CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 125 RIADI ARGANTA


__ADS_3

Setelah menceritakan tentang video meta ke orang tuannya perasaan Diandro lebih tenang, tidak ada lagi yang dia khawatirkan.


Hari ini benar-benar quality time untuk keluarga mereka.


"dad mam, aku udah harus cabut nih, ada temanku yang ingin ketemu. Nanti di rumah kita ketemu lagi" ucap diandro.


"gua ikut Lo"


"ga, Lo jangan ikut gua"


"terus gua pulang naik apa ndro, Daddy kan sama mami"


"ya sudah ayo saya drop Lo dimana, terus aku pergi"


"fine"


"mam, dad sampai nanti malam ya, Daddy sama mami kencan aja dulu" goda Diandro


"kamu tuh.." ucap pak Fariza tapi entah kenapa hatinya yang selama ini beku jadi sedikit bergetar juga mendengar candaan putranya.


Kedua anak mereka berlalu dari tempat itu, membuat pak Fariza dan Bu Mirna kembali kaku komunikasinya.


"terus, rencanamu gimana mir, kita tinggal di Indonesia" pak Fariza mencairkan suasana


"hmmmm iya dad, nanti sekali-sekali aku atau kita kesana kalau usaha itu mengalami Kendala. aku juga ngga ingin usaha itu hancur, kasihan mami yang sudah merintisnya." ucap Bu Mirna lembut tidak seperti biasa. Pak Fariza sampai terharu mendengar ucapan istrinya, karena dia juga tahu pentingnya usaha itu bagi istrinya.


Pak Fariza mendekati istrinya dan memeluknya erat.


"terimakasih sayang, dihari tua kita, kita bisa saling mencintai. tenang aja usaha mami akan tetap kita urus, oke, aku akan bantu. Tapi tolong dampingi saya" ucap pak Fariza ngga kalah lembut membuat keduanya jadi saling terharu.


"hmmmm aku akan selalu mendampingi mu dad" ucap ibu Mirna lagi. Kedua orang tua yang sudah berumur itu kembali seperti anak muda yang baru jatuh cinta.


"kita langsung pulang atau gimana" tanya pak Fariza


"terserah Daddy aja"


"kita kehotel dulu ya, sudah lama kan kamu tidak kesana" ucap pak Fariza mencoba menggoda istrinya.


"hmmmm iya dad"


"aku kangen kamu mir"


"aku juga kangen sama Daddy" ucapnya tersipu malu


Mereka berpelukan sangat erat dan setelah melepaskan pelukan itu mereka meluncur menuju hotel milik keluarga Fariza.


**


Sementara pak Riadi yang menerima laporan dari anak buahnya tentang ibu Mirna yang sedang berada di Indonesia, dia ingin menemui ibu Mirna dulu bersama Daniel.


Biar bagaimana pun jalan kekeluargaan harus tetap di nomor satukan dulu.


Sudah lumayan cukup bukti untuk bicara denga ibu Mirna dan keluarga fariza. Tidak tanggung-tanggung pak Riadi berencana menambah tim pengacaranya kalau ibu Mirna banyak berkelit.

__ADS_1


Pak Riadi juga memanggil asistennya dari kota S, dan dia suruh untuk sementara tinggal di kota J selagi masalah ini belum clear.


Daniel juga sangat membantu menuntaskan masalah ini. Bukan karena dia ingin perusahaan papi Yusuf tapi lebih kepada mengembalikan kepercayaan diri mertuanya dan juga istrinya.


"Igo tolong kamu urus pertemuan saya dengan pak Fariza bersama istrinya, ibu mirna" perintah pak Riadi kepada Digo sang asisten yang setia kepadanya selama puluhan tahun dan sekarang dia percayakan memegang satu usahanya di kota S.


"apa ini menyangkut besan tuan, pak Yusuf"


"benar, kemarin dulu itu saya kan sudah cerita sama kamu, dan orang lapangan sudah menemukan banyak bukti"


"boleh saya tahu sedikit tuan, untuk memudahkan saya"


"ibu Mirna istri pak Fariza sudah menghalalkan segala cara untuk menghancurkan pak Yusuf, dia membayar orang memprovokasi warga, mereka merebut perusahaan sepertinya dengan memalsukan dokument dan bekerjasama dengan orang kepercayaan pak Yusuf. Hanya saja orang itu belum kita temukan."


