CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 51 JANGAN MENGHINDAR


__ADS_3

Karena sibuk memikirkan apa yang akan dia katakan sama Yasinta, Daniel tidak sadar mereka sudah sampai disalah satu rumah kost yang berlantai dua itu.


"ini pak rumah kost Yasinta"


"ohhh" ucapnya sambil melangkah turun karena pintu sudah dibuka oleh supirnya.


"selamat pagi pak" ucap Dodo kepada satpam disana.


"pagi pak, mau ketemu mba Yasinta ya"?


"iya pak, boleh? ini bos kami di kantor, mau ketemu mba Yasinta"


"oh silahkan pak, kamarnya mba Yasinta dipojok" jelas pak satpam.


"mari ikut saya" ucapnya, lalu mereka berjalan disamping rumah kost itu. Kamar yang mereka lewati bervariasi, dan akhirnya sampailah mereka dipojok dikamar Yasinta.


Daniel sampai terperangah melihat betapa kecilnya kamar Yasinta begitu juga Dodo.


"ini pak, kamar mba Yasinta, sepertinya masih ada orangnya, pintunya masih terbuka" tutur sang satpam.


"terimakasih pak"


"sama-sama pak"


tok tok tok


"permisi , Yasinta" pintunya memang terbuka sedikit


Yasinta bangun dari duduknya dan meletakkan bedak yang sedang dia pegang, dan dia pikir yang datang adalah Bram.


"iya bentar" sambil membuka lebar pintu kamarnya karena tamunya laki-laki.


jedarrrr


Untuk sesaat Sinta sangat kaget dengan kedatangan Dodo dan Daniel. Kalau Dodo masih bisa dimaklumi tapi kalau Daniel dia tidak menyangka sama sekali.


Terlihat Dodo juga kaget melihat kondisi kost-kostan Yasinta, kamar kecil kasur lantai tipis dan ada satu lemari kecil.


Daniel jangan ditanya lagi, hatinya sangat miris melihat semua ini. Dulu Yasinta hidup mewah, mau apa tinggal minta, walaupun dia bukan cewek manja. Tapi dirumahnya dulu sangat lengkap.


Bagaimana Yasinta melewati semua ini?batin Daniel


'Kenapa aku sangat sedih melihat keadaanmu yang begini sin, bahkan kamu sendiri terlihat baik-baik aja, apa kamu sudah terbiasa dengan semua ini, atau kamu hanya terlihat tegar aja tapi sebenarnya sangat rapuh. Buktinya kamu kemarin sampai pingsan' batin daniel sedih.


"do, kamu tunggu di depan"

__ADS_1


"baik pak"


Yasinta masih berdiri bengong, tidak menyuruh masuk atau pun bicara. Dia terlalu kaget dengan semua ini.


"iyas" panggil Daniel lembut


"maaf pak Daniel, kamar saya sempit jadi saya bingung mau bilang bapak duduk dimana" ucap Yasinta bingung dan salah tingkah. jujur berduaan begini dengan Daniel membuat hatinya dan jantungnya tetap berpacu dengan cepat.


'tolong dong hati tenang, jangan sampai Daniel bisa membaca hatiku yang masih ada cinta, saya takut Daniel tambah benci karena mengira saya cinta karena dia sudah kaya. ayo hati mengertilah, kamu tidak pantas lagi bergetar untuk daniel tolong kerjasamanya' batin Yasinta dalam diam.


Daniel tidak menjawab dan tidak menghiraukan ucapan Yasinta, dia langsung masuk melewati Yasinta dan duduk dikasur busa tipis itu. Matanya mengitari kamar ukuran 4x4 itu dengan prihatin.


"kenapa kamu kost ditempat sekecil ini" tanyanya menatap wajah Yasinta intens. Wajah yang selalu dia benci dan selalu dia rindukan. wajah yang terlihat masih sangat cantik.


"maaf pak, apa ada aturan kantor karyawannya harus ngekost dimana ya"? sambil duduk dekat pintu kamar kecil itu.


"tapi tidak harus seperti ini juga kali Iyas" ucap Daniel melembut, dia tahu karakter Yasinta makin dikerasin dia akan semakin membatu dengan pendapatnya.


"maaf pak, tapi saya nyaman kok disini"


"dengan kamar sekecil ini, tidak usah bohong Iyas"


"memang sih kamarnya kecil pak, tapi hatiku tenang kok tidur disini" ucapnya asal


"huhhhhh" Daniel menarik nafas panjang dan melihat satu bingkai foto didekat bantal dikasur tipis itu.


