
"ada apa ini" Suara Daniel berhasil membisikan lobby kantor itu yang tadinya didominasi Cyntia dan maminya.
"anu tuan, ini..nyonya ini" tutur recepsionist itu.
Daniel hanya menatap resepcionist tersebut dalam diam mendengar ceritanya tanpa melihat Cyntia dan maminya yang merasa tersinggung dicuekin Daniel.
"ohhh jadi begini arogansi dari bos arganta grup, huhhh tidak gentelmen" hina maminya Cyntia dengan aura pemimpinnya.
Daniel berbalik menatap maminya Cyntia dalam lalu beralih menatap Cyntia.
"Maaf nyonya, apa diantara kita ada perjanjian kerjasama atau pembicaraan kearah situ, sehingga saya harus menyambut nyonya? oh iya, setahu saya pak Indriawan baru kemarin meninggal, sekarang kalian sudah ingin bertamu dan buat onar di rumah orang, karena ini adalah rumahku, jadi aku yang berhak menerima tamu apa tidak. lagian apa tidak ada sedikitpun rasa duka dihati kalian atas meninggalnya pak Indriawan"?
"Daniel, apa kamu tidak punya sopan santun bicara begitu sama orang tua"? geram mami Cyntia
"apa ini sopan santun yang anda ajarkan ke anak tercinta anda, sehingga dia merasa semua orang harus tunduk padanya, pantas", ucap Daniel meremehkan sehingga maminya Cyntia makin berang.
"kamu.." mami Cyntia sangat geram
"Saya sangat kasihan sama pak Indriawan, dia orang baik, tapi memiliki istri dan anak yang susah diatur. Mungkin gara-gara itu makanya Tuhan langsung memanggilnya supaya jangan pusing melihat dua orang yang egois dan arogan", ucap Daniel lagi santai.
"kamu akan menyesal Daniel, perusahaanmu ini akan rata dengan tanah, kamu akan hancur", geram nyonya itu.
"prok prok prok " Daniel tepuk tangan
"anda sangat hebat nyonya, sayang agak kurang cerdik menyelidiki latar belakang seseorang. Saya hancur ITS ok, hidup susah bukan masalah buat saya, dulu saya susah, tapi penuh cinta" ucap Daniel meledek.
"kamu lihat aja" maminya Cyntia terlihat mengambil handphonenya. Lalu ingin telepon seseorang.
Daniel tidak gentar walaupun dia tahu wanita ini cukup berpengaruh. Dia tetap tenang menghadapi maminya Cyntia.
"oh iya nyonya, apa tujuan anda sebenarnya ke kantor saya, karena kalau hanya untuk menghancurkan lewat telepon anda bisa lakukan itu bahkan saat anda buang hajat" ucap Daniel tegas menyindir
"tadinya saya ingin meminta pertanggungjawaban mu atas meninggalnya suami saya, tapi melihat arogansimu saya rasa tidak perlu, cukup kamu hancur aja"
__ADS_1
Daniel masih tenang mendengar penuturan wanita itu walau hatinya sangat panas.
"nyonya pak Daniel tidak tahu apa-apa atas meninggalnya suami nyonya" ucap Dodo jelas lalu Dodo dikasih kode sama Daniel untuk diam.
"nyonya apa nyonya tahu penyebab suami nyonya meninggal"? akhirnya daniel membuka suara lagi melihat maminya Cyntia terlalu semangat menyalahkannya.
"tahu, gara-gara kamu, kamu bicara yang tidak-tidak sama suami saya" ucapnya emosi
"anda salah nyonya, bahkan saat suami anda meninggal pak Daniel tidak disini. Yang ada disini hanya saya dan mereka-mereka ini" ucap Dodo sambil menunjuk para karyawan yang dibawah termasuk satpam. Dodo tidak bisa diam lagi.
"Kalau nyonya mau lihat cctvnya, ada lengkap, siapa penyebab suami anda neninggal," ucap Dodo datar menatap Cyntia
"kalau begitu tunjukkan padaku"
"Seharusnya dari awal nyonya bersikap mencari penyebab bukan menghakimi pak Daniel." ucap Dodo
Lalu Dodo memutar cctv detik-detik pak Indriawan masuk parkiran sampai dia turun bersama Bram dan bicara dengan Cyntia.
