
Sementara Cyntia yang tidak terima ditolak mentah-mentah oleh Daniel merasa harga dirinya turun. Dia langsung pulang ke kota S kota kelahirannya.
"dad" ucapnya begitu memasuki rumah mewah milik papinya, Indriawan.
"hei putri daddy kenapa,.nongol-nongol langsung menangis, ada apa cyn",
"Daniel dan om Riadi dad"
"kenapa Daniel dan pak Riadi"
"Daniel sudah mempermalukan aku dad"
"mempermalukan gimana sayang, ayo duduk sini, ceritakan sama Daddy"
"dia jelas-jelas menolakku dad"
"terus"
"aku ngga terima dad, aku suka sama Daniel dad, dia itu beda dari laki-laki lain"
"beda gimana"
"dia itu gentelmen dad"
"emank cuma dia laki-laki yang gentelmen"
"Daddy" teriaknya kesal
"Cyntia sayang, kamu itu cantik, Daddy hanya tidak mau kalau kamu merendahkan diri untuk mengemis cinta Daniel"
"Daddy"
"terus apa maumu sekarang"
"bicara sama om Riadi dad, bilang sama dia kalau Daddy akan memutus kerjasama kalau aku sama Daniel tidak menikah"
"tidak bisa Cyntia, berarti Daddy ngga professional donk, masa urusan bisnis dihubungkan dengan urusan asmara anak. Lagian ya cyn, kalau Daniel tidak mencintai kamu, dipaksa juga ngga bakal berguna cyn"
"Daddy selalu begitu, ngga pernah mendukung aku"
"kamu yang selalu susah diatur orang tua, dari sisi mananya kami tidak mendukung kamu, sampai-sampai kamu kebablasan begini, selalu semaumu sendiri, ngga pernah mendengarkan orang tua, egois" ucap daddynya dengan nada sangat tinggi.
"coba lihat dirimu, kamu sudah dewasa, lulusan luar, apa yang bisa kamu lakukan, apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan, sampai kapan kamu begitu, hanya menghambur-hamburkan uang terus, ngga bisa bertanggung jawab" pak Indriawan sampai berdiri dari duduknya dan melotot sama Cyntia.
"Daddy sudah ngga perduli saya"
"ah terserah kamu aja, dari dulu kamu ngga pernah dengar apa kata Daddy" ucap pak Indriawan berjalan keluar lalu berangkat kekantor padahal masih terlalu pagi.
"Bram belum datang" tanya pak Indriawan kepada supirnya
"belum pak, biasanya pak Bram datang jam tujuh, ini masih kurang lima belas menit" jawab supirnya.
"ya sudah, saya tunggu disini" ucap pak Indriawan pusing melihat prilaku putrinya.
Dulu dia memang berharap Daniel mencintai putrinya supaya dia bisa besan dengan pak Riadi, tapi sepanjang pengamatannya Daniel tidak pernah cinta sama Cyntia, bahkan orang yang dia suruh untuk menyelidiki Daniel, ternyata Daniel hanya menganggap Cyntia sebagai anak perempuan dari rekan bisnisnya.
Memang pak Riadi juga sempat bercanda supaya mereka besanan, tapi itu tidak merubah pendirian Daniel. Tapi Cyntia selalu aja mengejar-ngejar Daniel, dia tidak pernah mundur. Itulah salah satu keegoisan Cyntia kalau dia menginginkan sesuatu dia akan menghalalkan segala cara.
__ADS_1
"selamat pagi tuan" ucap Bram membuyarkan lamunan pak Indriawan.
"ohh pagi Bram, kita langsung jalan" ucap pak Indriawan langsung menuju mobilnya, Bram buru-buru membuka pintu mobil itu lalu dia mengitari mobil untuk duduk disebelah supir.
"kita langsung ke kantor pak"
"iya Bram, saya lagi pusing" ucap pak Indriawan sudah menutup matanya.
"baik pak"
Sekitar setengah jam mereka sudah sampai dikantor. Terlihat baru satu dua karyawan yang sudah datang, karena hari masih pagi. Bram mengikuti langkah bosnya keruangan bos, karena dia lihat bosnya lagi pusing.
"Sebenarnya ada apa pak" tanya Bram hati-hati ketika mereka sudah duduk.