"baik tuan, saya sudah dapat inti ceritanya"


"lakukan dengan baik dan secepatnya"


"baik tuan"


"kalau butuh tambahan ahli nanti tambahkan aja beberapa pengacara terbaik",


"baik tuan, kita lihat langkah mereka dulu" ucap Digo yang sudah banyak pengalaman menghadapi saingan bisnis tuan Riadi.


"kamu atur aja" ucap tuan Riadi arganta. Sebenarnya pak Riadi bukanlah orang yang kejam bahkan di dunia bisnis sekalipun, Dia hampir tidak pernah berselisih dengan saingan bisnisnya, dia hanya gagal dalam rumah tangganya dan tidak memiliki keturunan.


Keesokan harinya Digo langsung bergerak cepat untuk menghubungi sekretaris pak Fariza. Tapi akhirnya dia diover ke asisten pribadinya.


Bahkan pak Fariza langsung menentukan salah satu restoran mewah di hotel miliknya tempat mereka untuk bertemu.


"baik pak, akan saya sampaikan ke tuan Riadi" ucap Digo sopan, karena dia langsung ditanggapi oleh pak Fariza sendiri, bukan lagi asistennya.


Setelah berbicara dengan pak Fariza, Digo langsung mendatangi pak Riadi di rumah, karena sekarang ini pak Riadi lagi asyik menikmati jadi opa si kembar, dan juga calon opa anak kembar yang dikandung Yasinta lagi.


"pak Riadi sedang ada ditaman belakang pak sama sikembar" ucap BI Ida ketua ART dirumah Daniel.


"baik bi, saya kesana"


"mari pak saya antarkan"


"terimakasih bi" padahal kalau di kota S Digo tidak usah lagi diantar pembantu untuk keluar masuk rumah pak Riadi, tapi dikota J dia masih baru dan hanya sementara, khusus meng-clear-kan masalah pak Yusuf dan keluarga Fariza.


"selamat sore tuan"


"sore, ada berita apa go, kamu duduk dulu sini"


"baik tuan, sepertinya keluarga Fariza sangat welcome kok tuan, dan saya sudah sampaikan garis besarnya, malah tuan Fariza juga yang langsung bicara sama saya tentang tempatnya"!


"apa mereka sedang mempelajari kita juga"


"kalau tentang itu saya belum mendengar tuan, apa sebaiknya kita ikuti dulu pertemuannya tuan. Kalau mereka ada udang dibalik batu, barulah kita tambahkan power" jelas Digo


"kamu benar juga, siapa tahu mereka juga masih bisa diajak bicara baik"

__ADS_1


"benar tuan"


"baik, besok kita pergi bersama, kamu ikut juga bersama ya. jadi kita pergi berempat, sama pak Yusuf dan Daniel"


"baik tuan, kalau begitu saya undur diri dulu" pamit Digo


"hmmm, kamu makan dulu"


"terimakasih tuan"


Setelah asistenya pergi pak Riadi kembali berpikir.


kenapa ya keluarga Fariza bisa menanggapi positif pertemuan ini padahal sudah diceritakan inti masalahnya, apa mereka sudah mengatur strategi?


Atau pak Fariza sudah sedikit sadar dengan kelakuan istrinya?


Atau pak Fariza ingin negosiasi tentang video anaknya juga, atau nego bersama istrinya?


"ahhh ketemu dululah, apapun yang terjadi nanti harus siap, toh pak Yusuf juga sudah mengikhlaskan segalanya" ucap pak Riadi untuk dirinya sendiri. Lalu dia langsung telepon Daniel tentang pertemuan itu.


dddrrrtt ddrrrt ddrrrt


"hallo om"


"dan, Digo sudah hubungi pak Fariza, dan mereka antusias untuk ketemu disalah satu restoran hotelnya besok"


"ohhh, apa Digo sudah sampaikan inti dan tujuan kita"


"intinya sudah"


"kalau begitu kita lihat aja besok om"


"iya kamu benar"


"terus besok siapa aja om"


"om, pak Yusuf, kamu, sama Digo"


"untuk sementara Sinta ngga usah tahu dulu ya om, aku takut dia kepikiran jadi stress"


"iya om setuju itu, kasian dia, lagi hamil kembar takut kepikiran ngaruh ke anakmu"


"iya, sekarang aja dia muntah terus sampai lemah"


"ya sudah, nanti aja kita kasih tahu kalau sudah hasil"


"baik om"


Hai readers, terimakasih ya


like, coment, dan votenya.


I LOVE YOU ALL🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2