"apa ibu lihat ada pak Daniel, kemarin pak daniel seharian bersama istrinya Bu" ucap Dodo lagi
Mami Cyntia sedikit terlihat bingung dengan apa yang terjadi. Tapi egonya mengatakan bahwa dia akan tetap menghancurkan Daniel, dia akan membawa kematian suaminya ke jalur hukum, karena ngga mungkin suaminya ke kantor Daniel kalau mereka tidak ada pembicaraan.
"Kamu tahu Daniel, kamu boleh atur semua kebohongan mu, tapi sekali saya suruh wartawan kesini, akan meliput kantormu ini dan akan menjatuhkan reputasi grup arganta, apa pun alasannya"
"oke lakukan sesuka nyonya, tapi ingat satu hal putri kesayanganmu ini pasti akan mendapatkan hadiahnya"
"kamu mengancam keselamatan putriku, hehehe kamu siapa, kamu tahu aku kan" ucap maminya Cyntia melecehkan daniel
"jangan terlalu percaya diri nyonya, orang seperti itulah yang sering jatuh" balas Daniel sengit
"apa maksudmu"
"Kamu kurang perhitungan Daniel kalau menganggap sanggup melawan mamiku dan kakekku." ledek Cyntia ikut maju.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, kita lihat aja, Satu berita tentang kantorku ada di media massa maka satu video panasmu ada di tontonan umum, atau di handphone kolega mami hebatmu gimana?"
jlebbbb
Cyntia sedikit takut dengan ancaman Daniel. Karena kehidupan bebasnya bahkan sudah berapa banyak laki-laki yang tidur dengannya.
"apa maksudmu", mami Cyntia yang tidak tahu pergaulan Cyntia bingung. Dia hanya tahu anaknya suka ke club malam.
"Seperti saya bilang nyonya, sebelum bertindak harusnya nyonya selidiki latar belakangnya dulu. Aku tidak tahu kenapa pak Indriawan ke kantorku saat karyawanku akan menyeret Cyntia keluar karena sudah membuat huru hara disini, tapi nyonya tetap menyalahkan saya. Sementara nyonya tidak menyelidiki latar belakang putri nyonya, tadi malam tidur sama siapa, kemarin sama siapa dan dua malam lalu sama siapa" ucap Daniel tenang.
"Cyntia apa maksudnya" tanya maminya kearah Cyntia
"biar saya yang jelaskan nyonya" ucap Daniel tenang.
"Cyntia itu tidak bisa puas dengan satu laki-laki, jadi saya tidak terima perjodohan itu, saya bersatu lagi dengan istri saya, segala cara dia gunakan untuk memiliki saya, tapi sayangnya saya terlalu mencintai istri saya. Akhirnya dia ingin menyerang istri saya. Tapi om Riadi ngga terima cucunya diganggu sehingga memberitahukan ke pak Indriawan. Tujuannya hanya supaya Cyntia sadar. Tapi saya tidak tahu apa tujuan kedatangan pak Indriawan kemarin, sehingga dia langsung marah sama Cyntia dan langsung memukulnya. Saya rasa yang tahu semuanya ya Bram, asistennya" ucap Daniel sangat tenang.
"apa kamu bilang"??? teriak maminya Cyntia.
"jaga emosi anda nyonya, jangan kaget terus jantungan, nanti dibilang kantor saya horor" tegas Daniel
"jelaskan Cyntia apa maksudnya" teriaknya sama putrinya.
"mami, saya..sa..." melihat ucapan Cyntia terbata-bata , maminya mulai takut apa yang diucapkan Daniel itu benar adanya.
"ayo pulang" seret maminya ingin berlalu dari tempat itu. Tapi baru beberapa langkah Daniel kembali bicara sangat tegas.
"ingat nyonya, satu berita tentang kantor saya di media massa, maka satu video putri anda akan saya kirim ke kolega bisnis anda, saya ngga mau ke media sosial, karena saya masih punya hati, jadi tolong pikirkan baik-baik. Ada dua puluh lebih video panas anak anda dengan laki-laki yang berbeda dan gaya yang aduhai, jadi pikirkan matang-matang." ucap Daniel penuh tekanan, lalu dia berbalik masuk ke kantornya. Sementara maminya Cyntia merasa sangat terhina tapi ngga bisa berbuat apa-apa walaupun dia berkuasa karena anaknya adalah kelemahannya jadinya.
Mereka akhirnya meninggalkan kantor Daniel dan langsung kembali ke kota S. Dia ingin mendengar penjelasan Bram tentang kematian suaminya. Sepanjang jalan mereka saling diam dengan pikiran masing-masing.
Hai readers, terus dukung author ya
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL🙏🤗