CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 88 MENGINAP


__ADS_3

Setelah melakukan video call dengan si kecil Daniel pamit ke kamarnya diatas untuk mandi.


Pak Riadi mengajak Yasinta ke taman samping untuk menikmati kopi atau teh.


"oh iya nak Sinta, om belum cerita sama kamu dan Daniel, om sudah menyuruh orang untuk menyelidiki kasus bangkrutnya pak Yusuf dulu"


Yasinta masih diam sambil melihat pak Riadi karena dia bingung mau jawab apa.


"Kamu tidak usah khawatir, om hanya ingin mengetahuinya, semua hasilnya tidak ada pengaruhnya sama hubungan mu sama Daniel.


Aku sudah sangat setuju kalian untuk bersatu lagi, apalagi semua kesalahpahaman itu sudah jelas. Kalian saling mencintai." pak Riadi diam sejenak.


"Dari sejak dia kembali ke keluarga arganta, Daniel itu tidak pernah melirik cewek sama sekali, dia hanya berambisi jadi pemimpin dan banyak duit, dan itu dia capai dengan segala kerja kerasnya. Dia menduduki CEO dari grup arganta itu bukan karena dia ponakan om, tapi memang dia sangat pantas, makanya om serahkan sama dia." diam lagi sejenak sambil pak Riadi minum kopinya.


"Sampai tiga tahun lalu, dia sudah satu tahun jadi CEO, dan dia sudah mapan, saya mulai menyuruh dia untuk mencari pendamping hidup, tapi dia bilang dia harus ketemu kamu dulu, harus menunjukkan sama kamu dan keluargamu dulu bahwa dia sudah hebat dan berhasil." diam lagi untuk menarik nafas, sementara Yasinta hanya diam mendengarkan.


"Sebenarnya waktu itu om sudah sedikit khawatir, om takut dendamnya padamu akan membuat Daniel hancur. Itulah sebabnya juga aku ikut ke kota J mendampingi Daniel, karena aku tahu kota ini punya kenangan pahit untuknya" Pak Riadi sedikit sedih sambil menceritakannya, begitupun Yasinta yang mendengar.


"Tapi kamu tahu sin, sehari setelah pesta ulang tahunnya kemarin, dia datang kepada om dan menceritakan semuanya. Dia cerita kalau sudah lama ketemu kamu dan menjadikanmu bawahannya dengan tujuan membuatmu sakit hati, tapi malah dia yang sedih dan sakit hati. Om melihat itu bukan Daniel yang dendam, itu Daniel yang sangat mencintai Yasinta. Dia sampai menangis saat menceritakan tentang semua kesalah pahaman itu, yang semuannya memojokkan kamu, melihat kamu terluka ternyata hatinya lebih terluka, Sehingga dia mencaritahu semua kebenarannya," tutur pak Riadi


"itulah sebabnya Sinta, ketika Daniel bilang anaknya kembar om sudah yakin itu adalah turunan arganta, seperti aku dan papanya Daniel yang kembar. Mereka menunjukkan identitas itu sendiri. Makanya om semakin berharap kalian segera bersatu dan om lihat itu juga yang Daniel inginkan. om selalu berdoa di masa tua om harus dikelilingi orang-orang yang sayang sama om" diam lagi sejenak


"Dan mengenai perusahaan pak Yusuf, om hanya ingin meluruskan kalau ada ketidak Adilan, karena segala sesuatu harus ada prosesnya Sinta. Dan menurut pengamatan orang suruhan om sepertinya kejatuhan papimu ada unsur kesengajaan tapi mereka belum memiliki bukti untuk itu"


"Terimakasih om sudah peduli sama papi, tapi jujur aja om selama ini saya dan papi sudah pasrah tentang perusahaan


karena itu akan mengingatkan saya tentang kepahitan di masa lalu, jadi saya ingin lupakan. Saya hanya ingin merawat papi di hari tuannya dengan kasih sayang" ucap Yasinta


"kamu hebat nak, tidak sia-sia Daniel memperjuangkan kamu" ucap om Riadi


"memperjuangkan apa om" tanya Daniel tiba-tiba sudah ada dekat mereka.


"memperjuangkan yasintalah, kamu beruntung memilikinya, coba aja kalau dia diambil laki-laki lain" goda om Riadi


"Gada laki-laki yang boleh mendekati dia om, dia milikku, dua jagoanku pasti menjaganya untukku. Buktinya dia tidak mau menerima manager pabrik itu, yang sudah cinta mati sama dia, padahal tahu dia janda" ucap Daniel membuat Yasinta melotot.


'kok dia bisa tahu sih tentang yang dipabrik itu' batin Yasinta


"Jodoh kalian memang kuat" ucap om Riadi sambil ketawa


"iyalah om, Daniel gitu lho, mana bisa dia tinggalkan, iya ngga sayang" ucapnya senyum kearah Yasinta.


"ah masa, apa perlu bersaing sehat, kalau ada yang naksir Sinta yang ganteng dan kaya seperti kamu gimana, mau lepas ngga" goda om Riadi, Yasinta hanya senyum-senyum

__ADS_1


"ya Ingga lah om, gimana sih, udah makan aja Yo, lapar nih" ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Mereka akhirnya makan bersama di meja makan yang besar itu. Setelah itu om Riadi pamit ke Yasinta mau istirahat di kamarnya.


