
Pagi ini ternyata om Riadi langsung menuju kota T, untuk melihat besannya dan juga cucu kembarnya.
Dia sampai di kota T masih pagi, jadi kembar masih sekolah. Akhirnya om Riadi dan pak Yusuf lebih leluasa membahas tentang anak mereka.
"Begini pak yusuf, saya sudah bertanya kepada bagian pernikahan tentang hubungan anak-anak kita. Sebenarnya mereka itu masih resmi suami istri karena mereka belum pernah sekalipun niat berpisah. Walaupun mereka terpisah begitu lama karena kesalah pahaman." jelas pak Riadi lalu diam sejenak.
"Saya mendukung mereka untuk bersatu lagi, demi cucu-cucu kita pak, bagaimana menurut bapak", tanya pak Riadi.
Pak yusuf menarik nafas sejenak lalu menghembuskanya.
"Saya sih terserah Yasinta pak, saya tidak akan mendukung dan tidak akan menolak keputusan bapak, saya hanya mendukung pendapat yasinta. bahkan untuk memberi pendapat saya merasa tidak pantas karena saya telah menyengsarakannya selama ini. Tapi karena Yasinta sekarang tidak ada bersama kita, dan saya yakin anda sudah mendapatkan jawabannya dari dia, terbukti dia bersedia menginap dirumah anda tadi malam, saya hanya bisa mendukung semua keputusannya itu. Saya yakin anak saya sudah sangat dewasa untuk melakukan suatu hal" ucapnya pelan
"iya pak Yusuf, sebenarnya Yasinta sendiri sudah setuju dan sependapat dengan Daniel, karena cinta mereka memang sangat kuat. Ditambah sekarang ada kembar" ucap pak Riadi.
"Baiklah pak, kalau itu sudah keputusannya mereka, saya dukung aja" ucap pak Yusuf. Sejujurnya pak Yusuf juga mengakui kalau Daniel itu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, tapi kesulitannya dulu mengharuskan dia menyalahkan daniel, demi untuk memuluskan rencananya memisahkan Daniel dan Yasinta karena itu merupakan syarat dari orang tua Fariza yang akan memberikan pinjaman dana.
Lalu pak Riadi dengan pak Yusuf merencanakan rencana syukuran, sekaligus pengumuman bahwa bersatunya kedua orang yang saling mencintai itu.
"Nanti rencana kita ini akan kita sampaikan sama anak-anak pak, siapa tahu mereka punya masukan" ucap pak Riadi.
"baik pak" pak Yusuf tidak banyak komentar.
Saat mereka masih asyik dengan pembicaraan orang tua, dua bocah lucu itu sudah berteriak dari luar, karena melihat mobil didepan rumah mereka, mereka pikir papa mamanya yang datang.
"mama, papa" teriak keduanya seperti dikomando
opsssss
Ternyata yang mereka lihat bukan mamanya tapi opa mereka.
"kok opa" ucap Loan
"kasih salam dulu donk nak" ucap pak Yusuf sama cucu-cucunya.
"hallo opa, apa kabar" ucap Loan sambil cium punggung tangan pak Riadi diikuti juga oleh Leon.
"opa baik sayang, kalian baik juga kan. aduh cucu-cucuku, siapa kemarin yang pintar biar opa kasih hadiah nih"
"saya opa" keduanya langsung tunjuk tangan
"bagus, pak Amir, tolong ambil paper bag yang di mobil" perintah pak Riadi ke supirnya.
"baik tuan" sementara pak Riadi mengelus kepala cucu kembarnya.
"ini tuan" ucap sang supir sambil menyerahkan paper bag itu.
"nah karena cucu-cucuku pintar-pintar, ini hadiahnya." ucap pak Riadi sambil memberikan satu paper bag satu orang.
__ADS_1
"terimakasih opa, terimakasih opa" jawab masing-masing mereka.
"ehhh tapi tunggu, kata mama gimana, sepulang sekolah harus apa dulu...?" goda pak Yusuf
Mereka berdua saling tatap lalu bersama menjawab.
"Ganti baju dan taruh ditempatnya beserta sepatu" jawab Loan yang diangguki Leon. Lalu mereka berdua masuk dan mengganti pakaiannya dengan instan mengingat hadiah dari opanya.
"opa kakek, kita sudah ganti baju" teriak Loan yang nongol duluan dari kamar disusul Leon.
"oke, sekarang waktunya buka hadiah opa" ucap pak Yusuf
"horeeee" berduanya langsung mendekati paperbag masing-masing.
