CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 95 SEBENARNYA


__ADS_3

Setelah dari kantor Daniel, Cyntia dan maminya langsung kembali ke kota S. Maminya yang sudah marah dan malu memilih tidak bicara lagi dengan putrinya sampai semuanya jelas.


Saat turun dari pesawat maminya Cyntia ingin telepon Bram dulu. Aku harus telepon Bram untuk mengetahui kejelasannya.


dddrrrt dddrrrt


"hallo nyonya"


"Bram, kamu masih sibuk"


"iya nyonya, karena banyak yang pending kemarin"


"kenapa dipending-pending"


"karena menurut pak Indrawan lebih penting menyelamatkan nona Cyntia nyonya, jadi kami harus ke kota J dulu.


deggg


'Jangan -jangan yang Daniel bilang itu benar, dan suaminya sudah tahu kasus cyntia'


"Boleh aku bicara sama kamu sebentar"


"boleh nyonya"


"karena kamu sibuk, saya aja yang ke kantor"


"baik nyonya, saya tunggu"


Sambungan telepon itupun terputus.


"Pak, tolong kerumah dulu anterin nona Cyntia baru antar saya ke kantor bapak" perintahnya ke supir pak Indriawan.


"baik nyonya"


Setelah mengantar Cyntia kerumah, supir akan mengantarkan maminya ke kantor pak Indriawan.


"tunggu mami dirumah, mami harus bicara sama kamu"


"hmmmm" Cyntia memngangguk lalu turun


"jalan pak"


"baik nyonya"


Begitu sampai di kantor suaminya, ternyata sudah ditunggu oleh Bram.


"mari nyonya keruangan pak indriawan" lalu mereka berdua menuju ruangan pak Indriawan.


"silahkan nyonya, mau minum apa nyonya"?


"air putih aja"


Lalu bram mengambil air mineral dari kulkas diruangan itu dan mereka duduk disofa diruangan pak idriawan membuat maminya Cyntia kembali sedih mengenang suaminya.


"Begini nyonya, karena kepergian bapak sangat tiba-tiba, jadi kalau nyonya ingin membahas tentang perusahaan, saya ngga tahu apa-apa, semuanya diurus pengacara" jelas Bram sebelum nyonya Indriawan meminta penjelasannya, karena dia pikir nyonya bosnya ini ingin bahas perusahaan.

__ADS_1


"bukan itu Bram" ucapnya sedih sudah meneteskan airmata.


"terus, tentang apa nyonya, saya akan jawab yang saya tahu dengan jujur"


"tentang kematian bapak, tentang kematian suami saya Bram, sebenarnya apa yang terjadi" tanyanya sudah tidak bisa membendung air mata.


"ohhh tentang itu nyonya" ucap Bram menarik nafas panjang.


"iya, sebenarnya bagaimana sampai dia bisa ke kantor grup arganta"?


"Sebelum saya jelaskan, saya harap nyonya tenang nyonya, jangan shock, jaga kesehatan nyonya"


"iya, saya akan tenang"


"Sebenarnya kami berangkat ke kota J untuk menjemput nona Cyntia nyonya, karena sebelumnya pak Riadi pernah mendatangi bapak dan menjelaskan kalau nona Cyntia buat keributan di kantor pak Daniel"


"apa, untuk apa"


"karena pak Daniel memilih kembali sama istrinya nyonya yang selama ini mereka terpisah"


"terus"


"awalnya tuan ngga percaya, karena menyangka nona Cyntia masih diluar negri bersama nyonya. Tapi setelah tuan menyuruh orang menyelidiki, ternyata benar, nona Cyntia ada di kota J" Bram diam sejenak melihat kearah nyonya bosnya.


"Setelah itu tuan menyuruh orang untuk mengikuti nona Cyntia, jangan sampai pergi ke kantor Daniel lagi sampai kami menjemputnya. Dan besoknya bapak meminta saya menemaninya ke kota J untuk menjemput nona Cyntia langsung", ucap Bram sedih mengenang bosnya


"Sepanjang jalan bapak sudah aneh nyonya, bapak bilang titip perusahaan kalau dia ngga ada, tolong bawa nona Cyntia ke jalan yang benar, begitu juga nyonya. Waktu itu saya pikir bapak ngawur nyonya, ternyata ini kejadiannya, bapak sudah punya firasat" Bram menangis, dia tidak dapat lagi menahan airmatanya.


"Begitu kami turun dari pesawat orang suruhan bapak memberi laporan kalau nona Cyntia sedang ke kantor pak Daniel. Akhirnya kami langsung ke kantor pak Daniel. Tapi semua yang dilakukan nona Cyntia sudah disiarkan langsung oleh orang kita, membuat bapak shock nyonya."


