
Daniel terduduk lesu dikursi panjang rumah sakit menunggu dokter yang menangani ibu Yasinta. Dia khawatir terjadi sesuatu sama anak-anaknya, karena sebelumnya dokter bilang jangan sampai pingsan lagi.
Tidak berapa lama dokter itu keluar didampingi dokter citra dan dokter Cyntia.
"pak Daniel" panggil dokter citra
"ibu Yasinta tidak apa-apa, sekarang semuanya normal, mungkin tadi dia cuma shock. tapi jangan sering begitu ya pak, takutnya nanti efeknya ke anaknya" jelas dokter yang menangani Yasinta didampingi dokter kandungan Yasinta dan dokter pribadi keluarga arganta.
"iya dok"
"tidak perlu rawat inap, nanti kalau sudah sadar akan saya observasi lagi, sepertinya bisa langsung pulang"
"baik dok" dokter itupun berlalu dari sana begitu juga dokter Cyntia dan dokter citra.
"kami juga pamit dulu pak, tadi ada pasien yang mau operasi"
"hmmmmm, saya boleh menunggunya di dalam"
"boleh pak, tapi jangan mengganggu ibu, hanya Menemani"
"hmmmm" Daniel melangkah masuk dengan lesu.
Dia memandangi istrinya yang lagi tidur tenang, hatinya kembali hancur.
'kenapa kamu harus terluka lagi, bahkan didepan mataku,ternyata aku ngga bisa diandalkan ya sayang' batin Daniel
"bro, minum dulu" entah sejak kapan Bram ada disana. Tapi Nana sudah pulang ke kantor karena diminta Dodo ada kerjaan yang harus dia handle.
"makasih"
"sabar bro, semoga tidak apa-apa"
"aku ngga bisa jaga istriku Bram, bahkan dia dilecehkan didepan mataku, aku ngga bisa menjaganya. ternyata pengawalku yang banyak ngga bisa menjaganya." airmata Daniel menetes.
"bukan begitu bro, meta itu memang cewek stress. kamu sudah lihat kan gayanya tadi, kalau cowok aja udah gue habisin kali, urusan di belakang deh"
"aku yang buat Yasinta menderita Bram, selalu tersakiti. Dulu dia dipermalukan di ulang tahunku, sekarang dia disakiti di ulang tahunmu Bram"
"apah" Bram kaget kok bawa-bawa ulang tahunnya, apa makan siang ini bagian dari ulang tahunnya.
"iya Bram"
"maksudmu, kita makan siang ini"?
"Iyah, dia merencanakan makan siang ini untuk ulang tahunmu, sebagai ucapan terimakasihnya, kamu ada disaat tersusahnya, katanya supaya kamu makin dekat sama Nana. Tapi kenapa jadi begini"? ucap Daniel
"ya ampun sintaaaa" sesal Bram.
"kamu memang selalu peduli orang lain sin, maafkan aku juga ngga bisa melindungimu tadi" ucap Bram didepan Daniel.
"ahhhhhhh" terlihat Yasinta mulai sadar
"sayang"
"Sinta"
"ahhhh perih kak" ternyata masih ada sisa saosnya di mata Yasinta.
"mana sayang, mananya perih" Daniel langsung mengambil tissu basah di tas istrinya. dia membersihkan mata Sinta yang tadi kena percikan saos.
"tahan dikit ya sayang"
"coba buka matanya pelan-pelan" ucap Daniel senyum
"kita kok disini kak"
"tadi kamu pingsan"
"ehhhh meta tadi..."
"ngga usah sebut nama itu lagi, nanti aku emosi" ucap Daniel sambil mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"maaf ya sin, niatmu baik malah jadi begini, aku jadi ngga enak sin"
"ehhh kak Bram, ngga jadi ngerayain ultahnya deh, maaf ya kak" ucap Sinta ke arah Bram
"Bram sudah tahu sayang, kamu tenang aja, sekarang istirahat ya..."
"tapi..."
"tapi apa, jangan tanyakan tentang meta, aku akan emosi" ucap daniel
"bukan, bukan itu, tapi ikan guramiku"ucap Yasinta menangis baru ingat ikan gurame ya tadi yang tinggal makan.
Daniel dan Bram jelas aja bingung, begitu sadar Yasinta bukannya bertanya perihal meta tapi malah bertanya tentang ikan gurami ya.
"huk huk huk padahal aku sudah sangat lapar" tangisnya membuat mereka tambah bingung.
"ya sudah sayang, ya sudah ya, Bram akan ambil ikan gurami ya, pasti masih mereka simpan karena kita belum jadi makan, jangan nangis ya" bujuk Bram memeluk Yasinta yang terbaring.
