CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 74 CYNTIA MERADANG 21+


__ADS_3

Warning, area 21 +


Harap bijak dalam membaca.


Sementara ditempat lain Cyntia yang sudah terbiasa dengan pergaulan bebas dan dunia malam, sedang menghabiskan malamnya di satu club malam mewah di kota S. Disana ada empat orang teman laki-lakinya yang menemani Cyntia.


Jam sudah menunjukkan satu dini hari belum membuatnya ingin beranjak dari sana. Gelas minuman dihadapannya masih separoh.


"hei girl kamu sudah mabok tuh, jangan lagi" ucap teman bule nya max yang sedang berada di Indonesia.


"no max, ITS ok, i'm fine" ucap Cyntia lancar walaupun sudah mabuk. Itulah salah satu kehebatan Cyntia, minum berapa banyak tidak lantas gampang menghilangkan kesadarannya. Mungkin karena terbiasa juga dengan pergaulan dan gaya hidup diluar negri.


"oke girl, kita lanjut" max kembali meneguk minumannya.


Namun Ketiga teman pria Cyntia yang lain, sudah ingin beranjak pulang.


"Sory cyn, gua udah harus balik, besok gua harus keluar kota soalnya" ucap Niko karena sudah ditelepon sama orang tuanya dari tadi.


"iya cyn, bro, kita juga duluan ya" ucap temannya yang lain.


Tepat pukul dua dini hari Edgar sang pemilik club sudah menemui Cyntia yang sudah mabok berat. pengunjung tinggal mereka berdua.


"sory bro, sepertinya kita akan tutup, kasihan karyawan gue udah pada cape" ucap Edgar sama max.


"ok bro"


"hai girl, balik yuk, mereka sudah mau tutup."


"ohhh mereka mau tutup ya"? ucapnya lalu mencari tasnya dan mengeluarkan satu kartu dari sana.


"nih beresin nota gua" lanjutnya ke max


"ini kartunya untuk notannya" ucap max sambil memberikan kartu itu ke karyawan club. Tapi tidak berapa lama karyawan itu datang lagi.


"maaf pak, kartunya ditolak, mungkin sedang bermasalah"


Cyntia melongo mendengar ucapan karyawan club itu. Lalu dia mengeluarkan satu kartu lagi.


"ya sudah gesek yang ini" sambil menyodorkan kartu lain


Tidak berapa lama dia balik lagi dengan kata-kata yang sama.


"maaf non, yang ini juga ngga bisa"


"haaaa masa kartuku bermasalah, mesinmu kali yang masalah, bawa sini mesinnya"

__ADS_1


Edgar mengerti maksud Cyntia lalu memerintahkan bawahannya untuk membawa mesin gesek itu ke hadapan Cyntia.


"sini" Cyntia masih songong


Ternyata semua kartunya tidak ada yang bisa digunakan, karena memang sudah di blokir oleh papinya.


"tunggu, aku telepon Daddy dulu" ucapnya, lalu terlihat sibuk mencari handphonenya dan memencet kontak daddynya.


"kok ngga diangkat-angkat sih" gerutunya


"ini udah jam berapa girl" ucap max"


." ya sudah hari ini aku yang traktir, tapi ini ngga gratis girl" bisik max ditelinga Cyntia.


"hmmmm" jawab Cyntia yang sudah menebak arah pembicaraan max. Max akan membawanya ke kasur empuk dan harus melayani kegilaannya.


"terserah kamu saja, aku juga lagi ingin bermain" ucap Cyntia yang membuat max makin senyum penuh arti.


'akhirnya aku bisa bermain denganmu lagi girl setelah sekian lama. selama ini obsesimu sudah Daniel, Daniel, Daniel terus membuat kamu ingin meninggalkan dunia kita, dunia yang penuh dengan kenikmatan girl dan malam ini aku pastikan kamu akan melupakan Daniel karena aku akan membuat permainan baru untukmu, yang membuat kamu melayang' gumam max senyum penuh arti.


"Hai girl kita menginap di hotel aja ya, ini sudah jam tiga, nanti daddymu marah"


"terserah kamu aja max"


"ke hotel MM pak" ucap max


Max adalah teman Cyntia sewaktu kuliah di luar negri. Sebenarnya mereka sama-sama anak pengusaha dan kaya raya. Dia adalah warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia dan ingin bertemu Cyntia. pucuk dicinta ulam pun tiba, Cyntia juga lagi butuh teman setelah ditolak mentah-mentah oleh Daniel.


