
"Aku justru sangat kagum sama kamu Sinta, kamu sangat gigih biarpun kamu anak orang kaya. kamu tidak takut dengan kemiskinan" ucap Bram yang memang dari keluarga sederhana dulunya.
"itu karena keadaan Bram" ucapnya
"tapi tetap aku salut banget sama kamu"
'berarti anak kamu sudah berapa tahun" lanjut bram
"sudah akan delapan tahun Bram"
"hebat, aku yakin kamu akan sukses"
"terimakasih, tapi..."
"tapi apa sin"
"tolong kamu jaga rahasia ini ya Bram, aku ngga ingin sampai suatu saat cerita tentang anakku sampai ketelinga Daniel, aku ngga ingin dia terbeban, karena ini salah papiku. tapi bukan berarti aku masih marah sama papiku, untuk saat ini aku sayang banget sama papiku, aku sadar semua ini sudah rencana Tuhan"
"ok sin, ini rahasiamu"
"makasih Bram"
"sama-sama sin, boleh aku minta nomor kamu"
"boleh, ini" sambil menyodorkan handphonenya. Setelah itu handphonenya berbunyi.
"itu nomorku, kalau butuh bantuan hubungi aku" ucap Bram
"ok Bram, aku jadi lama, aku ingin beli peralatan pel lantai tadi"
"ambil aja, aku yang ngomong, aku yang suplai mereka"
"oh iya"
"hmmm, ayo"
Setelah membayar makan mereka, Bram mengajak Yasinta ke toko sebelah.
"ambil apa yang kamu parlu"
"aku cuma mau ambil ember kecil buat pel lantai Bram, karena aku akan ngekost disini"
"jadi kamu baru pindah ceritanya, berarti ini oerlu, ini perlu, ini perlu dan " akhirnya sangat lengkap diberikan oleh Bram untuk alat-alat ansk kost.
"Bram saya ngga enak nih"
"kamu itu ngga enak, dulu ingat ngga kamu bantu saya"
"tapi saya ikhlas Bram membantu, ngga nuntut balas"
"saya juga ikhlas, biar kamu tahu produk saya"
"sekali lagi terimakasih ya Bram"
"ok lain kali aku pasti main ke kostanmu, tapi sekarang aku harus kerja, ok"
__ADS_1
"terimakasih Bram"
"sama-sama"
Akhirnya Sinta memanggil supirnya untuk mengangkati barang itu dan membawa ke kost-kostannya.
Setelah semua beres dan bersih Yasinta pulang ke daerah T. Besoknya Yasinta pindah ke kota J dengan satu koper pakaian aja.
**
Sementara Daniel yang dari tadi pagi banyak mengintip pergerakan Yasinta di kantornya terutama diruangan dodo merasa senang dan tersenyum licik saat dia lihat Yasinta menandatangani kontrak yang disodorkan oleh Dodo.
'sekarang keadaan terbalik Yasinta, kalau dulu papimu bisa menghinaku seenak jidatnya, sekarang aku bisa bikin kamu lebih terhina' batin Daniel.
'permainan akan segera kita mulai, kamu akan lihat apa yang bisa aku lakukan dengan seorang munafik sepertimu, gara-gara ulahmu mamaku meninggal, dan sekarang kamu yang datang untuk aku membalaskan senuannya' batin daniel
tok tok tok
"masuk"
"permisi pak"
"iya, ada apa"
"Ibu Yasinta sudah menandatangani perjanjian kontraknya pak, tapi lusa dia baru mulai bekerja. Karena dia harus cari kost-kostan dulu, tempat tinggal sementara, karena ngga mungkin dia bolak balik kota T dengan motor"
"ohhh dia mau ngekost, lha bukanya yang dibelakang kita ini apartemen murah" pancing Daniel
"katanya dia mau cari yang satu kamar aja pak, nompang tidur doank sampai hari Jumat, besoknya dia sudah langsung pulang ke daerah T"
'gimana sih kehidupan Yasinta sekarang, apa segitu susahnya sampe sewa apartemen murah aja ngga sanggup, kenapa bisa dia ngekost, apa dulu dia diusir papinya atau dia yang lari dari rumah' batin Daniel
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
Saat Daniel masih memikirkan kemungkinan kehidupan Sinta, teleponnya berbunyi dan tertulis nama orangnya dilapangan.
"kamu boleh keluar dulu" ucapnya sama Dodo
"baik pak" ucap Dodo sambil berlalu keluar sementara Daniel langsung mengangkat sambungan teleponnya.
