CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 92 CYNTIA VS DAD


__ADS_3

Setelah mendapat laporan dari anak buahnya tentang Cyntia yang benar berada dikota J, pak Indriawan sudah berencana akan ke kota J.


Saya harus telepon Cyntia supaya tidak berulah lagi.


dddrrrt dddrrrt dddrrrt


"halo" suaranya disebrang sangat berisik dan ramai. Pak Indriawan yakin anaknya pasti di club malam sekarang, ini sudah jam sebelas malam lewat kalau orang biasa pasti sudah pada tidur.


"Cyntia, dimana kamu"? tanya pak Indriawan langsung to the point


"kenapa emang dad, Daddy pikir aku akan mati gaya kalau Daddy blokir semua, Daddy salah" ucapnya sudah mulai dipengaruhi minuman.


"Cyntia, kamu yang sopan ngomong sama Daddy"


"apa, apa Daddy, yang sopan, kurang sopan apa coba hahahah" suara ketawA Cyntia disebrang sana.


"kurang ajar kamu Cyntia, pergaulanmu sudah benar-benar rusak" geram pak Indriawan


"hahaha Daddy baru sadar, kasihan" ucapnya sambil meneguk lagi minumannya.


"baiklah, terserah padamu, Daddy sudah menyerah untuk mengajarimu, tapi ingat jangan sampai kamu mengganggu Daniel lagi, mereka sudah bahagia bersama istrinya, dan pak Riadi tidak akan tinggal diam kalau kamu berulah, ingat itu"


"hahahaha dia mengadu rupanya, terserah aku, ITS my life, gua sudah ngga peduli" ucap cyntia


"huhhhh" pak Indriawan langsung mematikan sambungan teleponnya karena merasa percuma ngomong sama Cyntia lewat telepon, dia harus bawa paksa anak itu, boleh aja dia sudah gagal mendidik Cyntia tapi kegagalannya jangan sampai mengganggu keluarga


Daniel.


Besok paginya dia sudah membuat rencana dengan matang. Saat perjalanan ke kantor bersama Bram dia mencurahkan isi hatinya.


"Bram, tolong nanti siang atur penerbangan ke kota J, kita berangkat siang," ucap pak Indriawan sedih.


"Saya ikut juga pak"


"iya Bram, aku butuh kamu disana, aku takut ngga sanggup menghadapi anak itu"


"nona Cyntia maksudnya tuan"


"iya Bram"


"memangnya dia buat apa sampai tuan sangat marah"


"dia membuat huru hara di kantor Daniel, dan dia mengancam akan menghancurkan mereka"


"oh my God, nona Cyntia" ucap Bram kaget.


"iya Bram, makanya saya sudah gagal Bram, saya gagal jadi ayah, saya gagal jadi suami" ucapnya pasrah


"Kamu tahu Bram, aku kadang salut melihat rumah tangga orang, anak-anak mereka yang teratur, istrinya yang selalu ada disisinya"


"Tapi ibu disana juga buat kerja kan pak"? Bram berusaha menghibur


"ya, itulah Bram, kekayaan justru membuat kami tidak bahagia. hidup satu dikutub Utara satu dikutub selatan, anak semata wayang gagal kami didik, lalu apa gunanya harta dan kekayaan itu semua Bram, kalau saya mati besok bagaimana semua harta ini Bram, ngga ada gunanya"! ucapnya lagi sudah patah hati.


"jangan putus asa tuan, diluar sana masih banyak orang yang iri sama kesuksesan bapak"

__ADS_1


"hehh karena mereka tidak tahu deritaku Bram" ucap pak Indriawan.


Bram tidak tahu mau menjawab apa, dia hanya diam akhirnya mendengar keluh kesahnya.


"oh iya Bram, seandainya aku tidak ada umur, tolong kamu bantu Cyntia dan nyonya ke jalan yang benar ya Bram"


"kok bapak ngomongnya begitu"?


"kan umur nggada yang tahu Bram"


Bram tidak menjawab lagi karena merasa ganjil dengan pesan bosnya dan mereka sudah sampai kantor.


Siang harinya mereka terbang ke kota J dengan pesawat pribadi keluarga pak Indriawan.


Sementara ditempat lain Cyntia yang baru mengingat pembicaraan tadi malam dengan daddynya merasa tertantang untuk langsung menghadapi Daniel.


'Kamu sudah mengancamku lewat Daddy Daniel, tapi lihat, aku sendiri akan membuatmu malu di kantormu sendiri, kamu belum kenal aku Daniel, gumam Cyntia.


Cyntia langsung mandi dan berganti pakaian dia ingin siang ini ke kantor Daniel lagi.


Saat sampai di kantor Daniel, dia tidak diizinkan masuk oleh satpam depan karena sudah diwanti-wanti oleh Dodo.


Daniel dan Yasinta yang kebetulan tidak berada ditempat karena sedang survey bakal sekolah kembar.


"maaf Bu, ibu tidak dibolehkan masuk oleh pak Dodo" ucap pak satpam sopan


"kurang ajar kamu ya, kamu pikir kamu siapa, bisa menghalangi saya" ucap Cyntia sambil melotot ke satpam itu dan ingin mendorongnya.