Berhubungan layaknya suami istri sudah biasa bagi Cyntia dan max dulunya. Tapi mereka melakukan itu atas dasar saling membutuhkan bukan saling mencintai. Max yang tidak bisa hidup tanpa belaian cewek sering mendapat kepuasan dari Cyntia, sedangkan Cyntia juga yang sudah terbiasa dengan belaian cowok-cowok bule sudah seperti cewek yang kehausan. Dia sangat membutuhkan belaian cowok dan itu sering dia dapat dari max.


Keadaan yang saling membutuhkan itulah yang membuat mereka sering berhubungan. Bahkan max sampai berkunjung ke Indonesia.


"kita sampai girl, kamu masih kuat jalan atau perlu aku gendong" tanya max begitu mereka sampai di hotel MM.


"ayok" ucap Cyntia masih bisa keluar dari taxi walaupun sudah sempoyongan.


"ok girl" ucap max, lalu max melakukan reservasi kamar untuk mereka, karena sebenarnya max tidak menginap dihotel ini, dia menginap dihotel yang lumayan jauh dari tempat itu.


Setelah dapat kartu acces kamar max langsung membawa Cyntia yang mulai makin menurun kesadarannya, kebanyakan minum apa karena ini sudah pagi max ngga tahu. Max juga ngga mau tahu tentang itu, yang penting bentar lagi dia bisa puas bermain dengan tubuh Cyntia.


Permainan Cyntia tidak diragukan oleh max, dia sangat liar. Apalagi sekarang dia masih dibawah pengaruh alkohol pasti, sangat memuaskan max.


Begitu sampai kamar max meletakkan Cyntia di kasur sementara dia masuk ke kamar mandi dulu untuk menyegarkan tubuhnya. Begitu keluar dari kamar mandi terlihat Cyntia gelisah.


"kamu kurang ajar Daniel, kamu milikku Daniel"

__ADS_1


"om Riadi akan menyesal"


"Daddy jahat, Daddy ngga dukung Cyntia"


Cyntia bergumam dalam tidurnya yang gelisah, gerajan-gerakan Cyntia yang bolak balik tanpa ia tahu, itu malah membuat max semakin ingin menikmatinya.


Tanpa menunggu lama max yang sudah tidak tahan sudah berada diatas tubuh Cyntia, dia dengan gampang membuka semua pakaian Cyntia. Karena keadaan Cyntia yang memang setengah sadar jadi ngga pake drama apapun.


Sentugan-sentuhan max ditubuhnya sepertinya sangat dinikmati oleh cyntia. Dalam posisi setengah sadar itu terlihat dia kadang tersenyum kala max menyentuh daerah-daerah sensitifnya. bahkan dia sepertinya sangat antusias.


Suara-suara yang dikeluarkan Cyntia tanpa sadar membuat max makin bernafsu. Dia makin gila diatas tubuh Cyntia. Dan lucunya Cyntia seperti orang sadar seratus persen menyambut setiap sentuhan max.


Jadilah malam itu mereka bercinta penuh kepuasan dan saling memuaskan. Max sangat puas dengan pelayanan Cyntia apalagi dibawah pengaruh alkohol. Dia ngga perduli walaupun Cyntia Menyebut Daniel dalam tidurnya, yang penting hasratnya tersalurkan dengan sangat puas.


Kala jam menunjukkan pukul dua belas siang barulah Cyntia tersadar dari tidur panjangnya atau mungkin karena terlalu lelah.


Dia melihat tubuhnya yang masih polos dibawah selimut dan penuh dengan tanda kegilaan max. tapi max sudah tidak ada didekatnya.


'dasar max bule gila, apa dia sudah pergi ya, badanku sampe sakit semua begini, emank max mainnya sampai gimana sih' batinnya.


Cyntia berusaha bangkit dan turun dari tempat tidur. Dia melihat amplop berwarna coklat di atas meja.


"girl aku harus pergi bentar, aku ada janji siang ini. terimakasih, permainanmu makin gila. Nanti malam aku menginginkanmu lagi, tetaplah disini supaya nanti malam kita pesta, oke"


"oh ya kartumu sedang bermasalah, pakai duit cash ini dulu ya, untuk sementara" isi pesan max


"ahhh dasar Lo bule, kamu bikin badanku remuk begini," gerutunya sambil menuju kamar mandi.


"tapi bajuku gimana ya, masa pake ini lagi" ucapnya sama diri sendiri


"mau beli semua kartu ke blokir, gimana ya"


"ah minta max aja yang pesan sekalian makanan" gumamnya lalu mengambil handphonenya.


"beliin aku baju" isi chatnya


"oke, apa aja"


"pakaian lengkap sama dalaman"


"ya sudah tunggu di kamar"


"pesan makan juga, nasi goreng"


"oke"

__ADS_1


__ADS_2