CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 138 COBAAN DANIEL


__ADS_3

Setelah usia Siena dan sieni enam bulan Daniel akhirnya mengajak Yasinta untuk kerja di kantor lagi, hanya asisten pribadi mengurus Daniel.


Daniel tidak ingin jauh-jauh dari Yasinta, sehingga menurut dia Sinta harus selalu ada dalam pantauannya. Makanya dia ingin Yasinta membantunya di kantor walau hanya sekedar menemani dan memberi semangat. Apalagi om Riadi dan papi Yusuf selalu ada untuk memantau sikembar.


"Sayang hari ini kita akan ke hotel xx untuk meeting" ucap Daniel saat duduk ditepi tempat tidur, padahal seharusnya Sinta yang tahu jadwal Daniel, karena dia yang asisten.


"ohhh lama ngga kira-kira pa"


"Nanti mungkin agak lama sayang, nanti Siena sama sieni kita titip om sama papi, semoga mereka nggada acara" ucap Daniel bersiap ke kamar mandi


Tidak berapa lama Daniel keluar dari kamar mandi, terlihat Sinta sudah menyiapkan pakaian daniel sementara dia sendiri sudah tampil sangat cantik dengan stelan blazer yang melekat pas ditubuhnya.


Sekejap Daniel melongo melihat kecantikan istrinya.


"sayang, kamu cantik banget sih, mau goda siapa"? tanya Daniel asal


"maksudnya" Sinta bingung dengan kata menggoda itu, karena jelas-jelas dia tampil dengan stelan kantor. Blazer dan celana panjang dengan bawah agak pencil.


"tidak usah dandan"


"ini hanya pake bedak biasa pa, apanya yang dandan sih? pake bedak sama lipstick begini aku biasa kan"? ucap Sinta


"tau ah" malah balas Daniel bingung dengan dirinya sendiri. Dia langsung memakai jas yang disiapkan oleh Sinta tadi. Setelah lengkap Daniel dan Sinta hendak turun kemeja makan.


Yasinta tampil sangat cantik apalagi ditambah sepatu tali dengan highheelsnya. Membuatnya seperti seorang model.


Sepanjang makan Daniel masih menatap istrinya yang sangat cantik, dan dia tidak menemukan alasan mengubah tampilan istrinya itu.


Kegundahan Daniel belum berhenti disitu, ternyata itu berlanjut saat mereka sedang meeting dihotel xx. Ketika putra dari kliennya itu tidak berhenti memandangi istri tercintanya.


Padahal Daniel sudah memperkenalkan Yasinta sebagai asisten pribadi dan juga istrinya. Dodo sepertinya mengerti kegundahan Daniel, tapi dia ngga bisa berbuat apa-apa karena istri bosnya itu memang sangat cantik, pantas aja semua orang memperhatikan.


Sementara Yasinta yang bingung dengan tatapan suaminya berusaha untuk tenang dan tidak terpengaruh apapun. Dia sudah paham kalau suaminya ini sepertinya cemburu, tapi dia tidak tahu kalau kesalnya sampai parah.


"Jadi bagaimana pak Daniel, semua sudah kami jelaskan, mungkin dari sisi pak Daniel ada hal-hal yang perlu ditanyakan " ucap mister x.


Saking fokusnya bukan ke meeting tapi ke istrinya, Daniel sampe bingung ditanya kliennya. Dia hanya fokus ke Yasinta, jangan sampai senyum kepada laki-laki yang didepannya.

__ADS_1


"Saya rasa dari sisi kami sudah cukup jelas pak, tinggal menyesuaikan harga. karena pastinya kebutuhan pabrik kami akan sangat besar" akhirnya Dodo yang menjawab.


Melihat Daniel masih galau Dodo punya inisiatif memberikan handphone Daniel yang tidak bunyi lalu berbisik ke Daniel seolah-olah ada panggilan. daripada nanti makin malu didepan kliennya.


"maaf pak, sebaiknya bapak dan ibu Sinta bicara dulu" bisik Dodo tapi malah dipelototi oleh Daniel. Tapi Dodo tidak gentar, dia sudah tahu bosnya, mereka memang harus bicara kalau ngga mau semua berantakan. Yasinta adalah kelemahan Daniel saat ini. Tender seberapa berat persaingan, mungkin Daniel masih punya seribu satu cara untuk mendapatkannya, tapi kalau ibu Sinta sudah diam dan ngambek Daniel tidak akan bisa ngapa-ngapain. Daniel pasti kacau.


"Ibu Sinta, pak Daniel ada panggilan" ucap Dodo. Walaupun bingung Sinta tetap bangkit dan meraih handphone Daniel. Melihat istrinya berdiri diiringi tatapan genit laki-laki membuat Daniel geram.


Daniel dan Sinta pun keluar dari ruang meeting itu dengan perasaan geram Daniel yang tidak bisa ditutupi.