'tapi foto siapa ya, apa foto keluarganya atau masih foto kami dulu'


Tanpa pikir panjang Daniel mengambil foto itu.


degg


Disana terlihat Yasinta berfoto dengan dua anak laki-laki yang sangat tampan. Kedua wajahnya mirip Yasinta tapi mata dan hidung mereka sangat mirip Daniel.


"siapa mereka Iyas" tanya Daniel to the point. Entah kenapa hatinya berdesir melihat foto kedua anak itu.


"anak-anak saya pak" ucapnya mulai berani menatap balik wajah Daniel sedikit.


Daniel tidak tahu harus bertanya apa lagi karena Yasinta juga langsung berkata to the point. Terlihat Yasinta akan melakukan apa saja untuk anak-anaknya. Daniel akhirnya melembut lagi, dia harus bisa mendapatkan pengakuan Yasinta, kalau dikerasin Yasinta akan semakin jauh menghindar.


"Iyas, kenapa kamu ngga mau cerita samaku tentang apa yang kamu alami, kenapa kamu bisa jadi hidup seperti ini" tanya Daniel pelan.


Mendapat pertanyaan begitu dari Daniel, Yasinta tidak berhasil mengontrol airmatanya. airmata itu jatuh dipipinya begitu aja tanpa berusaha dia hapus. Apalagi Yasinta melihat Daniel menatapnya juga terlihat sedih. Tapi tetap dia berusaha memagari hatinya.


"kenapa kamu bertanya begitu sekarang, bukankah diulang tahunmu itu meta sudah membeberkan semuannya" jawabnya tidak berusaha membersihkan nama baiknya.

__ADS_1


"Iyas, aku tidak tahu apa-apa dari meta. apa kamu tidak mau cerita samaku sedikitpun"


"tidak" jawabnya tegas


"kenapa" Daniel juga mulai ngga bisa memelankan suaranya lagi.


"ngga ada yang perlu diceritakan" Yasinta mulai menghapus airmatanya yang dari tadi mengalir deras.


"lalu bagaimana dengan kedua anak ini, apa kamu tidak mau memberitahu mereka siapa sebenarnya ayah mereka"


deg


'kok Daniel mulai menyinggung ayah anakku ya, apa dia sudah tahu sesuatu bahwa itu anaknya, tapi biar ajalah semua mengalir'


"Mereka adalah anak-anakku, jadi tidak ada yang perlu aku beritahu" ucapnya dengan sisa keberanian yang ada.


"lalu kalau nanti mereka bertanya, siapa dan dimana ayah mereka, kamu akan jawab apa"?


"mereka tidak akan bertanya lagi, karena sejak mereka masuk sekolah aku sudah bilang ayah mereka sudah meninggal saat mereka belum lahir" ucapnya terlihat enteng


jedarrrrr


Daniel sangat kaget mendengar penuturan Yasinta. Bagaimana Yasinta mengatakan dirinya mati kepada anak-anak mereka.


"Iyas, kamu tega mengatakan aku sudah meninggal" ucap Daniel yang membuat Yasinta juga terkesiap.


"aku sudah tahu Iyas, siapa mereka, kenapa kamu ngga pernah cerita samaku, kenapa kamu sembunyikan semua Iyas"


Yasinta makin kaget mendengar Daniel sudah tahu semua, tapi Yasinta makin Keukeh, sekalipun Daniel tahu semua Yasinta tidak mau ada anak-anaknya dikehidupan Daniel lagi. Daniel yang sekarang adalah Daniel yang sukses dan banyak yang tergila-gila padanya. aku takut banyak orang menghalalkan cara yang berimbas sama anak-anaknya.


"kalau kamu sudah tahu, kenapa masih bertanya" Daniel jadi bingung menjawabnya.


"aku ingin mendengar semua dari kamu"


"lalu kalau kamu sudah dengar dari aku, apa yang akan kamu lakukan" Yasinta terlihat dingin menanggapi.


"ayolah Iyas, jangan jadi orang yang egois" Yasinta merasa tidak terima dibilang egois, dia membalas tatapan Daniel


"dimana ya saya yang egois"


"ya ...dengan kamu tidak memberitahu siapa ayah mereka, bahkan kamu bilang ayah mereka sudah meninggal apa kamu memikirkan perasaan mereka"


"saya sudah memikirkannya, lebih baik hati mereka patah dari awalnya daripada nantinya mereka merasa tertolak"


Hai-hai-hai readersku yang baik, jangan lupa like dan koment ya. Terimakasih.

__ADS_1


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2