CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 22 BERTEMU


__ADS_3

Meta semakin ingin menarik perhatian Daniel. Melihat kesuksesan Daniel dan ketampanannya meta ngga perduli apa Daniel sudah punya istri atau belum. Dia hanya ingin kemewahan dan kenyamanan Daniel.


Melihat Daniel memberinya sedikit pujian membuat meta semakin melambung tinggi.


"temanmu ngga jadi gabung" tanya Daniel disela-sela mereka makan


"aku dah batalin dan, aku bilang ke dia aku ketemu teman lamaku"


"ohhhh" ucap Daniel datar.


"dan, boleh aku tahu kantormu"


"ohhh Grup Arganta, di jalan xm" ucap Daniel. "do, berikan satu kartu nama untuk Meta"


"baik pak" ucap Dodo lalu membuka kantong tasnya.


"ini mba" langsung diterima oleh meta


" ohhh kamu seorang CEO dan"


"biasa aja kali met" ucap Daniel cuek, sementara meta semakin salah tingkah mencari perhatian Daniel.


'ternyata sekarang dia seorang ceo' batin meta


Setelah makan mereka akan pulang, Daniel ingin membeli sesuatu dulu untuk pribadinya.


"meta kamu pulang kemana, kamu bawa kendaraan" tanya Daniel


"ngga dan, aku naik taxi online aja"


"kalau searah kita bareng aja, tapi saya ketoko m bentar' ucap Daniel.


"agak searah sih bos, cuma nanti mba metanya belok kiri dipertigaan sementara kita kekanan" jelas Dodo tentang rute perjalanan


"ya sudah kita bareng aja, tunggu dimobil saya ketoko m sebentar"


"iya dan, baik bos" ucap Dodo dan meta lalu berjalan menuju lift.


Sepanjang berjalan menuju mobil hati meta sangat berbunga-bunga, dia bisa makan malam bareng dengan Daniel sang idola kampus. apalagi sekarang dia sudah menjadi seorang CEO.


**


Dua hari telah berlalu, hari ini adalah hari pertama Yasinta bekerja menjadi sekretaris pribadi bosnya. Sebenarnya dia sedikit terganggu perasaannya dengan rumor yang sering berkembang yaitu sekretaris ada affair dengan bosnya.


'Tidaklah, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. aku harus mengutamakan kedua anak dan juga papiku' batin yasinta


'Semangat Yasinta, kamu harus sukses dan bisa membawa anak dan papimu ke kota ini lagi' gumamnya menyemangati diri sendiri.

__ADS_1


Setelah dirasa rapi dan sopan Yasinta melajukan motornya ke perusahaan Grup Arganta yang tidak jauh dari kost-kostannya. Hanya lima menit dari kostannya menuju kantornya dengan motor.


"selamat pagi mba, saya Yasinta sekretaris baru, apa pak Dodo sudah datang" tanya Yasinta ke customer service dibawah.


"belum Bu, tapi tadi pak Dodo pesan kalau ibu Yasinta datang disuruh langsung keruangan ibu Nana"


"ohh baik mba, terimakasih"


"sama-sama"


Lalu Yasinta naik lift menuju lantai lima gedung itu yang telah diberitahu oleh customer service tadi.


"selamat pagi Bu, dengan ibu Nana" tanya Yasinta karena terlihat disana namanya Nana.


"iya mba, ini mba Yasinta ya" tanya balik Nana


"iya mba"


"tadi pak Dodo pesan mba Yasinta beresin file ini dulu, pak Dodo bentar lagi nyampe. nanti yang sebelah ini meja mba Sinta." jelas Nana


"makasih ya mba"


"sama-sama, nantinya bukankah kita harus banyak saling bertanya, karena kerjaan kita pasti sering bertalian"


"iya mba, oh ya mba Nana, bos kita galak ngga"? tanya Yasinta polos


"begitu ya mba" tanya Yasinta sebenarnya membenarkan juga sambil senyum.


"iyalah, kalau kita ambil hati nanti kita makan ati, jadi ngga fokus kerja malah kerjaan tambah amburadul" ucap Nana lagi.