"Bram tolong ambilin ikan guramenya ya, lengkap sama lalapan kangkungnya ya Bram, tempatnya juga harus nampan" pinta Daniel ke bram sambil mengedipkan mata supaya dipesankan lagi.
"oke bro, aku pergi dulu"?
"hubungi Dodo dulu aja bro"
"oke"
"terimakasih bro"
"sama-sama, aku sudah anggap Sinta itu adikku"
Bram langsung hubungi Dodo untuk pesan makanan tadi, biar lebih cepat. Dodo memang hebat, begitu Daniel sampai di restoran seorang waitres sudah menunggunya di restoran lengkap dengan pesanan Yasinta.
"dengan pak Bram"
"iya saya Bram"
"mari pak"
"maksudnya, kemana"?
"oh oke"
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo"
"bro, sudah sampai restoran"
"apa waiters ikut juga"
"saya takut ibu Yasinta ngidam seperti makan direstoran, dilayani waiters, jadi aku booking sekalian"
"oh oke bro, kita jalan dulu"
"hati-hati bro, beda dikit bentuknya takut ibu Yasinta ngga mau, bukan ibunya tapi bayinya" ucap Dodo
"oke aku tahu"
"bye bye"
Tidak sampai lima belas menit Bram sampai dirumah sakit, Yasinta sepertinya habis dari kamar mandi.
"ini bro, pesananya sudah datang, silahkan Sinta langsung makan"
"oh iya bro. sayang langsung makan ya" bujuk Daniel
"hmmmm sudah lapar" jawab Sinta to the point
"ayo mas, siapin disitu aja" perintah Bram ke waiters itu.
"baik pak"
__ADS_1
Daniel menuntun Sinta turun dari tempat tidur, lalu duduk disofa. Daniel dengan telaten menyuapi istrinya.
"habisin ya" goda Daniel
"hmmmm, lapar" jawab Sinta serius
"wahhh ini wanita hamil makannya banyak banget" goda Bram lagi
"kan bagi tiga bro" Daniel yang menimpali
"emank anakmu kembar lagi"? Bram bertanya karena kaget
"hmmmm, hebatkan gua" ucap Daniel bangga.
"sin habis ini kamu langsung steril lah, masa nambah sekali lagi ntar jadi enam" canda Bram
"ya ngga apa-apa bro, biar rame. aku anak tunggal, Sinta anak tunggal, kesepian" ucap daniel
"wahhhh hati-hati sin, bakal nambah lagi kayaknya ini mah" goda bram
Yasinta hanya tersenyum sambil mengunyah makanan yang terus disuapi Daniel. Dan hebatnya makanan itu benar-benar habis.
"kenyang sayang" tanya Daniel setelah memberikan Yasinta minum
"iya, kenyang" jawabnya polos
"bhahahaha, kalau sebanyak tadi belum kenyang sih, kamu wanita ajaib" Bram tertawa ngakak.
"kak Bram, ngeledek Mulu" ujar Yasinta
"abaikan aja sayang, dia sirik itu", ucap Daniel
"oh iya kak Bram, ngga jadi lunch tadi, maaf ya kak, sebenarnya meta kenapa"?
"bhahahaha kamu telat nona, harusnya baru sadar tadi kamu tanya apa yang terjadi dengan meta, ini kamu malah ingat ikan gurami" ucap Bram ketawa lagi
"ajaib memang istrimu bro" ucap Bram ke Daniel, akhirnya Daniel ikut senyum.
"udah bro, istriku baru sadar, jangan godain terus"
"habis lucu aja, masa ingat makanan dulu baru inti masalah"
"sudah, sudah, sayang tadi itu .." Daniel bingung memulai cerita.
"biasa sin, simeta nggada ahlak. Dia godain Daniel, karena Daniel ngga mau dia marah sama kamu" ujar Bram, Daniel hanya terdiam tidak melarang tidak mengiyakan.
"ohhhh, pantas dia marah samaku"
"iya tuh, ratu culas, ngga berubah-berubah" Bram sedikit terbawa emosi
"terus sekarang dia dimana"? tanya Yasinta
"ngga tahulah sayang, ngga usah diurusin, abaikan aja"
"iya ya, benar juga"
"mau tidur lagi nunggu dokter"
"ngga, belum ngantuk"
"oh iya kak Bram, selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur dan murah rezeki, nanti kakak makin jaya, oke",
"terimakasih sin, gara-gara ulang tahunku, kamu kayak gini" ucap Bram serius
"oh iya bro, kadonya nyusul ya, tadi sih ada cuma karena panik aku sendiri ngga tahu dimana barangnya sekarang" jelas Daniel
"kalian ingat dan doain saya aja udah terimakasih bro" jawab Bram serius
"terimakasih" lanjutnya
Hai
__ADS_1
jangan lupa like, coment dan vote ya. terimakasih
I love you all๐๐ค