CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 82 PERCAYALAH WARNING 18+


__ADS_3

Setelah kedua anak kembarnya bisa menerima dan mengakui Daniel sebagai ayah mereka, dunia Daniel banyak perubahan. Hampir tiap hari Daniel dan Yasinta pulang mengunjungi anak-anak mereka. Biasanya besok paginya mereka baru pulang dan berangkat lagi ke kantor.


Daniel juga sudah membeli sebuah rumah mewah di daerah T, untuk tempat mereka berkumpul bersama semua, baik papi Yusuf dan juga om Riadi.


Sejauh ini Yasinta tidak menolak semua kebaikan Daniel. Dia selalu membiarkan Daniel membeli apa saja untuk anak-anak. Bahkan pernah Daniel membeli perhiasan yang sangat mahal untuk Yasinta.


Jujur Yasinta sedikit berubah cara pandang juga, hanya saja dia masih takut untuk jujur mengakui rasa cinta dan rasa nyaman ya bersama Daniel. Tapi rasa takut itu selalu dipatahkan oleh Daniel, walaupun harus menggunakan kekuasaannya, supaya Yasinta menurut. Jujur Daniel hanya ingin Yasinta percaya diri lagi dan memperjuangkan Daniel lagi.


Seperti hari ini, secara tidak langsung Daniel memaksa yasinta untuk menemaninya belanja pakaian sikembar, karena besok Jumat mereka akan menginap di daerah T.


"Nanti pulang kerja jangan langsung pulang, tunggu saya, kita pergi belanja pakaian kembar" ucap Daniel sengaja memanggil Yasinta keruangannya.


"tapi kak, kenapa saya harus ikut" karena Yasinta masih enggan belanja diboutiqe


"memangnya kamu punya pilihan untuk melawan dan menolak" ucap Daniel pelan persis dihadapan Yasinta.


"ihhh kak Daniel, ini mah pemaksaan"


"memang" jawab Daniel cepat


"ngga adil"


"adil kok, karena aku sudah menimbang sisi keadilannya" jawabnya santai


"adil gimana coba, itu sudah diluar jam kantor, berarti kak Daniel sudah bukan atasanku lagi, yang harus aku patuhi" ucap Yasinta menggerutu.


Ini yang Daniel suka dari Yasinta, sifatnya yang kadang manja tapi kadang tegas. Daniel memencet remote pintu ruangannya dan mendekati Yasinta dibalik meja kerja Daniel.


cup cup


Daniel mencium Yasinta yang masih menggerutu.


"kak upphh" Yasinta sudah tidak bisa melawan Daniel, lagi dan lagi Yasinta kalah.


Daniel bukanya menghentikan ciumannya malah makin memperdalamnya hingga Yasinta sesak hanya untuk bernafas barulah dia lepas.


"kamu sekarang cerewet, aku suka itu" ucap Daniel tersenyum penuh kemenangan.


"kak Daniel suka banget sih cium-cium sembarangan" ucap Yasinta protes


"Siapa yang sembarangan, orang yang aku cium istriku sendiri kok, siapa yang berani melarang" ucapnya santai


"ya ampun kak Daniel, benar-benar ya, gim..."


Daniel langsung membungkam Yasinta lagi dengan bibirnya, karena terlalu cerewet. Walaupun awalnya Yasinta kaget Lama kelamaan mereka berdua hanyut dengan bahasa tubuh mereka yang kadang bertolak belakang dengan akal sehat manusia.

__ADS_1


Yasinta tanpa sadar menginginkan dan merindukan sentuhan Daniel juga. Mereka sama-sama menikmati ciuman itu sampai Daniel melepas Yasinta dengan sukarela.


Pada dasarnya Daniel juga bukan lelaki yang suka bermain perempuan walaupun ngga dia sangkal mereka pernah bermain dengan wanita malam atas ajakan teman-temannya dan pastinya ada moment sewaktu diluar negri.


Daniel hanya melakukannya dengan Yasinta, melakukannya dengan penuh perasaan dan menikmati getaran dalam tubuh mereka. Saat dia menikah dengan Yasinta yang bertahan sekitar satu bulan lebih dulu, Daniel memang sangat menikmati hal-hal begitu dengan Yasinta. Apalagi mereka pasangan pengantin baru yang selalu menjaga kesucian untuk pernikahan. Tapi setelah itu dia tidak pernah bisa menikmatinya dengan wanita manapun.


Yasinta tertunduk malu karena reaksi tubuhnya tidak sejalan dengan akal sehatnya saat Daniel menciumnya tadi.


