CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 35 ULANG TAHUN


__ADS_3

Hai readers, jangan bosan-bosan ya. tinggalkan juga like dan koment kalian untuk menyemangati author.


Hari berlalu, hari ini adalah hari ulang tahun Daniel. Sinta yang masih ingat jelas ulang tahun Daniel merasa agak bingung, bagaimana nanti dia bersikap di kantor.


'ahhh bagaimana seharusnya bawahan ke atasan, begitu aja. ayo hati kerjasama donk, jangan grogi nanti saat aku mengucapkan selamat sama Daniel, biasa aja ya' batin Yasinta.


Setelah tadi mencoba mengajak hatinya bekerjasama didepan cermin, dia melajukan motornya ke kantor.


"pagi mba Nana"


"pagi sin"


"file bos yang kemarin dikota B sudah selesai mba, nanti saya kasih mba Nana ya"


"ok sin, thanks ya, kamu jadi banyak bantu aku tuh"


"sama-sama mba"


Saat mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing itu, Daniel datang bersama Dodo asistenya.


"pagi pak" ucap mereka berdua hampir bersamaan.


"hmmm" balasan Daniel hanya berdehem sambil berlalu keruangannya.


Dodo dengan setia mengikuti tuannya masuk ruangan, tapi tidak berapa lama dia keluar dan Nana siap-siap masuk. Begitulah biasanya mereka bekerja bergantian untuk menghadap Daniel.


"pak Dodo sudah selesai" tanya Nana yang sudah siap dengan berkasnya


"sudah, kamu boleh masuk" ucap Dodo sambil berlalu dari sana.


"baik pak"


Hampir tiga puluh menit Nana dalam ruangan Daniel. Setelah itu dia keluar dengan setumpuk pekerjaan lagi.


Sekarang waktunya Sinta yang akan masuk. Sebenarnya Sinta tidak terlalu urgent untuk masuk karena hari ini jadwal bosnya kosong. Dia hanya akan rapat di kantor dengan para staf yang akan diperbantukan ke kota B. Tapi Sinta akan tetap masuk, dia ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk Daniel.


tok tok tok


"hmm masuk"


"permisi pak, hari ini jadwal bapa hanya rapat di kantor dengan para staf" saat Sinta sudah berhadapan dengan daniel


"hmmm" ucap Daniel masih setia menatap layar monitor laptop didepannya, padahal sebenarnya Daniel juga sedang berpikir Yasinta masih ingat ulang tahunnya ngga?

__ADS_1


Yasinta jadi gugup sendiri, apalagi melihat Daniel dingin begitu.


Karena melihat Yasinta belum bergerak malah bengong, Daniel mengangkat kepalanya dan menatap Yasinta dalam.


'apa kamu masih ingat dengan ulang tahunku iyas' batin Daniel


flash back on


"hai kak dan" saat tahun pertama mereka pacaran dikampus.


"hai Iyas"


"pasti aku sudah bukan yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun kan, tapi aku ingin ini yang paling berkesan" ucap Yasinta menatap Daniel sok imut buat Daniel gemes. Daniel menatap Yasinta sangat dalam membuat Yasinta jadi salah tingkah.


"terus" Daniel bingung karena Iyas bengong.


Tapi bukanya melakukan suatu hal, Yasinta malah meneteskan air mata, karena Daniel menatapnya serius.


"lho lho kenapa Iyas, kok jadi menangis"


"aku....aku..."


"hmmm aku...aku apa"


"gagal, gagal apa maksudnya"


"aku gagal kasih hadiah kak" ucapnya sendu


"hehehe hadiah apa sihhh...kakak jadi penasaran" bujuk Daniel


"huk huk huk dari tadi malam aku sudah latihan untuk kasih ciuman sama kak Daniel, gara-gara kakak lihatin aku tadi jadi gagal kak, jadi ngga berkesan deh" ucapnya menunduk


"hahahaha" Daniel tertawa ngakak


"hehehe pacarku ini sudah ingin kasi ciuman buat aku, wah wah belajar dimana nih sudah mulai berani, biasanya dipeluk aja sesuai tempat"


"aku melihat di film-film kak, tapi ngga berhasil deh" ucap Yasinta sendu sambil ingin berlalu


Daniel langsung menarik tangan Yasinta sehingga Yasinta yang kurang persiapan jatuh dipelukan Daniel.


