CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 67 WAKTU YANG BERHARGA


__ADS_3

Akhirnya malam itu Daniel berhasil mengajak kembar jalan-jalan dan makan malam. Walaupun mereka sudah makan malam ternyata melihat olahan seafood kembar masih ingin makan. Akhirnya mereka semua makan malam lagi. Selesai makan sudah jam sembilan malam, akhirnya mereka langsung pulang karena kembar yang biasa tidur sore juga sudah ngantuk.


Begitu sampai dirumah Yasinta sudah jam sepuluh lewat, akhirnya dengan susah payah Yasinta mengangkat tubuh Leon yang sudah tidur pulas.


"Biar saya aja yang angkat Leon Bu Sinta" ucap Dodo begitu melihat Yasinta ingin mengangkat satu kembar, sementara Daniel sudah mengangkat satu.


"tunjukin aja kamarnya, biar Dodo yang angkat Leon" ucap Daniel sama Yasinta


"terimakasih pak Dodo" ucap Yasinta lalu turun dari mobil.


"ayo" sambil berjalan didepan dan membuka pintu rumah yang ternyata tidak dikunci.


"sini, kamar ini" ucap Yasinta masuk kamar diikuti Daniel yang menggendong Loan.


Yasinta langsung masuk ke dalam kamarnya dan anak-anak. Disana ada kasur busa lantai ukuran dua orang. Biasanya tempat tidur mereka berempat ditambah karpet kecil.


"taruh disini aja" ucap Yasinta sama Daniel yang menggendong Loan.


Daniel langsung meletakkan Loan dikasur tipis itu, kasur yang sudah sangat tidak layak menurut Daniel, bahkan pembantu dirumahnya mempunyai kasur yang lebih bagus.


'Sabar ya nak, sebentar lagi kalian akan merasakan hidup enak, papa hanya ngga ingin menyinggung mama kalian, semua milik papa adalah milik kalian' batin daniel


Sementara Dodo yang menggendong Leon masih menunggu diluar kamar.


Daniel keluar kamar mengambil Leon dari pangkuan Dodo, lalu membawa masuk ke kamar Yasinta lagi.


"leonnya sebelah sini aja" ucap Yasinta yang sibuk mengatur kipas angin dinding yang ada diruangan itu.


"kok mereka dipisah" tanya Daniel


"bukan dipisah, tapi mereka tidurnya mutar kalau ngga dipisah bisa saling nimpa nanti jadi aku atau bi Imah harus ada ditengah mereka"


"ohhh" ucap Daniel yang tidak tahu kebiasaan anak-anaknya.


Daniel yang duluan keluar dari kamar Yasinta, karena Yasinta harus memastikan posisi tidur anak-anaknya dulu. Sementara Daniel dan Dodo berencana menginap disini, tidur dalam mobil aja karena sudah hampir jam sebelas malam.


Setelah membenarkan posisi kedua anaknya, Yasinta keluar dari kamar.


"Pak Daniel sama pak Dodo sudah mau pulang"? tanya Yasinta


"Kami tidur dimobil aja sin, tidak jadi pulang, soalnya besok pagi saya ingin bawa kembar jalan-jalan" ucap Daniel karena melihat sudah jam sebelas malam.


"apa nyaman tidur bertiga di mobil"


Daniel dan Dodo saling tatap, karena ucapan Yasinta itu ada benarnya.


"ohhh, kalau pak Daniel sama pak Dodo bisa tidur di karpet tipis, tidur disini aja, tapi pasti dingin" tawar Yasinta. Daniel sangat senang mendengar tawaran Yasinta, walaupun bisa dipastikan dia tidak bisa tidur nyenyak, tapi sedikit perhatian Yasinta sudah membuatnya senang.

__ADS_1


Mendengar suara rame pak Yusuf yang tadinya sudah tidur malah kebangun.


"ohhh kalian sudah pulang"? tanyanya masih setengah sadar


"iya pi, papi jadi kebangun, papi mau makan Pi, tadi aku bawa martabak telor kesukaan papi" ucap Yasinta mendekati papinya.


"ohhh iya, ntar aja, kembar mana"


"sudah tidur Pi"


"terus ini..." karena melihat mereka berdiri seperti membicarakan sesuatu.