"Maaf pak, pak Daniel ada panggilan penting dari rumah sebentar, bolehkah kita lanjut dulu"


"hmmmm baiklah, mengenai harga pastilah jadi perhatian utama. Jadi kalau mengenai harga pak kami membuat bentuk target. Yang mana bla BLA BLA..." orang kepercayaan mister x menjelaskan sangat detail.


Sementara Daniel dan Yasinta yang keluar langsung menuju mobil.


"papa kenapa sih dari tadi kelihatannya banyak pikiran, apa mereka bukan partner yang baik, apa mereka klien yang berat"


",iya" jawab Daniel asal


Daniel diam tapi menatap Yasinta dengan tajam lalu mereka masuk ke mobil.


"Yang membuat aku ga bisa berpikir adalah tatapan laki-laki itu sama kamu. Kamu ngga lihat apa dia melihat kamu senyam senyum ngga jelas. Apa kamu sangat senang karena mendapatkan perhatian dari dia" todong Daniel.


"apaaaa" Sinta kaget dengan tuduhan Daniel. Memang sih dia lihat tadi laki-laki itu selalu senyum padanya tapi Sinta kan ngga nanggapi, biasa aja.


"iya kamu pasti senang ya, makanya tadi kamu berusaha tampil sangat cantik, ternyata ini, jangan-jangan kamu sudah kenalan lagi sama dia, jadi sengaja menarik perhatiannya", ucap Daniel lagi


"ya ampun, kak Daniel. Kamu seorang CEO masa bisa sebodoh ini. aku kenalan dimana, kapan aku pergi sendiri tanpa suamiku. Kalau lewat handphone, kapan aku punya rahasia-rahasiaan, papa selalu buka kapan aja kan"? kesal Yasinta


'iya juga sih, aku juga ngga tahu, tapi aku kesal' batin Daniel.


"Ya sudah, gini aja, aku juga kurang nyaman kok disana, biar aku balik kantor aja diantar pak Amir, papa aja yang lanjutin meetingnya" ucap Yasinta


"ngga, kamu kan asisten saya, masa pergi-pergi"ucap Daniel ngga mau jauh.


"ya terus gimana, kalau aku tetap ikut nanti papa ngga konsentrasi disana"

__ADS_1


"iya juga sih, soalnya laki-laki itu menatap kamu terus, aku ngga suka"


"iya terus gimana jadinya suamiku sayang, solusinya" ucap Sinta gregetan


"iya sudah cium aku dulu"


"ishhh"


"biar aku vitaminnya cukup dan keyakinanku penuh sama istriku"


cup


Yasinta langsung mengecup bibir Daniel. Daniel yang belum siap kaget tapi akhirnya dia mel.mat bibir Yasinta kembali sebentar.


"ayo masuk, jangan senyum kepada laki-laki itu, aku sangat cemburu. Yakinkan aku kalau Yasinta regata itu hanya milikku dan anak-anakku, sekalipun dia memang layak diperebutkan dan dipuja bagai bintang."


"lebay, ingat anak sudah empat, umur sudah mau kepala empat" jawab Yasinta sewot.


"iya mungkin lebay sayang, kalau mengenai tender proyek aku belum pernah takut, paling kalah. tapi kalau urusannya kamu dan anak-anak aku ngga terima, aku ngga bisa dan ngga siap berbagi" ucap Daniel serius


"lagian siapa yang mau berbagi papa" Sinta masih sewot


"siapa tahu kamu jadi berubah pikiran dan tertarik sama dia, aku gimana",


"ya ampun, sejak kapan sih suamiku ngga percaya diri"


"Sejak aku sadari istriku paket komplit, baik, ramah, dan sangat cantik" ucap Daniel


"Huhhh kalau aku menginginkan laki-laki selain suamiku, kenapa aku bisa hidup sendiri dan susah sampai bertahun-tahun. apa papa pikir dulu nggada yang suka? banyak pa. bahkan waktu aku dipabrik dikota T,.manager X sampai mendekati papi dan kembar. Tapi aku bukan orang yang gampang memberikan hatiku kesembarang orang" jawab Sinta serius.


"papa tahu kenapa aku memaafkan dan menerima papa kembali? Bukan karena papa sudah kaya,.bukan! Bahkan dulu ada seorang duda yang sangat kaya dikomplek di kota T , dia cerai karena mereka ngga punya anak, lalu sorang teman menjodohkan kami. orangnya ganteng, baik dan siap menerima kembar, tapi aku ngga mau, papa tahu kenapa? Karena cintaku sudah habis dibawa papanya kembar, jadi aku ngga mau tumbuh cinta baru lagi, biarlah aku sendiri." Daniel kembali meradang mendengar cerita istrinya, dia belum pernah mendengar langsung cerita istrinya tentang laki-laki yang menyukainya. Meskipun endingnya Sinta tetap memilihnya.


"aku juga ngga tahu, kenapa memaafkan mu, sampai akhirnya aku tahu karena cintaku sepenuhnya masih untukmu, seluruhnya" ucap Sinta serius.


Hai readers, terimakasih untuk dukungannya


jangan lupa like, coment dan vote ya. terimakasih

__ADS_1


__ADS_2