"Cyntia Bram" ucapnya lesu
"kenapa non Cyntia pak"
"makin semaunya sendiri anak itu, makin susah diatur, semua maunya inginnya harus tercapai"
"susah diatur gimana pak"
Terlihat pak Indriawan menarik nafas panjang lalu dia buang.
"Dia sedang terobsesi sama Daniel ponakan pak Riadi grup arganta, tapi Daniel menolaknya, lalu dia ingin saya menghentikan kerja sama dengan grup arganta, gila ngga",? ucapnya sambil menggeleng.
"maaf pak, kalau kita menghentikan kerjasama dengan grup arganta, kita yang rugi besar pak" ucap Bram
"Saya tahu Bram, tapi bukan itu yang paling saya pikirkan, yang saya pikirkan adalah kapan sih Cyntia itu bertanggung jawab, kapan dia dewasa, mengerti kehidupan. Saya ngga tahu lagi cara memberitahunya tentang hidup, tentang bisnis, tentang kedewasaan",
"aku belum tegas aja dia sudah marah dan ngamuk Bram"
"terus rencana bapak gimana"?
"Bram, tolong kamu selidiki yang benar sekali lagi, cari tahu bagaimana sih perasaan Daniel sama Cyntia, dan apakah sudah ada perempuan yang dekat sama Daniel"
"baik pak, akan saya kerjakan" ucap Bram.
Menjelang makan siang Bram sudah me
mberikan laporan kepada pak Indriawan.
"Gimana, kamu sudah menemukan sesuatu tentang Daniel"
"Ternyata dia sudah tidak tinggal dikota S pak, sekarang dia sedang ada dikota J."
"Terus menurut dodo asistenya, pak Daniel sekarang sedang liburan dengan keluarganya termasuk mantan istrinya"
"apa mereka bersatu lagi"? tanyanya bingung
"mengenai itu saya belum tahu pak, karena Dodo tidak menjelaskan, karena tadi saya bilang ingin mengundang mereka diacara ulang tahun perusahaan bulan depan"
"Berarti sekarang Daniel tinggal dikota J"
"iya pak"
"jangan-jangan beberapa Minggu ini Cyntia juga kesana"
__ADS_1
"bisa jadi pak"
"coba lacak penggunaan kartu kreditnya"
"baik pak" Lalu Bram masuk keruangannya untuk mencaritahu. Bram memang bukan asisten sembarangan, makanya pak Indriawan berani menggajinya sangat besar. Tidak sampai sepuluh menit dia sudah masuk lagi keruangan pak indriawan.
"ini pak, data penggunaan kartu kredit nona Cyntia"
"apa dia ke kota J"
"benar tuan"
"ya ampun Cyntia, sampai segitunya obsesimu"
"nona sudah beli apartemen disana pak"
"sudah gila anak itu"
"maaf pak, kalau begitu saya permisi keruangan saya dulu"
"Bram, blokir semua kartu kreditnya termasuk kartu ATM dua rekening"
"tapi pak..."
"lakukan aja"
"baik pak"
'Kamu harus ditertibkan cyn, Daddy ngga mau kamu kehilangan arah' batinnya.
Lalu pak Indriawan menghubungi pak Riadi yang sudah sangat lama dia kenal.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo"
"hallo pak Riadi, apa kabar"
"sehat pak, sedikit lebih sehat lagi disini" ucap pak Riadi.
"oh iya pak Indriawan, ada apa nih telepon saya, apa tidak lagi sibuk"?
"biasalah pak, kita kan selalu sibuk"
"hmmmm"
"pak Riadi, apa kemarin bapak bertemu anak saya Cyntia"
"oh itu, iya pak Indriawan, saya minta maaf pak, saya sih senang kalau kita jadi besan, tapi ponakan saya sudah bersatu lagi dengan istrinya dulu dan mereka sudah punya anak pak"
" tidak apa-apa pak, jodoh ngga bisa dipaksakan, saya minta maaf ya kalau mungkin kemarin-kemarin Cyntia mengganggu ponakan pak Riadi."
"tidak pak, kita sudah bicara bersama, dan Daniel sudah bilang sama Cyntia untuk mencari laki-laki lain yang masih single"
"iya pak, terimakasih"
Jangan lupa like ya, coment juga, terimakasih.
__ADS_1