CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 105 BERJUANG


__ADS_3

Setelah mendapat laporan dari anak buahnya pak Riadi lebih fokus mempelajari kasus pak Yusuf regata.


'Aku harus bantu Yasinta dan pak Yusuf, hitung-hitung sebagai rasa terimakasihku mereka sudah merawat kembar sampai besar' batin pak Riadi.


Begitu sampai di rumahnya pak Riadi sudah fokus ke cucu-cucunya.


Setelah makan malam pak Riadi ingin bicara serius dengan Daniel diruang kerjanya.


"dan, habis ini aku ingin lihat laporan perkembangan perusahaan, kita bicara diruang kerjamu"


"baik om"


"Loan Leon belajar sama mama dulu baru nanti kita main sebentar. opa ingin bicara dengan papa kalian dulu"


"baik opa"


"dan, om tunggu diruang kerjamu" om Riadi bangkit berdiri diikuti oleh Daniel.


"oke om"


"anak-anak, sama mama dulu ya, papa temui opa dulu, penting kayaknya"


"iya papa"


"sin bawa anak-anak ke kamar dulu ya"


"iya kak"


"ada apa om"? tanya Daniel begitu mereka sudah diruang kerja Daniel


"tadi siang om ketemu sama orang suruhan om, dan ada sedikit yang menggelitik hatiku"


"tentang apa itu om"


"masalah mertuamu"


"papi, kenapa papi om"


"usahanya hancur karena masa lalunya"


"maksudnya, masa lalu gimana"?


"sebenarnya hancurnya proyeknya dikalimantan itu ada unsur kesengajaan, oleh orang yang dendam sama dia dan juga almarhum istrinya."


"maksudnya"


"sepertinya sih ulah salah satu keluarga Fariza"


"Diandro"


"bukan" jawab om Riadi cepat


"lalu siapa"


"nyonya Mirna" jawabnya


"kok bisa" Daniel makin penasaran


"Mirna, istri dari tuan Fariza pernah sangat mencintai pak Yusuf, ketika mereka dibangku sekolah, tapi pak Yusuf memilih ibu indah almarhum maminya Yasinta. Padahal ibu Mirna jauh lebih kaya dan lebih populer disekolah dibanding ibu indah"


"jadi, mereka pernah saling mencintai atau cinta segitiga"?


"bukan saling mencintai, tapi ibu Mirna yang mencintai pak Yusuf"


"bertepuk sebelah tangan"


"bisa jadi"


"terus apa yang dia lakukan"


"menyuruh orang menghasut warga, lalu demo dan akhirnya proyek itu mangkrak"


"terus tujuannya"

__ADS_1


"hanya ingin melihat pak Yusuf dan ibu indah sengsara"


"bagaimana dengan Diandro yang suka Yasinta"? tanya Daniel penasaran


"itu masalah baru, bahkan ibu Mirna sepertinya tidak tahu kalau anaknya menyukai anak pak Yusuf, sampai perkenalan itu"


"terus"


"sepertinya anaknya juga ngga tahu rencana licik ibunya, karena anaknya tidak pernah perduli keadaan rumah",


"ohhhj"


"keluarga mereka hanya terlihat harmonis diluar, tapi kenyataannya mereka dingin satu sama lain"


"benarkah"


"untunglah kamu segera ketemu Yasinta, kalau tidak pasti dia akan terus mendekati Yasinta, karena dia sangat terobsesi dengan Yasinta"


"iya om"


"jaga rumah tanggamu, jangan sampai Yasinta bisa direbut orang"


"iya om tenang aja, itu ngga mungkin terjadi, Yasinta juga mencintaiku"


"semoga aja, karena om lihat dia memang pantas banyak yang memperebutkan, orangnya lembut tapi tegas"


"iya om benar, saya harus jaga rumah tangga saya"


"iya sudah,.. cuma itu doank informasinya, kamu tenang aja, om akan tetap menyelidikinya demi kedua cucuku' dan juga menantuku. mereka sangat mencintai pak Yusuf"


"iya om, terimakasih sudah membantu Daniel. bantuan untuk istriku itu adalah bantuan untukku juga. Aku sangat mencintainya dan anak-anak om"


"iya om tahu, om juga semangat. kamu lihat kan om tambah sehat karena selalu bersama kembar"


"iya om"


Lalu mereka mulai membahas perkembangan perusahaan. Dan pak Riadi sangat bangga dengan kinerja Daniel.


*


"pa, ma, nanti kita jadi kerumah kakek kan"


"iya nak, nanti malam ya, sepulangnya papa mama kerja"


"oke mama, kerumah kakek ke rumah kakek..."ucap keduanya berbarengan seperti biasa seperti dikomando.


