CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 7 RENCANA PINDAH


__ADS_3

Satu Minggu sudah setelah kunjungan Daniel ke kota J. Dia sudah kembali dengan rutinitasnya sebagai CEO grup Arganta. Pagi berangkat ngantor dan malam baru pulang sampe rumah.


Sekarang dia agak jarang mencari wanita-wanita malam, dia lebih banyak dirumah menemani omnya dan fokus tentang perusahaannya.


"daniel, apa kamu belum ingin menikah, mungkin pernikahanmu dulu gagal adalah karena kamu belum siap secara materi" ucap omnya yang sudah sering sakit-sakitan.


"ntar dululah om, aku masih belum yakin. semua pasti samalah om, sekarang mereka mau samaku pasti karena uangku ada kan, bukan karena cinta aku" ucap Daniel


"gimana dengan Cyntia"


"hehehe dia lagi om, kerjanya cuma kesalon dan ke cafe. bisa-bisa aku nanti diurus pembantu" ucapnya tersenyum


"kamu harus coba dulu dan" tegas om nya


"ntar aja om, tenang aja, kalau sudah ketemu jodoh pasti aku kasih tahu om"


"jangan kelamaan"


"beres bos"


"jangan asal beres-beres aja"


"iya om, makanya om harus sehat biar nanti bisa nimang cucu"


"kamu tuh ya kalau dibilangin,"


"iya om, iya" jawabnya becandain omnya


Itulah perbincangan ringan Daniel dengan omnya, karena omnya memang sudah sering sakit, jadi dia ingin Daniel segera menikah dan punya anak supaya ada penerus arganta.


Ternyata orang-orangnya yang bekerja untuk perpindahan kantor pusat juga sangat gerak cepat.


Hari ini team menghadap Daniel di kantor untuk menyampaikan bahwa proyek pembangunan sudah berjalan sepuluh persen.


"Bagus, usahakan bisa secepatnya berjalan, karena saya mau dalam tiga bulan ini kita harus sudah benar-benar pindah"


"baik pak"


Lalu Daniel memanggil Dodo ke ruangannya.


tok tok tok


"masuk"

__ADS_1


"bapak memanggil saya"


"iya, begini do, Minggu ini tolong kamu fokus memindahkan kantor pusat ke kota J. urusan kantor yang berhubungan dengan saya dihandle Laras dulu. Usahakan alamat dan kop surat serta ***** bengeknya sudah segera selesai."


"baik pak"


"kamu boleh kembali keruanganmu, tolong panggilkan Laras" ucap Daniel


"baik pak"


tok tok tok


"iya masuk"


"ada apa ya pak" tanya Laras karena tadi mereka sudah kelar dengan pekerjaan hari ini seperti biasa.


"begini, Minggu ini Dodo fokus dengan pemindahan Arsip-arsip kantor pusat. Jadi untuk urusan kantor tolong kamu handle dulu semua"


"baik pak"


"kalau perlu lembur berarti kamu lembur dulu, karena ini demi kelancaran semuannya"


"baik pak"


Siang harinya Daniel mendapat telepon dari Rio kalau rumahnya akan di renovasi.


"ok bro, coba nanti saya handle kalau ngga bisa ntar aku hubungi lagi"


"ok Rio" jawab Daniel


Karena Daniel yang sangat sibuk, dan sepertinya susah untuk datang ke kota J, akhirnya Rio punya inisiatif untuk membawa kontraktor yang akan merenovasi rumah Daniel ke kota S untuk bertemu Daniel, Sehingga semua bisa selesai lebih cepat.


Dua bulan sudah pengerjaan kantor pusat, secara fisik bangunan hampir selesai. Daniel sudah mondar-mandir kota J dan kota S karena rumahnya sudah selesai direnovasi dengan tidak menghilangkan semua kenangan mamanya.


Begitu juga rumah Daniel sudah hampir rampung, karena memang permintaan Daniel harus cepat.


Rencananya bulan depan kantor pusat sudah benar-benar ada dikota J. dan Daniel juga sudah berencana membawa omnya yang telah sakit-sakitan ikut ke Kota J.


