
Meta membuka matanya saat hari sudah sore. Dia baru menyadari kalau itu bukan dikamarnya.
Baru dia mau mengingat apa yang terjadi Diandro sudah masuk keruangan pribadinya.
"kamu sudah bangun"
"iya, apa yang terjadi, kepalaku agak pusing"
"biasa kita mabuk terus kita itu dehh" ucap Diandro sangat enteng
Meta melihat dirinya, kesadarannya belum full seratus persen.
"ini jam berapa" tanya meta
"sudah sore, ayo kita pulang. kamu langsung aja ke apartemenku, malam lagi baru kita hang out" ucap Diandro
"pakaianku"
"sudah hancur semua, itu Ira sudah belikan pakaian baru, pakai itu aja dulu" sambil menunjuk diatas meja.
"terus diapartemen aku ngga ganti"
"gantilah, gampang nanti asistenku siapin, sekarang dia lagi meeting. jangan dibuat susah hal-hal gampang begitu, boutiq banyak dimana-mana" ucapnya enteng
Lalu sore itu meta langsung ikut ke apartemen Diandro.
**
Sementara Yasinta dikantor sedang mengurus rumah yang diinginkan Daniel didaerah T. Entah kenapa Daniel ingin mencari rumah didaerah tersebut dan tidak terlalu jauh dari pabriknya.
Alhasil Yasinta sibuk mencari pengembang perumahan yang benar-benar kompeten yang ada didaerah itu.
"Sinta, tolong kamu simpan ini ya, file pembayaran cafe xx nanti untuk hari Sabtu untuk ulang tahun bos, oh ya nanti hari Sabtu kalian berdua harus ikut ya, acara ulang tahun pak Daniel, tapi ini sekalian bertemu teman-teman lamanya bos"
"maaf pak hari Sabtu saya tidak bisa karena kami sekeluarga mau keluar kota" ucap Nana
"saya juga harus pulang pak Dodo, kasihan anak-anak" ucap Yasinta saya.
"kalau Nana mungkin ngga apa-apa, tapi kalau kamu Sinta kayaknya kamu harus hadir karena kamu sekretaris pribadi pak Daniel"
'Bukan masalah sekretaris pribadi pak Dodo, tapi gimana nanti aku ketemu teman-teman lamaku, sebenarnya aku masih malas' batin yasinta
"baiklah pak" ucap Yasinta harusnya
"kamu tenang aja Sinta, nanti acara disana aku yang handle kok, kamu paling kalau bos tiba-tiba ada yang diperlukan. sebenarnya semuannya saya sudah prepare sama meta teman bos, hanya ngumpul-ngumpul doank"
"iya pak Dodo, tapi seandainya saya ajak satu teman saya boleh ngga pak, buat teman saya pulang juga"
"hmmm boleh" ucap Dodo
'Jadi Daniel mau merayakan ulang tahunnya dicafe, pasti itu dengan teman kuliah kami dulu.
seandainya boleh memilih, aku akan memilih tidak ikut. tapi tadi Dodo bilang aku harus ikut. gimana yah...pasti nanti aku kurang nyaman disana, terus bagaimana kalau meta malah mengerjai aku disana, diakan sekarang dekat sama daniel' batin Sinta
__ADS_1
'Sepertinya aku bisa tanya pendapat kak Bram nih' batin Sinta lagi, lalu meraih handphonenya dan menghubungi kak Bram.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"hallo sin"
"hallo kak Bram, lagi sibuk ngga"
"lumayan"
"ohhhh, padahal aku ingin cerita sama kak Bram"
"gimana kalau nanti aja sepulang kamu kerja aku ke kostan kamu, karena aku juga belum tahu sampai jam berapa"
"ohhh ok kak, maaf ya kak merepotkan"
"nggalah, ngga tenang aja. nanti aku hubungi kamu lagi, ok"
"ok kak Bram, bye"
"bye"
Setelah menutup sambungan teleponnya dengan Bram Yasinta meneruskan kerjaannya. Dia hanya berharap semoga nanti kak Bram mau menemaninya ke acara Daniel.
Setelah pekerjaannya selesai Yasinta ingin pulang tang go. Karena dia ingin ketemu kak Bram.
Sementara Bram baru selesai mengantarkan barang ke salah satu apartemen mewah. Pengelola Apartemen ini bekerjasama dengan pabrik Bram mengadakan tempat sampah diseluruh kawasan apartemen.
Anak buah Bram sudah pulang duluan dengan mobil lose bak. Tinggal Bram yang harus mengurus surat jalan dan pembayaran barang-barangnya, karena pabrik Bram belum terlalu besar jadi karyawannya masih terbatas juga.