"pak Daniel sama pak Dodo mau nginap dimobil Pi, karena besok pagi mau bawa kembar jalan" terang yasinta


"ohhh iya disini ngga ada hotel dekat" seolah-olah ngobrol sendiri


"makanya saya bilang kalau mau tidur dikarpet tipis, disini aja Pi, cuma pasti dingin"


"itu aja, keluarin kasur papi, biar tidur disini, jadi ngga terlalu dingin", ucap pak Yusuf berlalu ke kamar mandi.


"oh ya sudah, benar juga, sebentar pak" ucap Yasinta lalu masuk ke kamar papinya dan sikembar.


Yasinta mengangkat kasur busa itu berdiri lalu dia seret keluar dari kamar.


"tapi maaf pak, kasurnya sudah agak bau, soalnya dulu kembar masih suka ngompol" jelas Yasinta.


"maaf pak, hanya begini paling maksimal" ucap Yasinta.


"ngga apa-apa, biar kami tidur bersama disini sama papi" ucap Daniel sekaligus cari perhatian, karena dia ingat kata-kata om Riadi bahwa Yasinta sangat menyayangi dan menghormati papinya, jadi aku harus ambil hati papinya.


"ngga usah, saya dikamar aja, masih ada bekas kasur kembar di kamar"


"iya pak, papi masih bisa pake kasur kecil bekas sikembar"


"kami jadi ngga enak nih, jadi ngerepotin"


"ngga merasa direpotkan sih tapi beginilah keadaannya pak, serba minim pasti pak Daniel kurang nyaman"


"Sekarang, yang terpenting bagiku bersama kalian, yang lain saya ngga masalah" ucap Daniel serius.


"Ayo silahkan pak Dodo, semoga sedikit nyaman daripada dimobil"


"terimakasih Bu Sinta"


"lho supirnya kemana pak"


"katanya dia dimobil aja Bu, ngga apa-apa Bu, sekalian jaga mobilnya"

__ADS_1


"oh iya pak"


Yasinta langsung bergabung dengan kembar ke kamar sedangkan Daniel dan Dodo masih berbincang sebelum tidur.


"Pak Daniel, besok pagi kita jalan kemana ya, soalnya saya harus menyesuaikan waktu untuk melihat rumah yang bapa pesan"


"ohhhhh, lihat besoklah kembar ingin kemana"


"baik pak" ucap Dodo, lalu mungkin karena terlalu capek dia langsung tertidur.


Sementara Daniel, dia ngga bisa tidur, pikirannya terus kemana-mana.


'Ternyata selama ini anak-anakku hidup dalam kekurangan, sementara aku berfoya-foya. Betapa ngga bergunanya aku sebagai papa' batin Daniel sambil menatap menerawang langit-langit rumah Yasinta yang sudah mulai agak lusuh.


'semoga kedepannya saya bisa mengganti waktu saya yang terhilang bersama kalian' batin Daniel, lalu lama-lama karena cape dia ketiduran juga.


Keesokan harinya terjadi kehebohan, kembar yang biasanya bangun pagi sudah bangun sejak pukul lima, sementara Daniel baru bisa terpejam pukul tiga dini hari.


"Ma, kok om ganteng sama bos mama menginap di rumah kita" tanya kembar penasaran begitu keluar kamar


"sssttttt tadi malam sudah kemaleman"


"ohhhhhh" lalu mereka berdua masuk kamar mandi sementara Yasinta dan bi Imah mulai sibuk didapur.


Mungkin karena bukan di kamar mewahnya, Daniel pun langsung kebangun mendengar berisik di kamar mandi. Lalu keluarlah dua anak kembarnya dengan masing-masing setengah badan terlilit handuk.


"pagi kembar"


"pagi om bos, om ganteng" ucap mereka karena Dodo juga sudah bangun.


"sepagi ini kalian sudah mandi"? tanya Daniel


"iya om biar sehat, om om mandi gih, segar lho" ucap mereka sok dewasa.


Daniel dan Dodo saling tatap lalu beranjak untuk mandi. Saat mau masuk kamar mandi Daniel melihat bi Imah mulai sibuk dekat kompor.


"bi Imah ngapain"?


"mau bikin sarapan den"


"ngga usah bi, bentar lagi kita beli aja keluar. Aku ingin pagi ini ngajak sikembar keliling, terserah mereka, jadi mending tolong siapin mereka", ucap Daniel


"oh gitu ya den"


"iya Bu, waktu sama mereka itu sangat berharga" ucap daniel


Jangan lupa like dan coment ya, terimakasih.🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2