
Akhirnya keluarga Fariza tiba direstoran Jepang yang paling terkenal dikota J. karena asistenya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu keluarga Fariza mendapatkan private room walaupun sudah jam makan siang. Biasanya jam-jam begini kita sudah kewalahan mencari tempat.
"silahkan bapak ibu" ucap pelayan restoran itu membawa mereka ke meja yang sudah dipesan.
"mam, mau pesan apa" tanya pak Fariza sama istrinya. Ini adalah hal baru baginya karena biasanya mereka makan siang atau makan malam istrinya itu sudah langsung mengambil buku menu sendiri tanpa merepotkan pak Fariza. Tapi ini istrinya sepertinya memang sedang berusaha untuk menggantungkan hidupnya sama pak Fariza.
"mami, terserah Daddy aja, samakan aja" ucap ibu Mirna.
Kedua anak mereka memesan makanan masing-masing.
"ndro apa kamu serius mau ikut bergabung di perusahaan" tanya daddynya serius
"iya dad, tapi maunya jadi orang biasa aja dulu yang masuk jam sembilan, pulang jam lima"?
"kamu ngga malu"
"ngga dad, aku ingin belajar bertanggung jawab dulu"
"ya sudah terserah kamu aja, tapi Daddy ingatkan pekerjaan sekecil apapun pasti ada tanggungjawabnya, jadi harus bertanggung jawab"
"iya dad"
Setelah selesai makan mereka tidak langsung keluar, mereka masih duduk santai disana.
"mam, sepertinya besok aku harus langsung pulang ya, aku ngga bisa lama-lama disini, perusahaan butuh aku"
"kamu memang ngga berpikir untuk buka usaha sendiri" tanya Daddy mereka
"bukan ngga ingin dad, cuma aku coba handle usaha peninggalan Oma yang disana dulu, sementara diandro belajar sama Daddy"
"yang penting kalian harus segera belajar mandiri, Daddy sama mami ingin menikmati hari tua dan momong cucu aja"
"dengar tuh ndro, apa kata Daddy"
"yehhhh Abang yang paling besar, bertanggung jawablah kasih cucu duluan"
"kamu aja duluan"
"aku udah duluan tapi gagal, tahu ngga"?
"makanya carinya yang benar donk" ledek daddynya.
"ahh Daddy bisa aja"
"wkwkwkwk" mereka berempat ketawa bersama.
Mirna merasa berada didunia lain saat ini, dimana anak dan suaminya saling bercengkrama dengan sangat akrab. Ternyata hatinya sangat trenyuh melihat kejadian ini.
'kenapa baru sekarang kami merasakan ini'
',ternyata sudah banyak waktu terbuang sia-sia'
'Sekarang aku sangat bahagia, bahagia yang sebenarnya, kedua anakku dan suamiku mendukungku'
Tanpa terasa air matanya menetes di pipi, dia seperti orang yang baru tersadar dari mimpi panjangnya.
__ADS_1
"mam, kenapa" tanya pak Fariza lembut
"dari tadi saya lihat mami galau" tanya pak Fariza sambil mengusap punggungnya.
"huk huk huk" ibu Mirna malah terisak
"lho lho mami kalian kenapa, kok nangis" tanya pak Fariza bingung.
"Mungkin mami ingin dipeluk Daddy" ucap Diandro asal
"hushhhh jangan bicara sembarangan sama orang tua"
"aku ngga bicara sembarangan, siapa tahu mami kangen, tapi baru sadar, mau minta peluk takut Daddy tolak hehehe" Diandro asal nyeplos aja. Tapi sedikit banyaknya pak Fariza juga melihat istrinya menangis, membawanya ke pelukannya.
"menangis lah, kalau itu membuatmu sedikit lebih baik. keluarkan semuannya, jangan dipendam" ucap pak Fariza masih memeluk istrinya. Sementara kedua kakak beradik itu melongo daddynya benar-benar melakukan yang Diandro bilang.
"maafin mami dad,maafin mami, selama ini mami terobsesi dengan Yusuf sampai mami tidak mau menoleh sama kalian. mami menyesal, ucapan anak nakal ini ada benarnya", sambil menunjuk Diandro
"yehhhh aku sudah kembali ke jalan yang benar mam" Diandro menepuk dada
"sombong" ledek abangnya.
"setelah mereka hancur dan menderita ternyata mami juga ngga bahagia" ucapnya lagi.
Pak Fariza terlihat menarik nafas sangat dalam.
"Sejujurnya aku kecewa sama mami, tapi kalau mami benar-benar sudah sadar dan ingin berubah, mari kita mulai dari awal mi, demi anak-anak. walaupun sudah dewasa sebenarnya mereka sangat butuh bimbingan kita" ucap pak Fariza.
