CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 12 PERTIMBANGAN PAPI


__ADS_3

Sementara Yasinta bingung sepanjang hari tentang tawaran dari kantor pusat yang berada di kota J. Karena kalau bolak balik kota J naik motor Yasinta butuh waktu dua jam kalau tidak macet.


"sikat sin, kapan lagi gaji gede" ucap Ida temannya sebagai dukungan.


"anak-anak dan papiku gimana da" ucap Sinta agak bingung.


"iya ya, mereka sudah sekolah" Ida juga jadi bingung.


"Ya Tuhan cobaan apa lagi ini, apa yang harus aku lakukan, kenapa tawaran ini datang saat aku sudah nyaman disini bersama anak-anakku dan papiku ajari aku mengambil keputusan yang pas ya Tuhan" doa Yasinta tulus siang itu sambil meneteskan air mata.


Karena jujur aja dia senang dapat tawaran ini, karena gajinya sangat besar menurut ukuran Yasinta sekarang.


Tapi bagaimana dengan sekolah anak-anaknya, masa harus pindah, itu pasti sangat ribet. Belum lagi Yasinta belum yakin mampu ngga mengerjakan pekerjaan sekretaris. Kalau nanti dia tidak mampu bagaimana?


Banyak hal yang dipertimbangkan oleh Sinta untuk menerima tawaran itu.


Aku harus membicarakan ini dengan papi, aku yakin papi bisa membantuku cari solusi, batin Sinta.


Sore harinya begitu sampai dirumah, seperti biasa papi dan kedua anaknya sudah menunggunya didepan pintu.


"mama, mama sudah pulang" teriak anak-anaknya seperti biasa


"sayang, kalian sudah belajar"? tanya Yasinta sambil menciumi kedua anaknya dan tangan papinya.


"sudah ma, kita sudah sangat pintar" ucap Loan bangga.


"tapi tetap harus belajar ya sayang, supaya tambah pintar lagi"


"iya ma"


"sudah masuk dulu gih, mama mau duduk bentar Ama kakek" ucap Sinta


"iya ma" mereka berdua langsung masuk rumah


"Pi, aku ingin minta pertimbangan sama papi, gimana ya Pi" tanya Sinta ragu


"gimana apanya nak"

__ADS_1


"Sinta ditawari kerja dikantor pusat, gajinya sih lumayan, tiga kali lipat dari gaji Sinta sekarang. tapi di kota J Pi" ucapnya sambil menunduk


"terus"


"ya itu Pi, aku bingung, aku belum iya in, tunggu pendapat papi dulu, karena itu kayaknya ngga mungkin untuk bolak balik kesini tiap hari Pi"


"terus, maksudmu kamu mau ngekost disana"


"kalau dilihat jaraknya kayaknya harus Pi, atau paling tidak tiga hari sekalilah Pi balik. cuma gimana anak-anak sama papi"


"gimana ya, sekolah anak-anak gimana" ucap pak Yusuf pelan


"iya pi, sementara kalau aku bolak balik kota T ke kota J dengan motor tiap hari pasti cape banget Pi" ucapnya lagi


"iya nak, itu ngga mungkin"


"terus aku juga bingung Pi, jabatan yang ditawarkan disana jadi sekretaris, sementara aku ngga punya pengalaman di bidang itu, kalau bidang gudang lagi aku mungkin ngga ragu"


"iya ya, terus kamu lebih berat kemana sayang, kalau kamu terima itu masih mungkin hidup kita berubah nak, tapi kalau terima caranya bagaimana" pak yusuf bingung.


"ini hanya pikiran-pikiran aku ya pi, gimana kalau aku pulang dua hari sekali, papi bisa ngga tidur sama anak-anak" tanya Yasinta


"iya pi, bentar lagi aku coba ngobrol sama mereka, tapi seandainya papi sendiri gimana Pi, sanggup ngga, mengingat kesehatan papi"


"kalau kesehatan papi sih gada masalah nak, toh juga nanti seperti biasa papi cuma awasi sikembar, mereka yang bekerja, tapi pelajaran sikembar gimana ya"


"justru itu makanya Pi, terlalu banyak yang dikorbankan" keluh sinta


"ya sudah, apapun itu kamu berdoa aja, kalau memang kerjaan itu jodohmu pasti ada jalan. Kalau menurut papi kamu terima aja, terus kamu ngekost disana, kalau masalah kami gampang ntar minta tolong bi Marni kesini buat nyuci. kita jalanin dulu baru nanti kita bisa menentukan langkah selanjutnya nak" ucap papinya menguatkan hati Yasinta.


