CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 54 HARUS BAGAIMANA


__ADS_3

Daniel tidak bisa membantah semua ucapan Bram. Saat Yasinta keluar dari kamar nya yang kecil dengan pakaian sudah rapi, kaos oblong dengan celana Levis, membuat dia dan Bram cocok untuk santai. dia hanya bisa melongo dan berjalan mengikuti mereka menuju mobil Bram. Tapi didepan Yasinta sempat berbincang dengan Dodo. Sebenarnya melihat wajah tuannya yang terlihat kacau Dodo sangat kasihan, tapi dia ngga bisa berbuat apa-apa.


"pak Dodo, dokter menyarankan saya untuk istirahat selama lima hari mulai dari kemarin. itu surat dokternya saya sudah kasih sama pak Daniel ya pak"


"ok Sinta, tenang aja, yang penting kamu pulih dulu"


"terimakasih pak"


"ok bro, kami jalan dulu, takut keburu macet kalau agak siang"


"iya baik bro, hati-hati"


Lalu Yasinta naik ke mobil Bram dan duduk didepan bersebelahan dengan Bram. Mobil Bram bukan mobil mewah kalau dibandingkan dengan mobil Daniel. Tapi Bram dan Yasinta terlihat sangat bahagia menurut Daniel. Dia dan Dodo hanya menyaksikan sampai mobil yang membawa Yasinta itu berlalu dari tempat itu.


"do, tolong pindahkan kamar Yasinta ke kamar yang lebih layak, jangan disitu, masukkan ke rekening saya"


"tapi pak, bagaimana kalau Yasinta keberatan, takutnya dia makin tersinggung"


"benar juga ya" gumam Daniel


"tapi aku ngga tega melihat dia tidur dikamar sesempit itu do, bahkan kasurnya hanya kasur tipis begitu, apa dia bisa tidur nyenyak disitu"? ucap Daniel membayangkan kasurnya yang empuk, dan bahkan dulu Yasinta juga pasti terbiasa dengan kasur yang empuk.


"maaf pak, bukan maksudku menggurui, tapi yang saya lihat Yasinta itu orang yang sangat supel, dia bisa bahagia disemua keadaan karena dia ikhlas. Bahkan menurut saya orang seperti dia tidak melihat kebahagiaan dari sisi kenyamanan dan kekayaan pak"ucap Dodo agak bijak


"iya do, kamu benar Yasinta memang tidak terlalu mengagungkan kekayaan bahkan saat dia sedang kaya dulu, dia tidak pernah sombong",


"jadi kita kemana ini pak, apa langsung ke kantor"


"apa pagi ini saya ada yang urgent"


"ada pak, bertemu dengan semua kepala divisi"


"minta data mereka aja, saya kerjain dirumah, sepertinya saya lagi ingin di rumah sama om Riadi" biar bagaimana pun aku harus ceritakan ini sama om Riadi.


"baik pak" sambil membuka pintu mobil untuk Daniel dan berlalu dari kostan yasinta.


Selama dalam perjalanan Daniel terlihat sangat memikirkan cerita Yasinta tadi.


'posisi hamil, jatuh miskin, berpisah dengan suami dan bahkan makan aja belum tentu tiga kali sehari, kenapa kamu tidak berusaha mencariku Yasinta sampai aku berpikir kalau kamu sekarang sudah sangat bahagia dan kaya. Aku sampai menyimpan sumpah serapah untuk kehidupan Yasinta padahal dia sedang mengandung anakku, berjuang untuk anak-anakku'


Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?

__ADS_1


"pak apa bapak baik-baik aja" tanya Dodo melihat Daniel terus terdiam dengan muka sedih selama perjalanan.


"do aku harus bagaimana sekarang"? tanyanya lesu tanpa mengalihkan pandangannya dari luar kaca mobil.


"pak, lebih baik bapak tanya hati kecil bapak aja, jujur pada diri sendiri akan membuat kita tidak salah mengambil keputusan pak"


"jujur aku sangat percaya Yasinta, makanya aku bingung bagaimana sekarang, kalau aku mendekati Yasinta sepertinya dia sudah tidak mau karena aku sangat tahu Yasinta do, pendiriannya sangat kokoh",


"sekarang bagi Yasinta aku hanya atasannya yang harus dia patuhi dan juga ayah dari anak-anaknya yang tidak perlu melakukan apa-apa untuk anak-anak, karena Yasinta takut kalau aku mendekati anak-anak akan banyak orang yang tidak suka termasuk Cyntia. Dia pasti akan melakukan apa saja untuk mendekatiku"


"maaf pak, aku akui cara berpikir Yasinta itu sudah jauh kedepan untuk melindungi anak-anak, dan aku juga sependapat dengan itu. Dia sudah banyak menderita jadi dia berharap anak-anaknya jangan sampai menderita"