"iya dad, saya mau berubah, saya akan fokus ke rumah tangga kita aja"
"nanti kita temui pak Yusuf dan keluarganya, biar bagaimana pun mami sudah sangat bersalah sama mereka, kami dan anak-anak akan menemani mami" tutur pak Fariza
"iya pi, kalau memungkinkan, kembalikan aja asetnya mereka itu, saya yakin sekarang menantunya bisa membayar hutang mereka, karena menantunya adalah CEO dari grup arganta." jelas diandro
"nanti coba Daddy pikirkan itu"
"jangan lama dad, setahu saya pak Riadi sedang mengusut kasus ini. Dan mereka sudah mengendus keterlibatan mami di proyek Kalimantan, jangan sampai hal ini ditindak lanjuti oleh pihak berwajib"
"kenapa jadi pak Riadi yang mengusut kasus ini, dia kan tinggal di kota S"
"sekarang dia di kota J, dia adalah besan dari pak Yusuf regata, mertua dari Yasinta"
"ohhh iya" ucap pak Fariza yang sudah tahu siapa pak Riadi itu.
"kalau begitu lebih gampang lagi, nanti saya akan suruh diatur pertemuan dengan pak Riadi, pasti dia juga akan mengerti. yang mami lakukan itu bukan cinta hanya obsesi" ucap pak Fariza.
Saat mereka sedang asyik bercerita tentang pak Riadi seorang wanita paroh baya memanggil nama ibu Mirna.
"Hai mir, apa kabar, kapan pulang ke Indonesia" sapa Bu Susi teman sosialita Bu Mirna.
"hai sus, lagi mau makan juga"
"iyalah, kenalin ini temanku, dia nyonya R pemilik hotel R itu lho"
"ohhh hai, Mirna, dan ini kedua anakku dan ini suamiku" ibu Mirna memperkenalkan kedua anaknya dan suaminya.
__ADS_1
"ehhh ini anak ibu, hai anak muda, kamu masih ingat aku kan" cecar nyonya R langsung sama Diandro.
"ohhh ibu kenal dengan anak saya" tanya nyonya Mirna
"hanya kebetulan, karena ceweknya menggoda suami saya" ucapnya ketus
"maksudnya"? tanya Bu Mirna dan pak Fariza.
Diandro yang tadinya menunduk pun memberanikan diri untuk menatap kedua orang tuanya.
"maaf dad, mam dan kakak, kemarin itu tanpa sengaja aku telah buat masalah." ucap Diandro tenang, sementara pak Fariza masih mendengarkan dengan seksama. ini bukan pertama kali anaknya itu buat masalah.
"aku terhasut oleh seorang teman SMU ku yang juga benci sama Yasinta."
"siapa Yasinta"? tanya kakaknya
"anaknya pak Yusuf regata yang telah mami hancurkan"
"terus" kakaknya yang ngga sabaran
"Dia menggodaku kak, dan aku juga bodoh, aku langsung jatuh dalam perangkapnya. ternyata saya ngga tahu malah ada video laknat itu" ucapnya sedikit marah
"terus dia mengancam kamu"? pak Fariza yang bertanya.
"tidak dad, Daniel arganta yang menyelidiki kasus ini. Ternyata meta itu banyak main dengan laki-laki hidung belang, salah satunya suami ibu ini dan anak buah Daniel menunjukkan videonya sama ibu ini, dengan harapan bisa menekan meta untuk mencabut laporan ke polisi", tunjuk Diandro sama nyonya R.
"maksudnya"
"mereka ingin ibu ini bicara sama suaminya untuk tidak membantu meta masalah pemukulan oleh bodyguard Daniel"
"terus"
"ibu ini ingin secepatnya ketemu meta"
"terus"
"karena ibu ini kesulitan mencari alamat meta, sementara ibu ini tahu aku anak dari keluarga Fariza, mereka mengancamku untuk mempertemukan mereka dengan meta, kalau tidak mereka akan menyebar video itu. Itulah pertemuan saya dengan ibu ini mam, dad" cerita Diandro.
"berarti anak saya dan suami nyonya adalah korban dari wanita bernama Meta itu" jelas pak Fariza.
"Andro dimana wanita itu sekarang"?
"tidak tahu dad, kemarin dia sudah dihajar anak buah Daniel karena dia menyerang Yasinta, dan ibu ini juga kemarin sudah menghajarnya" jelas Diandro
"iya, seharusnya dia ngga bakal berani nongol lagi di permukaan, karena saya sudah menghajarnya juga. Dia tidak pikir panjang sih untuk menyerang istrinya Daniel arganta" ucap nyonya R
"dia berani menyerang istri orang" tanya Bu Mirna
"iya , direstoran lagi, tempat umum. sudahlah yang penting masalahnya sudah kelar, anakmu juga cuma korban mir, makanya lain kali lebih hati-hati ya nak" ucap ibu Susi sama Diandro.
"ayo kita makan dulu" ajak nyonya R ke ibu Susi.
"kami ke table itu ya mir"
"iya, silahkan jeng Susi"
__ADS_1
"bye bye"
Jangan lupa like dan coment ya. Terimakasih🙏