
Sudah hampir seminggu Daniel tidak fokus ke kantor karena Sinta selalu mual dan muntah. Tapi Daniel makin menikmati karena cintanya lebih besar dari rasa capeknya.
Sepagi ini Yasinta sudah mual lagi, sehingga Daniel memilih duduk disofa dengan memeluk Yasinta dan kepala Yasinta ditempatkan di dadanya seperti anak kecil.
Setelah memberikan Yasinta jeruk hangat Daniel membawanya keteras samping untuk mendapatkan cahaya matahari pagi. sepanjang disana wajah Yasinta selalu menempel di dada Daniel supaya dia tidak muntah.
"Sinta masih mual terus" tanya pak Riadi menemui daniel dan Sinta lalu duduk juga dikursi tunggal.
"iya om, pagi begini kalau ngga cium bau badanku langsung deh"
"bersyukurlah dan, berarti anak-anakmu sangat sayang dan minta disayang sama kamu. Minta perhatian lebih gitu. Mungkin aja anakmu cewek" ujar om Riadi
"amin, semoga, yang penting sehat om. soalnya akhir-akhir ini Yasinta susah makannya"
"yah begitulah kali wanita hamil, dulu awal-awal makanya melebihi kuli, tapi sekarang tidak mau lagi, kamu harus nanya dokter alternatifnya gimana"?
"iya om, besok kami control, sekalian USG untuk mengetahui jenis kelaminnya"
"ohhh ya sudah, kalau kamu mau ke kamar mandi taroh aja dihadapannya satu bajumu yang kotor, supaya bau badanmu tetap dia dapat"
"iya ya om" Daniel seperti tersadar
"hmmmm"
Daniel membawa Yasinta ke kamar setelah cukup lama di luar. Dia mencoba menerapkan apa yang tadi disuruh oleh pak Riadi. Daniel membuka kaos yang dia pakai semalaman dan dia taruh di depan digenggaman Sinta.
Daniel langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dari pagi belum sempat mandi karena sepagi itu Yasinta sudah muntah-muntah dan biasanya nanti sampai sekitar jam sepuluhan.
Daniel mandi buru-buru, tidak perduli bersih atau ngga lagi. Dia takut keburu Yasinta bangun dan menangis. Dia langsung melilitkan handuk diperutnya.
Daniel senang, ternyata Yasinta masih tidur pulas.
'apa benar yang diucapkan om itu ya, selagi wangi tubuhku ada disitu Yasinta akan bisa tidur nyenyak' batin Daniel
Daniel mengambil pakaian rumahan. Dia belum berencana ke kantor, bentar lagi Dodo yang bawa kerjaan kerumah.
Daniel keluar dari kamar, dia ingin minum kopi dulu biar segar dikit walaupun sudah kesiangan. Dia duduk di sofa dekat kamarnya menunggu Dodo.
"selamat pagi pak"
"hmm, pagi"
"kenapa kita harus disini pak, ngga diruang kerja"? Dodo bingung disuruh pembantu ketemu bosnya diruangan dekat kamar tuannya.
"iya, soalnya saya takut Sinta bangun, sekarang dia dalam mode yang membingungkan, suka menangis ngga jelas"?
"ohh" Dodo ngga berani lagi bertanya kalau sudah mengenai ibu Sinta istri bosnya yang lagi hamil.
"do, tolong untuk saat ini jadwal saya usahakan setelah makan siang, karena biasanya pagi Sinta itu mabok parah, kadang sampai lemas. Tapi bentar siang sudah lumayan" jelas Daniel
"Saya ngga tega ninggalin dia sendiri, kalau sudah muntah-muntah sampai lemas" tambahnya, sementara Dodo hanya manggut-manggut.
"jadi maksud bapa, kalau ada yang ingin bertemu pagi kita undur siang atau sore"?
"iya"
__ADS_1
"baik pak, tapi kalau boleh tahu sampai kapan ya pak"
"saya ngga tahu, sampai Sinta ngga mabok lagi"
"ohh, oke pak. Ini semua yang harus bapak tanda tangan, ntar siang saya ambil lagi"
"hmmmm, oke"
Dodo keluar, sementara Daniel langsung masuk ke kamar sementara mereka bersama Sinta. Tapi ternyata Sinta masih betah tidur, belum bangun sama sekali.
'hebat juga ide om Riadi, dia jadi tenang, tidak muntah mulu' batin Daniel.
Daniel lalu duduk disofa dan membuka semua berkas yang dikasih Dodo. Dengan hati-hati dia menandatangani semuanya. Sampai dia selesai tanda tangan Sinta masih betah dalam tidurnya.
**
Siang harinya Yasinta ingin makan ketoprak, Daniel mengajak Yasinta keluar untuk mencarinya. Begitu ketemu Daniel langsung menemani Yasinta makan ketoprak. Yasinta makan dengan sangat lahap sampai bersih.
