak Bram benar, harus fokus ke anak-anakku dan papiku. Di hari tua papiku aku ingin jadi anak yang berguna." ucap Sinta mulai semangat.


"good Sinta, harus semangat"

__ADS_1


__ADS_2