Loan dan Leon membuka paper bag masing-masing.
"hahhhhh Loan, aku dapat ini" ucap Leon sambil menunjukkan mobilan remotenya.
"hahhhh aku juga dapat ini" ucap Loan nenunjukka mobil remote juga hanya jenisnya yang berbeda.
Mereka berdua saling tatap senang dengan memegang mobilan masing-masing.
"asyik asyik asyik horeeee" ucap keduannya berjoged ria.
Pak Riadi ngga bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat sikembar berjoged ria.
"apa mereka begini setiap hari pak" tanya pak Riadi sama pak Yusuf disela-sela tawanya.
"sayangnya saya telah melewatkan moment itu" ucap pak Riadi sendu.
"sekarang juga mereka tetap lucu pak" ucap pak Yusuf
"iya pak, mereka sangat lucu-lucu."
"Bagaimana kalau kita makan siang sama cucu-cucu kita pak, kita yang tua- tua ini kapan lagi, siapa tahu umur kita juga ngga panjang, iya ngga pak",
"boleh pak, ayo biar anak-anak senang" pak Yusuf lalu memanggil kembar yang sibuk dengan mobil remotenya.
"anak-anak, opa ingin mengajak kita makan siang, ambil topi kalian, nanti lagi main mobilannya"
"oke kakek, tapi kakek ikutkan"
"iyalah ikut" pak Riadi langsung menjawab.
"ayo" pak Riadi langsung berdiri begitu juga pak Yusuf. mereka berempat dan berlima dengan pak Amir akhirnya pergi menuju restoran seafood.
Sepanjang hari pak Riadi sangat senang bersama cucu-cucunya. Sepulang dari makan siang mereka mampir di wahana bermain yang dekat komplek itu. Hampir magrib mereka baru sampai di rumah.
__ADS_1
Setelah istirahat sebentar opa Riadi pun izin pamit pulang. kedua bocah lucu itu mengantar opa sampai mobil dan menunggu mobil opanya menjauh dari pandangan mereka.
Setelah opanya pulang kembar yang seharian main ingin mandi. Setelah mandi ternyata mama papa mereka sampai di rumah. Kembar kembali mendapat hadiah berupa permainan yang dibeli papanya atas saran mamanya Yasinta. Tapi Yasinta menyuruh mereka belajar di kamar dulu karena Yasinta ingin bicara dengan papinya.
"kalian pulang, pak Riadi juga baru pulang dari sini, tadi seharian kami pergi sama kembar" ucap pak Yusuf baru keluar dari kamarnya.
"ohhh om baru pulang Pi" tanya Daniel sambil menyalami pak Yusuf.
"iya"
"duduk dulu Pi, kita mau bicara, apa yang om Riadi bicarakan pi" tanya Yasinta
"ya tentang hubungan kalian nak"
"terus" Daniel dan Yasinta sudah duduk dikursi plastik yang ada diruangan itu.
"papi terserah kamu nak, terserah kesepakatan kalian, karena papi sangat yakin kamu bisa mengambil keputusan yang bijak" ucap pak Yusuf
"kami akan bersatu Pi, demi kembar juga, kasihan mereka" ucap Yasinta
"papi setuju nak, papi mendukung kalian"
"terimakasih ya Pi" langsung Daniel yang jawab.
"tapi papi mohon nak Daniel, sayangi Sinta, kalau kamu masih marah karena masa lalu balaskanlah sama saya jangan sama Sinta dan anak-anak" nasihat pak Yusuf
"tidak pak, saya tahu masa lalu kita bagian dari hidup kita, tapi sekarang saya sudah mendapatkan hikmah yang sangat besar, saya juga sudah berdamai dengan masa lalu pak, apalagi sejak saya tahu alasan bapak untuk melakukan itu."
"terimakasih nak, jadi kapan kalian akan mengadakan syukuran ditetangga sini, sebelum kalian pindah ke kota J"
"secepatnya Pi, pokoknya Minggu depan kita semua sudah pindah di kota J"
"papi tetap disini aja ya, kan ada bi Imah juga yang memperhatikan papi"
"apa papi ngga kesepian"
"liat nanti ajalah, yang penting kalian sudah sepakat dulu"
"iya pi"
"gimana sekolah kembar"
"sudah diurus sama Dodo Pi, akte mereka juga sudah dalam proses"
"ohhh baguslah, ternyata semua sudah diurus"
"iya pi"
__ADS_1
Hai readersku yang setia, terimakasih untuk likenya ya dan comentnya.
I LOVE YOU ALL🙏🤗