
Rumah tangga Daniel dan Yasinta sekarang terlihat sangat bahagia dan lengkap sudah. Hari ini Yasinta menemani Daniel bekerja seharian, karena dia memang sekretaris pribadinya.
Sepulang dari kota B Daniel mengajak Yasinta mampir ke makam ibunya.
"kita mampir ke makam ibu dulu ya, mumpung lewat sini, kembar kapan-kapan kita ajak kalau libur"
"ohhh terserah kakak aja, aku juga sebenarnya kangen sama ibu dan mami" ucap Yasinta sedih.
"ya sudah, ini masih siang, kita ke makam ibu dulu baru nanti ke makam mami" ucap daniel
"do, kita ke pemakaman x dulu"
"baik pak"
"pak, kita ke pemakaman x" perintah Dodo kepada supir
"baik pak"
"Bu, aku datang Bu, bersama menantu ibu, menantu yang ibu sayangi" ucap Daniel diatas pusara ibunya begitu mereka sampai.
"Seandainya ibu sabar, ibu pasti senang banget melihat kedua cucu ibu. mereka lucu-lucu Bu, Yasinta merawat mereka dengan sangat baik" cerita Daniel sambil menaburkan bunga diatas pusara itu.
Sementara disamping Daniel Yasinta juga sudah meneteskan airmata.
'ibu, maafkan Yasinta belum sempat berbakti sama ibu, malah mungkin yasintalah penyebab ibu pergi' tangis Yasinta
'Tapi Yasinta juga menderita kok Bu, hamil tanpa suami dalam kemiskinan dan kekurangan, sebenarnya kasihan kedua cucumu ibu, tapi semua sudah berlalu, sekarang kami sudah berkumpul dan berbahagia' adunya lagi
'Sekarang kak Daniel sudah sukses ya Bu, coba ibu masih disini pasti kita akan bisa bermain bersama dengan kembar bu, berbelanja bersama dan liburan bersama' ungkapnya dalam hati.
Daniel yang melihat Yasinta meneteskan airmata jadi ikut makin sedih.
"kenapa sin, kenapa menangis, jangan sedih lagi, sekarang ibu juga pasti bahagia melihat kita dari sana" ucap Daniel mengusap kepala Yasinta.
"hmmmmm, iya kak. Aku belum sempat melayani dan mengurus ibu, aku ingin berbakti sama ibu, tapi Tuhan malah memanggil ibu dan aku juga, waktu itu aku juga sangat sedih dan memprihatinkan, kita dicobain berat",
"maafkan aku sayang, semua salahku" ucap Daniel menarik Yasinta kedalam pelukannya.
"bukan salah kak Daniel, tapi mungkin takdir harus begitu kak"
"iya sayang, tapi sekarang kita bersyukur, Tuhan izinkan kita bertemu dan bersatu lagi"
__ADS_1
"iya kak"
Setelah berdoa bersama mereka meninggalkan pusara ibunya Daniel. Sekarang mereka menuju makam maminya Yasinta.
"Kita ke makam yang didaerah K ya do" ucap Daniel sama Dodo saat mereka tiba diparkiran mobil.
"pak kita ke pemakaman yang didaerah K" perintah Dodo ke supir itu.
"baik pak"
Dan disinilah mereka sekarang, dipusara maminya Yasinta. Yasinta sudah tidak bisa menahan airmatanya saat baru sampai di makam itu. Dia jadi ingat kembali sebagian derita masa lalunya.
"mi, Sinta datang mi, Sinta sudah bahagia sekarang, apa mami melihat kebahagiaan Yasinta. Dulu Yasinta kurang bersyukur atas kandungan Sinta mi, karena menurut Sinta waktunya ngga tepat. Tapi siapa sangka mi, sekarang kami sangat bahagia mi. Sekarang mereka ngga bisa ikut karena lagi sekolah mi, tapi lain kali aku akan bawa mereka kesini mi" ucap Yasinta sambil mengusap-usap pusara maminya.
