CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 140 KETEMU CYNTIA


__ADS_3

Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, rumah tangga Daniel makin bahagia. Sekarang putri kembarnya sudah akan masuk sekolah taman kanak-kanak. sudah pasti Daniel akan pilih sekolah yang terbaik.


Daniel memilih sekolah yang kwalitasnya oke dan juga sistem keamanannya yang terjamin. Karena dia adalah seorang pengusaha dan mempunyai istri yang sangat cantik, bukan tidak mungkin tanpa sengaja dia memiliki musuh ataupun orang yang tidak suka dengannya.


Hari ini Daniel dan Yasinta sengaja menjemput putri kembarnya dan juga putra kembar mereka. Daniel ingin hari ini quality time bersama anak-anaknya. Karena kesibukan Daniel, dia kadang tidak pernah punya waktu bermain untuk putra putrinya.


"mama papa" teriak Siena dan sieni begitu melihat kedua orang tuanya ada diluar gerbang. biarpun usianya masih empat tahun kedua putri kembar Daniel sudah sangat pintar dan sangat jelas berbicara.


"hai putri-putri mama" sambut Yasinta dengan merentangkan kedua tangannya menyambut putri-putrinya. Setelah cipika cipiki kedua putrinya beralih ke Daniel.


"kirain tadi papa dicuekin" ucap Daniel pura-pura ngambek


"nggak papa, kita meluk mama dulu baru peluk papa, iyakan sieni" ucap Siena


"iya papa, tadi kan mama sudah merentangkan tangannya, papa belum" ucap sieni, membuat kedua orang tuannya senang karena anak-anaknya sangat bijak dengan pendapat kanak-kanaknya.


"iya deh, papa tahu" ucap Daniel


"jangan ngambek papa" ucap Siena lagi


"siapa yang ngambek"


"tadi papa bilang iya deh, biasanya kalau ngomong begitu sieni lagi ngambek papa" jelas Siena


"yeeeee kamu juga begitu" jawab sieni membalas Siena.


Yasinta hanya bengong mendengar perdebatan kedua putrinya. Setiap hari ada aja kamus baru dari anak-anaknya yang membuat Yasinta dan Daniel tidak ingin ketinggalan.


"sudah sudah, sekarang kita akan menjemput kedua kakak kalian, baru kita akan melihat hewan atau wahana bermain air" tanya Yasinta menggoda putrinya.


"lihat hewan"


"wahana bermain"


"salah satu dulu ya, soalnya kita mau makan siang dulu" bujuk Yasinta


"lihat hewan mama"


"wahana bermain"


"baiklah, nanti kita tanya pendapat kakak-kakak lagi ya" bujuk Sinta lagi


"sekarang kita let's go, anak-anak, kita makan dulu" ajak Daniel sambil melajukan mobilnya.


"pa, sekarang sudah mulai berasa ya punya anak banyak, banyak pendapatnya. gimana lagi ntar kalau Loan Leon punya keinginan lain"? ucap Sinta yang duduk disamping Daniel


"iya sayang, anak-anak mulai punya pendapat sendiri dan mulai mampu mengutarakannya. Dulu saya pikir hanya ngasih makan dan uang jajan doank" gurau Daniel senyum, karena dia memang sudah sering juga menyaksikan perdebatan keempat anaknya tentang suatu hal.


"sekarang mau nambah lagi ngga"? goda Yasinta


"Kalau mamanya mau sih, aku ngga pernah nolak" ucap Daniel agak berbisik.


"huuuuuuuu" jawab Sinta memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


"jangan pancing aku disini sayang" balas Daniel membuat Yasinta makin gregetan lalu mencubit lengan Daniel.


"ihhhh papa kebiasaan ngga tahu tempat" ucap Sinta yang tahu watak suaminya. Pernah sekali mereka harus kehotel dulu sebelum pulang karena suaminya tiba-tiba menginginkan yasinta, hanya karena alasan kalau dirumah dia ngga bisa memiliki Yasinta seutuhnya. Padahal malam setelah semua anaknya tidur juga Yasinta hanya miliknya.


"makanya jangan pancing sayang, ada anak-anak" ucap Daniel lagi.


"iya, nyetir yang benar" ucap Sinta


"oke sayang"


Tiba disekolah Loan dan Leon ternyata belum bubar, mereka menunggu lima menit lagi. Itu digunakan Daniel untuk membuka laptopnya untuk mengecek kerjaannya. Tidak berapa lama sekolah bubar, Loan dan leon terlihat berjalan keluar beriringan.


"mama,papa tumben kita dijemput, biasanya sama opa sama pak Amir" ucap Loan sambil mencium punggung tangan Yasinta.


