
Malam ini akhirnya yasinta tidur tanpa makan dan mandi. maminya yang terus mengetuk kamarnya membuat dia harus membuka pintu kamarnya.
Dengan wajah sembab dan mata bengkak Yasinta membuka pintu kamarnya dan melihat papi maminya berdiri dekat pintu.
"kamu harus makan, masa hanya gara-gara putus sama Daniel kamu jadi begini, Fariz jauh lebih keren dan kaya" provokasi pak Yusuf. Ingin rasanya Yasinta melawan papinya tapi dia ingat pesan Daniel jangan terlalu berontak, nanti papinya makin mengurungnya.
"aku ngga lapar, aku ingin tidur"
"ngga makan dan ngga mandi" tanya maminya yang dari tadi mengamati pakaian Yasinta masih yang mulai pagi.
"aku lagi malas mi, aku mau tidur aja" ucap Yasinta.
"biarkan dia mi" ucap papinya sambil meninggalkan kamar yasinta bersama istrinya.
Sekarang papi sudah tidak sayang sama aku, batin Yasinta. Dulu kalau aku belum makan papi pasti bujukin, batinya lagi.
Tapi biarinlah, aku juga ngga tahu gimana sekarang, aku sangat mumet' batin Yasinta.
Yasinta lagi berpikir takutnya besok papinya pasti menyita handphonenya, dia harus memindahkan semua datanya dulu. Untung handphonenya yang lama-lama ada dua yang masih bisa dipake.
Yasinta memindahkan simcardnya ke handphone satu lagi.
aman, batinya
Lalu Yasinta memasukkan berkas-berkas yang kira-kira dia perlukan untuk menikah. Dia sudah nekad untuk menikah dibawah tangan, yang penting dia tidak mau dijodohkan. Jadi hidup sederhana bukan masalah baginya, karena pada dasarnya gaya hidupnya juga sederhana kok walaupun anak orang kaya.
Besok harinya Yasinta bangun dengan wajah yang sangat sembab. Dia turun dengan pakaian yang masih kemarin.
"sin, kamu belum mandi" tanya maminya
Sinta diam aja malas menjawab, lalu dia mengambil susu yang sudah disiapin bibi seperti biasanya. Dia ingin berlalu ke kamarnya saat papinya memanggil namanya.
"Sinta"
Sinta tidak menoleh sama sekali, tapi dia menghentikan langkahnya. Dia diam mematung.
"ini handphone barumu, dari calon suamimu, kasih handphone lamamu sama papi"
deg
'Benarkan dugaan aku, handphoneku juga pasti akan disita' batin Yasinta
"saya ngga butuh handphone baru, papi masih sempat beli handphone padahal papi lagi bangkrut dan menjual anaknya" ucap Yasinta datar tanpa menoleh, lalu dia kembali melangkah hendak naik tangga.
"Sinta" bentak papinya
Yasinta berhenti sejenak lalu melanjutkan langkahnya. Tapi sebelum melangkah dia masih sempat berujar.
__ADS_1
"handphone saya dikamar, suruh bi Ijah aja ambil" ucap Yasinta.
"Pi, kok handphonenya disita, kasihan Pi" ucap maminya masih didengar Yasinta.
Yasinta melangkah ke balkon kamarnya dan minum susunya disana.
Tidak berapa lama Bu Ijah datang ke kamar Yasinta.
"maaf non tuan menyuruh saya mengantar handphone ini dan mengambil yang lama"
"ambil aja ditas" ucap Yasinta.
"bawa turun handphone baru itu, nanti aku ambil di meja makan" ucap Yasinta.
Bi Ijah membawa tas Yasinta dan juga handphone baru itu turun.
"ini tuan" ucapnya
"aku cuma bilang handphone bi"
"saya ngga berani buka tas non Yasinta tuan, dan handphone baru ini kata non taruh disini aja tuan" ucap bi Ijah sambil membungkuk
" ya sudah" ucap pak Yusuf membuka tas Yasinta dan mengambil handphonenya.
"Pi, apa ini tidak keterlaluan" ucap mami sedih
"sudah kepalang basah mi"
"sudahlah mi, ini juga demi kebaikannya, saya mau keluar sebentar tolong jaga Yasinta, jangan sampai dia kabur"
"hmmm"
Yasinta dan Daniel sudah sepakat untuk menikah, ibunya Daniel juga setuju setelah mendengar cerita anaknya Daniel dan Daniel memohon sama mamanya. Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan hubungan anaknya dan Yasinta, karena dia juga sangat sayang sama Yasinta. Yasinta yang baik dan sederhana walaupun anak orang kaya.
