
Setelah keluar dari toko baju, Danil dan bi Imah masih ingin ketoko mainan, tapi keburu pesanan makananya sudah siap.
Akhirnya mereka langsung keluar dari mall, karena takutnya makan siangnya kelamaan.
**
Sementara dirumah Yasinta, setelah Daniel keluar dengan bi Imah dan Dodo, om Riadi berbincang dengan pak Yusuf regata.
" Maaf Pak Yusuf, menurut Daniel dulu bapak seorang pengusaha, maaf pak bagaimana ceritanya bisa jatuh?... iya...memang sih hidup ini tidak ada yang pasti pak, tapi kan semuanya pasti punya cerita, apa lagi kita didunia usaha lapangannya sangat kejam",tutur om Riadi.
"yah begitulah pak, saya juga waktu itu bingung kenapa bisa begitu. Tapi keadaannya sudah begitu saya ngga bisa ngomong apa-apa lagi"
"apa mungkin bapak dijebak"?
"sepertinya sih iya pak, tapi untuk menyelidiki lebih lanjut saya sudah tidak punya kemampuan" ucapnya lesu
"apa bapa masih berminat untuk menyelidiki, setidaknya supaya tahu dalangnya"
"hehehe ngga pak, saya sebenarnya sudah menebak siapa dalangnya, tapi sudahlah pak, saya sekarang tidak berpikir kesitu lagi, saya hanya ingin bersama cucu-cucu saya"
"ohhh berarti bapak sudah dapat gambaran orangnya"
Pak Yusuf mengangguk mengiyakan.
"Tapi bapak ngga ingin lagi kembali ke dunia bisnis"
Pak Yusuf menggeleng pelan karena dia pikir dia sudah tidak punya kemampuan untuk itu.
"yahhh dunia bisnis memang kejam pak. Dulu saya juga pernah kejebak oleh seorang wanita, untungnya saya langsung diingatkan, ternyata dia suruhan"
"ohhh ..iya pak" ucap pak Yusuf pendek.
"tapi kalau pak Yusuf ingin selidiki dan usut lagi mungkin saya bisa bantu, saya ada kenalan dibudang inteligent, pasti bisa membantu"
"terimakasih pak, tidak perlu, saya sudah tidak tertarik karena juga kemampuan saya juga sudah tidak ada"
__ADS_1
"Sebenarnya kan pak, kalau masalah kemampuan bisa kita alihkan ke anak-anak atau cucu-cucu kita"
"sekali lagi terimakasih pak," ucap pak Yusuf lalu mereka terdiam sejenak.
"Bay the way pak, gimana pendapat bapak tentang anak-anak kita ini" tanya om Riadi agak pelan, takut didengar oleh Yasinta dan kedua anaknya yang akan makan.
"maksudnya pak"?
"Maksud saya, kita kan sama-sama tahu apa yang terjadi sama anak-anak kita, apa lagi sekarang sudah ada cucu-cucu kita, maksud saya apa ngga sebaiknya kita satukan mereka lagi"
Pak Yusuf terlihat kurang nyaman untuk membicarakan hubungan Yasinta dan Daniel. Dia menarik nafas dalam-dalam sambil melirik Yasinta yang duduk dibawah bersama anak-anaknya.
"Saya sih terserah Yasinta pak," ucap pak Yusuf pelan. "saya tidak mau salah mengambil keputusan lagi sehingga anak saya harus menderita. Setiap melihat penderitaan Yasinta saya makin hancur pak, saya makin merutuki diri saya, ayah seperti apa saya, yang malah membuat anaknya sengsara." ucapnya makin sedih sambil melirik Yasinta.
"Setiap orang pernah melakukan kesalahan pak, tapi kan niat kita tidak seperti itu. Semua yang terjadi sudah rencana yang maha kuasa. Bapak salah mengambil keputusan, tapi bapak masih bisa bersama cucu-cucumu. Daddy saya meninggal tidak pernah mengenal Daniel, hanya karena Daddy dulu tidak setuju dengan ibunya Daniel. Sehingga ketika kakak saya meninggal maminya Daniel yang ketakutan bahwa Daddy akan mengambil Daniel akhirnya membawa kabur Daniel dan hidup sederhana di Kota J. Kami dapat berita tentang mereka dari orang suruhan keluarga malah setelah mamanya Daniel dikuburkan dan Daniel sangat terpukul."