"kenapa aku sebodoh ini selama ini do" tanyanya frustasi


"maaf pak, bukan waktunya lagi menangisi masa lalu, sekarang waktunya untuk menjalani yang sekarang, supaya hari esok kita punya harapan"


"tapi aku ingin ketemu mereka do"


"kalau mengenai ketemu saya yakin Sinta tidak akan keberatan pak, saya tahu bagaimana baiknya Yasinta"


"huhhhh aku harus minta pertimbangan om", ucap Daniel


"kamu langsung jalan aja, urus kantor, aku agak malas kayaknya keluar"


"baik pak" saat Dodo sedang membuka pintu mobil untuk Daniel. Daniel langsung masuk rumah dan menuju halaman samping tempat dimana biasanya omnya bekerja sambil berjemur pagi hari.


"Lho dan kok balik lagi, ada yang ketinggalan" tanya om Riadi yang sedang fokus juga dengan angka-angka dilaptopnya.


"ngga om, aku hanya lagi malas"


"lho tumben kamu malas, tapi kamu tahu dan, omzet perusahaan sangat meningkat tajam tiga bulan terakhir, kamu memang bisa diandalkan" puji omnya yang masih melihat angka-angka komputernya.


"ahhh om bisa aja" ucap Daniel malas karena fokusnya masih ke Yasinta dan cara menceritakannya kepada om Riadi.


"lha benar lho, lihat ini, semenjak kamu pindah ke kota J, omzet kita terus meningkat sampai berkali-kali lipat" ucap om Riadi bangga. Tapi Daniel hanya diam bahkan mungkin tidak mendengar ucapan om Riadi. omzet miliaran sekarang tidak begitu penting buat dia dibanding anak-anaknya.


Om Riadi yang tidak mendengar tanggapan Daniel mau ngga mau menoleh kearah Daniel, dan dia baru melihat wajah Daniel yang kusut tak bersemangat.


"aku lagi bingung om, aku ngga tahu harus gimana"


"lho lho seorang Daniel arganta bingung, bagaimana ceritanya, apa ini tentang kerjaan atau ada urusan lain" tanya om Riadi serius.

__ADS_1


"om ingat Yasinta mantan istriku" ucap Daniel pelan, membuat om Riadi jadi membuka kaca matanya dan meletakkanya dimeja.


"istri kamu yang pergi dengan lelaki lain karena hidupmu masih miskin"


Daniel terdiam mendengar ucapan omnya, memang selama ini yang Daniel bilang adalah Yasinta pergi dengan lelaki lain, tapi ternyata kejadiannya tidak seperti itu.


"kenapa dia, dia merayu kamu setelah kamu kaya dengan mengatakan dia khilaf" cecar om Riadi karena dia juga pernah dikecewakan perempuan.


Daniel menggeleng.


"terus, kenapa dia sekarang dia sudah sangat bahagia, gitu"


Daniel kembali menggeleng dan menunduk lesu.


"Dia tidak pernah menikah dengan lelaki lain om" ucap Daniel lesu tapi membuat om Riadi cukup kaget.


"jadi maksudmu.."


"iya om, ternyata selama ini dia sangat menderita. karena batalnya perjodohan itu membuat perusahaan papanya diambil alih oleh keluarga Fariza. Dan tidak hanya itu om, maminya harus meninggal saat mereka harus keluar dari rumahnya" ucap Daniel sampai menitikkan airmata.


"dan om tahu, aku malah sengaja menarik dia kekantor pusat menjadi sekretarisku, dan membuatnya selalu tersakiti dengan perkataan dan perbuatanku om, karena aku ingin balas dendam",


"dia karyawanmu"


"iya, ternyata dia buruh dipabrik kita dikota T"


Om Riadi melihat Daniel menangis pasti yakin kalau keadaan ini benar-benar buat Daniel sedih. Bahkan om Riadi tidak pernah melihat Daniel menangis.


"kamu tahu darimana semuannya"


"saat ulang tahunku kemarin om. bahkan om tahu ngga, Yasinta harus dipermalukan oleh teman kami yang sangat membenci dia dari dulu. Dari situlah aku berpikir om,kenapa Yasinta tidak membantah, bahkan dengan deraian airmata dia masih tersenyum mengakui kalau sekarang dia hidup susah"


"hahhhhh"


"karena penasaran aku suruh orang selidiki om, dan ternyata benar Yasinta sangat susah om. Dia menerima tawaran jadi sekretarisku karena dia butuh uang banyak untuk menghidupi papinya dan kedua anak kami"


"anakkkkk"


Dukung terus author ya dengan like dan coment kalian. terimakasih.


I LOVE YOU ALL🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2