"karena kita mau makan siang, terus bermain" ucap Sinta


"mau kemana ma, emank mama papa ngga kerja" tanya Leon


"hari ini papa kalian nggada meeting penting, jadi kita manfaatkan untuk jalan-jalan, ayo adik-adik kalian sudah di mobil" ucap yasinta menggandeng kedua anak laki-lakinya menuju mobil.


"papa" ucap keduanya berbarengan ketika sudah masuk mobil di jok tengah, lalu mencium punggung tangan papanya yang sedang menutup laptopnya.


"hai adik-adikku cantik" ucap Loan sama adik-adiknya.


"hai kakak-kakak ganteng" balas Siena


"kak, kita mau jalan kemana kak" todong sieni sama kedua kakaknya.


"lho kata mama hari ini kita mau bermain sama papa sama Mama" ucap Loan sambil melepaskan tas dari punggungnya.


"kemana ya yang seru" ucap Leon seperti berpikir.


"kelamaan Lo mikirnya" ucap Loan sambil menoel hidung kembarnya


"wahananya apa aja ma" bukannya menjawab Loan Leon malah bertanya ke mamanya.


"nah itu, kalian mau kemana, mama sama papa ikut aja, tapi ingat harus keputusan bersa...ma"? ucap Yasinta seperti seorang guru.


"rebes Bu" ucap mereka


"kita kewahana aja ya, kalau lihat hewan kurang seru. sekarang kakak kayaknya ingin memacu adrenalin nih" ucap Loan memberi saran


"setuju" Siena mengacungkan jari ke atas sementara sieni yang ingin ke kebun binatang jadi cemberut.


"iya deh, saya juga setuju aja, lain kali aja sieni kita ke kebun binatang" ucap Leon akhirnya.


"ya udah deh" ucap sieni pelan karena suaranya kalah.


"nah anak-anak sekarang kita makan dulu baru ke wahana bermain yang di daerah Timur.oke? ucap Yasinta


"oke mama" ucap mereka berempat


"kompak banget ya anak papa" ucap Daniel melirik dari kaca mobilnya.

__ADS_1


"iya donk pa, kita harus kompak" ucap Loan lugas.


Tidak berapa lama mereka sudah sampai direstoran yang dituju, yaitu restoran mewah milik keluarga Fariza.


Mereka semua melangkah masuk dengan Loan menggandeng sieni dan Leon menggandeng Siena, sementara papa mama mereka berjalan bergandengan di belakang.


"kita disini aja pa, biar rame" ucap Loan


"gimana sayang"


"ya sudah pa, kalau anak-anak senangnya disini ya disini aja" ucap Sinta menurut.


"baik anak-anak kita tidak usah di private room, kita disini aja, pilih menu kesukaan kalian, oke" ucap Daniel


"asyik asyik asyik" ucap mereka sambil menarik kursi untuk duduk.


"hai ponakan-ponakan om yang ganteng dan imut" tiba-tiba Diandro sudah ada dibelakang mereka.


"hai om" suara mereka kompak


"ehhh hai bro" sapa Daniel" lagi kerja nih pak bos"


"wah kalian makin bikin aku iri aja ya" ucap Diandro sama Daniel


"makanya buruan cari yang benar" ucap Sinta asal sambil duduk


"iya niatnya sih begi..." belum selesai Diandro ngomong ada lagi satu orang yang menyapa mereka, dan perhatian Diandro jadi teralihkan.


"Hai Daniel, Sinta, masih ingat aku, Cyntia"


"iya" ucap Yasinta asal karena langsung ingat dulu yang mengejar-ngejar Daniel. Tapi tunggu sekarang tampilannya berubah, dia sepertinya sudah tidak mengutamakan penampilan yang sexy lagi, cenderung lebih sopan dan berwibawa.


"kenapa sin, kamu bingung ya, aku sudah berubah, setidaknya kematian Daddy memaksaku untuk berpikir lebih baik, walaupun agak terlambat" ucapnya


"tidak ada kata terlambat mba" ucap Sinta, sementara Daniel hanya diam karena bingung mau ngomong apa.


"oh iya, sekarang aku di Jakarta mengurus kantor daddyku, senang bertemu kalian. oh iya apa ini anak-anak kalian"? ucapnya memandangi keempat anak Daniel dan Sinta


"iya mba, mereka kembar, ini juga kembar"


"hebat kalian, memiliki bibit-bibit kembar" ucap Sinta


"oh iya, aku bersama temanku disitu , ini kartu namaku sin, siapa tahu suatu saat kita bisa jadi parner"ucap Cyntia


"oke mba"


"bye semua"


"bye Tante cantik" Cyntia berlalu menemui temannya di meja agak pojok.


Diandro ternyata terpana dengan Cyntia, entah karena apa tapi ada something spesial sama Cyntia.


Terimakasih untuk like, coment dan votenya.

__ADS_1


I LOVE YOU ALL🤗🙏


__ADS_2