CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 110 INGIN KERJA


__ADS_3

Daniel benar-benar bingung dibuatnya. masa hanya karena masalah belanja online Yasinta sampai menangis.


"sayang, sayang, bukan begitu. lakukan apa yang kamu mau oke, pake duit Kaka aja, kan buat anak dan istri kakak. Jangan menangis lagi ya, kumohon, aku ngga kuat lihat kamu menangis"


"hmmmm"


"ya sudah pilih-pilih dulu, nanti kasih tahu kakak yang mana aja"


"hmmmmm"


"aku beres-beres dulu lagi ya" bujuk Daniel sambil mengecup pucuk kepalanya.


"hmmm iya"


Daniel melanjutkan pekerjaannya tadi yang belum rampung, walau sambil bekerja hatinya masih sedikit bingung dengan perubahan sikap istri tersayangnya. Saat dia balik lagi ke kamar itu, terlihat Yasinta tertidur disofa kamar itu dengan memangku handphonenya. kepalanya di pinggiran sofa.


"yahhh dia ketiduran, dia sudah jadi pesan belum ini", gumam Daniel


Daniel lalu mengangkat Yasinta perlahan ke kasur mereka , lalu mengusap kepalannya dan mencium keningnya. Setelah itu dia melanjutkan kerjanya mulai menata beberapa barang.


Yasinta tidur agak lama hingga kembar bangun dan masuk kamar mereka.


"ma.." teriakan mereka tertahan oleh jari telunjuk Daniel dibibir mengatakan jangan berisik


"sssttttt, mama lagi bobo"


"ohhhh, kok papa sama Mama bobo disini bukan di kamar atas" bisik Loan


"mama dilarang dokter naik turun tangga" ucap Daniel pelan


"ohhhhh" kedua anaknya manggut-manggut.


Daniel mengajak anak kembarnya duduk disofa kamar itu sambil cerita.


"Loan Leon, kalian kan sudah besar, mulai sekarang tolong jaga jangan sampai mama naik turun tangga, mama ngga boleh kerja, takut mama cape, pingsan lagi"


"iya pa" ucap keduannya patuh.


Malam harinya seperti biasa mereka makan malam bersama. Daniel dengan setia menyiapkan lauk pauk untuk Yasinta dipiringnya. Yasinta jadi agak risih juga dengan over protective Daniel, tapi mau gimana lagi, komplin juga percuma.


"makan banyak ya" ucapnya


"hmmmmmm" Yasinta menunduk sambil makan, sebenarnya dia malu sama semuannya terlalu diginiin sama Daniel tapi dia ngga bisa berbuat apa-apa. Kalau dia membantah suaminya akan semakin menjadi.


"Sin kalau ada yang kamu inginkan jangan dipendam ya, utarakan aja, iya ngga pak Yusuf" ucap pak Riadi ga keberatan dengan perlakuan Daniel ke Yasinta, dia menganggap itu sangat wajar.


"iya nak, kalau sekarang kamu ingin apa, nak Daniel pasti mampu beli" ucapnya mengingat saat Yasinta hamil kembar


"iya pi"


Begitulah Yasinta sekarang, sangat disayang dan dimanja semua orang tak terkecuali sikembar.


*

__ADS_1


Hari ini Senin pagi, kembar sudah dibantu oleh mba mereka untuk berangkat ke sekolah. Sedangkan Yasinta terlihat masih enggan bergeser dari balik selimut. Tapi dia berusaha bangkit karena dia ingin kerja.


"sayang, sudah bangun" tanya Daniel yang sudah rapi dari kamar atas karena pakaian mereka masih banyak disana termasuk pakaian kerja Daniel.


"hmmmm, kok ngga bangunin aku, nanti telat deh" ucap Yasinta membuat Daniel terdiam. Dia juga bingung, dia ingin selalu dekat Yasinta tapi ngga mungkin Yasinta kerja dalam keadaan begini.


"sayang, kamu mau kemana memangnya"


"mau kerja"


"sayang, kamu dirumah dulu ya, kamu belum boleh cape, sementara di kantor, kamu tahu kerjaanku banyak nanti malah aku ngga bisa konsentrasi kerja" bujuk Daniel


Yasinta menatap mata Daniel lekat, dan airmatanya kembali menetes yang membuat Daniel makin bingung.


"ehhh kok nangis, sayang, jangan begini donk. apa yang kamu pikirkan, jangan menangis oke, kasihan bayi kita"


Yasinta masih diam tapi airmatanya menetes.


"ayo donk sayang, jangan menangis, kamu mau bilang apa, apa yang kamu pikirkan" bujuk daniel


"kakak takut aku merepotkan ya di kantor, makanya aku ngga boleh kerja"


jedarrrrr


"ya ampun sayang, bukan begitu, sama sekali bukan begitu. aku ngga mau kamu cape, aku ingin kamu banyak istirahat" terang Daniel tapi malah membuat Yasinta makin menangis.