Melihat temannya hampir didorong tiga satpam dibawah akhirnya bersatu menghalau cyntia masuk begitu juga recepsionist yang dulu dimarahi Dodo karena mengizinkan Cyntia masuk. Mereka langsung berinisiatif mengunci pintu depan dan melaporkanya sama Dodo dan Nana.


tutttt interkom diruangan dodo


"pak Dodo , ada tamu yang waktu itu sedang mengamuk di bawah"


"tamu yang mana"


"yang kemarin diusir pak Daniel pak"


"Cyntia" Dodo langsung bangkit dari duduknya


"iya pak,"


"jangan kasih masuk"


"iya pak"


Dodo langsung turun ke bawah untuk bertemu Cyntia. Dia ingin memberitahu Daniel tapi dia urungkan karena dia tahu bosnya sedang bersama Yasinta. Dia tidak ingin mengganggu kebersamaan mereka.


Begitu sampai dibawah terlihat Cyntia seperti orang gila teriak-teriak.


"keluar kau Daniel, hadapi aku kalau kamu laki-laki bukan pengecut" teriaknya


Ketiga satpam itu berjaga jangan sampai Cyntia menerobos masuk.


"buka" perintah Dodo sama recepsionist yang berjaga itu karena mereka tadi sengaja kunci pintu.

__ADS_1


"baik pak" Dodo keluar mendekat ke cyntia


"Hei kacung, dimana bosmu, apa dia tidak sanggup menghadapi ku" teriak Cyntia ke arah Dodo.


Dodo sangat geram melihat tingkah Cyntia.


"Seret wanita ini keluar, kalau melawan saya akan telepon polisi, kalian jangan takut" perintah dodo


"kurang ajar kamu" Cyntia masih berontak


"bawa dia keluar" teriak Dodo


"ingat ya, ini belum berakhir, bilang sama bosmu aku akan menghancurkannya" tetap teriak Cyntia saat ketiga satpam itu menyeretnya keluar karena selalu berontak.


Bersamaan dengan itu sebuah mobil mewah masuk dan mendekat ke Cyntia , dan turunlah Bram disusul pak Indriawan.


Sebenarnya dari awal tadi anak buahnya pak Indriawan sudah melaporkan kedatangan Cyntia ke kantor Daniel sampai serusuh ini. Pak Indriawan yang baru akan menuju apartemen Cyntia akhirnya berubah arah ke kantor Daniel. Dan semua yang dilakukan Cyntia sudah disiarkan langsung oleh anak buahnya ke pak Indriawan.


"Daddy" gumam Cyntia yang masih dipegangi oleh satpam.


"lepasin gua bodoh, Lo belum tahu siapa gua" ucap Cyntia merasa diatas angin karena kedatangan daddynya.


Dodo sangat kaget dengan kedatangan daddynya Cyntia.


Dia belum tahu apa tujuan daddynya Cyntia sebenarnya.


"tolong lepasin dia" perintah Bram lembut, ketiga satpam itupun melihat ke Dodo dan Dodo mengangguk, akhirnya mereka melepaskan tangan Cyntia. Dodopun langsung mendekati daddynya Cyntia dan asistennya.


"Maaf pak, nona Cyntianya tidak bisa diajak kerjasama dan buat keributan di kantor ini. Dia tidak percaya kalau pak Daniel tidak di kantor, dia sedang pergi bersama istrinya." terang Dodo.


"bohong" Cyntia teriak lagi


plaaakkkk


Pak Indriawan langsung menampar wajah Cyntia karena kesal dan malu. Dia kembali menatap tangannya yang telah menampar putrinya.


"Daddy..Daddy memukulku..daddy jahatttt" Cyntia ikut geram melihat daddynya memukulnya, bukan membantunya.


"seret dia pulang" ucapnya ke arah Bram pelan lalu dia langsung menuju mobilnya, tapi baru aja satu langkah kakinya dipintu mobil, pak Indriawan mengaduh dan memegang dadanya. Dan akhirnya jatuh, walaupun tidak sampai ketanah karena langsung ditangkap oleh Dodo dan Bram.


"pak, pak, pak" ucap Dodo dan Bram tapi sudah tidak direspon.


Bram dan Dodo akhirnya membawa pak Indriawan kerumah sakit terdekat, begitu juga Cyntia karena langsung ditarik oleh Bram.


Begitu sampai di UGD pak Indriawan langsung ditangani oleh dokter. Tapi Tuhan berkehendak lain pak Indriawan sudah tiada.


Cyntia sangat histeris melihat daddynya terbujur kaku.


Bram baru sadar sekarang kenapa kemarin pak Indriawan berpesan begitu padanya.


'Kasihan bapa Indriawan, sampai akhir hidupnya merindukan keluarga yang hidup bareng dan anak yang berbakti, saya akan bantu keluarga bapak semampu saya pak' batin bram


Hai readers, jangan bisan- bosan ya


Berikan like dan coment juga

__ADS_1


happy reading


I LOVE YOU ALL 🙏❤️


__ADS_2