CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 99 SETELAH ACARA


__ADS_3

Keesokan paginya mereka semua sudah bersiap dengan dua mobil menuju kota T. Nanti siang ada acara syukuran untuk tetangga Yasinta. Semua sudah diatur oleh Dodo dan juga pak Yusuf dan bi Imah.


Sekitar jam dua belas siang acara makan bersama di mulai dan dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dan wejangan dari para orang tua mereka.


Setelah semua selesai om Riadi dan kembar sudah akan pulang ke kota J, karena sekarang kembar sudah tinggal disana.


"kakek ikut kita kan kek, rumah papa besar lho kek" tanya kembar saat melihat kakek mereka duduk santai ngga bersiap-siap.


"oh iya, kakek jadi pengen lihat" godanya sama cucunya


"makanya kakek ikut kita kesana, masa disini kakek sendiri"


"iya kapan-kapan kakek pasti datang, kalian tidak boleh nakal, oke", ucapnya sambil mencium kepala cucunya bergantian. Kedua cucunya langsung naik ke mobil pak Riadi dan berlalu dari rumah Yasinta.


"iya pi, apa ngga sebaiknya papi ikut kita, disini papi sendiri pasti sepi" bujuk yasinta


"ngga nak, nanti kalian kan sering datang jenguk papi. papi disini aja, ada bi Imah juga yang mengurus papi"


"iya non Yasinta, ngga usah takut papi aman disini"


"ya sudah, senyamannya papi, tapi papi ngga boleh sedih ya, kalau kangen sama kembar bilang aja nanti pasti langsung datang"


"iya nak" ucap pak Yusuf sudah tidak kuat menahan air matanya, bukan air mata sedih tapi terharu, akhirnya anaknya bisa bahagia bersama orang yang dicintai dan mencintainya.


Biarlah dia ditinggal untuk sementara.


Mereka akhirnya berpelukan erat.


"kok papi menangis"? ucapnya masih dipelukan papinya


"papi bahagia nak, akhirnya kalian bisa menemukan kebahagiaan kalian. papi menangis haru bukan sedih. Kamu harus bahagia ya" ucapnya


"iya pi" Yasinta udah ikut menitikkan air mata.


"apa papi yakin ngga ikut kami ke kota J" tanya Daniel sama mertuanya.


"ngga nak, terimakasih. papi disini aja, nanti sekali-sekali kalian ajak kembar kesini. Saya titip putriku ya, kalau dia salah tegur dia tapi jangan main fisik, dia hatinya lembut, dia sudah terlalu banyak menderita, tolong bahagiakan dia" ucapnya lemah sambil menangis


"iya pi, papi ngga usah khawatir, aku pasti akan menjaga Yasinta dan anak-anak" ucapnya yakin


"terimakasih"


"oh iya bi Imah, nanti ada supir yang datang untuk mengantar jemput papi dan bi Imah, kalau mau kemana atur aja ya pak, Dodo lagi mengaturnya."


"tidak usah Daniel, papi ngga kemana-mana"


"justru ini kami kasih supaya papi bisa jalan-jalan"


"tapi.."


"tidak ada tapi-tapian Pi, itu mobilnya juga hasil dari gaji Yasinta, saya hanya membayar supirnya aja. aku ngga mau papi nyetir sendiri"


Yasinta yang mengerti maksud suaminya pun mengerti perkataan suaminya.


"iya pi, papi tenang aja, mobilnya Yasinta yang beli, papi ngga usah sungkan, sama bulanan papi nanti pasti saya kirim, karena kembar sekarang sudah dibiayai full sama kak Daniel"


"terserah kalian, yang penting kalian bahagia"


"terimakasih Pi"


"oh iya bi Imah, terimakasih ya, sudah selalu ada untuk keluargaku. bi Imah selalu ada dibarisan depan." ucap Yasinta.

__ADS_1


"ngga apa-apa neng, kalian juga selalu bantu bibi saat paling susah."


Daniel langsung menghampiri Dodo membisikkan sesuatu, lalu langsung membuka tas yang selalu dibawanya.


"Bi, ini ada duit cash, tolong atur makan papi ya, nanti aku suruh supir nemanin bibi belanja" ucap Daniel menyodorkan satu amplop coklat yang sangat tebal.


"baik den"


"Kalian jangan terlalu memikirkan papi, disini papi sudah banyak teman, kapan-kapan papi akan main kerumah kalian"


"iya pi, jaga diri papi ya. Padahal aku sangat ingin selalu bersama papi" ucap Yasinta sedih


"nak, kamu itu seorang wanita, sudah dewasa, pasti ada waktunya harus ikut suami. Jangan terlalu dipikirkan, toh dalam dua jam kita sudah bisa bertemu kalau kangen, iya kan?" ucapnya mengusap lengan Yasinta.


