
Ruangan itu akhirnya riuh karena tingkah sikembar. Akhirnya Yasinta tidak enak berdiam diri melihat Dodo dan Bu Imah sibuk menyiapkan makan, akhirnya dia mengambil alih mengamankan sikembar.
"Loan Leon duduk manis, ini mau makan, gimana sikap makan" ucap Yasinta pelan tapi penuh penekanan.
Kedua anak kembar itu langsung nurut ucapan mamanya. Loan langsung duduk manis diikuti oleh Leon.
"oh ya sin, tadi ada beli sesuatu untuk sikembar, tolong jangan ditolak ya" bujuk Daniel Menyodorkan beberapa paperbag.
"tidak usah repot-repot"
"saya tidak repot sin, justru saya bersyukur masih bisa memberi sesuatu buat kembar" ucapnya sedih
"oklah terimakasih banyak" lalu Yasinta meletakkan paperbag itu dikasur kamarnya.
Setelah semua makanan sudah terhidang Dodo membantu pak Riadi yang ingin ikut lesehan dilantai. Jadilah mereka duduk melingkar seperti keluarga besar. Karena ini acara makan bersama maka salah satu dari kembar didaulat memimpin doa.
Terlihat jelas kalau kembar sangat suka dengan makanan itu. Begitu juga Daniel sangat menikmati makan siang itu, pak Riadi jangan ditanyakan lagi perasaannya, dia sangat bahagia bisa makan bersama dengan kedua cucunya, walaupun fasilitasnya kurang memadai, dia anggap aja lagi refresing.
Setelah semua selesai makan bi Imah mengambil alih semuannya untuk membersihkan piring-piring kotor. Kedua orang tua pak Yusuf dan pak Riadi memilih rebahan di lantai itu yang hanya beralaskan karpet tipis sambil cerita-cerita.
Sementara Dodo mengajak kembar ke teras untuk bermain sulap-sulapan. Mereka sangat antusias melihat permainan sulap Dodo, sampai-sampai mereka melongo melihat hasil apa lagi yang akan ditunjukkan oleh Dodo.
"wahhhh om Dodo hebat, sulapnya keren" puji Leon sambil mengacungkan kedua jempol nya.
"om mau lagi donk, mau lagi" ucap Loan nendesak Dodo
"sebentar, sebentar, sabar donk. om Dodo buat lagi"
Mereka terdiam tapi dengan mulut menganga sambil menunggu permainan sulap Dodo.
"mulutnya mingkem anak-anak, nanti masuk lalat lho" ucap Yasinta yang ikut bergabung diteras.
"ma, sini ma, om Dodo main sulapnya hebat, mama mau lihat ngga" ucap loan
__ADS_1
"duduk sini ma, mama kan habis sakit" ucap Leon lagi.
"coba mama ikut" lalu duduk dipinggiran teras itu.
"ayo om Dodo tunjukin sama mama, biar mama senang"
"oke, sekarang tenang ya, om akan beraksi"
Lalu mereka menonton bersama pertunjukan sulap Dodo.
Dan akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak, apalagi sikembar. Melihat itu hati Daniel menghangat, diapun bergabung dengan mereka ke teras lalu duduk agak dekat ke Yasinta. Tapi hal itu malah membuat Yasinta kurang nyaman, jantungnya kurang bisa diajak kerjasama untuk tidak bergetar, hatinya masih milik Daniel.
Melihat Yasinta langsung terdiam dia dekati, Daniel jadi agak sedih juga. Tapi biar bagaimanapun mereka harus bicara lagi, Daniel harus bisa meyakinkan Yasinta. Apalagi setelah melihat kedua buah hatinya. Kesepakatan mereka harus berubah.
Melihat bosnya sedang berusaha untuk mendekati Yasinta dodo pun berinisiatif untuk mengajak sikecil jalan-jalan disekitar komplek.
"Boy, kalian mau jalan-jalan ngga, gimana kalau kita naik mobil bos om mutar-mutar komplek, ajak Bu Imah gih, biar om dapat inspirasi sulap lagi"
"emang boleh om"
"mau om, mau" ucap mereka berbarengan.
Dodo langsung minta izin sama Daniel, dan Daniel tahu tujuan dari Dodo adalah supaya daniel bisa bicara sama Yasinta.
"bawa aja do, anak-anak ikutlah sama om Dodo"
"asyik jalan-jalan" nyanyi mereka sambil joget-joget.
Akhirnya mereka pergi keliling komplek, Dodo membawa bi Imah juga.