"ya sudah, terimakasih ya Pi, papi sudah mendukung Sinta untuk maju. Papi juga mau membantu untuk menjaga anak-anak" ucap Yasinta


"iya nak, papi sebenarnya ngga tega lihat kamu kerja jadi buruh pabrik, tapi papi ngga bisa berbuat apa-apa. papi hanya bisa menyusahkanmu terus. Coba dulu kalau papi tidak egois mungkin hidupmu sama Daniel masih tenang walaupun kalian tidak kaya raya. Sekarang papi sudah kehilangan semuanya, papi hanya ingin diakhir hidup papi, papi bisa melihatmu dan cucu-cucuku bahagia" tuturnya sambil meneteskan airmata mengingat keegoisannya memisahkan Yasinta dan pacarnya Daniel.


"sudahlah Pi, tidak ada lagi yang perlu disesali. Awalnya memang aku kecewa sama papi, tapi semakin kesini aku semakin sayang sama papi. Aku tahu papi sayang banget sama aku tanpa batas, hanya saja dulu papi salah mengambil keputusan. Tapi papi tahu ngga sekarang aku bersyukur sama Tuhan karena walaupun gajiku kecil sebagai buruh pabrik kita berempat masih bisa makan Pi, dan kita makin saling menyayangi, karena kita sudah tidak memiliki siapa-siapa dan ngga punya apa-apa Pi" Yasinta juga ikut sedih melihat ayahnya sedih.


"iya nak, maafkan papi" lalu diam sejenak." ayolah kita masuk" ucap pak Yusuf sedih

__ADS_1


"iya pi"


Lalu Yasinta mengajak anak-anaknya untuk bicara tentang pekerjaannya. Diluar dugaannya anak-anaknya sangat mendukung, yang penting nanti kalau sudah cukup uangnya mereka dibeliin handphone.


"mama mau pindah kerja ke kota J" tanya Loan semangat


"iya nak"


"asyik" ucap Loan


"tapi kalau mama kerja disana mama ngga bisa pulang tiap hari, karena jauh, apa kalian bisa menjaga kakek" tanya Yasinta serius.


"bisa ma" jawab mereka langsung hampir berbarengan.


Pak Yusuf lega melihat cucu-cucunya semangat mendukung mamanya.


"kalau kalian setuju untuk mendukung mama kerja dikota, kalian harus bantu mama dengan rajin belajar sendiri dan membantu mama menjaga kakek. kakek jangan sampai mandi sendiri dikamar mandi"


"beres mama, tapi nanti kita akan dibeliin handphone ya ma, kalau kita juara kelas"


"iya, kalau kalian juara kelas, naik kelas dua nanti mama beliin handphone, tapi kalian juga harus doain mama supaya mama lancar kerjanya dikota J"


"pasti mama, nanti aku berdoa supaya bos mama itu orang baik dan sayang sama mama, jangan suka marah-marahin mama, amin ya Tuhan" ucap Leon yakin


"Benar ma, guru agama kan bilang, kalau kita tulus maka kita akan selalu mendapatkan kemudahan" ucap Loan lagi


"mama kan orang baik, pasti nanti pekerjaan mama selalu dimudahkan" tambah Loan lagi.


"terimakasih sayang, atas dukungan kalian"


"sama-sama mama"


"Pi, jadi kita putuskan aku terima ya Pi, berarti besok mama harus ke kota J, untuk bertemu bosnya, dan katanya mungkin untuk tanda tangan kontrak"


"iya sayang" ucap pak Yusuf


"ya sudah saya mandi dulu ya Pi, Loan Leon ingat ya, kalau juara akan dibelikan handphone" ucap mamanya meyakinkan bocah-bocah itu

__ADS_1


"ok mama" ucap mereka sambil saling pandang.


'Maafkanlah semua dosaku Tuhan, semoga ini awal kebahagiaan anakku, aku hanya bisa berharap kepadaMu Tuhan, berikan dia kecakapan untuk mengerjakan pekerjaannya, dan juga hati yang selalu tulus, dan juga kenyamanan dalam bekerja' doa pak Yusuf tulus.


__ADS_2