'Meta sedang berjalan sama siapa tuh, mesra banget, apa itu suaminya atau selingkuhan juga, kenapa meta mau ya. Padahal bulan lalu saya baru melihat dia dengan pak Rado yang sudah tua itu.'
Terlihat meta berjalan dipeluk Diandro karena takut meta jatuh. Kalau yang tidak tahu meta sedang mabuk tentu berpikir mereka mesra sekali.
'Meta meta kamu ngga berubah, kamu selalu pengen punya orang lain, ah bukan urusan saya, mending saya buru-buru ke kostan yasinta' batin Bram
Bram langsung masuk mobilnya dan menuju rumah kost Yasinta.
Tidak sampai satu jam Bram sudah parkir di kostan yasinta.
"Selamat malam pak, saya Bram temannya mba Yasinta, saya sudah janji dengan beliau" ucap Bram kepada satpam kostan itu
"ohh mba Sinta, silahkan mas, duduk dulu, saya panggilkan Yasinta sebentar"
"terimakasih pak"
Tidak berapa lama Yasinta datang menemui Bram.
"hai kak Bram, sudah lama"
"belum sin, tadi aku lagi ngirim barang jadi aku kelarin dulu, kebetulan orderannya lumayan tong sampah apartemen mewah"
"wahhhh omzet nih, kayaknya bisa minta traktir nih" canda sinta
__ADS_1
"tenang aja kalau hanya makan nasi Padang tiap hari gua delivery ke kantor lho"
"janganlah ntar kak Bram duitnya sayang, mending putarin dulu lagi, hehehe", Sinta tertawa renyah
"oh ya kak Bram mau minum apa, saya pesanin di mba itu" sambil menunjuk warung kopi didepan
"kopi hitam deh sin" ucap Bram
"ok, bentar" lalu Sinta berlari bentar keluar gerbang dan teriak sama penjual kopinya.
"terus apa kabar nih, cerita apa yang ingin kamu sampaikan, atau kamu kangen sama saya' ledek Bram
"ah kak Bram, oh ya kak kak Bram kan belum punya pacar, saya punya teman namanya Nana dia juga belum punya pacar, ntar aku ceritain ya"
"waduhhh mulai nih kamu jadi comblang, kerjaan sampingan ya" tanya Bram
"iya kak, demi teman bahagia"
"boleh lah entar, kapan-kapan, sekarang ingin cerita apa nih"
"oh iya, jadi lupa kan," diam sejenak
"hari Sabtu Daniel ingin merayakan ulang tahunnya dicafe kak, dan dia mengundang beberapa teman kuliah kita. Aku yakin aku ngga nyaman disana, tapi aku ngga ikut ngga boleh karena aku bekerja sebagai sekretaris Daniel"
Tampak Bram diam menyimak cerita Yasinta, dia ingin menyimak dulu baru kasih pendapat.
"Kakak tahu nggak, yang paling buat aku ngga nyaman bukan keadaanku yang sekarang begini, tapi aku agak khawatir kalau aku diisengin meta lagi, kak Bram ingat meta kan"?
'Lho apa hubungannya sama meta ya, apa Daniel sekarang jalan sama meta, pernah sih aku lihat mereka jalan, tapi masak Daniel mau sama meta sih. ya ingatlah meta baru berapa jam yang lalu aku melihat dia dengan lelaki lain' batin Bram
"Lho kok kamu takut sama meta, memangnya apa hubungan Daniel sama meta"
"saya kurang tahu kak, tapi yang mengurus acara ini katanya meta"
"lho kok bisa ya, kan kamu sekretaris pribadinya"
"kalau dari kantor sih dihandle sama pak Dodo kak, asistenya pak Daniel, aku yakin beliau nggada niat macam-macam"
"terus rencana kamu gimana"?
"nggada kak, karena gada yang bisa kulakukan selain ikut. cuma aku minta tolong kak Bram, mau ngga nemanin aku kesana kak, disamping khawatir aku dikerjain itu pasti sampai malam, aku takutnya pulangnya sudah sepi kalau naik motor sendiri"
"ohhhh itu doank, kalau itu mah gampang. aku temanin kamu, hari Sabtu kan, biar aku atur kerjaanmu" ucap Bram yakin
"kak Bram ngga keberatan kan, seandainya pun keberatan aku minta tolong ini" ucap Sinta
"kok keberatan sin"
"takut kak Bram malu nemanin janda dua anak"
"hahaha kamu bisa aja sin, tetap aja seperti dulu, aku sama sekali ngga keberatan, aku akan temanin kamu, kalau kebetulan aku diundang bagus, kalau ngga berarti aku sebagai partner kamu"
"terimakasih ya kak"
__ADS_1
"ini kopinya mba Sinta" tiba-tiba penjual kopi sudah berada disana.
"makasih ya mba, ayo kak Bram minum kopinya" ucap Yasinta senyum senang.