"mami tahu ngga, disini ada kak Daniel, laki-laki yang Sinta cintai, sekarang dia sudah sukses mi, dia juga berhasil meyakinkan Yasinta untuk berani mencintainya lagi. Mami jangan sedih lagi kaya dulu ya, sekarang Yasinta dan anak-anak sudah tinggal dirumah kak Daniel, rumah tempat tinggal kami, kami tidak terlantar mi. Biarkan mereka ambil rumah kita mi, biarkan mereka ambil perusahaan papi, sekarang tanpa itu semua pun kami sudah hidup berkecukupan mi, bukan kayak dulu"
"Doain Yasinta mi, suatu saat kalaupun bukan Yasinta, mungkin kembar akan bisa membangun kembali bisnis papi. mami jangan sedih lagi disana ya" tutur Yasinta terus
Sementara Daniel yang disamping Yasinta, melingkarkan satu tangannya dibahu Yasinta memberi dukungan.
'mami, maafkan saya dulu tidak memperjuangkan Yasinta, malah sibuk dengan dendam saya sendiri. Saya bersalah mi, maafkan aku ya mi. kedepannya aku berjanji akan membahagiakan Yasinta dan anak-anak' gumam Daniel dalam hati.
"sin, sudah jangan menangis lagi, mami pasti sudah tenang disana, melihat kamu dan kembar juga papi dan saya sudah berkumpul." bujuk Daniel yang melihat Yasinta masih meneteskan airmata dibantu nisan maminya.
'Aku akan merebut kembali apa yang kalian miliki dulu sin' batin Daniel berjanji dalam hati.
"Menangis lah kalau kamu ingin menangis dan mengadu ataupun curhat sama mami, tapi aku mohon setelah itu kamu harus bangkit, kita harus bisa melupakan masa lalu, kita fokus ke masa depan ya"
"masa lalu itu bagian dari hidupku kak"
"iya aku tahu, tapi aku ngga mau kamu terlalu fokus ke masa lalu jadi terabaikan masa depan, ingat kita harus berjuang untuk anak-anak, mereka wujud dari cinta kita"
Mendengar nama anak-anak Yasinta kembali disadarkan dengan kedua buah hatinya.
"iya kakak benar, kasihan kembar"
Setelah mereka memanjatkan doa di pusara maminya, Yasinta dan Daniel langsung pulang, karena hari sudah sore.
Sepanjang jalan pulang Yasinta masih terlihat sedih di dalam mobil.
"sin, kalau dulu mami ingin mengembalikan rumah itu sama kamu, bagaimana kalau kita cari rumah disekitar situ buat papi atas nama kamu, gajimu dipotong tiap bulan, minimal satu komplek, biar mami merasa senang"
__ADS_1
"terimakasih, tidak usah kak, rumah yang didaerah T itu adalah saksi perjuanganku, dan papi tahu itu, makanya papi sangat menyayangi rumah itu."
"apa itu tidak kurang luas buat papi dan kembar main"
"kembar kesana hanya sekali-sekali kan"
"iya sh, terserah kamu aja"
"bagaimana dengan rumah ibu kak yang di daerah D, apa udah kakak jual, warung ibu itu gimana"?
"tidak, aku tidak jual, itu juga rumah kesayangan ibu. aku udah merenovasinya, cuma belum pernah tidur disana, Rio dulu yang urus semua."
"berarti dari dulu kakak tinggalin kosong"
"ngga, dulu kan saya kontrakan, biar ada yang rawat maksudnya"
"ohhhhhh"
"kapan-kapan weekend kita nginap disana, siapa tahu langsung jadi, kaya kembar dulu, kita adon disana kan" ucap Daniel tanpa saringan untuk memancing Yasinta ketawa lagi.
"ihhh kak Daniel"
"kenapa, benar kan"
"malu kak"
"malu sama siapa"
"malu sama pak supir juga pak Dodo"
"do, kamu mendengar ucapan saya"
"ngga pak" jawab Dodo asal
"ihhh kak Daniel, mentang-mentang bos ya" Yasinta tambah cemberut
"iyalah, makanya harus diturutin" goda Daniel lagi menarik turunkan alisnya dan menowel hidung Yasinta.
Hai semua!
Jangan bosan, terimakasih ya buat yang baca, like dan coment.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL 🙏🤗