Mamanya Daniel akhirnya menghubungi temannya yang tinggal dipinggiran kota dan minta bantuan untuk mengurus pernikahan anaknya.
Tadi pagi sebenarnya Daniel dan Yasinta sudah sepakat, bahwa Yasinta akan pergi dari rumahnya dan hidup sederhana dengan Daniel. kuliahnya akan tertunda dulu sampai Daniel selesai. itulah kesepakatan mereka berdua.
Nanti malam Daniel akan menjemput Yasinta dipintu belakang. Saat semua orang tidur Yasinta yang sudah mengeluarkan tasnya tadi siang sebagai pakaian loundryan dan sudah diambil oleh daniel, tinggal turun dengan pakaian dasternya dan akan keluar lewat pintu depan saat satpam istirahat.
Yasinta menulis surat untuk papi dan maminya.
mami, papi, maafin Sinta, Sinta tidak mau dijodohin. Sekalipun Sinta putus dari Daniel Sinta ngga mau nikah sama Fariz. Sinta keluar rumah dulu sampai mami dan papi bisa menerima keputusan Sinta.
maaf mi, Pi. sinta
Dan akhirnya lolos, Daniel membawa Yasinta kerumah sahabat mamanya. Sedangkan mamanya pura-pura ngga tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
Tiga hari dirumah teman mamanya, akhirnya mereka jadi menikah. Hanya pemberkatan. Sementara papinya Sinta yang mencari Sinta kerumah Daniel berakhir zonk, tidak ada mereka dirumah itu bahkan Daniel juga izin praktek keluar kota.
Sementara menyuruh orang juga butuh duit, dia sudah nggada duit.
Sudah seminggu Daniel dan Sinta menikah dibawah tangan, hanya selembar surat akta pemberkatan.
"Sayang, apa kamu sudah siap hidup menderita sama aku" tanya Daniel sama Sinta sambil mereka berbenah untuk pulang kerumah mama Daniel.
"sudah kak, kita kan sudah satu, tidak ada yang boleh memisahkan kita, kecuali maut" ucap Yasinta senyum. Melihat senyum Yasinta Daniel makin yakin untuk memulai hidup baru dengan Yasinta.
"tidak ada yang lebih penting dalam hidupku selain kamu Iyas sayang" ucap Daniel mengusap kepala Yasinta.
"makasih kakak Daniel sayang" ucap balik Yasinta
"aku jadi makin semangat deh" ucap Daniel
"kenapa"
"karena kata sayangmu itu lho Iyas sayang"
"huuu" ngerayu
"berangkat Yo, kita naik angkot lho, karena motorku kan dirumah"
"siapa takut" ucap Yasinta bangkit dan mereka menuju terminal.
Baik bus sekitar tiga jam, dan naik angkot kerumah, mereka tiba sore hari dirumah mamanya Daniel. Mamanya Daniel menerima Yasinta dengan senang hati.
Sudah seminggu mereka dirumah Daniel, dan hari ini Daniel ingin ke kampus lagi. Dia ingin cuti kuliah dulu untuk kerja begitu juga Yasinta. Tapi Yasinta dirumah aja, biarlah Daniel yang mengurusnya ke kampus.
Sore harinya Daniel pulang ke rumahnya dan menceritakan tentang cuti mereka sama Yasinta. Tapi dia ngga sadar kalau dia diikuti pak Yusuf.
Ternyata pak Yusuf tadi ditelepon teman Yasinta dari kampus yang mengatakan Yasinta sedang mengurus cuti kuliah. Sehingga pak Yusuf langsung menebak kalau mereka dirumah mamanya Daniel.
Dan benar
Pak Yusuf menyaksikan sendiri tadi saat Yasinta menyambut Daniel pulang dari kampus.
"Sinta" teriak pak Yusuf
"papi" gumam Sinta dan Daniel barengan, lalu mereka saling tatap
"pulang" ucap pak Yusuf mendekat
"ngga Pi, aku sudah istri Daniel, kami sudah menikah" ucap Yasinta yakin disamping Daniel.
"apaaa"
__ADS_1
"iya pi, kami sudah menikah, karena kami tidak ingin dipisahkan, maafkan kami Pi"
"tidak, tidak, kamu tida pantas jadi menantuku" ucap pak Yusuf dan pergi dari tempat itu.