"Terimakasih ya sudah ingin memberi Kaka hadiah yang besar, kakak tahu seberapa besar arti ciuman itu bagimu, terimakasih ya dan cup..." Daniel langsung mengecup bibir Yasinta.


"ini hadiahnya" ucap Daniel sambil melepas Yasinta.

__ADS_1


"kakak" teriak Yasinta sehingga mereka ketawa sambil kejar-kejaran.


flashback off


"Selamat ulang tahun ya pak Daniel, semoga panjang umur, makin sukses dan pokoknya mendapatkan semua yang terbaik" ucap Yasinta sambil menyodorkan tangannya sama Daniel.


Agak lama Daniel melihat tangan Yasinta tanpa menyodorkan tangannya, tapi saat Yasinta ingin menarik tangannya yang tak kunjung di balas dia baru sadar dan menarik kembali tangan Yasinta.


"terimakasih" hanya itu kata yang keluar dari mulut Daniel padahal dalam hatinya


"kalau begitu saya pamit keluar dulu pak" ucap Yasinta sopan.


'benarkan dia bilang terimakasih, seperti seorang atasan ke bawahan, jadi sekarang di mata Daniel kamu hanya bawahannya iyas' batin Sinta.


seiring berjalannya waktu Yasinta bisa lebih menata hatinya saat bersama Daniel, apalagi dia selalu menekan semua perasaan yang masih ada dengan menekankan Daniel itu bukan yang dulu, sekarang dia sudah sukses, tidak ada hal yang bisa membuatmu melirik Daniel kecuali anak-anak, tapi itupun kalau diakui oleh Daniel.


Daniel masih bengong belum menjawab, karena dia tidak tahu juga harus bilang apa. Hati kecilnya masih berharap Yasinta tetap didekatnya, tapi disisi lain Yasinta itu sudah punya anak.


Akhirnya Yasinta ingin melangkah keluar dari ruangan itu saat Daniel memanggilnya lagi.


"besok ikutlah ke cafe Rio, nanti teman-teman kuliah kita ada disana. aku sudah kangen dengan mereka semua, kamu kangen juga kan?. Mungkin dengan keadaanmu sekarang sebagai karyawanku, kamu ngga siap ketemu mereka, tapi mau ngga mau kamu harus ketemu mereka, aku tidak akan menunjukkan hubungan kita sekarang sebagai atasan dan bawahan, saya akan tegaskan sebagai mantan" ucap Daniel entah tujuannya apa menekankan kata mantan.


Apa untuk mengingatkan Yasinta atau karena masih marah sama Yasinta.


Tapi Yasinta mengartikan bahwa Daniel benar-benar atasannya, jadi jangan ada rasa, harus ditekan sedini mungkin setiap ada getaran perasaan saat bersama Daniel.


"baik pak, tapi saya tidak pernah malu dengan keadaan saya sekarang. Kalaupun mereka tahu sekarang saya karyawan pak Daniel apa ada yang salah? saya hanya bekerja mencari nafkah pak, jadi saya tidak perlu menutupi apapun, terimakasih perhatian bapa" ucap Yasinta.


'kamu masih seperti dulu Yasinta, selalu realistis dan tidak perduli apapun. kamu selalu mempertahankan pendapatmu, dan itu salah satu yang membuatku menyukaimu' batin Daniel


"baiklah, kamu bisa kerja sekarang"


"terimakasih pak"


"hmmm"


Yasinta keluar dari ruangan Daniel dengan berbagai perasaan. tidak dapat dipungkiri memang dia agak was-was di acara besok. Bukan karena dia malu dengan kondisi ekonominya yang miskin, tapi bagaimana kalau mereka bertanya tentang ayah dari kedua anaknya.


'Terserah Tuhan aja apa yang akan aku hadapi besok, karena aku juga tidak ada pilihan lain, aku harus jalani' batin Yasinta


'Syukurlah kak Bram ikut sama aku, jadi apapun yang terjadi kak Bram pasti bisa membantuku' batin yasinta


Seharian ini Yasinta jadi tidak konsentrasi untuk bekerja, karena pusing akhirnya dia Vidio call dengan kedua anaknya dan mengatakan besok tidak pulang karena ada acara kantor. Sekarang dia sedikit lebih tenang karena sudah ada Bu Ijah lagi dirumah itu menjaga anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2