Hari ini Daniel sedang berada di kota J. Dia mencoba menyusuri jalan-jalan kota ini dengan sangat santai bersama supir barunya sampai agak kepinggiran kota kearah pabrik miliknya. Karena ini hari Sabtu weekend, sehingga jalanan terlihat agak lengang tidak seramai biasanya.


Saat siang hari dia ingin makan di salah satu mall terdekat, dia menikmati makananya seorang diri sambil tetap dengan handphone ditangan. Setelah selesai makan, menjelang sore dia seperti melihat bayangan Yasinta dengan menggandeng dua anak yang sangat ganteng-ganteng dan lucu.


Ya, mereka adalah Yasinta beserta Loan dan leon. hari ini salah satu teman sekolah Loan dan Leon mengadakan acara ulang tahun disalah satu restoran cepat saji di mall ini. Memang acaranya mulai jam empat sore tapi karena mumpung ke mall yang jauh dari rumah mereka, Yasinta dan anaknya datang lebih awal dan mengitari mall itu dulu sambil bermain.

__ADS_1


Daniel yang terkesiap melihat Yasinta lalu mengikutinya sampai kedua anaknya masuk ke arena permainan. Terlihat mereka sangat bahagia, kedua anak itu juga terlihat bahagia, begitu juga Yasinta terlihat tertawa sangat lepas.


'Ternyata kamu sekarang benar-benar bahagia Iyas, kamu tidak berubah, cara ketawa kamu, kecantikan kamu hanya hatimu yang berubah jadi mengutamakan materi.' gumam daniel


Tapi entah kenapa Daniel enggan untuk beranjak pergi dari tempat itu. Dia seolah ikut bahagia bersama kedua bocah itu sehingga lupa dengan penghianatan Yasinta.


"sayang, sudah ayo, nanti kita terlambat ke ulang tahunnya" ajak Yasinta sama anak-anaknya.


"ok ma" ucap mereka hampir berbarengan.


Lalu mereka keluar dari arena permainan dan mendekati mamanya lalu bergandengan lagi menuju tempat ulang tahun temannya.


Sementara Daniel yang melihat interaksi yasinta dan kedua anaknya merasa geram. 'Ternyata kamu benar-benar sudah bahagia Sinta, kamu sama sekali ngga mengingat aku lagi, batin daniel.'


'Tapi kamu nanti akan lihat Sinta kalau aku juga bisa lebih dari suamimu itu. aku akan buktikan sama papimu kalau aku tidak bisa dia rendahkan. Dia akan berhadapan denganku didunia bisnis, dia pasti akan kaget, gumam daniel penuh amarah.


Karena emosinya Daniel jadi kurang memperhatikan kemana tadi Yasinta dan kedua anaknya.


'kemana mereka tadi' batin daniel


'coba kalau ada Dodo disini, pasti semua gampang' batin daniel


'tapi untuk apa ya aku mencari mereka, hanya membuat hatiku makin sakit' ungkap sisi lain hati Daniel


'Mending aku pulang deh, aku harus bangkit, aku harus maju untuk membuktikan ke mereka kalau aku bisa dan aku sudah banyak duit sekarang' gumamnya tersenyum sinis


Lalu dia berjalan menuju mobilnya dan pulang kerumahnya.


ddrrrt ddrrrt ddrrrt


"hallo pak" ucap Dodo disebrang sana


"do, tolong percepat semua kesini, saya mau akhir bulan ini semua kegiatan kantor pusat sudah disini" jelasnya memerintah


"baik pak"


"apa bapak masih balik kesini"?


"masih, tapi setelah semua disini rampung. aku belum cari rumah untuk om. Kalau nanti aku sudah disini aku harus bawa om ikut" ucap daniel


"ohhh baik pak kalau begitu" ucap Dodo lalu Daniel memutuskan sambungan teleponnya.


'Aku harus fokus keperusahaan' gumam daniel

__ADS_1


'Kamu akan menyesal Iyas telah meninggalkan aku, kamu lihat aja' batin Daniel sangat geram apalagi melihat kebahagiaan Yasinta tadi di mall itu


'Kalau perlu aku akan buat hidupmu menderita' geram Daniel lagi.


__ADS_2