
Yasinta masih terlihat datar dengan semua penjelasan Dodo. Dia malah cenderung mengalihkan ke hal lain karena masih sedikit trauma dan enggan dengan kejadian tadi malam.
"oh iya pak Dodo mau ngopi"
"boleh sin,"
Saat Sinta ingin pesan diwarung kopi depan dia juga melihat sopir sang bos ada disana.
"pak minum kopi apa"
"ngga usah mba sinta"
"ngga usah malu-malu pak"
"kopi hitam aja mba Sinta, soalnya belum tidur ini biar melek"
"ohhh semalaman bapa ngga tidur"
"hehehehe iya mba Sinta, bos lagi mabuk"
'ahh bos lagi mabuk, sejak kapan Daniel suka minum, apa karena terbawa pergaulan, sekarang kan dia orang kaya dan sukses' batin Sinta.
"ini kopinya pak, saya ke dalam dulu ada pak Dodo"
"iya mba Sinta, terimakasih kopinya"
"sama-sama pak"
"ini kopinya pak Dodo"
"terimakasih sinta"
"oh ya sin, kalau boleh tahu kenapa dulu kamu sama pak Daniel berpisah? aku ngga berani bertanya sama pak Daniel"? tanya Dodo hati-hati
"ahhh itu sudah lama berlalu pak Dodo. saya tidak ingin kembali ke masa itu lagi"
__ADS_1
" baiklah, saya juga tidak ingin memaksamu, saya hanya ingin dikantor kita tercipta kenyamanan kerja, siapa tahu aku bisa bantu kamu untuk mencari cara agar tidak ada konflik lagi walaupun hanya dalam hati."
"maaf pak Dodo, saya tidak ada konflik hati sebenarnya, karena itu semua sudah berlalu. Sekarang saya hanya ingin bekerja cari duit buat hidup saya dan keluarga saya, siapa sangka saya malah selama ini ternyata kerja di perusahaan Daniel. Tapi saya tidak ada niat untuk menggoda Daniel pak, karena saya juga tahu diri kok. Seandainya waktu bisa diputar saya akan memilih untuk tetap jadi bagian gudang dipabrik daripada jadi sekretaris pak Daniel. Tapi apa mau dikata saya sudah tanda tangan kontrak itu, mau ngga mau saya harus bertahan karena saya ngga mungkin sanggup bayar finalty bila melanggar kontrak"
"apa kamu tahu pak Daniel itu setelah tanda tangan kontrak"
"bapak ingat kan saat saya interview, lalu saya langsung semangat cari kost-kostan sampai dapat disini. besoknya saya pindah ke kota J, dan lusanya hari pertama saya bekerja. Saat pak Dodo menyuruh saya masuk itulah saya tahu ternyata bos saya adalah Daniel mantan suami saya. Jujur saat itu hatiku campur aduk pak, disatu sisi aku bahagia ketemu sama Daniel orang yang aku cintai,ingin rasanya aku berlari kepelukannya. Tapi itu hanya sesaat" ucap Sinta lalu menarik nafas panjang.
"kenapa" Dodo malah bertanya santai sambil nyender dibagi kursi plastik itu.
"karena saat itu juga Daniel menyadarkan saya bahwa dia bukan Daniel yang dulu, dan dia bilang supaya aku jangan menggodanya lagi, karena dia sudah bukan Daniel yang dulu, tapi sekarang dia hanya seorang atasanku, yang menggaji aku" Yasinta diam lagi sesaat.
"ingin rasanya waktu itu aku lenyap dari muka bumi ini, karena akulah wanita yang tidak punya harga diri. Tapi aku ingat anak-anakku, yang selalu membuatku semangat bekerja, aku harus mengalahkan perasaan sakit hatiku, aku harus bekerja, apalagi finalty dari kontrak itu sangat fantastis"
Dodo terlihat tenang mendengar cerita Yasinta. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa Yasinta wanita yang kuat.
"kalau boleh tahu bagaimana dulu kalian bisa berpisah"
"takdir pak, tapi aku tidak menyesal mungkin nasibku sudah begitu"
"maksudnya"
"setelah kamu pergi dari pak Daniel bukannya kamu sempat menikah dengan orang kaya yang dijodohkan papimu"
"bapak sudah tahu banyak ternyata"
"sedikit doank, tadi malam" ucap Dodo jujur
"hahhhh sebenarnya saya malas untuk mengungkit itu lagi pak, saya sudah ingin mengubur semuannya'" ucap Yasinta pelan
"tapi Sinta sekarangkan kamu kerja dikantor grup arganta, setidaknya kalau terjadi kayak tadi malam kita bisa bantu Lindungi kamu sebagai karyawan kita"
"ahhh saya tidak bisa cerita banyak pak, yang pasti saya benar mantan istri pak Daniel itu aja dan sekarang hanya karyawannya"
"lalu bagaimana dengan diandro Fariza itu, yang katanya pernah kamu jebak, apa penjelasanmu"?