"iya benar mba"


"nah itu kamu tahu, beresin aja meja kamu gih, bentar lagi bos datang takutnya langsung memanggil kamu"


"iya mba Nana, makasih ya wejangannya" ucapnya tulus dan senyum


Dengan semangat Yasinta membawa file-file yang diberikan oleh Nana kepadanya, dan menyusunnya diruangan yang diperuntukkan untuknya. Saking sibuk beres-beres ruangannya Yasinta tidak memperhatikan kalau Dodo dan Daniel sudah masuk ruangan Daniel.


Sebenarnya Daniel sudah melirik Yasinta yang sedang beres-beres tadi.


"Yasinta sudah datang pak, mungkin bapak ingin bertemu dulu" ucap Dodo begitu ada didalam ruangan Daniel.


"suruh masuk" ucap Daniel sedatar mungkin tapi tetap aja hatinya masih berdesir mengingat nama yasinta.


"baik pak" Dodo keluar dari ruangan Daniel sementara Daniel duduk dikursi kebesarannya sambil bersandar.


'selamat datang ditempat kamu akan menderita Sinta, karena selama ini kamu sudah bahagia diatas penderitaan ku, bahkan sampai saat ini aku sampai belum bisa mencintai seorang wanita pun' gumam Daniel tersenyum sinis namun akhirnya agak sendu.

__ADS_1


Sementara Dodo yang baru keluar dari ruangan Daniel langsung menyapa Nana dan Sinta.


"pagi pak Dodo"


"pagi Nana"


"pagi pak" ucap Sinta ikutan


"pagi Sinta, gimana tadi Nana sudah memberikan file-file yang jadi job description mu" tanya Dodo ramah


"sudah pak Dodo, sedang saya susun dulu"


"ok, sekarang kamu tunda dulu menyusun itu. nanti kamu lanjutkan. ini tab untuk menyusun jadwal bos, nanti sekalian kamu pelajari. untuk hari ini manual aja dulu sampai kamu pelajari ini" jelas Dodo.


"baik pak" ucap Yasinta menerima tab tersebut lalu meletakkanya di meja kerja barunya.


"nah untuk lebih jelasnya nanti seiring waktu berjalan aja ya, sekarang kamu temui bos dulu sana, dia sudah menunggu" ucap Dodo dan berlalu keruangannya.


"iya pak" ucap Yasinta. Lalu dia terlihat tegang dan menarik nafas panjang.


"semangat Sinta, harus bisa" ucap Nana mengangkat tangan kanannya.


"makasih mba" ucapnya senyum dikulum lalu beranjak menuju ruangan bos.


tok tok tok


"masuk" terdengar suara dari dalam ruangan itu.


ceklek


"selamat pagi pak" ucapnya sopan belum menyadari itu Daniel


Daniel yang sudah tahu itu Sinta pelan-pelan mengangkat kepalanya dan menatap Yasinta.


jedarrrrrr


Yasinta sangat kaget dengan wajah bosnya. Dia mematung ditempatnya, karena tiba-tiba hatinya bergemuruh dipenuhi kerinduan kepada Daniel. Tanpa Yasinta sadari matanya sudah mulai dipenuhi airmata yang ingin keluar. Kalau mengikuti hati dan kerinduannya ingin rasanya dia lari memeluk Daniel dan menumpahkan semua bebannya didada sang mantan suami.


Tapi itu hanya sekejap, karena menit berikutnya Daniel sudah langsung mematahkan semuannya.


"hei ,, Sinta ternyata kamu yang akan jadi sekretarisku, gilaaaa" ucap Daniel senyum mengejek.


Seketika kerinduan dihati Yasinta berubah dan sadar kalau sekarang yang dihadapannya adalah Daniel bosnya Grup Arganta bukan Daniel sebagai mantan suaminya. Dia hanya menunduk untuk sedikit menenangkan hatinya.


"huhhh dunia yang sempit atau karma yang cepat datangnya ya"? tanya Daniel langsung menohok hati Sinta. sekarang dia benar-benar sadar kalau ini bukan Daniel yang dulu, bukan Daniel yang pantas dia rindukan.


"oh ya apa papimu yang kaya raya itu tahu kalau kamu bekerja di kantorku ya, nanti dia marah lagi" ucapan Daniel jelas merupakan ejekan

__ADS_1


Yasinta sudah tahu arah pembicaraan Daniel, tapi dia juga ngga mau sampai ada yang menghina papinya termasuk Daniel. biarpun dulu papinya salah mengambil keputusan, tapi dia tetap papinya Yasinta yang sangat Yasinta sayangi dan banggakan.


__ADS_2