Mereka yang melihat jadi ikut ketawa semua.


"terus kalau kalian kerumah kakek, opa siapa teman mainnya ya, kesepian donk" pak Riadi pura-pura sedih.


Loan dan Leon saling pandang dan melirik mama dan papa mereka, tapi jawaban yang mereka dapat hanya mengangkat bahu. akhirnya mereka berdua saling pandang lagi lalu berrucap bareng.


"opa ikut kita juga"


"wkwkwkwk" mereka bertiga ngakak


"kalian bisa aja" ucap pak Riadi


"iya, kalian dapat ide dari mana coba" Daniel bertanya disela-sela tawanya


"ya sudah buruan, mau sekolah" Yasinta mengingatkan keduannya.


"oke mama"


Setelah mereka berangkat kesekolah Daniel dan Yasinta juga bersiap mau ke kantor.


"kak, mandi dulu gih,"


"iya sayang, tapi hari ini aku santai kan, aku ingin kita berduaan aja"


"tapi kakak banyak kerjaan di kantor, meeting SiH ngga ada, tapi kerjaan kakak numpuk ntar lho"


"gimana kalau kita bawa kerumah aja yang"

__ADS_1


"tapi ngga enak, aku ngga ke kantor kak"


"ya sudah kita ke kantor, tapi kita santai aja" ucapnya lalu telepon Dodo.


dddrrrt dddrrrt dddrrrt


"hallo"


"hallo do, kamu ngga usah jemput saya, langsung ke kantor aja ya, saya mau ke suatu tempat dulu sama Yasinta"


"ohhh baik pak"


"sebelum saya datang, kamu handle dulu kantor"


"baik pak"


Sambungan itu pun langsung dimatikan sepihak oleh Daniel.


"emank kita mau kemana kak"


"ada deh" ucap Daniel lalu mengecup bibir istrinya.


"ihhh kakak" ucap Yasinta protes


"jangan protes, kamu ini istriku, jadi aku bisa ngapain aja, apalagi ini di kamar. apa kamu mau kita ulangi yang tadi malam" godanya


"ihhh kak Daniel sekarang mesum banget sih"


Daniel langsung memeluk Yasinta, lalu dia duduk dipinggir tempat tidur dan mendudukkan Yasinta di pangkuannya dan dia bicara serius.


"sin, jangan pernah pergi dariku lagi, karena aku yakin tidak sanggup. kamu dan anak-anak adalah hidupku, nyawaku" dagunya sudah jatuh dipundak Yasinta.


"ya iyalah, emanknya kami mau pergi kemana"?


"siapa tahu kamu mau pergi, diluar sana banyak laki-laki yang mengejarmu"


"kakak bisa aja"


" Oh iya sin, kamu pernah tahu ngga kalau papi yusuf sama maminya Diandro itu bekas teman SMU"


"kalau itu sih pernah aku dengar, waktu papi mau jodohin aku itu. kan katanya teman mami papi waktu SMU, cuma ngga tahu maminya atau papinya yang teman papi mami."


"dan waktu itu kamu belum tahu itu Diandro"


"iya, soalnya kata papi namanya Fariz, ternyata panggilannya dirumah Fariz."


"tapi menurut orang suruhan om Riadi, ternyata maminya Diandro itu pernah suka sama papi tapi tidak berbalas"


"apaaaa"? Yasinta kaget


"iya sayang, katanya dia suka papi, tapi papi malah memilih almarhum mami"


"hahhhhhh"


"dan sepertinya itulah penyebab papi bangkrut, perasaannya tak terbalaskan akhirnya Bu Mirna dendam",'


"lho lho lho, hubungannya apa kak"


"mereka dendam, persisnya sih nyonya Mirna dendam sama papi mami, makanya dia menghancurkan proyek dikalimantan dengan menghasut warga. kebetulan proyek itu ada hubungan dengan suaminya juga, makanya dia tahu segalanya. lalu anaknya dijodohkan sama kamu, mungkin dengan niat jahat juga, tapi tidak terlaksana karena kembar"


"tunggu, tunggu, tunggu"


"maksudnya maminya Diandro biang keroknya"


"kemungkinan besar sayang"


"ya ampun Tuhan, cerita apa lagi ini"


"sudah, ngga usah bingung, nanti bisa kita tanya papi"


"iya kak" ucapnya walau masih bingung.


Terimakasih ya, telah setia membaca. jangan lupa like dan comment.

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA🙏🤗


__ADS_2