"Sinta, malam ini menginaplah disini, besok aja pulang bareng Daniel" ucapnya seperti perintah


"tapi om"


"iyalah sin, nginap aja disini kenapa sih, kamu ngga dengar tadi kamu itu masih istriku lho, kenapa harus sungkan"


"iya Sinta, kalian itu masih suami istri, hanya saja karena kesalah pahaman kemarin kalian jadi terpisah lama, mulailah belajar untuk masuk di kehidupan Daniel, karena kalian itulah hidupnya dia yang sesungguhnya" ucap om Riadi sebelum berlalu dari sana.


"iya om"


Pak Riadi langsung melangkah menuju kamarnya di ikuti seorang pembantu.


"ayo sin, aku kasih tahu tentang rumah ini"


"nanti aja kak, aku ingin istirahat, aku tidur dimana"? tanya Sinta


"ya sudah ayo di kamar aku aja"


"haaaa"


"tapi kan..."


"tapi apa lagi"


"kak..." Daniel langsung menarik tangan Yasinta untuk naik ke kamarnya diatas.


Dan disinilah Yasinta sekarang, dikamar Daniel yang sangat mewah. Lengkap dengan semua fasilitasnya.


"ayo katanya mau istirahat"


"iya,kamarmu sangat bagus" jawab Yasinta gugup


Daniel sangat gemes melihat Yasinta seperti seorang wanita yang baru masuk ke kamar pacarnya. Dia meraih tangan Yasinta perlahan.


"kamar kita Sinta,"


"hmmmm"jawab Yasinta asal


Jangan takut, walaupun kamu istriku, aku tidak akan meminta apa-apa kalau hatimu belum mantap" ucap Daniel serius

__ADS_1


Yasinta hanya melongo bingung mau jawab apa. Karena semua ini belum terpikirkan olehnya dari tadi, niatnya mereka hanya berkunjung lalu pulang, tapi om Riadi malah memintanya untuk menginap.


Daniel makin mendekati Yasinta dan mencium bibir itu lembut dan lama, tidak seperti biasanya hanya sekedar kecupan. Sedetik dua detik tiga detik Daniel belum melepaskan bibirnya bahkan makin memperdalam ciuman mereka, Yasinta mematung, tidak menolak tidak juga merespon. Daniel yang tahu Yasinta belum terbiasa dengan sabar melepas ciuman itu dan mengelus kepala Yasinta.


"aku tahu kamu belum terbiasa, makanya aku akan memaksamu untuk terbiasa seperti dulu kita baru menikah" ucap Daniel lembut sambil menatap mata Yasinta.


Yasinta hanya terpaku mendengarnya belum tahu mau jawab apa juga.


"katanya tadi cape, istirahatlah" ucap Daniel


"tapi" Yasinta bingung


"tapi apa lagi, mau aku peluk baru bisa tidur"


"bukan, bukan itu..." Yasinta tampak bingung


"tapi apa" Daniel serius


"boleh aku pinjam satu kaosmu ga" ucap Yasinta ragu sambil melihat pakaiannya


"ohhh baju, kamu mau baju tidur, bentar aku suruh Dodo bawain ya" ucap Daniel langsung menyambar handphonenya.


"ngga ngga usah merepotkan Dodo terus, dia sudah repot urusan kantor, aku pinjam satu kaos aja, buat tidur doank, biar ini besok buat aku pakai balik"


"kamu tuh ya, selalu memikirkan orang lain" ucap Daniel sambil berjalan mengambil satu kaosnya sama celana pendek bola.


"ini, pake" sambil menyodorkannya ke Yasinta


"terimakasih" lalu dia masuk kamar mandi dan ganti baju. Terlihat lucu memang, tapi ngga apa-apalah hanya tidur ini. Kaos Daniel bahkan terlihat seperti dress yang longgar ditubuh mulus Yasinta. ditambah celana bola yang pendek.


Yasinta dengan ragu keluar dari kamar mandi.


Daniel bukannya ketawa malah terpesona dengan tampilan Yasinta. warna kaosnya yang agak gelap sangat kontras dengan kulit putih mulus Yasinta.


Daniel bergerak mendekati Yasinta dan menatap matanya lembut.


"Kamu sangat cantik dengan pakaian apapun" ujarnya lalu mencium bibir itu lembut dan dalam.


Yasinta sedikit rileks, dia tidak setegang tadi, bahkan sekarang Daniel sudah merasakan sambutan Yasinta dengan ciumanya sampai lama kelamaan mereka berdua hanyut dengan penyatuan bibir itu.


Setelah melepas ciuman itu Yasinta sangat malu pada dirinya sendiri apalagi sama Daniel. Lain halnya Daniel, dia senang Yasinta mulai meresponnya.


"istirahatlah, aku akan keluar, kelamaan disini bisa membuatku melahapmu" ucap Daniel mengecup kening Yasinta.

__ADS_1


"hmmmm" Yasinta mengangguk malu.


__ADS_2