Melihat anak-anaknya pergi naik mobil Daniel Yasinta ingin bangkit untuk masuk.
"Iyas, tolong jangan begini, kita harus bicara sebentar" mohon daniel mencoba meraih tangan Yasinta.
__ADS_1
"maaf pak, aku harus istirahat"
"ayolah sin, jangan hindari saya, jangan hukum saya dengan cara begini sin" mohon daniel
"hukum bagaimana maksudnya pak"
"kamu menghukum saya tidak bisa bersama kalian dan anak-anak." Yasinta terdiam tidak menanggapi.
"Iyas, aku tahu aku sudah salah, aku tidak berusaha dulu untuk mencaritahu apa yang terjadi, maafkan aku Iyas, dan asal kamu tahu aku belum pernah bisa mencintai seorang perempuan manapun lagi setelah bersama kamu" Daniel sudah ngga perduli kalau dia adalah seorang CEO, itu udah nomor berikutnya baginya, sekarang yang urgent adalah mendapatkan maaf Yasinta.
"Aku akui, dulu aku sangat dendam sama kamu dan papi. sejak aku dapat pesanmu untuk kerumah papi karena mami lagi sakit, aku langsung pulang sin, padahal waktu itu aku harus interview diperusahaan asing. Tapi belum sempat aku sampai dirumah papi aku dapat pesan bahwa kamu bukan dirumah papi tapi sedang menikah disingapura, saya ngga percaya begitu aja sin, saya terus kerumah papi dengan hati yang hancur, aku berharap berita itu bohong. Tapi apa yang aku temukan sin, aku melihat mami yang konon katanya sakit sedang duduk dibalkon rumahmu. Dari nomor yang berbeda aku dapat foto-foto kamu sedang dihotel mewah disingapura. aku marah sin, sangat marah.coba kamu diposisi aku saat itu sin, apa yang akan kamu pikirkan." Daniel diam sejenak begitu juga Yasinta yang kembali menangis mengingat masa lalu.
"Iyas, boleh ngga kita mulai semuannya dari awal lagi" pinta Daniel lagi
Yasinta memberanikan diri menatap wajah Daniel dalam-dalam. Memang dia menemukan ketulusan seperti waktu dulu disana. Tapi semua tidak semudah itu sekarang, apalagi Daniel sekarang sudah sangat kaya, Yasinta tidak mau dikatakan gila harta dan bisa jadi juga cara pandang Daniel sama Yasinta dan keluarganya juga berbeda.
Belum lagi Daniel pernah kecewa dengan papi Yasinta, nanti kalau Yasinta bersatu dengan Daniel papinya pasti akan menanggung beban, apalagi posisi mereka sekarang terbalik.
Yasinta sudah bertekad dalam hati dia harus bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya dan menjadi anak yang baik untuk papinya. Dia akan mengorbankan apa aja termasuk perasaannya yang penting anak-anak dan papinya bahagia dan aman. Dia tidak mau papinya merasa terbeban.
"maaf pak Daniel, semua sudah berbeda, aku bukan Yasinta yang dulu, begitu juga pak Daniel" ucapnya masih berani menatap Daniel
"kenapa Iyas, apanya yang berbeda" tanya Daniel juga menatap Yasinta
Yasinta tersenyum samar, seperti memikirkan sesuatu.
"semuannya pak, semuannya sudah berbeda. Apa bapak lihat masih ada Yasinta yang dulu, yang bisa pegang prinsip? tidak pak..sekarang Yasinta akan melakukan apa aja demi uang" ucap Yasinta tersenyum kecut.
"Yasinta yang dulu sudah mati pak, hanya tubuhnya yang masih darah yang sama. Hati dan perasaan Yasinta sudah mati sejak lama pak Daniel. Sejak dia menghadapi semua kenyataan hidup, yang bahkan dalam mimpi pun belum pernah ada, dia sudah mati saat dia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan hanya untuk membela diri," tutur Yasinta tersenyum tapi airmatanya mengalir deras.
"Sejak saat itu saya sudah mengubur semuannya, semuannya pak, termasuk nama pak Daniel yang pernah melekat indah dalam hatinya. Dia harus memulai dengan terbiasa menjadi tulang punggung atas anak-anaknya, juga papinya. Dia tidak sempat memikirkan lagi perasaannya karena dia harus memikirkan makan apa hari ini" lanjutnya terus membuat Daniel ikut menangis.
"Iyas, cukup Iyas, aku yang salah"
__ADS_1
Hai hai hai, jangan lupa like dan comment ya. dukung terus author...terimakasih.
I LOVE YOU ALL🙏🤗