Daniel yang tahu betapa sayangnya Yasinta sama papinya hanya bisa diam dan mengelus lengan sebelah Yasinta.


"Tapi benar ya Pi, kalau ada apa-apa papi harus telepon Yasinta"


"iya,,iya,,jangan sedih terus. kebahagiaanmu baru aja dimulai, oke. Papi merasa bahwa papi melepas anak gadis papi menikah", ucapnya tersenyum kecil.


"Daniel pasti membuat kalian bahagia, dia sudah janji, dan dia juga sangat mencintai kamu. jadi jangan takut ya"


"iya pi"


"udah berangkat sana, dari tadi pamit tapi ngobrol melulu. Jaga rumah tanggamu ya nak, kamu pasti bisa" ucap papinya lagi


"iya pi" lalu dia memeluk erat papinya dikuti oleh Daniel.


Dan disinilah mereka sekarang, di mobil Daniel yang dikemudikan oleh Dodo.


Yasinta terlihat masih agak sedih meninggalkan papinya.


"kamu jangan khawatir, nanti dodo akan mengurus keperluan papi" ucap Daniel menghibur Yasinta.


"untuk sekarang aku maklumi, tapi kalau nanti salah lagi, past aku hukum" ucap Daniel senyum berusaha memperbaiki mood Yasinta.


Yasinta hanya senyum mendengar ancaman Daniel, dia sudah tahu hukuman apa yang Daniel maksud.


"iya" ucapnya pelan


"Do, setelah mengantar kami, tolong pastikan lagi supir papi ya"


"iya pak"


Begitu masuk ke kota J ternyata Dodo membawa Yasinta dan Daniel ke satu hotel mewah.


"do, kok kita kesini" ucap Daniel yang tahu juga tentang hotel ini.


"maaf pak, ini perintah langsung dari pak Riadi"


"hahhhh" Daniel bengong sementara Yasinta lagi tertidur dan bersandar dibahunya.


"mari silahkan pak" ucapnya sambil ingin turun


"do, benaran om Riadi yang mengatur ini semua"


"iya pak, bapak bisa telepon beliau kalau sudah sampai"


"ya sudah, Sinta kayaknya ngantuk banget, aku bangunin dulu ya"


"iya pak"

__ADS_1


"sin, Sinta bangun sudah sampai"


"ohhh iya kak" ucapnya masih belum sadar seratus persen sehingga Daniel juga tidak memberikan hukuman walaupun dia salah.


"kamu kayaknya ngantuk banget" tanya Daniel mengusap rambutnya lembut.


"iya, huaaaaammmm" Yasinta menguap lagi. Tapi dia segera sadar saat Dodo buka pintu dan dia turun.


"lho belum sampai rumah malah kesini"


"maaf nyonya, saya hanya menjalankan perintah pak Riadi"


"hahhhhhhj" ucapnya sambil menatap Daniel


"ayolah masuk dulu, mungkin om Riadi ingin kita bulan madu dulu" ajak daniel


"Tapi gimana anak-anak"?


"mereka pasti aman, tenang aja"


"kita video call dulu ya, bilangin kita ngga pulang"


"ya sudah nanti kita telepon"


Ceklek


Setelah mengurus administrasi mereka Dodo langsung balik dan Daniel langsung masuk hotel, memasukkan kartu acces, pintu Kamar hotel mewah itu terbuka. Terlihat kasur mewah yang ditaburi bunga dan mawar merah yang membentuk love.


"ini apa-apaan kak Daniel"


"aku juga ngga tahu sin, semua kerjaan om Riadi"


"telepon om dulu gih, ini salah kali"


"ya sudah, aku telepon ya"


dddrrrt dddrrrt


"hallo pa" jawab Loan


"hallo nak, kalian ngga rewel kan kalau mama papa ngga pulang" Yasinta langsung ngomong.


"ngga ma, tadi opa sudah ceritain,. Mama sama papa lagi buatin kita dedek ya"?


"hmmmmm" akhirnya Yasinta putus kamus


"Hallo dan, nak Sinta, itu kamarnya oke ngga, itu hadiah dari pak Roland lho, teman om yang di kota S."


"bagus banget om, orang presidential suite ya, okelah", jawab Daniel


"segera kasih lagi om cucu, kalau bisa cewek, tapi cowok lagi juga tidak apa-apa"


"ommm" Yasinta sudah sangat malu disamping Daniel.


"ommmm" geram Daniel


"dadadada, kembar lagi juga ngga apa-apa ya" ucapnya menggoda lalu langsung mematikan sambungan telepon itu.


"ommmmm"


Terimakasih readers setiaku, jangan lupa like dan coment ya. terimakasih.

__ADS_1


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2