"ooooo" pak Yusuf hanya oooo
"Makanya begitu kemarin Daniel bilang ke saya tentang kedua cucu kita, aku langsung bilang untuk menjemput mereka, aku tidak mau kembali kehilangan keluarga inti"
"Napa pap" Yasinta mendekati papinya dan om Riadi dan duduk disalah satu kursi plastik itu.
"ini pak Riadi menyinggung hubunganmu dengan Daniel"
"Maaf om saya harap ini urusan saya sama Daniel, jadi keputusan juga keputusan kami berdua"
"maksudmu keputusan untuk tetap memisahkan kami dengan keturunan arganta" tanyanya langsung karena kemarin Daniel sudah cerita tentang kesepakatan sementara mereka.
"mungkin itu lebih baik om, pak Daniel juga sudah setuju untuk melanjutkan hidupnya yang sekarang tanpa berpatokan ke masa lalu. Mengenai anak-anak saya juga ngga mau egois, suatu saat akan saya ceritakan pelan-pelan"
"tapi Sinta..."
"Maaf om, tapi saya tetap tidak setuju untuk om membawa anak-anak saya. Saya dan anak-anak sudah nyaman dengan kehidupan kami sekarang om" ucap Yasinta sedih.
Pak Yusuf hanya diam melihat Yasinta, dia terlihat berpikir, tapi tidak menolak juga tidak mengiyakan.
__ADS_1
"Nak Sinta, om sangat percaya kamu adalah wanita hebat. Dalam keterpurukan papimu kamu masih bertahan dengan kehamilan kembar bahkan tanpa suami, kamu benar-benar wanita super Sinta, kamu pasti bisa menjadi ibu yang baik bahkan terbaik untuk cucu-cucu saya",
"terimakasih om"
"tapi Sinta mereka harusnya hidup sama keluarga yang lengkap"
"maaf pak Riadi, bukannya saya ikut campur atau menolak ucapan bapak, tapi untuk urusan anak-anak biarkanlah terserah mereka. Kita tidak usah banyak intervensi", ucap pak Yusuf akhirnya memotong.
'Sepertinya Yasinta benar-benar wanita yang memegang prinsip, dia tidak gampang dipengaruhi, dia juga bukan orang yang gampang tergoda dengan kekayaan. aku makin yakin untuk memperjuangkan pernikahan Daniel dengan dia, walaupun harus menggunakan kedua cucuku' batin pak Riadi.
Pembicaraan mereka akhirnya terputus karena mobil Daniel sudah berhenti di depan rumah Yasinta. Dan supir Daniel bersama Dodo serta bi Imah sibuk menurunkan banyak makanan.
"Hallo den kembar, tebak bibi bawa apa"? ucap Bu Imah sangat ceria menunjukkan bahan makanan itu.
"emank apa bi" ucap mereka yang masih duduk di karpet dilantai sambil nonton karena tadi belum jadi makan siang.
"duduk rapi dulu, kita akan makan bersama. bibi bawa ikan cumi asam manis, mau ngga?,"
"mau Bu, mau..bibi beliin buat kita ya. bibi baik deh, guemesss" ucap mereka berdua bangkit sambil nyubitin pipi bi Imah seperti yang sering mereka lakukan untuk menggoda bi Imah.
"bukan bibi den yang beli tapi itu pak Daniel yang beli" ucap bibi yang membuat mereka langsung saling tatap dan diam. Lalu mereka berdua mendekati pak daniel.
"Memang om tahu kita suka seafood" tanya Loan yang selalu lebih cerewet dibanding Leon.
Daniel juga gelagapan ditanya begitu sama kembar, kalau dia bilang karena mereka anaknya, dimana dia juga penyuka seafood, takut malah anak-anaknya makin bingung.
"saya tadi nebak aja" ucapnya gugup melihat kearah kembar.
"dannnnn.....tebakan om sangat betul" ucap kembar berbarengan sambil bertoz ria.
Daniel dan Dodo sangat senang melihat tingkah lucu kedua bocah itu. Sementara Yasinta terlihat biasa aja, apakah karena dia sudah menekan rasa cintanya pada Daniel atau karena dia memang tidak terpengaruh dengan kehadiran daniel, tidak ada yang tahu, hanya dia yang tahu dalam hatinya.
Pak Yusuf yang merasa pernah bersalah sama Daniel juga masih menghindari interaksi dengan Daniel. Dia belum siap bertatap muka dengan Daniel walaupun Daniel tadi sudah mengajak ngobrol dan sudah menyalami pak Yusuf, tapi hubungan mereka masih sangat kaku.
Jangan lupa likenya ya readers, terimakasih.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL 🙏🤗