__ADS_1
"saya ngga ingin menjelaskan apa-apa" ucap Yasinta karena takutnya lama-lama pak Dodo akan bertanya ayah dari anak-anaknya. Tapi Dodo juga tidak gampang menyerah, tertutup jalan yang satu dia tanya lewat jalan lain.
"Setidaknya kamu kasih tahu gimana kejadiannya, karena feeling saya besar kemungkinan dia dan meta bekerjasama untuk mempermalukan kamu di acara tadi malam. dan kamu tahu pak Daniel meminta pertanggung jawaban saya dan Rio atas acara tadi malam. Jadi bagaimana aku bertindak sama meta kalau tidak tahu duduk persoalannya".
"baiklah, sepertinya pak Dodo akan tetap kekeh untuk mencari tahu informasi ini walaupun saya keberatan. Demi mempermudah tugas pak Dodo saya akan ceritakan, tapi boleh ngga saya minta tolong pak Dodo untuk membujuk pak Daniel supaya saya dipulangkan kepabrik aja tanpa kena finalty, atau kalaupun kena finalty biarlah saya cicil toh saya masih kerja di pabrik arganta" mohon Yasinta.
"kalau mengenai itu saya tidak bisa janji pak Daniel setuju, tapi saya akan coba untuk bicara, saya akan bantu kamu semampu saya"
"terimakasih pak, semoga aja ada keajaiban kalau pak Daniel setuju"
"amin" balas Dodo
"Baiklah pak" ucapnya sambil tarik nafas dalam-dalam.
"Diandro itu adalah Diandro Fariza yang ingin dijodohkan oleh orang tua kami sama aku. Aku tidak setuju karena aku sudah punya Daniel. Proyek papaku dikalimantan distop paksa warga sehingga papiku rugi triliunan. Dan yang bersedia membantu papi adalah papanya Diandro yang kalau dirumahnya dipanggil Fariz.
Papiku panik saat tahu aku sudah menikah dengan Daniel. Mereka pura-pura bilang mamiku sakit dan sedang dirawat dirumah sakit. Ternyata mereka sepakat menculikku dan membawaku ke Singapura dengan jet pribadi mereka. Dua hari aku hanya dikamar hotel dan hari berikutnya acara makan malam dengan keluarga Fariza" Yasinta diam sejenak.
"Saat makan malam itu baru saya tahu kalau Fariz itu adalah Diandro Fariza, teman SMA saya yang ngga pernah berhenti mengejar saya. Waktu itu saya sampe melapor guru kalau dia terus mengganggu saya dan akhirnya orang tuanya dipanggil. Sejak itu dia mulai akrab sama meta yang teman SMA ku juga" Yasinta diam lagi sejenak.
"Saat makan malam berlangsung kepalaku sudah pusing, dan akhirnya pingsan. besoknya saya sadar saya sudah dirumah sakit dan papi mamiku sudah sedang dimarah-marahi oleh papanya Diandro. Ternyata karena saya sedang hamil"
deggggg
"berarti itu anaknya pak Daniel donk" ucap Dodo cepat tanpa sadar.
"sssttt pak Dodo, saya minta tolong banget, jangan sampai pak Daniel tahu ini ya. Saya tidak mau dia menganggap saya ingin mengikatnya dengan kedua anakku pak. Anak-anakku adalah semangatku, biarlah mereka tumbuh dengan kasih sayangku sepenuhnya, jangan sampai aku dengar ada penolakan atas anak-anakku."
"tapi sin"
"aku mohon pak, aku tidak mau pak Daniel tahu dan terpaksa menerima anak-anak. karena sekarang dunia kami memang sudah berbeda bagai langit dan bumi. Dan bapa ingat saat pak Daniel mengajak saya untuk mencari apartemen untuk pacarnya, saat itulah saya benar-benar sudah mematikan semua sisa rasa itu untuk pak Daniel sekalipun karena anak." Yasinta diam sejenak dan tarik nafas
"Aku tahu ibu Cyntia itu orang kaya pak yang bisa melakukan apa saja jika dia merasa terusik. Dan aku tidak mau seperti kejadian dinovel-novel, dimana anaknya harus dibawa-bawa karena urusan orang dewasa. Sekalipun pak Daniel mengakui anakku belum tentu pasangannya terima. Jadi biarkan saja begini, berjalan masing-masing pak. Kalau memang ikatan batin mereka kuat biarlah suatu saat mereka bertemu dengan sendirinya. Bukan dengan paksaan" ucap Yasinta
Dodo juga bisa memahami perasaan Yasinta, apalagi sekarang Daniel kaya raya dan juga punya pacar yang kaya juga. Yasinta takut ini menyulitkan anak-anaknya nanti.
__ADS_1
"baiklah"