"nambah sayang" tanya Daniel pelan
"ngga, udah kenyang"
"kita kemana lagi"
"beli rujak sayang" ucap Sinta, Daniel bengong Sinta memanggilnya sayang biasanya hanya manggil kak.
"sayangku dalam mood baik nih" ucap Daniel mencium kepala Yasinta.
Saat tiba ditempat penjual rujak Daniel dan Sinta memilih buah-buah yang Sinta mau.
"buah apa aja sayang"? tanya Daniel
"yang pedas ya bang, cabenya lima" lanjut Yasinta.
"ngga kebanyakan yang"
"ngga, segar" jawab Sinta santai.
Selesai membeli rujak Daniel membawa Sinta pulang. Ternyata dirumah sudah ada kembar dan papi juga.
"kalian dari mana"? tanya papi
"habis cari rujak Pi, Sinta ingin rujak"
"ohhhh, dulu hamil kamu, mamimu juga makanannya rujak doank" ucap papi Yusuf
"oh iya, " ujar Sinta
"kamu mau istirahat apa mau disini dulu"?
"aku disini aja kak"
"ya sudah, Pi titip Sinta bentar ya, aku harus ke kantor, ada meeting penting ngga bisa dihandle Dodo"
"ohhh pergilah, papi yang jaga Sinta"
__ADS_1
"bi, tolong siapin rujak nyonya ya, saya siap-siap dulu" sambil menyerahkan bungkusan rujak itu.
"baik tuan" ucap BI Ida
Tinggallah Yasinta dengan pak Yusuf di teras rumah itu.
"Pi, gimana dirumah itu papi betah ngga? soalnya sekarang ngga mungkin kita cari-cari rumah, aku ngga kuat Pi" ujarnya
"iya sin, tenang aja, papi betah kok, cuma sepi, makanya saya sering kesini." ujar papi." kamu jangan terlalu kepikiran sama papi nak, sekarang kamu fokus sama kehamilanmu dulu, kembar juga biar papi sama pak Riadi dulu yang handle, soalnya kehamilanmu sekarang kayaknya agak rewel ya", bujuk papi Yusuf
"oh iya pi, Sinta boleh nanya ngga"?
"Napa nak"?
"dulukan papi pernah jodohin aku sama fariz-fariz itu, katanya anak teman papi sama Mami, maksudnya teman papi itu siapa Pi, apa istrinya pak Fariza"?
"Iyah, kok kamu nanya itu lagi nak"
"papi pernah pacaran sama ibu Mirna itu"? tanya Yasinta langsung sambil menatap papinya.
"kok kamu ngomong begitu nak"?
"ngga Pi, saya cuma penasaran pertemanan yang bagaimana dulu pertemanan papi sama ibu Mirna itu"?
"Hanya pertemanan biasa nak, teman mamimu juga"!
"apa papi ngga pernah ngerasa bahwa nyonya Mirna itu suka sama papi"
"papi ngga tahu nak, memang sih kadang dia seperti jealous sama mami kamu, tapi papi ngga tahu kalau dia itu suka sama papi. Tapi masa iya sih",
"Pi sebenarnya kak Daniel sama om Riadi sudah pernah menyelidiki kasus papi dulu. makanya terbongkarlah kalau proyek papi yang dikalimantan itu hancur karena warga di provokasi oleh seseorang. Seseorang itu sudah ditemukan beserta komplotannya tapi baru ketahuan kalau dalangnya adalah nyonya Mirna, dia dendam sama papi dan mami' cerita Yasinta.
"apaaaaa" pak Yusuf terlihat shock dan kaget.
"aku juga awalnya ngga percaya Pi, tapi itulah kenyataan. Tapi mengenai Diandro mamanya benar-benar ngga tahu",
"maksudmu, tentang apa"
"Diandro Fariza adalah cowok yang mengejar saya waktu SMU Pi, karena saya ngga mau dia sampai hampir melecehkan saya, untung saya bisa lawan lalu mengadu ke ibu guru sehingga orang tuannya dipanggil dan, dia disuruh pindah"
"cowok yang dulu kamu bilang gila"
"iya pi, dialah Fariz yang papi kenal. dirumah dia memang dipanggil Fariz, nama lengkapnya adalah Diandro Fariza"
"ya ampun, bodohnya aku" rutuk pak Yusuf
"papi ngga bodoh Pi, namanya juga dia menggunakan siasat yang kita tidak sadari. Sebenarnya kak Daniel ingin terus menyelidiki itu, tapi keburu aku hamil lagi"
"ohhh ya sudah sayang, suatu saat mereka akan dapat balasan. Kita sudah melewati yang paling pahit, kedepannya harus bahagia" ujarnya yakin.
Terimakasih untuk
Like
coment
__ADS_1
votenya
Happy reading