"halo"
"halo bos, perusahaan regata itu adalah milik keluarga Fariza, sudah lama, sekitar tujuh delapan tahun lalu. Rumah yang dijalan melati itu juga adalah milik keluarga Fariza juga sekitar Lina tahun lalu, terus tiga tahun lalu dia renovasi" itu informasinya bos
"Fariza" gumam Daniel tapi ternyata masih didengar oleh Jack
"iya bos, Fariza itu pemilik twins, dan perusahaannya sudah ada dimana-mana. dalam dan luar negri"
"terus anaknya Yusuf regata yang bernama Yasinta regata"
"kabar terakhir dari kampus dia cuti dan menikah, tapi ditinggal oleh suaminya. Sekarang punya dua anak kembar dan bekerja dipabrik garment Arganta, milik bos sekarang"
"oh ya, nanti coba ditelusuri Dodo, tolong cari tahu bagaimana perpindahan rumah dan perusahaan itu ke keluarga Fariza"
"ohh begitu"
__ADS_1
"iya aku mau secepatnya"
"tapi ini agak butuh waktu pak, mengingat hal itu sudah sekitar tujuh sampai delapan tahun lalu, saya harus cari celah masuk kedalamnya"
"terserah kamu, berapa waktu yang kamu butuhkan, seminggu, sebulan paling lama dua bulan" tegas daniel
"baik bos akan saya usahakan secepatnya"
"saya tunggu secepatnya" ucap Daniel lalu langsung mematikan handphonenya.
'Perusahaan papinya Yasinta sudah berpindah tangan, tapi kenapa ya? Huhhh aku jadi ingat betapa sombongnya dia merendahkan aku dengan mengatakan aku aja hidup pas-pasan. karmanya datang cepat banget ya membalikkan keadaan' batin Daniel tersenyum sinis.
'Aku akan buat kamu menyesal telah meninggalkan aku Sinta, lalu kamu pasti akan mengundurkan diri. aku tahu harga dirimu sangat tinggi. Tapi kamu tidak akan sanggup lima ratus juta aku yakin kamu ngga sanggup bayar' gumamnya senyum penuh kemenangan.
'dan selama kamu berada didekatku aku akan buat kamu sakit melihat aku dengan wanita-wanita lain' batin Daniel lagi
'Aku tahu kamu akan pura-pura ngga suka dengan wanita malam, tapi kamu malah lebih dari mereka, karena mereka terang-terangan mengaku melakukan itu demi uang dan hidup nyaman, tapi kalau kamu dan keluargamu sangat munafik, mengaku orang terhormat tapi menjual anaknya sama duda.' batin Daniel mulai sendu.
Tok tok tok
"Masuk"
"pak, ada nona Cyntia" ucap Dodo malas karena dia kurang suka dengan Cyntia.
"hai sayang Daniel" ucap Cyntia langsung ikut masuk aja dan langsung mendekati kursi Daniel.
Karena malas melihat Cyntia yang tidak mendengar ucapannya untuk menunggu dimeja sekretaris Nana, dodopun malas dan langsung keluar
"untuk apa kamu kesini, ini kantor, tempat kerja"
"hehehe tapi bosnya kan kamu"
"terus" ucap Daniel sengit sambil menatap tajam Cyntia
"aku tahu kamu gila kerja karena ingin sukses kan, karena hinaan mantan istrimu. sekarangkan kalian sudah pisah dan sekarang aku yang jadi kekasihmu, aku ngga butuh duit sayang, aku butuh kamu, jadi kurangi gila kerjanya ya" ucap Cyntia sudah memeluk leher Daniel dari belakang.
'ahhh bagus juga kalau besok-besok Yasinta melihat Cyntia begini, pasti hatinya sangat sakit, hehehe' batin Daniel sambil senyum.
Cyntia yang menganggap senyuman Daniel untuknya karena ucapanya tadi pun senang banget.
'berarti Daniel sudah menyukaiku juga, asyikkkk' batin Cyntia senang.
"Cyn, saya lagi banyak kerjaan, ada apa kamu kemari" tanya Daniel sedikit lebih lembut
"aku mau tinggal di kota J, bantuin aku cari apartemen dekat kantormu" rengeknya.
"itu yang dibelakang ada apartemen" ucapnya asal karena dia yakin Cyntia nggak akan mau kalau bukan apartemen mewah.
"bagus ngga"
"nngga tahu, minta ditemani aja sama Dodo sana" ucapnya supaya Cyntia segera pergi menjauh dan keluar dari ruangannya.
"aku maunya sama kamu dan, masa disuruh sama Dodo sih"
"aku lagi sibuk" ucapnya lalu keluar dari ruanganya diikuti oleh Cyntia.
__ADS_1