"ya sudah begini, untuk sekarang sampai dua bulan kedepan saya kasih kamu cuti, oke. gajimu akan tetap saya bayar, kan cuti" tutur Daniel berharap Yasinta lebih menerima.


"benarkah" diluar dugaannya Yasinta sungguh sangat bahagia dan langsung memeluk daniel. ini membuat Daniel makin bingung. Karena hanya bilang dikasih cuti moodnya langsung berubah, apa segitunya dia ingin gaji. padahal uang yang dikasih sama Daniel tiga kali lipat bahkan lebih dari gaji Yasinta di kantor.


"ayo sekarang mandi, aku buatkan susu dulu untukmu" ucap Daniel menowel hidung Yasinta.


"hmmmm" Yasinta masih senyum


Daniel membantu Yasinta untuk ke kamar mandi setelah itu baru dia tinggal.


Setelah selesai mandi Yasinta menggunakan dress yang baru yang sangat cantik menurut dia.


"kamu mau kemana, tumben pakaian rapi" tanya Daniel bingung, jangan bilang ingin dia ingin kerja lagi.


"ini bajunya baru yang dibeli waktu itu, belum pernah dipake, sayang, mumpung perutnya masih kecil, masih bisa pakai" jawab Yasinta santai


wusssss


Syukurlah dia bukan ingin kerja, batin Daniel


"kamu cantik banget, ya sudah minum susu dulu ya" bujuk Daniel yang melihat istrinya memang sangat cantik hari ini.


"oh iya, bentar lagi juga kaya ikan buntal kak'


"hahhh apa ikan buntal" Daniel kaget mendengar ucapan Sinta


"iya, berapa bulan lagi pasti kayak begini, jalan aja susah" ucap Yasinta santai sambil memeragakan irang hamil , Daniel jadi ketawa.

__ADS_1


"ya ampun sayang, ternyata itu, aku pikir tadi apaan.mau gimana pun bentuk kamu, aku sangat sayang banget sama kamu. I love you more and more" ucap Daniel


"terimakasih ya, jadi terharu" ucap Yasinta memeluk Daniel sambil menangis.


"hehhhh kamu menangis lagi"


"iya kak, terharu"


"ya ampun sayang, kenapa sekarang gampang menangis sih" walau bingung tapi dia memeluk erat istrinya.


"ngga tahu" ucapnya masih mewek


"ya sudah, mungkin bawaan hamil juga. kemarin katanya mau beli daster online, sudah"? tanya Daniel mengalihkan


"ngga ah, ngga jadi takut ngga bagus"


"lho tadi malam kamu bilang ingin sayang, takutnya anak kita ngiler, seperti kata orang tua" ucap Daniel


"ngga kak, nanti aja kita beli di mall ya, mau kan"?


"ya pasti maulah, sekalian ajak kembar main, iyakan"?


"iya kak"


"ya sudah aku mau ke kantor dulu, baik-baik di rumah ya, istirahat aja dulu"


"aku antar sarapan"


"hmmmmm"


Setelah sarapan Daniel dan Dodo berangkat ke kantor, sedangkan Yasinta bersama seorang pembantu mau duduk dulu diteras samping menikmati udara pagi.


Dipintu ternyata Daniel berpapasan deng om Riadi dan pak Yusuf habis antar sikembar.


"om, pi, titip Sinta ya, kalau ada apa-apa tolong cepat kabarin saya. Soalnya sekarang itu dia agak beda om,.apa itu bawaan hamil saya kurang paham" ucap Daniel


"maksudmu gimana"? tanya om Riadi


"dia gampang banget nangis om"


"kenapa menangis"


"ngga tahu om, kayak tadi malam, dia mau belanja online padahal biasanya dia ngga suka, aku cuma nanya biasanya kamu ngga suka belanja online sayang, itu doank, langsung nangis, katanya aku melarang om. terus tadi pagi aku bilang ngga usah ke kantor dulu, nanti kalau dia ke kantor malah aku ngga konsen karena hari ini banyak kerjaan, langsung nangis katanya dia cuma merepotkan. terus tadi aku bilang I love doank, nangis lagi, katanya terharu ah bingung aku" ucap Daniel frustasi


"ohhh, itu artinya anakmu butuh perhatianmu. jangan bingung, wanita hamil memang begitu, siapa tahu cucuku lagi cewek, ahhh senangnya aku" ucap om Riadi memperbaiki mood Daniel


"amin om"


"biarkan dia bekerja seperti biasa, tinggal kamu Batasin sendiri kerjaannya jangan yang berat-berat" saran pak yusuf


"ohh oke pi"


Terimakasih semuanya

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA.


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2