"Jadi tolong jangan selalu menyalahkan keluarga pak Daniel nyonya, jangan usik mereka lagi"


"baiklah, aku sudah tenang mendengar cerita sebenarnya"


"iya nyonya, bapak malu sebenarnya atas ulah nona Cyntia"


"terus"


"Begitu kami sampai, ternyata nona Cyntia sedang ditarik satpam keluar karena ngga bisa diajak kerjasama, dan terus teriak-teriak minta pak Daniel keluar, padahal yang bersangkutan sedang tidak ditempat"


"ya ampun Cyntia"


"bapak marah lalu menampar nona Cyntia"


"terus"


"Mungkin bapak shock, marah dan malu jadi satu, sehingga bapak menyuruh saya untuk memaksa nona Cyntia pulang, sekalipun harus seret. Tapi saat bapak akan masuk ke mobil, dia sudah jatuh nyonya, dan begitu kita bawa kerumah sakit, bapak udah tiada, bapak ngga kuat menahan semuannya"


"jadi"


"iya begitulah nyonya, bapak meninggal bukan karena orang lain tapi karena pusing dengan ulah nona Cyntia"


"terus, apa kamu pernah dengar dengan pergaulan Cyntia"


"maaf nyonya, saya sudah lama tahu, begitu juga bapak, makanya dulu bapak memblokir semua card nona, niat bapak supaya nona bisa belajar mencari duit sendiri dengan bekerja. Tapi bapak kecewa ternyata dia malah memilih tinggal sama nyonya"

__ADS_1


"sejauh mana"


"maaf nyonya, sebenarnya saya tidak ingin membicarakan ini. Tapi nona sudah terbiasa dengan pergaulan bebas dan Gonta ganti pasangan"


"ya ampun cyntiaaaaa, pantas aja Daniel punya video ngga senonoh Cyntia"


"itu bisa jadi nyonya, karena mereka sempat hampir bertunangan, seorang Daniel arganta pasti mencari tahu latar belakang calon istrinya."


"Saya malu Bram, tadi saya sempat ke kantor Daniel, karena menurut Cyntia Daniel yang harus bertanggung jawab dengan kematian bapak"


"apaaaa, nyonya ke kota J?" tanya Bram kaget


"ya ampun nyonya" lanjut bram


"iya Bram, saya belum tahu sebelumnya"


"nyonya ingat saat nona Cyntia bilang pak Daniel bertanggung jawab didepan jenazah bapak dan saya meminta untuk menghormati jenazah bapak, itulah sebabnya nyonya, saya tidak setuju dengan nona Cyntia yang membalikkan fakta." dia menarik nafas panjang sementara maminya Cyntia makin terisak.


"maaf nyonya, bukan bermaksud menggurui, tapi nona Cyntia sudah keluar jalur terlalu jauh, bapak sering sedih dan merasa gagal, bahkan bapak pernah punya kerinduan nyonya, memiliki keluarga sederhana tapi ngumpul tiap malam, bercerita dan bercengkrama bareng"


"Sebenarnya pak Riadi bisa aja melaporkan nona Cyntia ke polisi waktu itu nyonya karena dia menyerang istri pak Daniel, tapi karena merasa seperti keluarga dia memilih terbang dari kota J untuk mengajak bapak ngopi bareng, lalu menceritakan semuannya. Itulah yang membuat bapak berjanji akan menjauhkan nona Cyntia dari kehidupan pak Daniel."


"Jadi kalau menurut saya sudah waktunya nona Cyntia bertanggung jawab nyonya, apalagi bapak sudah tidak ada"


"lalu aku harus gimana Bram, aku malu, aku gagal"


"maaf nyonya, kalau menurut saya, jangan manjakan nona Cyntia lagi"


"maksudmu"


"beri nona Cyntia tanggung jawab, dia itu lulusan luar, sayang ilmunya ngga digunakan"


"aku bingung Bram"


"maaf nyonya kalau nona Cyntia mau mengelola perusahaan, kami orang-orang bapak akan membantu"


"kalau dia tidak mau"


"jangan kasih fasilitas nyonya, memang harus sedikit ancaman, tapi ini demi kebaikan dia. Sekarang ini nona sudah lebih banyak negatifnya daripada positifnya nyonya"


"Tolonglah bantu aku Bram"


"baik nyonya, yang penting nyonya jangan membela dia dulu, kami akan paksa dia belajar diperusahaan"


"iya, saya akan izinkan"


"oke nyonya, kalau nyonya kembali pulang nona Cyntia sudah harus mulai bekerja"


"baiklah Bram, semoga berhasil"


"amin nyonya"


Hai hai hai readersku semua, selalu dan selalu like dan coment ya. Terimakasih.


I LOVE YOU ALL🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2