"kenapa malu, mau lagi biar kamu terbiasa, supaya jangan terlalu cerewet, walaupun aku tetap suka sih" ucap Daniel senyum


Yasinta tetap menunduk dan berbalik berniat hendak keluar dari ruangan Daniel. Dia sangat malu semalu-malunnya saat ini. Dia juga takut Daniel menilainya murahan karena sangat gampang mendapatkan ciumannya. Semua perasaannya campur aduk sampai dia berada didepan pintu ruangan Daniel dan ternyata terkunci.


"kenapa, mau keluar, ngomong yang bagus dulu" goda Daniel sambil menunjukkan remote pintunya.


"tolong kak" ucap Yasinta sudah meneteskan air mata membuat Daniel tersadar seketika bahwa Yasinta menangis.


"lho lho kok kamu menangis, maafkan aku, maaf, jangan sedih begitu, aku ngga bisa melihatmu sedih" bujuk Daniel mendekat dan menghapus airmata Yasinta.


"apa kamu marah samaku karena aku cium kamu", tanya daniel sambil menatap mata Yasinta sangat dekat.


Yasinta memberanikan diri menatap manik mata daniel, disana dia menemukan ke khawatiran, keteduhan dan penuh cinta sehingga Yasinta menggelengkan kepalanya perlahan.


"ngga kak, tapi aku sangat kaget, aku juga bingung" ucap Sinta polos


Daniel menarik Yasinta ke dalam pelukannya, Dia tahu Yasinta adalah wanita yang punya prinsip dan tidak sembarangan. Daniel menciumnya tanpa izin pasti membuatnya sedikit tersinggung, tapi dia juga merindukan sentuhan itu, itulah yang membuat dia bingung.


Setelah berpelukan beberapa waktu Daniel mengurai pelukannya dan menghapus bekas airmata Yasinta.


"aku ingin kerja bentar, laporan dari kota B masih dikit lagi, tunggu aku diruanganmu." perintah Daniel sambil menatap manik mata Yasinta.


"hmmmm" ucap Yasinta sambil mengangguk


"kalau kamu menunggu disini kerjaanku pasti tidak bakal kelar, karena fokusku ke kamu terus" ucap Daniel membuat Yasinta tersenyum malu dan membuka pintu setelah Daniel memencet remote pintu ruangannya.


Sepeninggal Yasinta Daniel senyum-senyum sendiri mengingat ciumannya tadi bersama Yasinta.


'yasinta itu masih seperti dulu, sangat menganggap tabu bahkan ciuman doank, sementara diluaran sana banyak orang yang menganggap bahwa kumpul kebo itu hal yang wajar' batin daniel


Daniel kembali duduk dikursi kebesarannya dan meneruskan semua pekerjaannya.


Jam lima sore pekerjaan Daniel tinggal sedikit, lalu dia kirim pesan ke Yasinta.


"siap-siap sepuluh menit lagi kita jalan"


"hmmmm"

__ADS_1


Pasti dia masih malu atas kejadian tadi, aku sangat tahu Yasinta, batin daniel


Benar saja sepuluh menit berikutnya Daniel sudah keluar dari ruangannya dan Dodo juga sudah keluar dari ruangannya, bertemu didepan meja sekretaris seperti biasa.


"mobil sudah siap pak, dan tempatnya ada di plaza z lantai lima" ucap Dodo sambil menunduk ke Yasinta.


Ternyata Daniel menyuruh Dodo mencari referensi salah satu nama boutiq yang ada di kota S yang sering menjadi langganan keluarganya. Disana lengkap mulai dari pakaian bayi anak ibu dan bapak, ada semua.


"memangnya kita mau kemana sh kak, boleh mampir ke kostan bentar ngga"


"mau ngapain"


"gerah, ingin mandi dulu, takutnya nanti lama, boleh ngga"


Daniel tersenyum melihat Yasinta, mulai cerewet lagi dia.


"iya, tapi nanti kamu ngga usah dandan"


"kok begitu"


"Saya ngga mau banyak yang lirik kamu, kamu itu sadar ngga, kamu sangat cantik"


"ngga"


"pantas, kamu suka ngga percaya diri, padahal kamu sangat lebih lho"


"aku percaya diri kok"


"oh iya benarkah istriku ini sangat percaya diri"


"iya" jawabnya lantang


"kalau misalnya ada cewek yang menggodaku sekarang, apa yang akan kamu lakukan"? tanya Daniel to the point


"ya terserah kak Daniel"


"lho kok terserah sih, aku kan tanya kamu"


"iya kalau kak Daniel mau sama perempuan itu"


"kamu tidak akan memperjuangkan aku"


"lho o...itu sih terserah kakak,"


"itu tandanya kamu belum percaya diri untuk memperjuangkan aku, padahal kamu tahu aku sangat mencintaimu, tidak ada yang lain" ucap Daniel serius.

__ADS_1


Terimakasih untuk setia membaca dan memberikan like.


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2